
Setiap kelompok berjalan sesuai dengan barisan mereka masing-masing, mereka langsung berjalan menuju tujuan mereka ke pantai yang sudah ada beberapa orang yang telah mempersiapkan untuk games disana.
Elisa yang berjalan bergandengan sama Resti temen baru ya itu, seperti saudara yang tak mau di pisahkan, Elisa hanya diam saja saat tangannya di gandeng sama teman barunya itu. Elisa yang selalu manja pada sang suami, adik dan ayahnya jika bersama temen iya seperti pria yang cool.
"Elisa, kamu kenal sama Nindy dan Lia yah? temen satu sekolah?" ucap resti menebak jika mereka adalah temen satu sekolah Elisa.
"Nggak! Baru kenal juga kok, hari ini tadi pagi si, kenapa emangnya?" ucap Elisa menegaskan.
"Kirain kamu satu sekolah sama si Nindy, habis kelihatan sangat akrab sekali." ujarnya seraya menatap wajah temannya itu.
"Nggak kok, karena aku bukan sekolah di sini. Saya lulusan SMK, jadi gak ada hubungan sama kuliah. Cuman mau nambah ilmu saja jadi aku kuliah, he-he-he-" ucap Elisa dengan gelak tawa.
"Ouh gitu yah, kirain kamu temenan satu sekolah sama mereka. Tapi kelihatannya kamu sudah akrab banget sama mereka, tapi ya gak apa-apa sih nambah-nambah pertemanan he-he-he " ucapnya seraya menatap Nindy yang ada di depannya.
Rizki Dewan pendamping berjalan agak ketengah, lalu melirik sekilas pada Elisa yang saat ini sedang bercengkrama dengan teman-teman itu.
"Temen-temen kalau ada yang sakit bilang ya, jangan sampai memaksa diri untuk berlanjut jalan. Karena sampai disana kita langsung akan main games, jadi jangan sampai ada yang kecapekan." ucap Rizki.
"Siap kak!" semua serempak mengatakan itu, menatap kepada Rizki.
"Elisa, kak Rizki cakep yah. Katanya dia fakultas kedokteran dan jurusan dokter bedah, keren banget deh!" ucap Resti kayak seneng banget pas menceritakan itu.
"Ouh iyakah, hehe aku gak tahu. Kayaknya sih banyak yang suka Resti, bukti ya saja anggota kita kok tambah banyak yah!" Sambil melihat punggung Rizki.
"Iya sih. Tapi ngomong-ngomong kak Rizki udah punya cewek belum ya, pasti banyak cewek ya deh!" ucap Resti.
"Mendingan cari yang biasa-biasa saja re di bandingkan nanti kamu sakit hati gara-gara pacaran sama cowok seperti itu, setia ya itu gak bisa di percaya" ucap Elisa yang sudah hafal sama tipe-tipe seperti itu.
"Iya juga si. Btw emang kamu pernah ngalamin ya lisa? kok bisa kamu bilang kayak gitu!" ucap Resti yang sangat penasaran.
"Hmmm, pengalaman mah gak pernah cuman rata-rata gitu. Kalau cowok tipe-tipe populer begitu pasti banyak ceweknya, cowok yang biasa-biasa aja atau yang jelek aja bisa selingkuh apa lagi yang ganteng, udah pasti kan" ucap Elisa yang menebaknya.
"Ha-ha-ha... Kamu ini bisa aja deh! Elisa," ucap Resti yang ketawa puas karena mendengar hal itu, tapi yang di katakan Elisa memang ada benar juga sih.
Hingga suara panggilan itu membuat candaan mereka berhenti, karena seseorang mendekati Elisa dan Resti yang sedang asik mengobrol tersebut.
"Elisa!" ucap Rizki yang saat ini mendekatinya, terdiam sejenak.
"Iya kak!" jawab Elisa langsung menoleh ke sumber suara, terlihat pria tampan itu berjalan sejajar dengannya.
"Nanti saat sampai di tempat, kamu yang saya tunjuk jadi tim ketua regu ya buat bikin yel yel dan komando. Karena tadi ketua regu kalian sakit, tak ada yang mau jadi penggantinya." ucap Rizki.
