PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
71. High House.


__ADS_3

Sebuah mobil putih yang awalnya hanya datang karena suatu tugas tapi saat melihat seorang pria yang berdiri di pembatas jembatan yang dirasa ia mengenalinya, Helena langsung tahu jika pria itu adalah Andre. Di kota kelahiran Andre memang belum dikenal luas sebagai pemimpin ANDRILOS, karena dia belum di nobatkan secara formal di sini, baru secara grup saja di Prancis.


Andre yang saat ini masih sibuk dengan pikirannya tak sadar jika ada orang yang berjalan mendekati dirinya, Helena yang cukup senang karena bisa melihat pria yang dia sukai selama 5 tahun, akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya, walau cinta bertepuk sebelah tangan. Karena Andre tidak menyukai Helena, cinta pertama Andre hanya pada istrinya sekarang ini.


HELENA : Apa yang sedang kau lakukan di sini sendirian, apakah tidak takut jika nanti akan ada orang jahat yang menyerang mu. Sedangkan kau tanpa pertahanan, malah melamun di pinggir kota begini.


ANDRE : Sudah terbiasa dengan hal itu, jadi aku tak kaget lagi, jika ada yang datang untuk menyerang ku. Kamu sendiri sedang apa si sini dari tadi belum kau jawab pertanyaan ku, bukanya kamu ada di Italia.


HELENA : Aaah! Iya aku memang tinggal di sana tapi saat ini aku sedang bekerja, jadi aku ada di sini. Lalu kau sendiri, kapan kau datang kesini, ku dengar kamu berada di Prancis.


ANDRE : Baru saja sampai, hari ini.


HELENA : Begitukah. Ouh ya! sekarang kamu sudah menatap menjadi Warga Indonesia, apakah ini yang namanya jodoh? tak menyangka jika kita harus bertemu seperti ini.


ANDRE : Iya, aku dengar kau juga sudah mulai bisnismu kembali, bagaimana keadaannya sekarang?


HELENA : Cukup lancar. Aku hampir lupa, untuk mengucapkan selamat padamu, karena telah di nobatkan sebagai pemimpin penerus ANDRILOS yang baru generasi ke-4.


ucap Helena seraya mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Andre, dengan senang hati Andre menerima uluran tangan Helena tersebut.


ANDRE : Iya terimakasih.


HELENA : Aku heran padamu, sepertinya kamu tak senang jika harus di nobatkan menjadi pemimpin ANDRILOS?


ANDRE : Enak juga jadi warga biasa, dari pada harus jadi orang penting, sangat rumit dan tak bisa bebas.


HELENA : Hahaha- dasar kau ini Andre, kamu masih saja seperti dulu tidak berubah sama sekali, tidak ada motivasi untuk bangkit dan semangat, tidak sama seperti istrimu yang penuh semangat dan harapan untuk meraih kesuksesan ya.


Mendengar hal itu Andre agak terkejut, dari mana Helena tahu jika dia sudah menikah dan tahu soal istrinya.


ANDRE : Apa maksud mu?


HELENA : Heh? ku pikir kau datang ke New York dengan tujuan untuk mengunjungi istrimu? lalu kenapa kau tak langsung pergi menemui istri mu?


Andre masih belum faham tapi yang lebih tidak mengerti bagaimana Helena bisa tahu soal istrinya, dan seperti Helena tahu sesuatu soal Elisa.


ANDRE : Apakah kamu kenal istriku? dari mana kau tahu, jika aku sudah menikah?


HELENA : Hahaha pertanyaan macam apa itu, kamu pikirkan sendiri siapa orang yang megelegar pernikahan sangat megah dan heboh bahkan pernikahan kerajaan juga pasti akan kalah dengan berita heboh pernikahan mu. Semua orang juga tahu jika kamu sudah menikah, karena perayaan resepsi mu saja di gelar 3 hari 3 malam dengan sangat mewah, bagaimana tak jadi tranding topik. Semua artikel dan berita meliputnya, hari di mana kau bahagia, dan menjadi hari patah hati bagi wanita di seluruh dunia.


