
Andre keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk menutup setengah badannya, dari pinggang hingga lutut. Elisa yang sudah terbiasa melihat tubuh setengah telanjanggg Andre yang atletis tersebut. Kadang Elisa juga binggung kapan Andre membentuk benda menonjol di tubuhnya itu padahal dia jarang ngeGym. Karena Andre begitu sibuk dengan urusannya, bagaimana caranya dia berolahraga secara teratur hingga membuat bentuk tubuhnya seperti itu.
"Ada apa si, kamu kok berisik aja?" ujar Andre yang baru kelar.
"Elisa gak sabar ada yang mau Elisa omongin, dan harus ku sampaikan kepada kamu dengan segera" ucap Elisa yang girang.
"Yaudah bentar mas mau ganti baju dulu kamu tunggu saja di sana" ucap Andre yang menyuruh Elisa untuk menunggu di kasur, belum sadar jika Elisa mewarnai rambutnya.
"Ya, jangan lama-lama yah" ucap Elisa yang masih semangat 45.
Setelah selesai Andre langsung duduk di sebelah Elisa untuk mendengarkan apapun yang di katakan Elisa, seraya merai hp miliknya di meja karena Elisa sudah meletakan hp andre dan miliknya di atas meja.
"Ada apa? hingga kamu tidak bisa menunggu orang selesai mandi" ucap Andre yang agak kesel.
"Mas, gimana kalau Elisa gak lanjut kuliah" ucap Elisa yang membuat Andre menujukan ekspresi wajahnya kurang enak.
"Kenapa? ada masalah apa? kok tiba-tiba berubah fikiran lagi" ucap Andre yang agak aneh dengan Elisa ini.
"Ya, Elisa gak bisa aja melanjutkannya karena gak mudah tahu untuk sekolah lagi, itu artinya nanti aku akan lebih fokus ke studi di bandingkan jadi istri kamu" ucap Elisa yang menjelaskan.
"Terus apa maksud kamu tanya-tanya universitas merpati putih dan katanya kamu mau lanjut ke sana, kok sekarang beda lagi jawaban kamu" ucap Andre yang agak binggung dengan Elisa.
"Itu tadi saat kamu tidak merespon jadi aku berubah fikiran lagi, mas kita fokuskan punya baby aja dulu ya" ucap Elisa yang merengek-rengek pada Andre.
"Nggak mau! Kenapa harus aku yang terus mengalah dan menurut semua permintaan kamu, sedangkan kamu selama ini gak pernah menuruti semua keinginanku" ucap Andre yang tak mau kalah dari Elisa.
"Hmmm tapi mas, Elisa selalu nurut sama kamu kok" pembelaan diri.
__ADS_1
"Nggak! Buktinya aja sekarang gak nurut, mau mengelak apa lagi" ucap Andre yang gak mau kalah.
"Untuk kali ini saja mas, Elisa emang gak bisa? menurut karena permintaan kamu terlalu berat bagi Elisa" ucap Elisa.
"Berat di mana yah? Yaudah jika begitu menurut kamu, kita batalkan saja rencana punya anak" ucap Andre yang langsung to the point.
"Lah kok gitu sih mas, bukan gitu juga kali konsepnya" Elisa kesel dengan kata-kata itu.
"Lalu harus gimana konsepnya nona, coba kamu fikirkan dengan otakmu itu. Jika kita punya anak akan repot nanti ya, sedangkan kita punya ke wajibkan untuk mendidiknya. Gimana kamu mau mendidik anak-anak jika kamu sendiri saja tidak cukup pendidikan, coba kamu bayangkan, aku gak mau ya. Di klim sebagai seorang pria yang enak bikinnya aja tapi soal mengurus dan mendidik anak nol, sedangkan aku harus bertugas sebagai pemberi nafkah. Jadi aku kan pasti jarang di rumah untuk mengurusi urusan mendidik anak, 90% peran ibu itu penting sayang!" penjelasan kali lebar Andre.
"Mas Andre, Elisa gak mampuh. Gak bisa, otak Elisa gak akan nyambung, jika harus kuliah mas" ucap Elisa.
