PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
152. Ketemuan Dengannya.


__ADS_3

Elisa mencoba untuk menelpon Fando dengan menggunakan telepon lain, karena tidak mau no hp dirinya bisa di lacak oleh Fando. Elisa ingin menghubungi Fando, karena tugas kuliah. Apa lagi fando sudah tidak masuk hampir setengah bulan, dan itu membuat tugasnya, semakin menumpuk juga. Makanya Elisa segera mengambil tindakan, agar Fando juga tidak hilang. Elisa menemukan cara yang lebih efektif, agar Fando mau menujukan dirinya.


"Kamu kenapa sayang, kok gelisah gitu." ucap Andre yang melihat istrinya seperti orang yang kebingungan, karena bolak-balik ditempat seperti setrikaan.


"Mas, kita harus segera tangkap mereka. Nanti keburu kabur, aku lagi memikirkan caranya." ucap Elisa yang mengigit bibir dan memainkan jari jemarinya.


"Sayang, kamu bisa tenang gak aku lihatnya pusing tahu gak, kamu bolak-balik gitu. Bisa bolong tuh lantai, kalau kamu kayak gini." ucap Andre yang menggendong Elisa mendudukkan Elisa ke meja.


"Kamu tenang yah, kamu gak usah pikirkan hal-hal yang berat. Cukup kamu fokus sama kuliah, biar ini menjadi urusan ku dan Maura." sambung Andre.


"Tapi mas, aku gak bisa diem aja kayak gini dan nunggu jawaban." ujar Elisa.


"Iya aku tahu kamu gak akan bisa diam begini, tapi sayang ini udah malam. Mendingan kita pikirkan itu besok lagi! Sini, karena hari ini sudah malam. Mendingan kita tidur dulu yah, kamu tahu nggak kalau malam ini adalah malam terakhir bagi kita tidur bersama." ucap Andre yang menggendong Elisa, sampai di atas kasur.


"Malam terakhir, emang kamu mau kemana?" tanya Elisa yang kebingungan.


"Besok aku sama Glenn mau, ke New York karena aku sudah meninggal kerjaan dinas, kasihan Gulftaf harus mengurus sendirian disana." ujar Andre yang sekarang berada di atas tubuh Elisa, seraya mencium kening Elisa dan bibir istrinya. Kiss before bed, yang sering dilakukan oleh Andre.


Keesokan paginya Elisa yang di sibukkan dengan menyiapkan perbekalan untuk Andre sebelum pergi, walaupun Elisa pengennya ikut. Tapi, Andre melarangnya.


"Jadi Elisa gak boleh ikut, terus apakah Elisa bisa nyusul kamu kesana?" rengekan Elisa, yang berada di punggung Andre.


"Boleh, tapi ada syaratnya. Kalau libur kuliah, mas akan izinkan kamu nyusul kesana, kalau tidak. Mas akan suruh kamu pulang lagi ke Indonesia." ancaman Andre.


"Yah! kamu gak asik deh, aku kesepian tahu gak ada kamu. Kamu tahukan aku gak punya temen curhat selain dirimu." ucap Elisa yang masih gendong dipunggung Andre.


Hingga mereka menuruni anak tangga, membuat semua yang melihat betapa manjanya Elisa pada Andre. Alex, Alea, Arafif, Monika dan para pembantu juga hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Karena mereka seakan-akan tidak peduli jika di dalam ruang itu ada orang banyak, seperti dunia milik mereka berdua.


"Good morning sayang! kamu kenapa Elisa, kamu sakit? sampai harus digendong sama Andre." tanya Monika.


"Nggak ma, Elisa hanya lagi pengen manja aja sama Andre. Aku sama Alex akan ke New York, dan alhasil gini kalau aku ngomongnya dadakan." ucap Andre yang menjelaskan.


"Kak Elisa, kamu kok kayak anak kecil sekali sih. Lagian kak Andre kan cuman sebentar disana, toh nanti juga gak kerasa kok." ucap Alea.


"Tetep aja, aku gak mau jauh" ucap Elisa yang menciumi Andre hingga membuat risih mata mereka. Andre hanya diam saja, saat elisa melakukan Kiss full mukanya itu.


