
Setelah mengalahkan semua para musuh itu, Glenn dan Gulftaf akan masuk kedalam untuk membantu tuannya yang sudah lebih dulu masuk kedalam ruangan itu.
"Apakah anda baik-baik saja pak Gulftaf, pasukan mereka cukup banyak hingga membuat kita kewalahan, masalah lainnya juga akan datang sebentar lagi" ucap Glenn yang mendengar suara sirine polisi yang masih mencari jejak mereka.
"Itu seperti suara sirene dari polisi, apakah mereka menemukan kita?" ucap Gulftaf yang juga panik.
"Sepertinya begitu, tapi mereka tidak akan dengan mudah untuk menemukan kita di sini" ucap Glenn yang percaya diri.
"Jika seperti itu sebaiknya ayo kita ke atas dulu bantu tuan, lalu kita harus urus masalah lainnya" ujar Gulftaf yang langsung naiki anak tangga.
Di susul Glenn yang mengikuti di belakang, melihat beberapa orang yang sudah tergeletak tak berdaya, dan sebagian juga sudah tewas di tempat.
"Mereka semua mati yah? apakah tuan yang membunuh mereka" ucap Gulftaf yang syok melihat banyak mayat yang bergelimpangan di lantai.
"Pak Gulftaf apakah kau yakin masih sanggup untuk melanjutkan perjalanan kita membantu Tuan Andre dan nyonya Elisa? jika tidak tunggu saja di sini" ucap Glenn.
"Aaah! Jangan meremehkan ku, gini-gini aku juga pernah ikut bela diri dan ujian detektif" ucap Gulftaf yang membusungkan dadanya agar terlihat gagah.
Glenn tersenyum dengan aksi kocak Gulftaf tersebut, Gulftaf malah jalan seperti robot yang harus membusung dadaahnya kedepan.
"Baiklah pak Gulftaf aku juga sangat penasaran dengan cara detektif mu itu, dan ingin lihat cara berkelahi luar biasa mu." ujar Glenn yang menggoda Gulftaf.
Akhirnya mereka pun ikut menyusul Andre ke lantai atas, melihat beberapa orang juga sudah dilumpuhkan oleh Andre, mereka langsung menuju ke tempat dimana Andre berada saat ini.
"Kenapa bulu kudukku merinding ya, apakah ada orang di belakang kitanya?" ucap Gulftaf yang langsung memegangi tengkuk leher belakangnya.
"Huh! sepertinya kita dalam masalah pak Gulftaf, dan ini tidak akan berakhir dengan baik. Tapi, semoga kita berhasil mengalahkan mereka" ujar Glenn yang melihat dengan syok dengan orang-orang yang datang. Tubuh mereka lebih besar dari yang baru saja di lawan mereka, Glenn dan Gulftaf hanya menelan ludahnya bulat-bulat.
Tapi, mereka juga harus melawan beberapa orang lagi yang datang dari arah lainnya. Perjalanan mereka terhenti sejenak karena harus melawan mereka terlebih dahulu, sedangkan mereka tidak di bekali dengan senjata atau alat lainnya. Hanya berbekal pada kemampuan diri sendiri dan percaya diri akan kemenangan, itu adalah kuncinya.
"Mereka seperti tidak ada habisnya, kita harus bagaimana ini" ucap Gulftaf yang sudah mulai kewalahan untuk menghadapi orang-orang itu.
"Tahan sebisa anda pak Gulftaf, bala bantuan pasti akan segera datang" ucap Glenn yang sangat percaya diri.
"Bagiamana kalau bukan bala bantuan dari pihak kita, malah bala bantuan dari pihak musuh?" ucap Gulftaf.
"Kita berdoa saja yang terbaik, agar segera ada bala bantuan untuk pihak kita" ucap Glenn yang sedang kewalahan juga.
Disisi tempat lainnya Andre yang sudah berhasil menemukan lokasi dimana Elisa di sekap, sebuah kamar yang satu-satunya hanya berpintu baja. Dengan sekuat tenaga Andre mendobrak sebuah pintu itu hingga terbuka, karena dia mendengar jeritan Elisa yang sudah mulai nadanya sangat pelan dan serak.
