
Flashback
Ke- 40 tahun yang lalu, dimana saat Arafif berusia 13 tahun.
^^^# ITALIA^^^
ANDRIANO : Black, ingat kamu harus menyelinap masuk kedalam markas utama untuk mencari dimana kamar putra mahkota itu berada, ingatlah jika ini bersifat sangat rahasia, kamu jangan pernah menujukan dirimu atau menampakan wajahmu, pokoknya kamu jangan sampai ketahuan oleh putra mahkota. Kamu mengerti kan, black.
Dulu nama Arafif adalah black sebagai nama samarannya atau nama password dalam ke pengawalan, tapi setelah menikah dia akhirnya mengunakan nama asli ya Arafif.
ARAFIF : Baik tuan, apakah saya harus membawa putra mahkota juga untuk keluar dari tempat itu.
ANDRIANO : Tidak perlu, cukup kamu awasi saja. Karena itu akan membawa musuh-musuh lainnya datang, cukup kamu awasi dia dari jauh. Jika ada sesuatu yang mencurigakan segera laporkan, kamu mengerti.
ARAFIF : Tapi, Tuan. Sampai berapa lama saya awasi putra mahkota.
ANDRIANO : Sampai waktu yang di tentukan, penobatan putra mahkota sebentar lagi, pastikan dia tetap aman.
ARAFIF : Baiklah, saya akan melaksanakan perintah sesuai keinginan anda.
Banyaknya masalah yang datang, membuat penundaan naiknya tahta, hingga Brandon tidak menjadi seorang pemimpin karena selalu di kejar banyak musuh dan selalu bersembunyi di tempat-tempat di perintah ayahnya Andriano.
Singkat cerita beberapa tahun kemudian, tanpa terasa Brandon dan Arafif tumbuh menjadi remaja, tanpa mereka sadari. Arafif yang masih saja jadi pengawas rahasia bagi Brandon atau putra mahkota, hingga suatu saat Arafif di panggil kembali ke markas untuk mengetahui tindakan selanjutnya.
ARAFIF : Tuan, saya datang!
__ADS_1
Berjongkok dengan satu kaki yang di tempelkan di tanah, kepala menunduk hormat.
ANDRIANO : Black, bagaimana perkembangan selanjutnya? apakah ada kemajuan, atau hal-hal yang mecurigaan selama ini.
ARAFIF : Semua masih aman tuan, hanya saja dari segi pengamatan dan pengawasanku selama ini, seperti Tuan muda sangat sedih jika harus terkurung di dalam kamar sepanjang hari. Jika boleh memberi masukan, bisakah anda pulang sebentar untuk menemui putra anda dan mengajaknya bermain atau mengajak keluar istana emperor, selayaknya seorang ayah dan anak, untuk menghabiskan waktu bersama.
ANDRIANO : Begitukah? Terimakasih atas saran masukannya. Baiklah, kau pergilah. Tunggu perintah lainnya dari ku, sekarang kamu bisa istirahat saja di sini. Tidak usah mengawasinya lagi untuk minggu ini dan minggu depan, saya akan kabari lewat telfon, jika ada hal lainnya yang ku butuhkan darimu.
ARAFIF : Baik Tuan. Apakah saya di pecat tuan, saya minta maaf jika ucapan saya kurang sopan tuan. Soal ucapan saya barusan, saya mohon maaf.
ANDRIANO : Tidak! ucapan mu itu ada benarnya, saya kurang memperhatikan soal hal sekecil itu, kadang kala aku mengabaikannya. Karena ku pikir, hanya uang dan harta saja bisa membuat dia bahagia, ternyata dugaan ku salah. Makanya, saya akan mempertimbangkan kembali apa yang kamu ucapkan tadi.
Andriano mengikuti saran dari Arafif, menemui putranya Brandon dan mengajaknya jalan-jalan dan liburan selayaknya keluarga, Arafif sangat senang melihat hal itu, walau sejak kecil Arafif tidak kenal siapa orang tuanya. Tapi, saat Tuan dan keluarga bahagia seperti dia juga merasakan kebahagiaan yang sama.