Akhirnya Elisa harus melepaskan kepergian Andre ke bandara. Di kampus setelah 11 panggilan tidak di angkat oleh Fando, barulah diangkat oleh Fando, Elisa sampai kesel sendiri dibuatnya, temen-temen cukup senang karena fando mau mengangkat panggilannya.


"Halo fan... Kamu ada dimana... Ini aku Elisa... Bisa ketemu nggak... Ya di mana gitu, yang enak buat kita ngobrol... Ya terserah kamu aja dimana, enaknya. Aku hanya ikut selera kamu... oke deh! Kita ketemuan di cafe mall Rita ya... See you." panggilan itu tertutup.


"Gimana El, Fando mau ketemuan gak!" tanya Resti yang sangat penasaran.


"Iya mau, katanya juga ada yang mau diomongin sama kalian semua, dia mau ketemuan di kafe Mall Rita, nanti jam limaan pada bisa gak?" tanya Elisa.


"Aduh, sore banget yah, aku kerja el." ucap Nacly.


"Sama, aku juga gak bisa. Karena gantiin temen aku yang gak berangkat hari ini." ucap Diana.


"Kalau kamu gimana res, bisa apa gak?" tanya Elisa yang menunggu jawaban dari Resti.


"Maaf juga ya El, hari ini ada pertemuan keluarga. Kakak aku yang cowok mau lamaran, jadi aku harus persiapan." ucap Resti yang menolak.


"Yaudah kita batalin aja ketemuan sama fando, biar aku bilang lagi ke fando. Kalau hari ini di ganti lain waktu saja, gimana?" saran Elisa.


"Eh! jangan El, nanti lama lagi. Udah gini aja biar kamu aja yang ketemu sama Fando, kamu bisakan El. Plis, kamu aja yah? Demi tugas kita El, kamu gak mau dapat nilai" ucap Diana memohon.


"Yaudah deh iya, aku aja yang temui Fando." ucap Elisa yang pasrah.


Sepulang dari kampus Elisa menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh Fando, karena ada beberapa hal yang ingin di katakan juga pada Fando. Terkait tugas kuliah, dan tugas-tugas lainnya, malah jadi terbengkalai karena fando yang tidak pernah berangkat, baru sekali berangkat, tapi sudah nggak berangkat hampir satu bulan, itu yang membuat teman-teman satu kelasnya khawatir.


Sesampainya di cafe mall Rita. Elisa sudah sampai lebih dulu dibandingkan Fando, karena Elisa menggunakan motor besarnya, jadi agak cepat untuk sampai di tujuan. Beberapa menit kemudian Fando juga baru datang, menggunakan taksi online. Akhirnya mereka pun bertemu juga, Elisa yang agak kesel dibuatnya tapi berusaha menutupi semua rasa itu, demi kenyamanan dan rencana tersembunyinya.

__ADS_1


"Hei Fando apa kabarmu? Are you okay!" tanya elisa sambil mengulurkan tangannya untuk jabat tangan.


"Iya aku baik-baik aja kok. BTW kenapa nunggu di luar, bukan di dalam?" tanya Fando.


"Sengaja nunggu kamu di luar agar gak selingan gitu, kamu ke mana aja udah hampir sebulan gak datang ngampus. Kamu tahu gak tugas kamu tuh udah banyak banget loh, kamu baru masuk satu kali, udah nggak berangkat sebulan. Kamu marah yah sama kita? atau kita buat kamu tersinggung, sampai nggak kuliah. Ini bukan mainan loh Fando, kok bisa-bisanya sih kamu hilang gitu aja, tanpa jejak." Omelan Elisa pada fando.


Fando yang mendengar hal itu hanya diam, saja karena Elisa ngomelnya kayak emak-emak. "Aduh- Elisa pelan-pelan dong kalau ngomong, aku gak ngerti nih. Enaknya kita ngobrolnya di dalam aja yuk! Yang sejuk, di luar panas nih." Ajakan Fando.