ANDRE : Jadi begitu, aku merayakan hanya satu hari satu malam Helena.


HELENA : Tapi semua sudah heboh sampai tiga hari. Aaah sudahlah lupakan itu, buat aku down jika harus mengingat hal itu.


ANDRE : Jadi, apakah kau tahu di mana keberadaan istri saya?


HELENA : Apakah beliau belum memberitahukan pada mu soal keberadaannya padamu.


Andre tampak binggung dengan apa yang di katakan oleh Helena, karena tak ada kabar apapun selama ini, Andre cukup frustasi saat tak mendengar kabar apapun atau info yang tidak bisa ia dapatkan.


ANDRE : Apa maksudmu, aku tak faham.


HELENA : Jadi begitu, nyonya Elisa belum memberikan penjelasan padamu rupanya, maaf jika begitu. Syukurlah mulutku ini tidak keceplosan bilang sebelum nyonya Elisa mengatakan padamu Andre.


ANDRE : Apakah kau sebenarnya tahu dimana dia. Tapi, kamu terlalu takut padanya makanya tak mengatakan apapun, iya kan.


HELENA : Aku? takut? maaf tuan sepertinya ada kesalahpahaman di sini, bukannya aku takut sama nyonya tapi saya sedang mengormati keputusan beliau terkait untuk rahasia yang dia sembunyikan dari mu, jadi hanya itu.


ANDRE : Jadi begitu, baiklah aku tak akan tanya-tanya lebih lanjut lagi. Aku akan mencarinya sendiri, permisi.


Andre akan pergi, tapi tangan Andre di tahan oleh Helena. Karena Helena belum merasa puas berbicara dengan Andre, jika Helena mengajaknya untuk minum atau makan. Andre pasti akan punya alasan untuk menolaknya, jadi Helena gak berani untuk melontarkan permintaan itu.


HELENA : Tunggu tuan ANDRILOS. Aku masih belum jelas apakah yang aku dengar ini benar atau tidak, apakah benar kau telah di nobatkan menjadi pemimpin dari grup ANDRILOS?


ANDRE : Bukanya kamu sudah tahu ya, kenapa masih bertanya seputar hal yang sama.

__ADS_1


Binggung tidak ada topik lagi jadi Helena merencanakan semua dengan cepat dan baik, Andre yang langsung menatap tajam pada Helena.


HELENA : Iya, tidak heran kamu cukup menonjol dari yang lainnya, sejak dulu kamu cukup berbeda dari semuanya. Mulai dari wajah dan skill mu, ternyata kamu dari keluarga bangsawan.


ANDRE : Kamu menahan ku hanya ingin mengatakan hal itu!


HELENA : Sebenernya aku masih ingin lama berbicara denganmu, tapi binggung ingin mulai percakapan dari mana?


ANDRE : Begitukah, jika ingin ngobrol banyak denganku bisa saja. Tapi, jika kau beri aku satu jawaban yang sebelumnya aku tanyakan, soal di mana istriku. Mungkin aku akan lebih lama mengobrol denganmu Helena, tapi sekarang aku tidak ada waktu untuk meladeni mu.


HELENA : Ah Tunggu! Ini soal pekerjaan ku, jika aku pilih kasih maka aku akan di keluarkan dari pekerjaan ini, maaf Andre aku berbohong. Jika aku buka pengusaha, sebenarnya aku pekerja pada sebuah perusahaan milik salah satu kenalanku, aku hanya tak mau malu di depanmu.


ANDRE : Lalu, apa masalahnya denganku. Bahkan aku tak tanya apa profesi mu, aku hanya bisa mendoakan agar kau punya perusahaan mu sendiri.


HELENA : Iya terimakasih. Jadi kau akan tetap pergi, maaf sudah menahanmu.


ANDRE : Jika kau bisa jelaskan padaku, apakah kamu tahu di mana keberadaan istri ku maka aku tidak akan pergi, kan sudah aku katakan.


