PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
18. Posisi dan peraturan.


__ADS_3

Andre yang membantah dan menolak tidak mau menjadi pemimpin penerus ANDRILOS, memutus hubungan dengan anggot keluarga ANDRILOS. Brandon yang tak bisa percaya jika putranya akan membangkang seperti ini cukup kaget, anak yang pendiam dan selalu menurut. Pada akhirnya harus angkat pitam dan bersuara untuk menolak, yah mungkin ini mendadak baginya itu sebabnya dia menolak.


ANDRE : Aku tidak bisa menahan ini lagi, aku lelah. Kalian urus saja itu sesuai rencana kalian, tapi ingat satu hal aku tak mau menduduki kursi itu.


BRANDON : Tapi, Alzam. Tak akan ada yang bisa menduduki tempat itu selain dirimu, karena kamu satu-satunya pewaris, kecuali—


ANDRE : Kecuali apa?


Andre memotong pembicaraan yang belum selesai di ucapkan Brandon, karena Andre sudah sangat kesal dengan keadaan saat ini.


GEORGE : Jika kamu memiliki seorang putra, atau generasi selanjutnya. Aku tak akan memaksamu untuk duduk di sana, jadi...


ANDRE : Hah! Putra, jika seandainya aku punya anak pun, aku tak akan menuntut atau menyuruhnya untuk menjadi pemimpin ANDRILOS. Aku tak mau dia terkekang dengan kehidupan yang tidak akan menyenangkan, biar aku saja yang merasakan semua penderita itu dan para leluhur lainnya, sudah cukup pembahasan kita sampai di sini saja mengenai ANDRILOS.


Andre bangkit dari kursi, dan bejalan menuju pintu keluar.


BRANDON : Tunggu Alzam...


GEORGE : Black, tanggap anak itu. Jangan biarkan dia lolos


Teriak George yang meminta Arafif untuk menahan Andre yang akan keluar dari tempat, Arafif sadar jika putranya ini cukup keras kepala.


"Pah, apakah papah akan berpihak pada mereka. Coba papah fikirkan, ini..." ucapan Andre terputus karena dari arah belakang Andre sudah di berkat dan lumpuh seketika, karena obat bius yang di suntikan oleh seseorang di punggung Andre.


"Maafkan aku nak, ini jalan satu-satunya" gumam Arafif saat Andre sudah tak sadarkan diri.


"Arafif apa yang kau lakukan? apa yang tejadi padanya?" ujar Brandon yang kaget saat melihat Andre langsung lumpuh dan tak sadarkan diri.


"Aku hanya membuat dia pingsan, membiusnya. Ini jalan yang terbaik. Anak ini cukup keras kepala, jika kita tidak tahu kuncinya maka bagaimana pun usaha kalian membujuknya tak akan bisa" penjelasan Arafif.

__ADS_1


"Apa maksudnya?" Brandon agak kebinggungan dengan ucapan itu.


"Sudahlah, nanti saja aku jelaskan. Sebaiknya kita bawa dia dulu ke kamar khusus" ujar Arafif.


"Kenapa harus kamar itu?" Brandon masih kurang mengerti apa yang di maksud Arafif. Penuh dengan banyaknya pertanyaan, kerena Brandon tidak merawat putranya sendiri jadi masih belum faham dengan sifat Andre.


"Brandon, putramu ini bukan anak kecil lagi. Dia bisa kabur, dulu saja saat dia masih kecil pernah kabur tanpa rasa takut apa lagi sekarang, dia akan menghilang tanpa jejak. faham!" penjelasan Arafif.


"Begitu, iya terserah padamu. Cepat bawa dia, lalu bagaimana cara untuk membujuknya. Waktu penobatan sebentar lagi, tak ada waktu untuk menyelesaikan hal ini jika dia masih saja menolak" ucap Brandon.


"Kamu jangan khawatir soal itu, karena aku sudah memikirkan caranya. Silsilah kerajaan ini untuk di gerakan, bukan disebabkan. Jadi kamu tenang saja Andre akan mau menduduki tahtanya, jangan panik atau khawatir" ucap Arafif.


Satu-satunya cara adalah memanggilnya untuk datang dan membujuk Andre, iya itu lebih baik. Andre selalu mendengarkan apapun yang di katakan oleh Elisa, dan akan menuruti perintah dari darinya, Elisa. Kamu adalah satu-satunya harapan kami nak semoga kamu dapat membujuknya, karena semua ini tergantung dengan bujukanmu dan tindakanmu.