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam cafe mall Rita, langsung pesan minuman dan makanan. Fando yang suka chocolate milk, dan kentang goreng. Sedang Elisa pesan jus melon, dan cupcake rainbow.


"Sorry banget ya Lis, langsung ngilang gitu aja. Nggak ngerjain tugas, dan kampus. Tapi yang lain kemana? pada sibuknya." Tebakan Fando.


"Iya, kamu kemana aja sih? kita semua khawatir lho sama kamu." ujar elisa yang menegaskan.


"Aku ditawan sama kakakku sendiri, kunci di dalam kamar. Terus, aku nggak di bolehin untuk pergi kemana-mana." ucap fando.


"Loh kok bisa begitu, apa salahnya sih kamu kuliah? emang kamu punya masalah apa sama kakak kamu, sampai kakak kamu harus mengunci kamu dari dalam kamar gitu, kayak anak kecil saja?" ucap Elisa yang tidak terima perlakuan kakaknya itu.


"Intinya kakakku, aku nggak boleh keluar rumah, makanya dia melakukan hal itu padaku Lis, makanya aku bingung banget saat ini, aku juga merasa sangat dilema di buatnya?" ucap fando yang agak frustrasi.


Elisa tahu jika fando merasa tertekannya karena siksaan kakaknya itu, Elisa jadi menyimpulkan bahwa Fando di kendalikan oleh kakaknya, Fando sebenarnya anak yang baik tapi karena takut pada kakaknya jadi dia tak bisa melawan apapun kejahatan kakaknya.


"Begitunya, kamu gak bisa lawan kakak kamu Fando?" ucap Elisa menyarankan.


"Kayaknya gak bisa deh! karena kakak aku kuat banget" Ucap Fando.


"Gitunya, jadi kamu gak usaha melawan kakakmu, walaupun kakakmu itu salah?" ucap Elisa yang tidak terlalu suka kelemahan dari Fando itu.


"Kakak aku terlalu kejam lisa, dia pasti akan melakukan apapun demi tujuannya. Jika belum tercapai, maka akan terus melakukan inovasi lain atau rencana lainnya." ucap fando yang menjelaskan tentang semuanya.


"Ouh, jadi begitu! Ya ampun, kamu pasti tersiksa banget yah sebagai seorang adik. Kok ada yah kakak model kayak gitu, jahat banget. Padahal adiknya hanya mau kuliah loh, kamu udah jelasin sama kakak kamu, kalau kamu itu pengen sekolah, atau mau melanjutkan studi gitu?" ucap Elisa yang menjelaskan pada Fando.


"Aku sudah katakan sama kakakku berkali-kali lisa, tapi kayaknya kakakku nggak mau dengerin apa yang aku omongin, kan jadi bikin kesel." ucap fando yang agak frustasi.


"Ya karena masa hukuman aku, sudah selesai. Makanya aku bisa keluar lagi, dan ada kerjaan di luar kok" ucap fando yang menjelaskan.


"Kamu kerja? Ouh, mohon maaf aku jadi sedikit penasaran nih, tapi aku boleh nanya nggak, kamu kerja apa?" ujar Elisa yang sangat penasaran.


"Boleh banget kamu gak usah merasa bersalah gitu Lisa, aku kerja cuman penyunting video kok, makanya aku suka banget fotografer. Memotret jalanan, terus gedung-gedung, dan pemandangan. Itu buat ngedit foto, dan buat syuting gitu deh! Kayak Desain video-video yang ada di internet dan YouTube."penjelasan pekerjaan Fando.


"Ouh gitu yah! Ihh.... Itu keren banget tahu gak! Kamu hebat deh, ajarin aku juga. Kali aja aku bisa nanti, kirain aku. Kamu foto-foto cuma iseng-iseng doang. Ternyata kamu kerja yah!" ucap Elisa yang menunjukkan untuk mencari cela lainnya, makanya dia sengaja memuji-muji fando agar lebih percaya padanya.


"Iya aku melakukan hanya sekedar hobi kok, tapi hobby yang bermanfaat bisa dapat uang, itu yang lebih baiknya, kalau nggak dapetin uang. Aku juga nggak akan mau Lisa, lagian ini juga proyek dari Kakak aku sih, aku mah cuman ngikutin apa yang dikatain Kakak aku aja." Penjelasan ringkas Fando yang memamerkan hasil foto ya selama sehari ini.


