
Andre keluar dari kamarnya melihat sosok Arafif yang cukup khawatir, Arafif yang memainkan jari jemarinya dengan sangat kuat membuat dirinya gak bisa berkata-kata di hadapan Andre.
"Ada apa pah, katakan saja" ucap Andre yang memegang tangan Arafif.
"Papah binggung mau mulai dari mana Andre, karena ini juga sangat menyakiti perasaan ku" ujar Arafif.
"Katakan saja Pah, tidak apa-apa" ucap Andre yang menyakinkan Arafif.
"Papah dapat kabar jika mereka ingin menggantikan posisi Elisa sebagai istri mu, mereka tidak menyukai soal pasangan mu yang hmmm..." Arafif tak melanjutkan ucapnya khawatir akan menyinggung perasaan Elisa.
"Begitu ya pah, mas Andre bagaimana ini" ucap Elisa yang khawatir.
"Sudahlah jangan di ambil pusing, kalau kalian terlalu membesar-besarkan masalah ini mereka akan semenah-menah pada kita" ucap Andre yang masih terlihat sangatlah santai.
"Kamu tidak merasa khawatir atau takut" tanya Monika.
"Rasa takutku, hanya ada dua saat ini. Yaitu Tuhan dan Kehilangan. Aku tak punya pilihan lagi selain menyatakan perang bagi mereka, aku tak akan membiarkan mereka terus-menerus menindas dan membuat seenaknya jidat mereka, aku tidak mau bergantung pada peraturan pemerintah ANDRILOS yang lama, akulah pewaris tahta yah kenapa mereka yang mengatur, jika seperti itu kenapa harus ada pemilihan dan menentukan calon pemimpin. Jikalau seperti itu biar mereka saja yang menjadi pemimpin tidak usah ada pencalonan atau pelantikan" Ucap Andre yang kesal.
"Kamu bener nak" ujar Arafif yang sependapat dengan perkataan Andre.
"Mereka sudah tidak bisa di tinggal diam lagi, mereka sudah keterlaluan" ucap Andre.
"Jika seperti itu kamu harus menindak lanjuti soal ini. Cepat kau datang ke sana, biar papah yang akan menangani masalah yang di luar" ucap Arafif.
"Hmm tidak perlu Pah, papah tidak usah ikut terlibat. Biar aku saja yang menyelesaikan semua ini, percayalah tak akan ada yang bisa membuat apa-apa atau melukai ku" Andre yang cukup yakin dengan apa yang di prinsipnya.
"Tapi mereka memaksa untuk mencari pengganti pasanganmu, apa maksudnya. Mereka ingin kamu menikah lagi atau kamu menceraikan Elisa, Andre kamu harus lakukan sesuatu" Arafif cukup geram dengan hal tersebut.
"Besok kan kita akan pergi kesana untuk menyelesaikan masalah ini, jadi papah tidak usah khawatir soal itu" ucap Andre yang saat ini memantapkan hatinya.
__ADS_1
Setelah berbincang dengan papahnya Andre yang kembali ke kamar yang sangat berantakan, Andre kaget.
"Apa semua ini sayang? kamu mau kemana?" tanya Andre yang heran.
"Perlengkapan tempurku, bukannya kamu yang bilang jika besok kita akan pergi ke New York? jadi aku sedang bersiap-siap nih" ucap Elisa yang merapikan barang-barang yah.
"Hah? perlengkapan tempur, apakah harus seperti ini" Andre yang sangat kebinggungan dengan sikap istrinya itu.
"Mas Andre gak mengerti perasaan Elisa, mungkin mereka bisa menerima mas Andre sebagai pemimpin mereka. Tapi, aku? harus berjuang dulukan. Udah kamu gak usah khawatir soal ini, aku akan bereskan dulu pelengkapan yang harus ku bawa" ucap Elisa yang sibuk merapikan pakaiannya.
"Ya terserah kamu deh!" ucap Andre yang pasrah, lalu berjalan ke ranjang.
