
Andre yang keluar dari ruangan itu terjadi perjanjian itu, Andre yang keluar dengan wajah sangar membuat semua yang melihatnya saja sudah tak mau berurusan lagi dengannya, saat Andre berjalan satu persatu anak buah Arnold yang tadi tumbang sudah langsung bangkit dan yang baru datang pun tak berdaya, semua langsung menyingkir saat Andre berjalan melewati mereka, sambil membawa Elisa di gendongannya, Elisa yang tidak sadar itu di bawa pergi oleh Andre, sampai di halaman kapal. Glenn sudah menyelesaikan tugasnya, menganggukkan kepalanya tanda dia sudah menyelesaikan sesuatu dengan pekerjaan yang di berikan.
Glenn dan dua pilot itu mendatangi Andre yang menggendong Elisa tersebut. "Tuan," ucap Glenn sambil menundukkan kepala tanda hormat, kapal pesiar milik Andre juga sudah mendekat.
Andre naik ke kapal miliknya, di susul oleh Glenn dan dua pilot lainnya, mereka akan kembali ke daratan. Sudah agak jauh dari kapal pesiar milik Arnold, Andre menatap Glenn.
"Glenn. Hancurkan semuanya, jangan ada sisa" ucap Andre dengan wajah devil yang berdarah dingin tanpa ampun.
"Baik Tuan, akan saya laksanakan perintah anda" ucap glenn yang langsung mengeluarkan sebuah alat yang mungkin sepele seperti pulpen, tapi itu adalah tombol on untuk meledakkan kapal pesiar milik Arnold.
Glenn menekan tombol tersebut, seketika kapal yang di kendalikan oleh nakhoda kapal pesiar Arnold kehilangan keseimbangan, dan ada beberapa bodyguard yang satu persatu melompat ke air sebelum detik-detik kapal itu hancur berkeping-keping.
Di dalam kapal pesiar milik Andre meletakkan Elisa di kasur dengan sangat hati-hati, menekan denyut nadi leher Elisa yang lambat, jantung Elisa berdetak dengan pelan.
"Elisa, sayang" Andre membangunkan istrinya tapi tak juga bangun, Andre semakin khawatir.
Keesokan paginya di sebuah villa dekat pantai, Elisa yang masih terlelap di kasur mewah, dengan nuansa putih dan abu-abu. Sedikit ada aksen emas di setiap sudut, Elisa yang membuka mata perlahan-lahan mulai menyadari dia tidak berada di kamar yang biasa ia tempati.
"Aku dimana ini? kok aku bisa ada di tempat ini, ooh! Aku lupa, bukanya aku di culik yah, aduh Elisa kenapa kamu baru ingat bahwa sedang di culik sama orang asing itu, ini pasti markas mereka. Aaah... tidak ada kemana jam tanganku? Gawat kalau begini, bagaimana ini. Tanpa jam tangan Azril tak akan bisa menemukan aku, aduh elisa kamu ini ceroboh sekali sih. Loh, kok ini... Dimana bajuku yang ku pakai kemarin, kenapa bisa ganti. Apakah mereka melakukan hal-hal yang buruk padaku, saat aku tidak sadar tadi. Aduuhhh... bagaimana ini, suamiku saja belum gereepe-gereepe diriku, masa iya aku malah di...." Dumalan Elisa yang syok.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka terlihat sesosok pria dengan nampan di tangannya, di atas nampan ada segelas susu hangat dan roti dengan isian sayuran, daging dan telur di dalamnya.
Andre sangat senang melihat istrinya telah bangun. "Kamu sudah bangun?" ucap Andre dengan senyuman sehangat mentari menyapa istrinya.
Elisa terkesima melihat suaminya yang begitu sangat tampan di pagi hari ini, dengan baju yang sederhana saja mampuh membuat terpesona sama penampilan.
"Mas Andre? Ini kamu" ucap Elisa yang belum mempercayai jika pria yang ada di depannya itu adalah suaminya.