"Ouh gitu, yah. Tapi, kamu keren kok. Ouh sampai lupa soal itu, kita sampingkan dulu. Mari fokus dulu sama pembahasan kita saat ini, kamu udah tahu belum tentang membuat materi? Di kampus, kita disuruh untuk membuat materi belajar mandiri yang efektif. Nah karena kamu juga udah ketinggalan jauh banget, sama materinya makanya aku langsung membuat sub file agar kamu dapat mengejar ketinggalan kamu. Semuanya sudah ku masukan dalam dokumen yang aku bawa sekarang, jadi kamu harus pelajari benar-benar selama seminggu ini. Okey!" ucap Elisa yang membuat Fando hanya terfokus pada wajah Elisa.


Yah fando yang memiliki rasa pada Elisa membuat jantungnya berdetak kencang, saat melihat sang pujaan hatinya lagi ngomel-ngomel itu.


Baru kali ini ada yang peduli padaku, dan ada yang mendukung hobby ku. Dia memang berbeda dari wanita pada umumnya, fix aku akan jadikan dia belahan jiwa ku. Dalam hati Fando yang menyakinkan dirinya untuk menjadikan Elisa sebagai alasan dia untuk bertahan.


"Hallo... Hey, Fando. Iiih, kamu ini denger nggak sih aku ngomong, kok malah bengong." ujar Elisa agak kesel.


"Eh! Iya denger kok, terus dimana dokumennya, kok nggak lihat buku atau catatan kamu?" ucap fando yang celingukan mencarinya.


"Hah, itu buat apa?" ucap Elisa yang kebingungan.


"Kamu ini aneh elisa, kamu suruh aku buat belajar, tapi kamu malah bingung sendiri mendengar aku meminta catatan dokumen. Katanya kamu membawa yah, lalu dimana catatan itu?" ucap fando yang menegaskan.


"Astaghfirullah... Halo Sayang, apakah kamu hidup di jaman purba? Ini zaman modern yah, apakah masih zaman pakai buku-buku. Gayamu anak komputer, pinter ngedit. Masa file dokumen aja kamu bilang aku yang gak ngerti, apakah masih harus pakai tulis-menulis. Sekarang itu udah jaman canggih yah, udah pakai Hp android, leptop, komputer dan notebook ada flashdisk, nih bahkan ada yang lebih kecil lagi apa tuh namanya aku lupa, hmmm... Ah! iya memori atau yang lainnya, itu bisakan di buat menyimpan dokumen."


Fando seketika tertawa karena tingkah yang terlihat bodoh di depan Elisa yang saat ini tersenyum lebar. Karena Fando yang sangat lugu menurut Elisa, Fando juga ikut tertawa karena bisa membuat pujaan hatinya tertawa.

__ADS_1


"Sangat cantik," dumal Fando pelan, membuat Elisa menatap Fando.


Ouh, binggo. Dia telah masuk dalam pesonaku, hah! tidak sia-sia aku merawat diriku. Mas Andre sebentar lagi, aku pasti bisa menangkapnya untukmu. Dalam hati Elisa yang sangat senang.


"Sungguh, kamu itu lucu banget sih Fando. Kok bisa kamu gak tau soal dokumen itu, atau kamu hanya pura-pura gak tahu agar aku kelihatan pinter, iyakan kamu sengaja melakukan hal itu?" ucap Elisa.


"Eh, nggak kok. Ngapain, aku melakukan hal itu. Lagi pula, kamu itu sudah pinter kok Elisa. Baik juga, so beautiful dan sangat polos." ucap fando yang tersenyum lebar.


"Ah, masa sih aku kayak gitu. Kamu bisa aja deh! Bikin aku malu, kamu liat gak pipi aku merah sekarang." ucap Elisa yang menunjukkan wajahnya pada fando.


"Hahah iya, kayak udang rebus." ucap fando yang tertawa bahagia.