"Mas Andre, apakah aku disana akan menjadi bulan-bulanan karena aku bukan tipe ideal bagi pemimpin penerus ANDRILOS?" ucap Elisa.
"Kamu jangan khawatir kan ada aku, cepat tidur sayang. Ini sudah malam, cepat kesini" ucap Andre.
"Addduuuhhh! capek juga yah" ucap Elisa yang langsung lompat ke ranjang, dan menindih tubuh Andre yang sedang baca buku.
"Boleh tidur begini gak, badan kamu hangat" ucap Elisa yang matanya sudah mulai memejam.
Andre tersenyum, membiarkan Elisa tidur di atasnya. Lalu Andre mematikan lampu utamanya, hanya menyisakan lampu tidur di samping.
"Selamat malam sayang," ucap Andre mencium ujung kepala Elisa.
Keesokan paginya mereka bersiap akan berangkat ke negara untuk bertempur, segala sesuatu sudah di persiapkan. Elisa baru turun dari kamarnya dengan dua koper besar dan satu tas gendong besar di punggung ya, semua orang yang melihat Elisa turun itu heran kenapa Elisa membawa sebanyak itu.
"Elisa! apa-apa ini, kamu mau pindah rumah atau kamu kabur dari rumah?" tanya Monika yang syok melihat menantu ya.
"Ini semua perlengkapan tempurku mah. Aku gak kemana-mana mah, hanya saja emang harus ku bawa semua yang ku butuhkan" ujar Elisa dengan tegasnya.
__ADS_1
"Apakah harus sebanyak ini nak, ini terlalu banyak Elisa" sambung Arafif.
"Benarkah begitu, tapi Pah kita gak akan tahu apa yang terjadi nantinya, jadi sedia payung sebelum hujan" ucap Elisa yang menjelaskan.
"Andre sudah katakan, tapi dia tak mau dengar, yasudahlah mah-pah biarkan saja. Senyaman Elisa saja, jangan terlalu memaksa Elisa" ujar Andre yang langsung membantu Elisa membawa salah satu kopernya.
Di dalam mobil, Limosin karena barang bawaan Elisa cukup banyak membutuhkan mobil yang cukup besar untuk mengakutnya Elisa tidak mau terpisah dari barang-barang yang dia siapkan itu, alhasil semua barang masuk dalam satu mobil.
"Kamu ini ada-ada saja sayang masa harus bawa koper sebesar ini, emang apa isinya sih" Andre yang sangat penasaran.
"Bom atom, jadi kamu tak usah tahu" ucap Elisa yang mulai terdiam kembali.
"Tidak usah khawatir, mereka tak akan ada yang berani menyakiti dirimu" ujar Andre yang tahu ke khawatir Elisa.
"Bukan masalah itu mas, aku tidak masalah soal pertarungan fisik. Tapi jika mental yang di serang dengan kata-kata kayaknya aku..." ucap Elisa yang matanya mulai menujukan rasa khawatiran.
"Aku tahu, tenanglah. Lebih baik kamu istirahat saja, nanti setelah sampai di bandara akan ku bangunkan" ujar Andre yang menyuruh elisa istirahat, karena semalam walau Andre ada di samping tidur Elisa tidak terlalu nyenyak.
Itu pertama kalinya Elisa tak bisa tidur karena kepikiran hal-hal yang entah itu akan terjadi atau tidak, Andre melihat wajah Elisa cukup pucat saat ini tak seperti biasanya naffsuu makan Elisa juga tidak beraturan.
"Mas Andre aku tidak bisa tidur, aku tak bisa tenang, jika seandainya mereka memaksa ku untuk berpisah denganmu gimana? kamu akan menggantikan aku, Elisa belum siap" ucap Elisa yang khawatir.
"Ngomong apa sih kamu, emangnya mudah cari istri yang model kayak kamu begini, kalau ada dari dulu mungkin aku sudah menikah. Kamu itu satu-satunya gak ada lagi yang kayak gini, faham" ucap Andre yang menjelaskan.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Senin 29 Agustus 2022.