
Seraya menunggu pesanan datang Fando yang melihat Elisa sibuk menatap pantai di malam hari. "Cantik!" suara itu malah keluar dari mulut Fando.
"Iya, kamu bener fan. Langit malam juga kayak mendung banget, sangat cerah sekali. Hmph! Ini pertama kalinya, aku lihat bintang-bintang di langit malam, apa lagi di lihat dari bibir pantai kayak gini." ucap Elisa yang tidak sadar, tanpa menoleh sama sekali.
"Ha-ha-ha, kamu gak pernah keluar malam el?" ucap fando yang bertanya.
"Pernah, sering malah. Tapi di garis bawahi yah, kalau ada temennya baru diizinin sama ayah. Hmph, aku hanya di bolehin keluar sama ayah kalau dengan adik aku, sampai banyak yang ngiran kami pacaran." ucap Elisa yang kalau mengingat hal itu.
Karena Azril lebih tinggi dibanding dirinya, dan sikap yang sangat dewasa. Itualah, kenapa Azril lebih suka melindungi kakaknya, ketimbang dirinya yang dilindungi sebagai adik.
"El, boleh gak aku tanya sama kamu. Sebelumnya, kamu pernah punya pacar nggak!" Tanya Fando yang sangat penasaran.
"Kenapa kamu nanya kayak gitu? kalau di tanya gitu jawaban aku yah pernahlaah, tapi aku sudah lama gak pacaran sejak 4 atau 5 tahun lalu. Karena pacarku sudah menikahi wanita lainnya, sama temanku." ucap Elisa yang langsung menatap Fando.
"Ouh! Kamu ditinggal nikah?" tebak Fando yang spontan membuat Elisa agak malu.
"Bukan hanya di tinggal nikah aja sama cowok, aku malah di tikung temen dan disuruh nungguin, dan pas ditungguin malah kabur sama cewek lainnya. Ada yang pergi kerja ke luar negeri malah los kontak, jadi ya sudahlah." ucap Elisa malah curhat.
"Btw nasib kamu apes banget yah el, kalau soal asmara kamu sial. Tapi, jujur sama aku apakah sekarang-sekarang ini adakah pria yang kamu sukai, atau ada yang deketin kamu gitu el, ada nggak?" Tanya Fando yang sangat penasaran.
"Hmph! Nggak tahu juga sih, soal inceran aku banyak fan. Misal, setara dengan Chi Chang Wook, Yang yang, Lee min hoo, dan masih banyak lagi Fando."
"Hah!, itu bukannya para artis?" ucap fando yang mengingat semua nama-nama itu.
"Hahaha iya, kan kamu bilang orang yang mungkin aku incar kan!" ucap Elisa yang saat ini dengan sangat semangat mengatakan hal itu.
"Sungguh kamu bersemangat sekali ya mba, lagian apakah mereka akan kenal kamu nantinya el?" tanya Fando membuat Elisa terdiam.
"Nggak sih, tapi setidaknya aku punya cita-cita, ha-ha-ha " ucap Elisa yang tertawa bahagia.
"Iya deh!" ucap fando yang tidak bisa berkata-kata untuk saat ini pasrah begitu saja.
Hingga pesanan mereka datang Elisa terdiam saat melihat hidangan yang ada di depannya. Mereka juga banyak bicara, soal ini itu. Elisa melihat hidangan yang di sajikan di meja, ada kepiting kesukaan Elisa, ternyata Fando pesan itu buka untuk dirinya tapi untuk Fando sendiri, Elisa jadi tambah kangen sama suaminya Andre.
