PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
190. Kisah Posisi Istri.


__ADS_3

Semua bermula dari malam yang panjang dimana suamiku tak akan pernah bisa menuruti apa yang aku inginkan, dia malah meninggalkan aku ke negara lainnya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


Hah... Iya, semakin ku paksa semakin dia menjauh, jadi prinsip ku sekarang sudah tidak pedulikan lagi, atau masa bodoh saja dengan hubungan ranjang kami. Karena selalu dapat penolakan dari sang suami, jadi membuatku malu sendiri akhirnya, sekarang aku menganut prinsip kalau dia yang ngajak dan lagi mau saja aku menuruti kepengennya itu.


Iya, akhir-akhir ini dia juga sangat sibuk sekali dengan jopnya, semakin hari jadi semakin banyak sekali jadwalnya. Semakin jarang juga dia dirumah jadi jarang juga di manja sama suamiku, dan kadang aku kangen banget di belai seperti dulu, kami bahkan tak punya waktu untuk ngobrol berdua lagi. Waktu kami bisa bertemu juga sangat terbatas, hanya 1 sampai 2 jam.


Itu juga terjadi cuman di pagi hari saat makan pun tak ada obrolan yang pasti, hanya tanya jadwal pagi hari itu saja, iya saking padat jadwalnya, semenjak dia menjabat menjadi seorang pemimpin penerus ANDRILOS. Dia jadi entah kenapa jarang sekali berada di rumah bersamaku, apa lagi jika aku minta hak bathinku untuk dia penuhi. Mas Andre selalu kabur, dia seperti enggan sekali menyentuhku apa lagi untuk melakukannya.


Padahal aku itu gak terlalu susah untuk dipuaskan dalam hal itu, seakan hubungan ibadah suami istri kami di kamar itu, dan di ranjang itu haram baginya. Aku sudah pasrahkan saja semuanya kepada yang maha kuasa, dan mulai saat ini aku tak akan meminta duluan apa lagi mengemis padanya.


Kalau dia minta jatah malam yah aku kasih, kalau gak minta aku gak akan minta-minta. Karena aku sudah capek minta tapi selalu diabaikan, tak pernah dia menurutinya. Aku selalu di tinggal pergi, bukan sekali dua kali saja dia lakukan hal itu padaku, tapi terlalu sering aku diabaikan oleh sikapnya yang seperti itu. Pernah aku berfikir bagaimana jika aku juga melakukan hal yang sama seperti dia, saat dia minta jatah malamnya, tapi aku akan tinggal pergi, biar tahu rasanya dia jadi aku.


Tapi, menutut sifatnya yang cuek akan hal-hal seperti itu, kalau aku nolak dia sekali, maka dia tak akan minta lagi jatahnya, yah beginilah jadinya. Serbah salah kan menjadi seorang istri bagi seorang penerus ANDRILOS.


Cintaku memang sangat rumit, aku sendiri saja tidak mengerti pada suamiku, jadi kadang aku merasa sangat bingung posisiku baginya itu apa? Apakah aku istrinya atau hiasannya, menjadi seorang Ratu bagi dia itu tak mudah. Kadang aku mempertanyakan tujuan dia menikahi aku itu untuk apa? Entahlah, aku bingung jadinya hanya dia dan Tuhan yang tahu.


Jangan tanya kesibukan aku apa yah, aku masih seperti biasa Kuliah, ngerjain tugas dan ke toko kue. Alhamdulillah sekarang aku juga sudah punya beberapa cabang juga, niatnya kalau aku lulus nanti akan buka apotek juga buat bantu-bantu orang-orang yang butuh lapangan pekerjaan gitu.


Jangan ditanya saat ini suamiku dimana, dia ada di New York. Dia punya dua dunianya, sepi sekali dirumah kalau dia gak ada. Kalau di tinggal sama dia aku suka boring di rumah, kadang aku ke toko kue jaga disana, terus kadang ke apotek ketemuan sama mas Rudi. Terus kadang hangout sama temen-temen, dan sampai aku ditawari kencan buta sama mereka ampun deh!


Mereka semua random banget, gimana yah ekspresi mereka saat tahu ceritaku. Kalau aku bukan seorang jomblo, tapi sudah menjadi istri orang yang menikah dengan seorang idola mereka. Aku gak bisa membayangkannya, apakah mereka akan sangat kaget atau sangat terpukul jika mendengarnya? Karena dilihat dari mereka membicarakan masku itu, sangat antusias sekali. Sampai aku cemburu mendengar yah, mereka kalau ngomongin mas Andre sampai detail banget iya mereka sesuka itu sama mas Andre.


Apa lagi mereka juga suka sekali menjodoh-jodohkan aku dengan kenalan mereka, percis seperti mas Rudi dulu menjodohkan aku dengan putra pemilik RS akhirnya aku jadi istrinya. Lucu juga sih, kadang kalah kalau dipikir-pikir.


