
Elisa langsung di bawa oleh Zever dan Xeverio, ke suatu tempat di mana semua orang langsung sigap karena ke datangan mereka. Para orang yang datang dengan sigap itu segera membantu menolong orang yang terluka yang di bawa oleh Zever dan Xeverio dengan penanganan yang khusus, Elisa langsung di bawa oleh para wanita, untuk di rawat dan di obat di tempat mereka tersebut.
ZEVER : Gila, mereka sebenarnya siapa?
XEVERIO : Kita akan tahu setelah kita selidiki mereka satu persatu, sebaiknya kita jangan biarkan mereka ada yang Lolos satupun.
ZEVER : Kau bener, mari kita selidiki
XEVERIO : Sabar Zever. Kita tunggu Andre datang dulu, karena semua ini ada kaitan dengan Andre.
ZEVER : Iya bintang utama belum juga nongol, kemana dia sebenarnya?
XEVERIO : Aicccs... apakah kau lupa, dia sedang terjebak oleh masalah keracunan, dan juga perjalanan cukup jauh, dari ujung ke ujung. Jadi mana mungkin dia akan secepat kilat sampai untuk menolong anggota yah, jika begitu mungkin dia sendiri yang akan menyelamatkan istrinya. Pertanyaan mu ini sangat konyol Zever, cepat tangani dulu saja mereka.
ZEVER : Iya iya iya, baiklah. Aku pergi selesaikan urusan ini dulu.
Zever dan Xeverio berlawanan arah kejalur masing-masing, Zever pergi ke tempat blok A sedangkan Xeverio pergi ke blok D untuk menangani hal lainnya.
Mereka sibuk dengan tugas mereka masing-masing, di sisi lainnya helikopter milik Alex sudah setengah perjalanan menuju markas besar milik Pasukan pengawal-pengawal berjirah hitam.
ANDRE : Alex, sebenarnya apa yang terjadi? kalian tahu dari mana jika kami telah di serang, mereka apakah baik-baik saja?
ALEX : Aku juga kurang tahu, kak Zever hanya mengatakan jika aku harus menjemput mu dan mengirim alea untuk membantu mu, semua informasi tidak aku dapatkan karena aku hanya di infokan untuk datang ke tempat yang di kirim ke SOS.
ANDRE : Semua ini apakah ide dari Xeverio dan Zever, lalu apakah kamu tahu lokasi kejadian?
ALEX : Tidak, aku datang dari tempat kerja dan langsung ke sini, soal hal lainnya tanyakan sendiri nanti, saat kakak bertemu dengan kak Zever dan kak Xeverio mungkin dengan mereka akan bisa menjawab pertanyaan kak Andre dan untuk bisa pahami semuanya, karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
ANDRE : Baiklah! akan aku tanyakan langsung pada mereka, maafkan aku telah merepotkan kalian semuanya.
Andre hanya bisa pasrah dengan hal itu, Andre kembali diam melihat pemandangan di bawa sana.
2 Jam kemudian, akhirnya Andre dan Alex telah sampai di lokasi dimana markas milik Zever yang di kelilingi dengan lautan dan tempat-tempat berbahaya lainnya, tempat berlatih anggota prajurit kuat ini berada di tengah-tengah samudra yang tidak bisa di jangkau oleh Alat komunikasi apapun atau bisa di lacak oleh alat canggih apapun karena tempat ini cukup unik. Tak akan ada yang bisa menembus tempat ini, karena jauh dari pemukiman warga.
ANDRE : Zever, Xeverio?
ZEVER : Akhirnya kau datang juga Dre, kamu temui istrimu dulu sana, mungkin kau cukup khawatir pada keadaan dia iya kan? Lalu kita akan bicarakan mengenai masalah ini, pergi ke rumah para wanita, dia sendang di rawat di sana.
ANDRE : Iya terimakasih. Karena kalian datang untuk menyelamatkan nyawa anggota ku dan istriku, aku tak tahu harus berkata apa lagi.
XEVERIO : Itu sudah jadi tugas kami, sudah sana kamu temui dulu nyonya muda.
__ADS_1
ANDRE : Baiklah, tunggu sampai semuanya agak membaik.
ZEVER : Iya, kau tenang saja kami tidak akan kemana-mana kok, hanya saja kita masih ada urusan. Alex, ayo kita pergi menangani kasus lainnya
ALEX : Iya kak.
XEVERIO : Kami tinggal dulu ya, kau pergilah sendiri, kau bisa kan?