DRAKK...
BRAKK...
ANDRE : Apa yang sedang kalian lakukan pada istriku, lepaskan dia sekarang juga atau tidak ada ampun bagi kalian yang telah berani menyentuh wanitaku.
__ADS_1
Ucap Andre yang lantang setelah berhasil membuka pintu, semua kalang kabut saat mengetahui jika Jenderal tempur milik Rajawali Emas yang datang, Andre terkenal dengan sebutan pasukan Rajawali Emas tim inti pemberantasan mafia dan *******. Karena bisa melumpuhkan setiap formasi apapun tanpa halangan, bahkan para pemimpin negara-negara pun tak bisa berkutik dihadapannya.
PENJAHAT : Bukankah dia adalah jenderal terbesar di dunia hitam? lalu kenapa bisa ada disini, jika kita terlibat dengannya maka negara manapun kita tinggal nanti atau kita berada tidak akan aman. Cepat kita pergi dari sini, tinggalkan dia.
Saat melihat siapa yang datang mereka malah kalang kabut dibuatnya, tapi Andre sudah di puncak amarahnya saat melihat istrinya yang sudah tidak berdaya, dan hampir tidak berpakaian itu membuat Andre naik pitam.
Khodam amarahnya memuncak, bagaikan iblis yang tidak kenal belas kasih ia mematahkan semua tulang-tulang orang-orang yang telah melecehkan istrinya itu. Berhasil melumpuhkan semua musuhnya, dengan serangan yang cukup brutal.
ANDRE : Suruh siapa kalian kabur, jangan salahkan aku jika hidup kalian akan berhenti sampai disini.
Andre mengkerut keningnya, lalu berhasil melumpuhkan semua pria yang akan kabur tersebut. Salah satunya ada yang berhasil lolos, dan pergi lewat jendela. Tapi, dia sudah terluka parah, dengan cepat Andre menyingkirkan semua pria-pria yang saat ini ingin melakukan hal yang tidak seno-noh pada Elisa.
Elisa yang sudah tidak berdaya hanya pasrah dengan baju yang sudah hampir terbuka, hanya menyisakan beberapa helai di tubuhnya buru-buru saja Andre langsung melepas pakaiannya, lalu langsung menutupi istrinya yang sudah hampir tela-njang. Saking geramnya Andre tidak pernah memaafkan semua orang yang telah melakukan hal itu pada istrinya.
Andre langsung menggendong Elisa keluar dari tempat tersebut, melihat Glenn dan Gulftaf sedang bertarung dan berhasil mengalahkan beberapa orang lainnya Andre turun ke bawah.
"Glenn, bersihkan semuanya tanpa sisa sedikitpun. Aku sendiri yang akan menghukum mereka, jangan biarkan satu lalat pun bisa kabur dari gengaman." ujar Andre dengan sinisnya.
Gawat tuan Andre sudah menujukan taringnya dan sudah berada di ujung amarahnya, kalian semua pasti tak akan bisa tenang. Karena kalian telah membangunkan iblis yang sedang diam, aku tak tahu apa lagi yang akan terjadi kepada kalian, aku tak bisa membayangkan kalian saat berada di markas. Dalam hati Glenn yang melihat ekspresi wajah Andre.
"Baik Tuan akan saya lakukan sesuai dengan perintah anda" ucap Glenn.
"Urus semuanya dengan baik dan bersih. Untuk mu Gulftaf ada tugas bagimu, sebentar lagi polisi patroli itu pasti akan datang, apa lagi saat ini sedang mengejar kita urus polisi itu, aku harus membawa istriku pulang dulu" ucap Andre yang berjalan keluar tempat tersebut.
"Tuan tidak usah khawatir aku tidak akan mengecewakan anda. Saya akan mengurusinya dengan maksimal mungkin, hati-hati dijalan tuan" ucap Gulftaf.
"Tuan Maaf kami terlambat, apakah anda baik-baik saja?" Aoda yang baru saja keluar dari mobil melihat Andre yang berjalan di halaman."ouh! nyonya Elisa, maaf tuan ini salah kelaian ku" langsung berlutut di hadapan Andre merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Elisa.