Sebulan lamanya, waktunya sekolah kembali di adakan. Mulai sekarang Brandon tidak lagi sekolah home schooling, atau sekolah khusus lainya. Sekarang Brandon di sekolahan Ummu tapi tetap sekolah elit kelas bangsawan, dan kelas kakap.
Lambat laun sebuah kejadian dimana mereka akhirnya menjadi sahabat, Brandon yang baru pertama kali memiliki teman sebaya sangat senang dengan adanya Arafif. Itulah awal mula mereka bisa dekat dan menjadi sahabat sampai detik ini, hingga akhir meraka tak terpisahkan.
...***...
"Ceritanya cukup panjang Andre, saya sebenarnya adalah pengawal dan pengawas rahasia terhadap Brandon, Dady mu itu. Kejadian dimana kenapa stempel itu ada di tangan papah karena perang saudara yang terjadi waktu itu, waktu dimana dadymu akan naik tahta saat kamu masih dalam kandungan ibumu, jadi maafkan papah yah Andre, karena telah menyembunyikan hal ini dari mu" ucap Arafif yang merasa bersalah.
Kedatangan seorang pelayan pria mengantarkan makanan seperti cemilan ringan dan air minum teh, setelah menuangkan airnya ke dalam cangkir, langsung meninggalkan dua pria itu di sana.
"Apakah paman zenus yang terlibat masalah ini pah, lalu apakah yang harus menjadi penerus ANDRILOS harus keturunan murni pah?" Andre yang penuh dengan pertanyaan dalam benaknya yang ingin di sampaikan kepada papahnya.
__ADS_1
"Iya, sejak dulu keturunan dari Claude. Sangat menginginkan naik tahta agar mereka di akui juga sebagai keturunan bangsawan, karena mereka terlahir dari keturunan bukan bangsawan karena Claude itu adalah keturunan yang tidak SAH. Makanya mereka berusaha sangat keras ingin menjadi seorang pemimpin, begitulah singkatnya" penjelasan Arafif kepada Andre yang masih haus dengan penjelasan Arafif.
"Begitunya pah" ucap Andre yang masih saja ingin tahu bagaimana caranya dirinya berada di tangan papahnya.
"Begitulah Andre kadang aku tidak mengerti tentang kenapa mereka sangat menginginkan agar naik tahta, padahal keturunan murni saja tidak berharap mereka naik tahtah" ucap Arafif.
"Kenapa memangnya pah?"
"Kamu sendiri kenapa, kan kamu juga punya alasannya pasti kenapa tidak mau naik tahta!"
"Itu karena Andre tidak mau waktu dengan Keluarga tersayang ku terbagi, karena yang lebih utama adalah keluarga. Karena Andre berfikir bagaimana bisa jadi pemimpin jika keluarga sendiri saja terabaikan, dan tidak di anggap lalu gimana Andre akan menjadi pemimpin yang baik"
"Sama dengan pemikiran kamu itu, semua keturunan murni juga berjuang untuk hal yang kamu katakan itu, hingga kakek mu dulu hampir bercerai dengan nenek mu karena masalah yang kamu katakan itu"
"Lalu bagaimana caranya aku bisa bersama papah dan bagaimana, setelah kejadian perang saudara itu kenapa stempel ini ada pada papah? sedangkan Dady tidak tahu apapun?"
"Andre papah pernah ceritakan soal dirimu, jika soal stempel, waktu itu sebulan sebelum kamu lahir. Papah di panggil oleh seseorang, papah tidak tahu siapa dia. Lalu dia memberi papah sebuah kotak hitam yang kamu lihat tadi, lalu dia titip pesan jangan biarkan kamu di temukan oleh siapapun bahkan keluarga bangsawan lainya, karena kamu akan di incar banyak orang lagi, dia tidak mau keturunan murni yang terakhir juga akan mati sebelum lahir dan naik tahta, jangan kejadian Brandon terulang kembali. Itu pesan yang di katakan oleh pria asing itu, papah tidak tahu siapa dia yang pasti, sepertinya dia sangat dekat dengan keluarga ANDRILOS" penjelasan Arafif yang panjang kali lebar.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Rabu 13 JULI 2022