Bukannya sombong aku sebenarnya bisa aja dapetin cowok lainnya, kadang aku juga pernah berfikir buat selingkuh dari suamiku, pria-pria diluar itu hanya ingin ku jadikan mainan dan simpanan saat suamiku tak ada saja, tapi aku takut sama hukuman dosa dari semua perbuatanku nantinya.


Hmph, kalau aku mau nakal. Iya mungkin 10 pria dalam satu jam juga bisa aku dapatkan, lagi pula aku tak kalah dari wanita lainnya, apa lagi sekarang aku sudah perawatan diri berkat biaya dari suamiku, tapi mana mungkin aku seperti itu. Suamiku yang biayain dan modalin aku biar cantik, masa yang menikmati kecantikan ku adalah pria lainnya.


Aku mana mungkin bisa tega menyelewengkan bersama pria lainnya. Semua itu gak etis banget gitu iyakan, emangnya aku cewe apaan dah! Aku tak semurah itu, suamiku saja meminta aku pada kedua orang tuaku saja gak mudah, dan biaya juga gak sedikit dia mengobati ayah. Menyekolahkan azril, dan fasilitas lainnya. Aku ini bisa di bilang kalau bahasa kasarnya adalah wanita pengeretan, dan matre banget kan. Padahal aku nggak pernah minta hal-hal itu sama dia, tadi kalau soal kebutuhan pokok dia itu peka banget kecuali kebutuhan pribadiku dan kebutuhan bathinku selalu dia abaikan begitu saja.


Kadang hatiku rasanya sakit gimana gitu, namun aku harus bagaimana lagi. Aku harus menerima kenyataan, bahwa suamiku seperti itu, aku juga harus menerima kelebihan dan kekurangan dia yang seperti itu, apa adanya. Suamiku yang cuek, tapi perhatian.


......................


Dihalaman kampus, empat wanita sedang berjalan menuju kantin kampus, di lorong-lorong jalan mereka berempat sedang ngobrol-ngobrol dengan santainya.


"Woy guys, nanti pulang kampus kita kemana nih?" tanya Nacly yang saat ini sangat antusias.


"Nggak tahu, tanya El tuh!" sambung resti yang malah melemparkan pertanyaan itu kepada elisa yang saat ini sedang fokus dengan pikirannya.


"El, kamu kenapa sih dari tadi kita perhatikan, kok kamu diem aja sih? Lagi sakit gigi yah?" sindir diana yang saat ini bingung dengan sikap elisa.


"Enggak kok! Aku lagi mikirin uang bulanan aku di buat apa yah? kok tinggal 5 juta di ATM?" ucap elisa yang kebingungan sendiri.

__ADS_1


"Bukannya kamu buat belanja yah kemarin? Kamu bilang mau beli stok toko kamu kan." sambung resti yang membuat elisa teringat.


"Ouh iya yah, tapi pasti masih ada sisanya, tapi kok tinggal 5 juta buat apa saja yah?" tanya elisa kembali.


Semua teman-teman langsung bersamaan menghela nafas bareng-bareng. Seraya melihat elisa dengan tatapan yang sangat menyindir, iya Elisa tipe orang gampang lupa dan kepikiran soal itu, tapi kalau soal keperluan dan kebutuhan suaminya dia itu teliti sekali.


"Mungkin saja kamu keluarkan, buat Gaji karyawan kali, atau kamu transfer sama adik kamu yang di L.A, kan ini awal bulan, bukannya kamu sendiri yang bilang kamu kalau awal bulan baru gajian iyakan, jika akhir bulan adik kamu selalu kamu kirim jatah jajan perbulannya, iyakan." sambung nacly yang mengingatkan.


"Eh, iya yah. Kok aku sampai lupanya, aduh bisa-bisanya aku nggak ingat. Hehe... Iya maklum aku banyak pikiran akhir-akhir ini, habis borong prabotan baru, dan stok bahan toko, ampun deh aku pelupa banget." ujar elisa yang baru ingat semuanya.


"Hahaha..." semua teman-temannya serempak ketawa karena kekonyolan elisa yang membuat mereka tersenyum terus karena tingkahnya.


"Dia yang bilang dia juga yang lupa, dasar kamu ini El, kocak benget sih." sambung Resti.


"Sumpah gimana kalau kita lulus nantinya, terus kita jarang ketemu? Aku pasti kangen banget sama kamu el, kamu itu bisa aja buat kita itu ketawa." sambung Nacly.


"Bener banget, entah tingkah kamu itu lucu banget padahal kamu itu gak sengaja melakukannya, tapi kok bisa buat kita semua bahagia ketawa yah, kamu punya aura yang bikin ceria, ada aja gitu kelucuan yah." sambung diana.


"He-he-he terimakasih, Alhamdulillah jika aku bisa membuat kalian terhibur, itu nilai pion pahala bagi aku kerena bisa buat bahagia orang." ucap Elisa yang sangat senang.


Mereka semua seperti punya ikatan yang tak bisa putus, Elisa terdiam sejenak lalu membayangkan apa yang dikatakan oleh Diana.