"Kita bicarakan nanti, lebih baik kamu bantu Glenn untuk mengurus semuanya di sini, satu lagi aku pinjam mobilmu" ucap Andre yang melihat mobil Aoda, jika dia mengunakan mobil yang bermasalah. Maka dia yang akan di kejar oleh polisi, makanya Andre memikirkan sedemikian rupa.
"Baik Tuan, kuncinya ada di mobil" Aoda mempersilakan tuannya untuk membawa mobil, dengan sangat hati-hati ia membukakan pintu.
"Terima kasih" ucap Andre yang langsung meletakkan Elisa di jok depan, dengan sangat hati-hati, lalu menyenderkan kepala Elisa dengan sangat pelan.
Andre langsung bergegas pergi dari tempat tersebut membawa istrinya yang sudah tidak sadarkan diri, karena efek samping dari sebuah obat yang diberikan oleh mereka. Tak lama perjalanan, Andre semakin di buat tidak nyaman, karena Elisa yang setengah sadar terus meringis seperti kesakitan.
"Hei sayang kamu kenapa?" Andre yang mengulurkan tangannya menyentuh Elisa yang kesakitan.
"Aduh sakit" ucap Elisa yang matanya masih merem tapi rasanya sekujur tubuh seperti digerogoti binatang buas, Elisa terus menggeliat kesakitan.
"Dimana yang sakit? Katakan sayang, disebelah mana?" ucap Andre yang panik.
"Disini sakit, Aaah... Aduh! Lepaskan aku" ucap Elisa yang terus saja merintih kesakitan. Itu membuat Andre kebinggungan bagaimana Cara untuk membantu Elisa.
Andre menghentikan mobilnya sejenak untuk melihat di mana luka yang membuat Elisa kesakitan itu, betapa terkejutnya Andre saat dilihatnya ternyata gaun yang dipakai Elisa, telah membuat sebuah sayatan kecil di tubuh Elisa, buru-buru Andre langsung melepaskan pakaian jirahnya itu dari tubuh Elisa, baru sadar ternyata baju itu dilengkapi dengan racun yang cukup berbahaya.
__ADS_1
Andre mulai panik saat ini dia kebingungan cara untuk mengatasi racun yang sudah menempel di tubuh Elisa, dan kemungkinan sudah menyerap ke dalam tubuhnya, karena perlawanan Elisa untuk melumpuhkan para musuh dengan gaun yang di lengkapi senjata, Elisa marah karena pria hidung belang itu telah merobek gaunnya yang cantik, itulah akibat yah Elisa tak sengaja telah menumpahkan cairan racun itu ke tubuhnya.
Andre langsung meraih HP untuk menghubungi desainer yang telah membuat gaun unik tersebut.
"Hallo Ryan... Aku ingin tanya soal gaun yang kau buat kemarin malam... Apakah kamu telah melengkapi sebuah cairan racun di dalam gaunnya?.... Racun apa yang kau gunakan... Apa kamu bilang racun apa yang kamu berikan... Lalu dimana kamu tahu soal racun itu.... Katakan pada ku sekarang juga... Apa kau bilang?... Baiklah terima kasih... Lalu di mana penawarnya?... Kotak kecil yang kubawa?... Baiklah terima kasih Aku tutup dulu panggilannya."
Ternyata penawar dari racun yang disebabkan oleh tumpahan racun yang ada di gaun Elisa, ada di kotak yang datang bersama dengan perhiasan yang di buat khusus oleh pengerajin perhiasan.
Sial kotak itu tertinggal di istana MONARFI, sedangkan jarak ke sana sangatlah jauh membutuhkan 1 sampai 2 jam, Elisa tidak bisa bertahan selama itu. Kenapa bisa ada racun di gaunnya, sudahlah aku tidak bisa berpikir dengan jernih jika seperti ini aku segera membawa Elisa ke villa itu lebih dekat dari istana MONARFI setidaknya aku bisa menyelamatkan nyawanya lebih dulu.
Sesampainya di sebuah villa milik Andre, langsung buru-buru membawa Elisa ke atas dan langsung meletakkan istrinya di sebuah ranjang kamar mereka, Andre yang berusaha untuk menyadarkan Elisa. Tapi tidak bisa, semuanya sia-sia, lalu tiba-tiba saja tangan Elisa meraihnya dan sebuah ciuman mendarat di bibir Andre.