Kepiting saus tiram, itukan kesukaanku. Aku sengaja gak pesan itu agar aku gak lihat kepiting itu di atas meja ini, tapi kenapa kok malah kepiting ini ada di hadapanku. Apakah Fando tahu aku suka kepiting? Hmph, apakah dia membelikan ku ini? ah, kayaknya gak mungkin deh!.... Tuh kan bener dia makan untuk dirinya sendiri, dasar Elisa. Apa sih yang sebenarnya kamu harapkan, toh! dia bukan Andre Azzam Arafif, yang akan lebih mengutamakan dirimu dulu ketimbang dirinya sendiri. Aku jadi tambah kangen sama mas Andre, entah kenapa semenjak aku nikah sama mas Andre kok aku jadi sebucin ini sih. Padahal selama ini aku punya pacar biasa aja, kok sekarang malah kayak gak mau jauh-jauhan gini yah. Dalam Hati Elisa.
Sampai tidak terasa waktupun bergulir dengan cepat, jam pukul 22.00 malam. Akhirnya setelah banyak membicarakan soal ini itu, mereka pun pulang bersamaan. Fando yang mengantar Elisa sampai rumah, ibu dan ayahnya hanya melihat dari balik jendela.
Saat mobil Fando sudah terparkir di halaman rumahnya, lalu Elisa akan turun. "El, thanks yah buat hari ini" ucap fando yang masih berada di dalam mobil.
Elisa yang melepaskan sabuk pengaman, dan melihat fando. "Iya, sama-sama thanks juga udah mau makan malam sama aku, yaudah aku masuk dulu yah?" ucap Elisa yang keluar dari dalam mobil Fando.
"El, sorry buat malam ini." ucap fando kembali. Dengan wajah ia tundukan, karena malu untuk menatap wajah Elisa yang saat ini terlihat biasa saja.
"Iya gak apa-apa, yaudah aku keluar dulu. Ini dah malam kamu juga pulang kerumah ya fan, bye. Good Night, sampai ketemu di kampus." ucap Elisa yang langsung keluar dari dalam mobil.
"Iya, bye." jawab singkat Fando yang tersenyum terpaksa.
Akhirnya setelah pamitan satu sama lainnya Elisa baru masuk kedalam halaman rumah, melihat pintunya agak aneh. Saat Fando sudah agak jauh, ke dua orang tua Elisa langsung saja keluar dari rumahnya.
"Teteh, tuh bocah gak jadi di tangkap?" ucap Yusman yang matanya masih sibuk melihat mobil Fando yang sudah jauh.
__ADS_1
"Astaghfirullah, ayah. Anak pulang seharusnya yang di tanya itu anaknya dulu, ini malah langsung nanya ditangkap aja!" ucap Elisa yang agak kesel.
"Ouh iya, maaf!" ucap Yusman yang melihat Elisa yang saat ini wajahnya cemberut.
"Ngucap salam dulu lah, baru teteh akan di jawab semua pertanyaan kalian berdua." ucap Elisa yang langsung merai tangan kedua orang tuanya
"Ouh iya," ucap Yusman yang juga baru ngeh.
"Assalamualaikum, ayah ibu." ucap Elisa seraya mencium tangan orang tuanya bergantian.
"Walaikumsalam" Ucap serempak orang tua Elisa dan langsung menarik putrinya masuk kedalam rumah.
Yusman menutup pintu dan mengunci pintunya, Siti menarik tangan Elisa dan disuruh untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Gimana teh, acaranya lancar, kok dia masih berkeliaran?" ucap Siti yang saat ini sangat penasaran yang sebenarnya terjadi, dengan raut wajah yang begitu sangat dengan bersemangat sekali.
"Bu, sabar napa. Biarkan Elisa nafas dulu, kalian semua kayak sangat penasaran sama si Fando ketimbang Elisa yah?" ucap Elisa.
"Aduh, si teteh terlalu banyak alasan deh! ibu sama ayah kan sudah sangat penasaran soal itu, udah kasih tahu ah! jangan banyak anya-enyo." ucap siti yang langsung menatap penasaran banget.
"Iya gitu bu- ayah, kita gak jadi nangkep si Fando karena katanya, masih terlalu awal buat menangkapnya, makanya Elisa keluar sama dia, karena harus nunggu semua informasi terkumpul dahulu." ucap Elisa yang menjelaskan.