"Jujur padaku, kamu pura-pura nggak tahu atau beneran gak tahu?" ucap Elisa menekan.


"Bukanya gak tahu Lisa, hanya saja aku lupa. Tapi, kamu juga kan tadi lupa namanya iyakan?"


"Aku lupa wajarlah, aku gak bisa komputer. Dulu aku gak bisa main Hp android, dan alat-alat kayak gituan. Kami sangat miskin sekali, hingga buat makan pun susah suka ngutang ke warung." penjelasan Elisa yang mengatakan masa lalunya.


"Syukurlah kamu bisa melewati hal itu, kalau aku mungkin tak akan bisa melewati masa kritis itu, kamu hebat Elisa." ucap fando yang agak ibah dan merasa Elisa cukup keren.


"Thank you, atas pujiannya. Ngomong-ngomong apakah aku aneh yah? kamu dari tadi melihat ku terus, kamu merasa agak risih?" ucap Elisa yang membuat Fando gelagapan.


"Eh nggak kok, karena kamu ini sangat manis. dan cantik Elisa." ucap fando yang menatap tajam pada Elisa.


"Ah, masa sih? kamu bohongin aku nih. Dosa loh, jangan bohongin orang?" ucap Elisa yang membuat Fando tersenyum tipis.


"Iya gak, ngapain aku bohongin kamu."Pembelaan Fando.


"Yaudah ah! mau sampai kapan kita ngobrol terus, nih aku udah kumpulin semua materi dari awal semester, setiap file 1 pelajaran. Kalau tidak ada yang dimengerti nanti kita belajar bareng-bareng sama yang lainnya, ada grup kelas juga, kamu sudah masuk kan?"


"Iya, tadi di masukkan si ketua kelas." ucap Fando.


"Okey, kalau gitu tinggal kamu pelajari aja yah! Jelas gak aku ngomong, apakah kecepatan yah? Kalau kecepatan kamu tingga pause, dan black oke!"


"Hahaha! emang pemutar video, bisa di pause dan di balikin lagi, kamu ini lucu banget deh!" ucap fando yang merasakan hal kebahagiaan yang dirasakan.


"Biar gak tegang kamu yah! Apakah masih kurang jelas Fando, kamu tenang aja. File pada dokumen itu mirip banget kok sama materi yang di bahas, aku minta file ke ketua kelas dan aku juga telah memasukkan semua catatan aku, hingga mirip banget jadi kamu gak usah khawatir yah?"


"Iya, Elisa makasih banget ya Lisa kamu bener-bener baik banget, sampai segitunya bikin dokumen file pembelajaran buat aku, kamu pasti bergadang yah?" ucap fando.


"Karena aku mau kamu bukan sekedar jadi pesuruh, tapi jadi boss juga kelak, lagi pula kamu kan masih baru, jadi sekedar baik buat dapat perhatian kamu, asik!" ucap Elisa bercanda pada Fando.


"Jadi ceritanya kamu lagi cari perhatian aku gitu, makanya kamu melakukan ini padaku iyakan?" ucap fando yang ikutan candaan Elisa.


"Ha-ha-ha iya, udah ah! Lupakan itu, kok aku jadi malu sendiri, kamu juga pasti punya kriteria sendirilah. Aku cuman bercanda kok fan jangan kamu masuki ke hatimu yah, aku emang kayak gini orang yah!"


"Iya, lagian kita juga baru ketemu sekarang, kalau ketemunya dari dulu, mungkin kita udah..." Fando tidak melanjutkan ucapannya.


"Udah apa kok berhenti, jangan bikin penasaran dong!"


"Nanti aja deh! Belum waktunya kamu tahu, jadi biarlah ini jadi rahasia aku dulu oke!"


"Ih apaan sih, kok gitu! Kamu kok bikin aku kesel yah, main rahasia-rahasia gitu? Fando katakan dong, jangan bikin aku sangat penasaran sih! Cepat katakan nggak. Kalau nggak aku klitikin nih, nggak ada ampun."


"Nanti aja, kamu sabar aja. Ada waktunya kok Elisa."


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Senin 30 Januari 2023


__ADS_2