ANDRE : Jangan meremehkan diriku Xeverio, aku masih tahu jalan di sini.
XEVERIO : Syukurlah jika kamu masih ingat, ku pikir kamu jadi amnesia.
ANDRE : Sembarangan saja kau, sudah sana pergi kalian.
ZEVER : Malah ngusir lagi, baiklah kita pergi sekarang.
Setelah mereka pergi, akhirnya Andre berjalan membelakangi meraka karena berlawanan arah. Mereka berpisah di jalan, tempat para wanita tinggal cukup jauh dari tempat latihan dan tempat para pria tinggal. Karena untuk melindungi anggota keluarga pasukannya, maka para wanita dan anak-anak mereka di tempat tinggal khusus tersebut, Zever dan Xeverio harus membuat tempat yang layak untuk anggota keluarga yang tinggal di sana, nyaman bagi kaum wanita dan anak-anak.
JEAN : Tuan, anda datang. Nyonya ada di sana, silakan anda bisa lewat sini.
ANDRE : Dimana istri saya?
ANDRE : Baiklah, terimakasih atas perhatian mu Jean.
Terlihat Elisa sedang menikmati indahnya pulau militer tersebut dengan pantai pasir putih dan air yang cukup jernih, hingga batuan yang di dasar pun terlihat.
"Sayang!" panggilan Andre yang khas, Elisa langsung mengenali suara suaminya itu.
"Mas Andre" dengan sangat girang dia langsung bangkit, dan berlari menuju Andre.
"Gimana keadaan kamu?" ucap Andre yang cukup khawatir.
"Aku baik, hanya saja tergores sedikit" ucap Elisa yang menujukan luka di telapak tangannya karena menahan pisau tadi.
"Bagaimana kamu bisa bilang ini hanya luka tergores Elisa, apakah ada luka selain ini?" Andre agak marah soal itu tapi dia cukup perhatian.
"Hmmm- tidak ada!" ucap Elisa agak ragu karena tentramen Andre sedang marah.
"Jangan berbohong padaku" ucap Andre yang mempertegas.
"Iya ada sih. Cuman kepala Elisa agak pusing saja mas, karena tadi di pukul dari belakang sampai Elisa tidak sadarkan diri" penjelasan Elisa seraya memegangi kepala bagian belakangnya.
__ADS_1
"Coba mana sini mas lihat, benjol gak?" ucap Andre seraya ingin lihat kepala Elisa dibagian belakang.
"Iya, dikit" Elisa memegangi kepalanya.
"Sampai kayak gini sih Yang! Sakit gak?" tanya Andre yang khawatir seraya memegang kepala Elisa.
"Sakit, tapi udah mendingan sekarang. Kan udah di pegang sama obat paling mujarab yaitu Mas Andre ku sayang" ucap Elisa yang manja mulai keluar.
"Dasar kamu ini, sini aku cek kembali keadaan kamu, takutnya masih ada luka lainnya yang kamu sembunyikan dariku" ucap Andre yang memutari Elisa.
"Ya ampun mas gak percayaan banget sama Elisa, kan ini badan Elisa yang merasa juga Elisa, jadi Elisa tahu lah bagian mana saja yang dirasa sakit" ucap Elisa yang protes.
"Bagus kalau begitu, jadi apakah masih ada lagi yang sakit" tanya Andre mempertegas.
"Tidak ada maskusay! ouh, yah mas tahu keadaan kak Zacky, Kevin dan Aoda tidak gimana?" Elisa ke ingat dengan pria-pria yang melindungi dirinya.
"Mas belum menemui mereka, mas baru sampai dan langsung menemui mu dahulu, jadi belum sempat menengok mereka" ucap Andre yang menjelaskan.
"Begitu yah. Tapi mas, aku sangat khawatir dengan kondisi mereka saat ini" ujar Elisa.
"Aku juga. Yaudah, kamu tunggu di sini yah. Biar mas yang menengok mereka dan tanya keadaan mereka" ucap Andre.
"Elisa ikut yah" menahan langkah andre yang akan pergi meninggalkan tempat.
"Jangan, kamu istirahat saja di sini" ucap Andre yang melepaskan cengkraman tangan Elisa.
"Elisa gak bisa istirahat mas, Elisa kepikiran dan terus saja khawatir"
"Baiklah, kamu boleh ikut aku. Tapi ingat jangan jauh-jauh, mengerti"
"Iya mas Andre"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Kamis 15 September 2022.
__ADS_1