HELENA : Sekali lagi aku minta maaf Andre, aku tak bisa membantumu jika aku harus membocorkan informasi, tentang keberadaan istrimu saat ini. Itu karena keamanan informasi ini adalah sebagain dari pekerjaan ku untuk merahasiakan semua rahasia klayen ku, jika kamu sangat penasaran dimana keberadaan nyonya Elisa, kamu bisa datang ke sini, jangan kau lihat dulu. Nanti saja saat aku sudah pergi jauh. Baiklah aku pergi sekarang, karena aku harus kembali bekerja, selamat malam tuan ANDRILOS.


Ucap Helena yang tak bisa mengatakan apapun lagi, ia memasukan sebuah kartu perusahaan kedalam saku outer baju Andre, kartu yang selalu ia bawa kemanapun. Helena bergegas pergi meninggalkan tempat, masuk lagi ke mobil. Sebelum masuk dia membalikan tubuhnya dan tersenyum untuk terakhir pada Andre, di jawab dengan senyuman balik oleh Andre.


"High House! Bukannya tempat ini adalah pelatihan khusus agar menjadi seorang pendamping, apakah Elisa ikut seleksi?" Dumal Andre yang sangat kaget dengan kegigihan Elisa yang ingin di akui oleh semuanya dengan baik.


Karena hari sudah malam Andre tak bisa mendatangi tempat latihan itu, jadi ia urungkan niat untuk pergi kesana.


Istana MONARFI, Andre baru sampai di rumah orang tuanya langsung di sambut oleh Gulftaf ajudannya sekaligus sekretaris pribadi Andre yang mengatur semua jadwal pemimpin ANDRILOS, berdiri di depan halaman.


GULTAF : Tuan, anda sudah kembali.


ANDRE : Kenapa kamu masih ada di sini, tidak pulang.


GULTAF : Saya ingin menyampaikan pesan dari ketua Dewan, jika besok anda di suruh hadir dalam rapat dewan direksi.


ANDRE : Apakah lama? karena saya akan kesuatu tempat besok. Aku ingin menemui istriku, bisa tidak di tunda pertemuannya.


ANDRE : Ya sudah ini sudah malam, pulanglah untuk istirahat Gulftaf.


Keesokan paginya Andre yang sudah siap-siap karena sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan istrinya, tak ingat jika dia harus datang ke tempat rapat. Karena pikirannya sekarang sudah di penuhi rindu yang menggebu-gebu, ia pergi seorang diri ke Gedung High House.


^^^GEDUNG HIGH HOUSE, Pukul 06.20.^^^


Gulftaf sudah sampai di kediaman istana MONARFI, terlihat beberapa pelayan sedang sibuk bekerja tugasnya, ada seorang pelayan pria yang mencegat langkah Gultaf.


PELAYAN : Maaf Pak, mau kemana? dan mau bertemu dengan siapa?


GULTAF : Saya sekretaris Tuan Andre, apakah ada di dalam?


PELAYAN : Maaf, tapi tuan sudah pergi pagi-pagi sekali.


GULFTAF : Boleh ku tahu beliau pergi kemana?


PELAYAN : Beliau tidak bilang, tapi beliau pergi dengan tergesa-gesa. Wajah sumringah, jadi saya tidak bisa memastikannya.


GULFTAF : Baiklah, terimakasih


Disisi lainya Andre sudah sampai di gedung High House, terlihat sudah ada petugas yang berjaga di sana, Andre mendatangi resepsionis untuk menanyakan soal ruang kamar yang di tinggali Elisa.


PETUGAS : Maaf Tuan ada yang bisa saya bantu?


ANDRE : Saya ingin bertemu dengan seseorang, apakah bisa?


PETUGAS : Anda ingin bertemu dengan siapa?


ANDRE : Nona Elisa Nurhaliza, di mana ruang kamarnya.

__ADS_1


PETUGAS : Baiklah biar saya cek dahulu... Maaf Tuan, di sini tidak ada nama itu.


Andre tak mengerti kenapa Helena membohongi dirinya, Andre terdiam sejenak sambil melirik ke layar komputer.


ANDRE : Coba di cek kembali, mungkin saja nyelip. Dia datang dari Indonesia, saya suaminya ingin bertemu.