"Jangan bilang gak bisa, kamu itu bisa dan mampuh. Banyak loh di luar sana yang ingin kuliah, tapi kendala karena biaya jadi mereka terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan, karena terhalang soal itu banyak yang harus putus harapan. Seharusnya kamu bersyukur bisa kuliah. Jangan lewatkan kesempatan ini, kamu masih muda jadi kembang lebih lagi potensi kamu itu sayang!"
"Tapi mas—" ucap Elisa terputus karena Andre sudah memuncak.
"Udah! sekarang gak ada tapi-tapian, kamu nolak, mas juga nolak apapun permintaan kamu. Aku tanya, emang alasan kamu gak kuliah itu apa? jujur" ujar Andre yang menatap tajam.
"Nggak mungkin. Jika seperti itu cari bidang yang kamu sukai, seperti masak atau farmasi dan perawat mungkin kan bisa" Andre yang langsung duduk kembali menenangkan diri kembali.
"Kok kamu sama kayak Azril si pemikiran ya, gimana bisa?" ucap Elisa yang kaget padahal Azril itu adik ipar bukan kandung tapi merasa mereka punya ikatan yang kuat.
"Sayang, jangan mengalihkan pembicaraan, mas gak suka. Jawab saja apa yang mas tanyakan, jadi gimana keputusan kamu. Kan mas udah bilang sama kamu, jangan kamu dengarkan apapun dari orang-oran yang membicarakan tentang keburukan kamu, atau mendengarkan semua penilaian orang terhadap kamu, karena yang tahu diri kamu hanya diri sendiri, jadi carilah bidang yang kamu sukai. Agar belajar kamu itu menyenangkan, bukan sebagai beban" ucap Andre.
"Yaitu mas, kuliah itu bagi Elisa adalah beban! jadi gak usah lagi yah" ucap Elisa memohon.
"Demi masa depan kamu, masa depan kita. Kamu gak mikirin anak-anak kita nanti, jika ayahnya berpendidikan lah ibunya bukan seorang pendidik gimana nantinya, aku akan menjawab apa? Seorang figur ayah menjadi pemimpin untuk mendidik anak-anak, tapi figur ibu berperan sangat penting dalam mendidik anak entah itu prinsip dari dalam atau dari luar, maka dari itu kamu setidaknya pikirkan untuk pendidikan mereka" Andre mengingatkan Elisa kembali.
__ADS_1
"Iya mas, Elisa pikirkan lagi" jawab singkat.
"Nah gitu dong! Tadi saat mas mandi, mas dengar kamu tanya soal merpati putih, apa maksudnya?" tanya Andre yang mengingat kembali.
"Hmmm, Elisa tadi tanya ke Azril universitas dimana yang bagus. Azril merekomendasikan banyak universitas. Tapi dia malah tanya jurusan apa yang aku mau, awalnya aku binggung terus kepikiran mau lanjutkan ke farmasi. Tapi aku khawatir jika mas Andre nggak suka dan akan menolak tidak menerimanya" ucap elisa yang berfikiran yang buruk akan Andre.
"Sayang, inti ya gini loh. Mas nggak mau kamu itu hanyalah numpang aja, tapi tidak ada faedahnya, mas sangat mau yang terbaik untuk kamu, mas gak mau menjerumuskan kamu apa lagi mendzolimi istri ku sendiri. Jadi mas melakukan hal apapun yang terbaik untukmu. Sekarang Mas mau tanya sama kamu? Siapa yang mau niatkan sekolah lagi" ucap Andre.
"Aku"
"Siapa yang mau belajar lagi?"
"Aku"
"Siapa yang akan melakukan hal-hal dalam belajar di kampus?"
"Aku"
"Kan kamu semua yang melakukan hal itu, lalu bagaimana aku bisa ikut campur jika itu sudah jadi keputusan yang kamu ambil dan mungkin itu lah yang terbaik untukmu, jika kamu senang dengan jurusan yang kamu ambil dan ingin kesana it is oke! aku akan siap menunaikan tugasku sebagai walimu nantinya" ucap Andre yang sudah ada persiapan sangat matang.
"Baiklah mas. Elisa akan pertimbangan kembali kuliah di universitas mana"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Rabu 28 September 2022