"Terus apakah nak Andre sudah tahu soal ini, teh jangan terlalu lama bergaul sama pria yang bukan mahramnya, dosa atuh. Apa lagi status teteh sudah bersuami. Pamali kata orang jaman dulu mah, kalau teteh lama-lama."
"Iya Bu, Elisa juga tahu kok. Mas Andre juga tahu. Walau ini rencana Elisa, tapi sudah dapat persetujuan mas Andre." ucap Elisa yang menjelaskan.
"Terus sekarang teteh nggak pulang ke rumahnya besar" tanya Siti kepada putrinya.
"Emangnya nak Andre pergi kemana? Apakah lagi ngurusin para ******* itu?" tanya yusman.
"Lagi pergi sama Maura, dan tim penyelamat lainnya ayah. Aku juga gak tahu deh! Dia ada dimana?" ucap Elisa yang cemberut.
Siti dan yusman saling menatap satu sama lainnya, sekali bertukar informasi menggunakan telepati. Lalu mereka mengangguk secara bersama, lalu melihat Elisa kembali.
"Kok mereka sering keluar bareng gitu sih teh, apakah teteh gak takut kalau mereka diam-diam... Kayak di sinetron-sinetron gitu teh, apa lagi nak Andre di anugrahi wajah yang tampan rupawan." ucap Siti yang agak khawatir.
"Itu urusan mereka, kalau kayak gitu ya Elisa gak maksa mas Andre, kalau dia milih Maura ya silakan Elisa lepaskan, susah banget bu. Aku mah, percaya kok sama mas Andre. Jika seandainya dia memang seperti itu, Elisa langsung minta pisah bu, gak ada wanita yang mau di madu." ucap Elisa yang spontan membuat kedua orang tuanya terdiam.
"Apakah teteh yakin, akan ikhlas?" ucap Yusman melihat putrinya untuk menyakinkan ucapannya.
"Yakin ayah, Elisa akan ikhlas." ucap Elisa pasrahkan semua pada jalan dan takdir Allah.
"Jadi teteh udah pasrah, nggak takut lagi kalau nanti nak Andre sama wanita lainnya, teh sudah mengikhlaskan, ayahmah hanya bisa doa in yang baik, tapi yang menjalankan teteh sama nak Andre, iya kan bu."
"Iya, ibumah gak pernah maksa teteh soal pilihan yang akan teteh pilih. Jika itu sudah di pikirkan baik-baik, ya ibu sama ayah hanya bisa berdoa sama mendukung keputusan teteh."
"Terimakasih Bu." ucap Elisa yang hanya bisa tersenyum tipis.
Elisa yang masih terdiam untuk memikirkan apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya itu. "Tapi, teh tumben sih pulangnya masih sore." ucap ayah yang memecahkan keheningan.
"Terus mau jam berapa ayah?" jawab Elisa kembali.
__ADS_1
"Kirain nanti jam 11.00 gitu!" ucap ayah yusman yang tumben membolehkan putrinya keluar malam.
"Sejak kapan ayah membolehkan Teteh keluar malam, gak biasa-biasanya," ucap Elisa yang agak aneh sama tingkah ayahnya.
"Lah, ayahkan cuman khawatir. Kalau teteh pulang malam, kerja kan capek. Kadang ayah kepikiran, kok teteh sampai malam gak pulang kerja ngapain aja. Makanya tidak membolehkan teteh pulang larut sampai jam 10 malam."
"Bisa aja nih si ayah." ucap Elisa yang memeluk ayahnya.
"Teteh ngobrol apa saja sama anak itu, apakah nggak ngobrol apa-apa?" sahut Siti yang sangat penasaran.
"Sama siapa bu, si Fando? hmm banyak yang kita bahas, ngobrol yah bahas-bahas ini dan itu, terus tugas kampus juga." ucap Elisa.