PETUGAS : Saya cek ulang kembali. Di mohon tunggu sebentar.


ANDRE : Jika masih tidak ada juga, saya boleh bertanya, apakah Nona Helena bekerja di sini?


PETUGAS : Ouh Kepala Manajer. Tentu saja ada, tapi beliau masih bekerja. Apakah anda sudah membuat janji dengan beliau.


Andre terpaksa berbohong agar bisa menemui Helena, padahal dia tidak membuat janji dengan Helena.


ANDRE : Iya sudah, dia bilang jam 6, sekarang sudah lewat dari waktu yang di tentukan, seharusnya dia datang memberitahu informasi lebih lanjut jika terlambat datang.


PETUGAS : Silakan anda tunggu sebentar, biar saya info pada beliau.


Di sisi lainnya, Helena sedang berkeliling untuk mengecek kondisi para nyonya-nyonya yang akan belajar, tiba-tiba datanglah seorang wanita dengan tergesa-gesa.


PETUGAS : Ibu Helena, di depan ruang tunggu ada seseorang yang katanya sudah buat janji dengan anda.


HELENA : Buat janji denganku, sepagi ini?


Helena tampak terkejut dengan ucapan itu seakan tidak percaya, tapi Helena mulai curiga.


HELENA : Siapa? pria atau wanita?


PETUGAS : Awalnya tadi ingin mencari nona Elisa... Siapa saya lupa, tapi di daftar tamu tidak ada nama itu. Lalu beliau katanya sudah buat janji dengan anda jam 6 pagi, katanya ingin segera bertemu dengan anda.


HELENA : Hemm seperti saya sudah tahu siapa orang ini, kamu kembali bekerja. Saya selesai pengecekan ruangan dulu, setelah itu akan menemui tamu itu.


PETUGAS : Baik ibu, saya undur diri.


Setelah menyelesaikan tugasnya, Helena langsung menemui Andre yang saat ini sedang menunggu sambil menikmati secangkir teh hangat dengan pemandangan yang indah di balik kaca tebal.


HELENA : Selamat datang Tuan ANDRI—


seraya berjalan mendekati Andre, tapi karena banyak orang di kantin pada sarapan, Helena menghentikan panggilan sebutan Tuan ANDRILOS itu.


ANDRE : Panggil aku Andre saja, jangan panggil itu, aku tak bawa pengawalan jadi jangan buat aku menonjol di sini.


HELENA : Baiklah, aku minta maaf Andre, apa yang bisa saya bantu?


ANDRE: Saya ingin bertemu dengan Elisa, tapi mereka bilang tak ada nama Elisa di sini? sebenarnya kamu kasih info benar apa tidak, atau kau hanya ingin mempermainkan aku.


HELENA : Kamu ini tidak percaya sekali padaku. Jika kamu tanya penghuni dengan nama itu di sini jawaban mereka pasti akan sama, karena di sini memang tidak ada yang namanya nona Elisa, jika kamu tanya seperti itu. Coba kamu tanya tamu spesial yang bernama nyonya Elisa Nurhaliza, maka akan dipasti mereka langsung kenal. Karena nyonya Elisa ini sangat istimewa, satu-satunya pendatang baru yang ingin menjadi pendamping pemimpin, dengan status sudah menikah.


ANDRE : Jadi begitu, lalu dimana dia tinggal saat ini?


HELENA : Lantai 20, kamar 210 kamar nyonya Elisa tinggal.


Andre langsung bangkit dari kursi akan pergi menuju ke kamar Elisa, cuman langsung di cegah oleh Helena.


HELENA : Ehhh! mau kemana?


ANDRE : Tentu saja menemui istriku, apa lagi? kita lanjutkan nanti.


Tak banyak bicara lagi, Andre langsung berlari begitu saja menuju lift, meninggalkan Helena yang masih kebinggungan, kenapa Andre bisa bersikap seperti itu, Andre yang dia kenal tidak seprotektif itu terhadap seorang wanita.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 20 Oktober 2022


__ADS_2