"Iya ini aku" ucap Andre yang meletakan sarapan pagi itu di atas meja kecil di samping ranjang.
"Apakah aku sedang bermimpi melihat mu?" ucap Elisa yang menatap wajah Andre, dikira itu adalah mimpi.
"Mimpi? mimpi apa? ini bener aku. Sudahlah, kami belum makan apa-apa dari semalam, karena kamu tidur dengan baik, kamu tak ada takut-takut ya padahal sedang bersama orang asing Tapi, malah masih bisa tertidur pulas, bagaimana jika aku gak menyelamatkan kamu" ucap Andre yang sudah mengomel-ngomel. Tapi itu di abaikan oleh Elisa yang masih tidak percaya dengan matanya, jika Andre ada di dekatnya.
"Ini beneran kamu kan mas, aku benar-benar tidak bermimpi melihat mu kan" ujar Elisa meyakinkan dirinya bahwa pria yang ada di hadapannya itu nyata adalah suaminya.
"Iya ini aku, kenapa emang yah. Kamu bisa melihat dengan jelas kan, yaudah sini mas bantu agar kamu bisa bangun dari tidur mu" ucap Andre.
"Aku pikir, aku masih di culik" ujar Elisa yang sangat senang bercampur aduk.
"Itu karena kamu seharian tidur, jadi tidak tahu apa yang telah terjadi" ucap Andre yang menjelaskan.
Saking tidak percayanya Elisa, dia mencubit pipinya sendiri hingga pipinya memerah, karena bekas cubitannya itu, melihat itu Andre tidak terima.
"Aaaahhh! ini sakit sekali, ternyata aku tidak bermimpi, ini sungguh-sungguh nyata. Kamu benar-benar menyelamatkanku, suamiku benar-benar ada di hadapanku" Ucap Elisa yang begitu senang riang gembira.
Andre tidak tahan melihat itu ia langsung mencondongkan tubuhnya, hingga wajahnya sangat 1 inci dekat dengan Elisa.
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu lakukan Elisa Nurhaliza. Itu menyakiti dirimu sendiri, aku tidak izinkan itu. Karena kamu adalah milikku, jadi apapun yang kau lakukan seharusnya minta izin dariku, termasuk saat kau mencubit pipimu tadi mengerti" Andre menegaskan.
"Heh? Apa maksudmu aku tak mengerti" ujar Elisa yang tidak mengerti dan tak faham dengan apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut.
Karena hal itu saat Andre melihat wajah Elisa yang begitu lugu dan sangat manis, itu membuat Andre tak tahan lagi ingin melahap Elisa, langsung saja Andre mendaratkan bibirnya ke bibir merah delima milik Elisa, pertemuan itu akhirnya membuat suasana di dalam ruang yang dingin itu bisa terasa sangat panas, karena gairaaah yang membara dari Andre terhadap Elisa yang masih kebingungan, sekaligus terkejut karena sikap Andre yang begitu agresif terhadap dirinya.
Setelah selesai berciumaan yang penuh gairaah itu, Andre melepaskan pelukannya dari tubuh Elisa. Sadar jika istri belum makan, lalu tiba-tiba terdengar suara.
Kruuuyyyuuuukkkk!
Dari dalam perut Elisa, itu pertanda bahwa perut Elisa minta diisi, Andre langsung tersenyum karena mendengar suara itu, terdengar sangat keras dari dalam perut Elisa. Sedangkan si pemilik tubuh tersipu malu, karena perutnya tidak bisa mengkondisikan momen saat ini.
"Sepertinya cacing yang ada di perut istriku ini minta diisi makanan, baiklah. Kamu makan saja dulu di sini, berhubung kita terdampar di pulau makanya Mas belum siapkan apa-apa, Mas juga belum menyiapkan bahan masakan untuk kebutuhan kita selama berada di pulau ini, tapi kamu tenang saja mas udah bikinin kamu sarapan kayak orang bule. Ini sarapan saat aku di Jerman, kamu ingin mencobanya" ucap Andre yang mengambil isi sandwich buatan sendiri.