"Mas Andre!" dengan suara parau dan pelan tak berdaya.
"Iya ada apa? apa yang kamu rasakan? di mana yang sakit, cepat katakan Elisa" ucap Andre yang panik menanyakan keadaan istrinya yang saat ini terkulai lemas.
"Rasanya tubuhku sangat panas seperti terbakar di bara api, tolong selamatkan aku. Karena aku sudah tidak tahan lagi menahannya, Mas Andre tolong bantu aku selamatkan aku" Elisa seperti cacing kepanasan terus menggeliat.
"Apa yang mereka lakukan padamu. Tunggu sebentar aku akan ambil penawarnya dulu"seingat Andre masih menyimpan obat di ruangan bawah.
"Aku tidak bisa menunggu lama, karena ini sangat tidak nyaman. Mas Andre ini terlalu panas, Mas Andre nyalakan ac-nya cepat nyalakan pendingin ruangan itu, cepat Mas Andre ini panas sekali" Ucap Elisa yang memohon pada suaminya untuk dinyalakan mesin pendingin atau AC.
Pendingin ruangan langsung dinyalakan oleh Andre dengan minus yang sudah mencapai maksimal, tapi Elisa masih saja merasakan kepanasan. Akhirnya Andre menggendong Elisa ke Baktum menyalakan shower air dingin, tapi tetap saja lagi-lagi itu gagal suhu Elisa makin tinggi.
Gawat, bagaimana ini terjadi. Kok bisa suhu tubuh Elisa tidak turun malah semakin naik?Kenapa jadi begini suhunya semakin tinggi, seharusnya semakin turun ini malah kebalikannya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sebenarnya apa yang telah mereka lakukan pada Elisa? apa kini efek samping dari racun atau hal lainnya. Dalam hati Andre yang berfikir keras.
"Mas Andre panas tolong aku, aku sudah tidak tahan lagi mas. Ouhhh... Mas Andre, jangan tinggalin aku. Mas aaah... aku butuh kamu, aku menginginkan kamu Mas Andre?" ucap Elisa yang terus saja berteriak memanggil suaminya yang jelas-jelas masih di samping sambil memegangi shower dan masih memasukan es batu kedalam bak mandi Elisa.
Ini cukup aneh, kenapa semua yang kulakukan tidak ada gunakan ya, Elisa semakin kesakitan, dan rasa kepanasan semakin tinggi padahal aku sudah memasukan es batu ke bak mandi sangat banyak, suhu air ini juga sangat dingin tapi tidak bisa menurunkan suhu tubuhnya. Aku harus segera mencari tahu apa yang telah mereka lakukan, dan apa yang harus ku lakukan. dalam hati Andre yang berfikir sangat cemas.
"Elisa sayang, kamu masih bisa mendengar suaraku kan. Jika kamu masih bisa mendengarnya, coba kamu katakan dan jawab pertanyaan ku" ucap Andre yang mencoba menggali informasi.
"Iya, aku masih dengar suaramu. Tapi, buyar pandangan ku untuk melihatmu, Aaah... Mas, kenapa kamu malah ingin bertanya bukannya fokus menyelamatkan ku" ucap Elisa yang menggeliatkan tubuhnya terus.
Dia setengah sadar, dan masih bisa merespon semua apa yang ku katakan. Itu hanya ada satu kesimpulan bahwa semua panca indra Elisa saat ini di puncak sensitif, kecuali Indra penglihatan yang buruk. Ini adalah efek dari... Aaah tidak mungkin, tapi aku tak boleh menyimpulkan dulu aku cek lebih detail. dalam hati Andre yang seperti sudah tahu penyebabnya tapi masih belum mempercayai apa yang dipikirkan tersebut.
"Mas Andre, cepatlah lakukan sesuatu. Aku sudah tidak tahan lagi, rasanya semua tubuhku remuk berkeping-keping, rasa panas ini seperti membakar setiap tulang dan dagingnya" ucap Elisa.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Rabu 7 Desember 2022.