"Tapi. Kayaknya aku deh yang bakalan kangen sama kalian bertiga." ujar elisa yang memeluk teman-temannya.


Disusul juga dengan 2 teman lainnya ikutan resti langsung memeluk elisa, mereka jadi saling berpelukan. Mereka semua jadi kayak mau berpisah lama saja, sampai berpelukan di tengah-tengah perjalanan lorong itu.


"Eh udah-udah, kita berpelukan kaya gini dikampus dikira nanti kita sedang main drama teletabis lagi." ujar elisa yang memisahkan dirinya dari pelukan semua teman-temannya.


"Hahahaha." semua mala tertawa setelah melepaskan pelukan mereka.


"Ouh iya tadi kalian bilang apa yah, maaf aku gak fokus saat kalian lagi ngobrol tadi, bisa nggak kalian ulang." tanya elisa kepada teman-temannya itu.


"Ih apaan sih kita bukan video yang bisa memutar kembali yah." ujar resti yang bercanda.


"Ayolah, aku minta maaf karena ngga fokus saat kalian lagi ngobrol tadi. Sorry yah." ujar elisa yang meminta maaf pada semua sahabatnya.


"Itu kita lagi bicarakan, soal pulang kampus nanti kita mau kemana? Karena hari ini kita resmi jadi kariyawanya kamu kan elisa." ucap nacly yang saat ini sangat manja banget minta diadakan pesta penyambutan bagi mereka yang menjadi karyawan.


"Iya El, setidaknya adalah perayaan gitu buat penyambutan kita." ucap Diana yang saat ini tak mau kalah.


"Kita rela loh resign dari tempat kerja kami yang lama demi apa coba. Demi bisa kerja sama kamu, ayo kasih kita aplus dong! Biar kita semangat kerjanya, he-he-he." rengekan Diana kepada Elisa.


"Iya iya iya, yaudah kalian mau kemana aku yang traktir deh! cepat tentukan dimana lokasi kita mau hangout, aku yang jadi boss saat ini." ucap Elisa yang bangganya.

__ADS_1


"Okey, gimana kalau kita ke pasar malam nanti, katanya ada pasar malam di lapangan bola loh." ucap Diana, dekat Gedung Raja wali itu.


"Hey, hey kalau kalian seperti itu bukanya namanya pemaksaan dalam pemalakan majikannya." pembelaan Resti.


"Alah kamu diem aja deh res, kamu tinggal ikut saja nanti, gimana El kamu maukan, kita jemput deh gimana?" ucap Diana.


"BTW kita juga belum tahu loh rumah Elisa selama ini, kita gak pernah main kan kerumah kamu El. Kok bisa kita sampai gak tahu." ucap Diana.


"El kamu kok misterius banget sih, rumah saja kamu rahasia kan gimana nanti kamu menikah pasti kamu rahasia juga yah." ucap Resti.


Deg!


Elisa seperti tersambar petir saat mendengar hal itu dari mulut Resti, iya mau gimana lagi dia mungkin saat ini telah berdosa karena telah menyembunyikan sesuatu dari semua temen-temen yah.


"Iya udah, gimana nanti pulang kampus kalian kerumahku dulu, sambil nunggu malam sekaliankan, nggak usah pulang gimana?" tawaran Elisa.


Langsung sambut baik oleh semua temen-temen, mereka sangat antusias sekali saat mau diajak ke rumah. "Eh beneran yah, jangan kamu tarik kembali loh apa yang kamu katakan itu." ucap Resti.


"Iya El, kamu jangan berubah pikiran lagi yah." sambung Diana.


"Iya iya, aku kan yang mengajak kalian. Yaudah yuk kita ke kantin, keburu udah gak ada apa-apa sama bu oom yah." ucap Elisa yang langsung berjalan agak cepat ke kantinnya.


Mereka langsung ikut antrian, karena jam makan siang. "Hai guys kita duduk dimana nih, semua tempat duduk penuh." ucap Nacly.


"Kita pesan dulu saja, soal makan bisa lesehan kan itu lebih nikmat, tuh di bawa pohon juga bisa kalau mau duduk mah. Bagus juga lihat pemandangan kolam, walau airnya keruh." ucap Elisa yang mengambil jalur tengah.


"Kadang kalah Elisa goodjob banget deh ide yah." ucap Nacly yang sangat bangga.


"Ini semua kayaknya karena jam makan siang barengan dengan senior 7 pria terpopuler deh! Lihat itu, anggota dewan kampus semua juga ada disini. Ada kak Rifky juga tuh, gila dia diem aja ganteng yah." ucap Resti.


"Kamu pilih res, ganteng mana Kak Rifky atau kak Bayu?" Tanya Diana.


"Kak Rifkylah, tapi kayaknya aku bakalan mundur deh kalau tujuan dari kak Rifky sukanya sama Elisa, aku nggak bisa rebut. Kamu yang peka deh El, ada cogan yang multitalent suka sama kamu loh." ucap Resti menjodohkan kembali.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Minggu 2 Juli 2023.

__ADS_1


__ADS_2