Suara dalam hati Arafif yang bicara, seraya melihat Andre di bawa pergi oleh para bodyguard.


Di sisi lainnya, semua bodyguard milik Andre yang di tinggalkan untuk menjaga anggota keluarga yang di tinggal di Indonesia semua sudah berkumpul di lapangan.


"Tidak nyonya, hanya sebagian saja. Karena nyonya besar dan kelurga lainya masih di sini. Jadi saya akan meninggalkan beberapa saja disini. Anda tidak usah khawatir, mari masuk" ucap penjelasan Aoda.


"Ouh gitu, baiklah. Ayo kita berangkat sekarang juga, dia pasti sudah menungguku" ucap Elisa yang menaiki satu persatu anak tangga pesawat Z pribadi milik Andre.


"Baiklah, mari nyonya" ucap Aoda yang membantu Elisa untuk naik ke tangga.


Setelah itu pesawat itu lepas landasan, terbang menuju New Zealand. Elisa yang tampak gelisah yah tenang karena kepikiran Andre, dan bagaimana mereka akan bisa mengerti kondisi mental Andre yang belum stabil.


"Aoda, apakah kamu tahu soal ANDRILOS. Bagaimana sistem kerjanya? apakah kamu pernah mendengar tentang hal itu?" ucapan Elisa yang mendesak, karena pertanyaan itu malah melintas di otaknya.


"Maaf nyonya, kami hanya pengawal mana mungkin kami mengetahui semua itu. Tugas kami hanya melindungi tuan kami, jadi tak ada yang tahu soal itu" penjelasan Aoda yang ringkas, karena tidak mau memperpanjang urusan.

__ADS_1


Wajah Elisa tampak kecewa dengan Jawaban itu, Aoda juga merasa bersalah karena tidak bisa memberikan informasi yang di minta oleh Elisa, walau dia tahupun tak akan membuka mulut dengan mudah.


"Begitu yah, baiklah lupakan soal itu" ucap Elisa yang frustasi.


Di sisi lain, suatu ruangan di sana terlihat Arafif sedih memikirkan cara agar semua rencana yang di buat jauh-jauh hari bisa tercapai. Lalu ia teringat dengan Azril, karena hanya satu-satunya Azril yang punya koneksi dengan internet ANDRILOS.


"Hallo, assalamualaikum nak?... Sedang apa kamu, apakah papah menganggu mu?... Anu... papah boleh nanya tidak? soal sistem ANDRILOS?... Begitukah, baiklah tidak usah nak, terimakasih... Maaf nak ada satu hal lagi... Begini, apakah tetehmu ada di rumah?... Tidak ada? Lalu kapan dia akan pulang... Tidak pasti, memangnya pergi kemana tetehmu itu, sampai tidak pasti?... New Zealand?! kamu tidak bercanda?... Begitukah, baiklah terimakasih yah nak... Aaah tidak, tadi papah ingin menyuruhnya untuk datang, tapi malah sudah berangkat, jadi papah agak lega sekarang... Aaah tidak, Andre baik-baik saja... Iya nak, salam buat orang tuamu ya, dan monika!... wassalamu'alaikum..."


Panggilan itu langsung terputus, dan wajah Arafif sedikit mengembang karena mendengar hal itu.


^^^New York,^^^


^^^pukul 01.00.^^^


^^^Senin 10 Maret 20xx^^^


Ketua 1 : Kandidat dari semua anggota grup ternama sudah mulai penobatan di istana mereka masing-masing, kecuali ANDRILOS dan grup FLOWER belum ada kepastian siapa pemimpin mereka.


Ketua 2 : Kita tunggu saja, karena masih ada waktu sebulan lagi untuk penobatan anggota. Jika soal individu kelompok itu masing-masing, tapi jika untuk publik kita akan menunggu sampai saat ya tiba.


Ketua 3 : Kita harus buat program dan peraturan baru.


Semua sedang sibuk mempersiapkan rencana dan peraturan pemerintah untuk di patuhi setiap ketua grup masing-masing, hingga sibuk membuat program. Semua super sibuk memperdebatkan masalah penobatan para pemimpin penerus generasi, dari grup mereka masing-masing.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Minggu 7 Agustus 2022.


__ADS_2