"Yayaya sekali-kali Elisa bisa makan makanan orang bule" ucap Elisa yang tersenyum gembira.
Setelah makan Elisa langsung pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri, dan merapikan dirinya. Lalu setelah mandi dan sudah wangi, baju ganti juga sudah disiapkan oleh Andre di atas kasur, Elisa hanya langsung pakai saja di sana juga ada surat yang bertulis.
'Sayang, jika sudah selesai aku menunggumu di luar, jangan lama-lama ganti baju ya dan jangan lama siap-siap yah, karena aku bisa kering dijemur di bawah sinar matahari nih.'
Elisa tersipu malu dengan tulisan itu, Elisa langsung saja pergi keluar dari dalam ruangan, untuk menemui suaminya yang sudah ada di depan sendang menunggu dirinya selesai mandi.
Saking senangnya Elisa saat keluar dari dalam ruangan melihat pemandangan yang begitu sangat cantik, dan sangat indah Elisa tersenyum sangat senang sosok pria yang berdiri tegap di tepian pantai. Memeluk tubuh Andre dari belakang dengan senyuman yang mengembang di wajah Elisa, terlukis dengan sangat jelas jika Elisa melupakan kejadian yang menimpanya kemarin.
Andre yang di peluk Elisa dari belakang itu agak kaget, Andre juga merasa sangat senang, meraih tangan Elisa yang melingkar di pinggang memutar tubuhnya agar bisa melihat wajah Elisa yang sedang berbunga-bunga.
Elisa menganggukkan kepalanya tanda persetujuan jika Elisa sangat menyukai tempat tersebut, Elisa yang sangat menyukai pantai tidak bisa berkata apa-apa lagi karena itu melambangkan dia begitu sangat bahagia karena suaminya selalu memanjakan dirinya.
"Ouh, ada apa ini. Kenapa tiba-tiba kamu mengajakku ke pantai, Apakah kita sedang kencan?" tebak Elisa yang mendambakan jika hubungan diantara dirinya dengan Andre bisa berpacaran selayaknya pasangan pada umumnya.
"Bisa di bilang begitu, sepertinya kamu benar-benar sangat senang?" tanya Andre kembali karena ingin minta pengakuan dari Istrinya.
"Ohoh! kenapa tiba-tiba kau mengajakku ke pulau. Apakah kita sedang bulan madu? untuk menggantikan liburan pernikahan kita yang tertunda" ucapan asal tebak Elisa.
Andre tersenyum. "Bisa dibilang begitu, aku ingin sekali menembusnya. Sayang, aku minta maaf yah, karena selama ini aku terlalu sibuk dengan urusan pekerjaanku" ucap Andre yang langsung memeluk Elisa.
"Tidak masalah. Aku senang asalkan, aku bisa bersamamu disini lebih lama, dan hanya kita berdua di tempat ini" ucap Elisa yang tak ingin kejadian buruk apapun lagi kedepannya, ingin selalu damai seperti itu.
"Sepertinya akan sulit bagi kita untuk berdua terus sayang! kau sangat senang dan bahagia jika kita berdua, tapi kamu selalu bilang pingin punya baby jadi, bagaimana itu?" ucap Andre yang mengingatkan Elisa.
"Tentu saja aku sangat ingin punya baby, karena aku senang dan bahagia jika bisa jadi ibu dari anak-anakmu, dan aku juga sangat suka di tempat ini, asal hanya denganmu dan keluarga kecil kita nantinya" ucap Elisa yang penuh harapan.
"Begitukah harapanmu sayang? Tapi, mohon maaf, sepertinya kita tak bisa berduaan di pulau ini. Kita masih membutuhkan mereka, para pelayan dan bodyguard" ucap Andre yang tersenyum tipis.