"Eh! Tapi kenapa aku? Kan masih banyak yang lainnya, aku gak bisa kak! coba tanya yang lain aja dulu sih kak, anak cowok tuh." ucap Elisa yang tak mau di beratkan soal itu.
"Kak Rizki, Elisa kan cewek masa iya pemimpinnya harus perempuan" ucap Resti membela.
"Sudah ku tanya, tapi tak ada yang mau. Emang apa salah yah jika pemimpinnya cewek, ada juga kok yang pemimpin cewek. Gak harus cowok saja yang jadi pemimpin, malah lebih sejahtera jika di pimpin sama wanita." ucap pembela Rizki.
"Iya juga sih, tapi kalau masih ada cowok kenapa harus aku sih kak!" ucap Elisa yang masih menolak.
"Yasudahlah. Aku saja kak!" ucap Resti yang menawarkan dirinya, karena emang Elisa tak mau di tunjuk jadi pemimpin regu atau anggota.
__ADS_1
"Oke! Kamu nama siapa?" ucap Rizki yang tak melihat papan nama yang tergantung pada Resti.
"Resti kak, lah nama segini gedenya gak keliatan apa?" ucap Resti yang agak kesal.
"Ouh, iya maaf! Resti, nanti kamu atur ya semua tim anggota kamu. Bikin yel-yel semenarik mungkin yang asik dan unik, nanti akan ada hadia bagi pemenang yel-yel yang terbaik." ucap Rizki.
"Asyiap kak, jangan khawatir. Aku butuh asisten kak, aku mau Elisa jadi asisten ku. Bolehkan kak!" ucap Resti yang menarik Elisa.
"Oke, gak apa-apa. Yaudah, kalau gitu aku duluan yah. Karena banyak tim anggota kita yang sakit, jadi aku harus kesana dulu." ucap Rizki, seraya berlari menjauh dari tim regu yah.
Resti yang sekarang sudah mantap dan anggota juga sudah mengakui sebagai ketua tim mereka, sebelum sampai sambil jalan mereka meremukkan yel-yel yang baik untuk jadi lagu pengenalan mereka nanti.
Semua sangat antusias sekali dan sangat bersemangat sekali dengan itu, tak lama banyak yang mengumpulkan bait dan tiap karya masing-masing orang di anggota mereka.
"Lis, ini gimana menurut kamu?" ucap Resti yang menujukan karya dari temen-temen itu yang bekerja untuk membuat yel-yel, di kertas selembaran yang di bagikan Elisa.
"Kita satuin aja sama yang ini res. Ini juga lucu" ucap Elisa yang menujukan nada bait juga.
"Eh iya, yaudah sampai di sana kita langsung bikin saja." ucap Resti yang juga sangat senang dengan semangat dari temen regu yah itu.
Sesampainya di pantai tujuan mereka semua langsung membuat lingkaran untuk tim-tim regu mereka, saling berkelompok dengan masing-masing nama regu mereka.
"Oke temen-temen saya sudah dapatkan semua karya semua, kita akan satukan bait-bait yang akan kita buat yel-yel. Nah, saya akan mulai memilihnya. Saya sebagai ketua regu dan asisten saya Elisa juga sudah milih 5 kertas karya kalian, yang akan kita buat sebagai yel-yel kelompok." ucap Resti.
Mereka langsung membuat yel-yel dengan baik dan mulai latihan untuk menyanyikannya, dan akan menyajikan hal itu nantinya.
Semua sangat antusias dan bersemangat untuk latihan yel-yel ini, dan latihan mereka juga sangat baik. Hingga sampai waktu ya tiba, lomba untuk menyayikan yel-yel mereka untuk di tujukan pada para senior.
"Aduh Lis, aku gemetar ini. Aku udah dingin banget" ucap Resti yang melihat Elisa menggenggam tangan Elisa dengan sangat erat sekali.