...****************...
Malam Elisa tak bisa tidur karena kepikiran sama apa yang dikatakan oleh ibu dan ayahnya, dia juga punya rasa khawatir. Sedangkan tak ada teman untuk dia curhat atau bicara pada malam hari seperti itu, Elisa merai hpnya.
Melihat pukul 01.00 Dini hari, ia ingin menelepon suaminya tapi ia urungkan niat, meletakan hp kembali dan mencoba untuk menutup matanya, tapi tak bisa.
Merai hp kembali, melihat foto-foto dirinya dan Andre, dan video yang selalu dia buat saat bersama Andre, aktivitas apapun dia selalu merekamnya.
"Mas aku kangen. Kapan kamu pulang, aku kesepian tanpa kamu." gumamnya sambil melihat video di hp miliknya.
Hingga suatu pesan masuk dari hp Elisa, tertera nama 'KESAYANGANKU'. " hmph, Cih apakah dia bisa telepati yah, kok tahu kalau aku kangen dia langsung kirim pesan singkat." ucap Elisa yang senyum-senyum sendiri melihat hpnya.
Tampa basa-basi Elisa langsung saja membuka pesan SMS itu, dan bertuliskan.
(I Love You Too dan I Really Miss You Too)
"Hah? ini apa?, kok dia bisa tahu. Apakah dia masang cctv di kamar atau kamera tersembunyi? kok pesan gini?" Gumam Elisa syok hingga bangkit dari baringannya.
Elisa langsung saja membalas pesan dari suaminya itu, sambil matanya aktif sekali mencari dimana keberadaan cctv rahasia itu.
ELISA : (Mas, kok kamu bisa tahu kalau aku lagi kangen kamu. Apakah kamu masang kamera tersembunyi yah? dimana kamu meletakannya?)
ANDRE : (Nggak! aku hanya asal tebak saja, udah tidur udah malam juga. Besok masih harus berangkat ngampus, jangan bolos yah. Sayang, mas gak bisa pulang Minggu ini. Mungkin Minggu depan, ouhnya. Semetara ini kartu ATM, kamu mas bekukan dulu. Kalau kamu butuh uang, minta sama mamah atau papah. Dulu yah, atau pake uang kamu dulu aja masih ada kan buat jajan sehari-hari sampai mas pulang nanti?)
Elisa baca balasan pesan itu sangat menghayati sekali. Lalu hanya senyum-senyum sendiri, lalu langsung nelfon suaminya.
"Hallo mas... Iiih, nggak boleh yah kalau istrinya nelfon... Terus kenapa?... Siapa yang bilang ini siang bolong... Tapi, Elisa gak bisa tidur mas... Gak bisa, kan biasa ada kamu disamping... Besok, boleh gak Elisa kesana?... Kenapa gak boleh?... Tapi, mas Elisa kangen... Nggak mau,... Nggk bisa sabar... Janji yah!... Okey, Elisa tutup... Tapi ada syaratnya... Nyanyi dong, biar Elisa bisa tidur plis... Beneran, okey bentar Elisa cari posisi rebahan yang enak... Asik, mau dinyanyiin. Udah siap nih, ayo mas.... Iiih mas, Elisa mau dinyanyiin bukan di ngajiin gimana sih, kayak Elisa mayit aja di ngajiin... Iya tapi doa pengantar tidurnya bukan Yasin juga kali, hmph!..."
Akhirnya Elisa terlelap karena dinyanyikan sholawat, dan nyanyi pujian lainnya. Si Andre yang mendengar jika istri sudah terlelap, dia mematikan panggilannya.
"Udah selesai, lama juga telfonannya? tadi lagu apa Zaam, enak banget dengernya adem di telingaku, apa lagi di tambah suaramu yang bagus menyanyikannya bikin syahdu merdu sekali." ucap Maura.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Senin 6 February 2023