"Heh? Apakah ada orang lain selain kita berdua di sini, gagal deh! kupikir bisa seperti drama-drama yang ada di TV, terdampar di pulau asing, bersama pemuda tampan dan kita bisa. Aaaa..... Sudahlah Elisa tak bisa bayangin hal itu lagi" ucap Elisa yang mode alay lebay keluar. Yah Ratu halu keluar, dengan ekspektasi yang cukup tinggi.
"Imajinasimu itu terlalu tinggi sayang, coba kamu tengok ke belakang, ada mereka yang tidak kamu anggap" ucap Andre yang nyuruh Elisa untuk melihat kebenarannya.
__ADS_1
"Cih, aku pikir kita ke sini hanya berdua. Apanya yang bulan madu, ini mah namanya kemping bersama" Ucap Elisa agak kesel sama Andre yang menghancurkan momen.
"Iya kita di sini hanya berdua, tapi mereka juga pantas untuk dihitungkan"
"Bodoh ah, males berdebat sama mas Andre. Jadi Elisa sudah tidak mood, Elisa masuk lagi deh ke dalam. Mas Andre, bye" ucap Elisa yang kembali masuk kedalam rumah.
"Eh sayang, jangan ngambek gitu dong! mas minta maaf, udah cepetan keluar. Kita bisa naik perahu jalan-jalan saja yuk! Mas minta maaf kalau mas punya salah, ngomong-ngomong apakah kamu bisa nyelem yak?" tanya Andre.
"Kenapa emangnya kamu nanya-nanya kalau Elisa bisa nyelem apa nggak?" Elisa kebinggungan penuh tanda tanya.
"Ya kalau kamu bisa nyelem, kan kita bisa wisata di bawah air" ajakan Andre.
"Elisa kalau nyelem paling ahli Mas, gak usah di tanya itu mah jago yah" ujar Elisa yang bangga.
"Bagus itu ya udah yuk! Kita nyelam sama-sama, lihat kehidupan di dunia bawa air sayang" ajakan Andre yang berada di depan pintu masuk kamar Elisa.
"Kayaknya mas Andre salah faham deh! Maksudnya Elisa adalah Elisa emang pandai nyelam tali gaya batu, kalau mas Andre juga gak bisa berenang nanti kita sama-sama mati di bawa air, karena Elisa nggak bisa berenang" penjelasan Elisa.
"Ya udah tenang aja, Mas punya kapal selam kok. Jadi kita masih bisa ke bawa air tanpa kamu nyelem, jadi gimana mau lihat bawah air nggak?" tanya Andre eh yang sedang mencoba menenangkan Elisa yang ngembek.
"Serius Mas, kalau mas punya itu. Apakah benar-benar ada kapal selamnya?" ucap Elisa yang semangat bangkit.
"Apa sih yang gak bisa aku punya, kendaraan air, darat, udara semuanya ku punya, terkecuali satu" ucap Andre yang mulai serius wajahnya.
"Apa kendaraan selam yang bagus Mas, lalu punya berapa?" tanya Elisa yang sangat penasaran.
"Kamu beneran mau tahu?" tanya Andre yang membuat penasaran.
"Iya apa mas" Elisa yang terus saja memojokkan Andre.
"Hmmm baiklah dengarkan baik-baik yah aku gak mau mengulangnya" ucap Andre yang sedang bersiap-siap.
"Iya tenang saja" ucap Elisa.
"Yaitu meluluhkan hati Elisa jika lagi ngambek, udahlah aku nggak punya alat atau kendaraan yang bisa menyenangkan bagi Elisa, kalau soal itu mas nyerah karena nggak bisa dibeli pakai benda apapun, kalau udah ngambek habis deh! sudah jadi bulan-bulanan. Jadi nggak usah ngambek-ngambekkan lagi ya, kalau kamu ingin sesuatu tinggal minta. Jangan ngambek- ngambek lagi, oke!" ucap Andre.
"Iya suamiku tercinta, Terimakasih"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 9 Oktober 2022
__ADS_1