"Santai aja Resti, lagian kita gak sendirian kok masih ada mereka yang akan ikut berjuang bersama kita. Jadi kita pasti bisa melakukan ya juga bersama-sama jangan takut, ayo kita harus bangkit bersama, semangat!" ucap Elisa yang menyemangati anggota yah.
"Kak Rizki kemana ya kok gak keliatan, iya padahal tim kita mau tampil nih, tega bener gak nonton kita. Udah di tinggal gitu aja, malah gak nongol-nongol orangnya" ucap salah satu temen Elisa di regu yah.
"Udahlah yang penting kita berjuang untuk diri kita sendiri saja, mungkin dia lagi sibuk kali ngurusin banyak orang. Toh jurinya bukan dia kan, yaudah aja jangan di pikirin." ucap Elisa yang terlihat bodo amat sama hal itu.
Tim Elisa akhirnya maju untuk tampil, terlihat dengan persiapan yang sangat matang mereka sudah dengan ancang-ancang akan memulai penampilan untuk nyanyi yel-yel tim regu mereka tersebut, tak lama terlihat Rizki juga melihat dari balik tenda peristirahatan yang sedang sakit, Rizki malah jadi senyum-senyum sendiri melihat tim ya maju dengan yel-yel yang lucu dengan pembawa yang sangat asik di dengar.
"Mereka lucu banget yah," ucap salah satunya teman Rizki.
"Iya konyol juga sih, itu yang bikin siapa ya kok bisa ada nada seperti itu di buat yel-yel ya keren kayak gitu." sambung yang lainnya juga.
Setelah selesai mereka duduk-duduk kembali, tinggal acara selanjutnya. Satu persatu games di lakukan, Tim regu Elisa juga sangat bersemangat. Hingga pada akhirnya terjadi tragedi saat lompat jauh, Resti sebagai ketua tim mengalami cedera gara-gara tak bisa melompat jauh kakinya terkilir.
Rizki yang sebagai Dewan Pendamping timnya dengan sigap lari dari posisi dan membantu Resti, di susul juga Elisa yang juga ikut lari karena teman jatuh dari lompat jauh tersebut.
"Resti, kamu gak apa-apa? mana yang sakit, aduh! gimana ini, kak Rizki kayaknya Resti gak bisa ikut lomba selanjutnya deh!" ucap Elisa.
"Iya kamu bener, yaudah aku bawa Resti ke tenda perawatan dulu kalian lanjutkan saja untuk main" ucap Rizki menyuruh temen-temen membawa tandu.
Resti langsung di obati oleh Rizki sendiri dan beberapa temen wanita Rizki, tambah kesem-sem deh si Resti sama kakak tingkat ya itu. Karena perhatian si Rizki terhadapnya, sambil menahan sakit resti sesekali curi-curi pandangan pada Rizki.
__ADS_1
"Kak, pelan-pelan dong. Ini sakit?" ucap Resti yang menatap wajah Rizki.
Di sisi lainnya, Elisa yang otomatis menggantikan posisi Resti menjadi ketua tim regu. Semua anggota malah kehilangan cahayanya karena ketua tim mereka malah cedera, dan semangat mereka hilang.
"Hey, kok malah lesu si pada. Ayolah, ini buka akhir dari segalanya, Resti baik-baik saja kok. Kita harus melanjutkan perjuangannya kita, masih banyak tantangan yang menghadang itu. Kita harus semangat dan kompak satu sama lainnya, walau kita kekurangan pasukan." ucap Elisa memberikan semangat.
"Tapi, gimana personil kita satu persatu malah sakit, kita tinggal 10 anggota nih apakah bisa?"
"Kalian harus yakin dong! pasti bisa. Menang kalah itu urusan belakangan, yang penting kita sudah melakukan yang terbaik, dan tetep semangat." ucap Elisa yang menyemangati mereka.
"Ayolah, kita harus semangat! bener yang di katakan Elisa, lagi pula kalau kalah juga gak apa-apa lah ini hanya permainan biasa" ucap salah satu yah.
"Kita lakukanlah sebisa kita yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan maju terus pantang menyerah, jangan mundur tanpa berjuang." ucap salah satunya lagi dengan semangat.
Semua juga ikut tertantang, senior-senior yang lainnya melihat kekompakan dan semangat dari tim 15 ini, kelompok ini diam-diam di perhatikan oleh mereka. Tak lama mereka juga menilai bahwa kelompok tim 15 ini paling menarik perhatian, karena yel-yel, kekompakan dan kerjasama tim yang cukup bagus.
Waktunya pengumuman untuk setiap tim masing-masing yang telah mengikuti kegiatan hari ini, walau banyak tim yang gugur tapi kelompok mereka tetap maju sampai babak final, tanpa terasa waktu pun mulai senja pengumuman pemenang kelompok akan diumumkan.
Dimulai dari pemenang 10 besar hingga sampai 3 pemenang yang terpilih, semua disebutkan.
"Selamat sore menjelang malam, karena hari juga sudah gelap. Terimakasih untuk semuanya yang antusias sekali mengikuti kegiatan hari ini, walau sampai harus basa kuyup dan kotor-kotoran. Tapi, gak mengubah semangat juang kalian yah, oke! saya gak mau basa-basi lagi karena sudah gelap. Aku akan mengumumkan pemenang di acara api unggun kalia ini, pemenang yang mendapatkan pengakuan dari tim panitia seleksi dan pembina kegiatan kali ini. Yaitu Bapak, Drs. H. Dafhadra Saepulloh,.M.Sp yang telah hadir mengikuti program ini juga tepuk tangan dong! buat bapak dafha yang bela-belain hadir." ucap host.
Semua bertepuk tangan karena orang yang disebutkan itu berdiri di tengah-tengah mereka, lalu si MC melanjutkan pengumuman mereka.
"Oke! Kita lanjut, saya ucapkan terima kasih untuk kerjasama kalian yang mengikuti kegiatan hari ini, sekarang di penghujung waktunya. Saya akan mengumumkan soal lomba, dan siapa yang menang menjadi 3 terbesar atau teratas. Baiklah, dimulai dari pemenang ketiga.....dari kelompok.... 7....yeh!! Selamat untuk kelompok 7, karena yel-yelnya bagus, terus penampilan mereka juga sangat aktif, tapi kami memilih tiga kelompok teratas yang mungkin benar-benar energik. Pemenang kedua.... Siapa ya yang menang.... kelompok 11... Tepuk tangan dong! Oke dan terakhir adalah... kelompok yang utama kita yang menang dari segi yel-yel, kelucuan, kekompakan yang energik, semangat dari timnya, itu sangat luar biasa yaitu kelompok.... 15 selamat untuk para anggota tim 15, walaupun mereka cuman 7 orang tapi semangat mereka luar biasa keren dewan perwakilannya mana ya ini?" pengumuman itu membuat semua kaget dan tim mereka malah bengong tak menyangka kelompok mereka menang.
"Kelompok kita nih kak!" ucap salah satunya gak percaya akan hal itu.
"Iya, kelompok kalian, kok kayak gak percaya gitu kalian memang, apakah karena anggotanya kurang banyak dan pada sakit jadi kalian tidak ada yang pede yah! Lalu mana dewan perwakilan kalian, atau ketua mana nih!" ucap host.
Semua masih diam masih terheran-heran karena hal ini, mereka semua menatap kelompok mereka dengan heran. "Mana ketua kalian?" ucap host.
"Ouh ketua kita cedera kak!" ucap Elisa sigap.
"Dewan perwakilan kalian mana?" ucap host kembali.
"Hmmm, gak tahu" jawab serempak juga.
"Jadi tidak bisa juga? lalu siapa yang akan menerima penghargaan dari tim kalian ini?" ucap host kembali.
"Yaudah diwakilkan saja dari kelompok kalian siapa yang mau mewakili penghargaan ini?"
Elisa pun langsung maju ke depan menerima penghargaan dari kakak tingkat, sejumlah uang dan hadiah untuk perjuangan tim mereka yang sudah sampai titik di mana mereka sudah hampir kelelahan, karena banyak games yang harus mereka lakukan dengan anggota 7 orang.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Senin 2 Januari 2023