
Elisa yang masih terisak tangisannya, karena tak tahu harus bagaimana lagi untuk sekarang. Tak ada kata-kata yang harus di ucapkan lagi, Andre juga sudah tak ingin membahas lebih panjang lagi karena sudah tidak tahan melihat wajah Elisa. Karena hati pasti akan goyah tak tega saat melihat wajah istrinya, terlihat sangat memelas sesegukan seperti itu.
ANDRE : Molly, apakah sarapan sudah siap?
MOLLY : Sudah siap Tuan.
ANDRE : Antar nyonya Elisa ke sana, suruh dia makan
MOLLY : Baik Tuan. Mari nyonya kita ke ruang makan
Molly yang menuntun Elisa untuk ke ruang makan agar Elisa segera sarapan, Elisa yang berjalan sambil terisak-isak membuat molly tidak tega. Sesampainya di ruang makan pelayan langsung memberikan segelas air minum, ada yang mengambilkan tisu, dan menenangkan Elisa.
Di sisi lainnya setelah Elisa di bawa Molly, Andre langsung balik badan dan melihat di ujung terlihat Gulftaf tak berani untuk mendekat, setelah Andre melihat Gulftaf. Baru ia mulai mendekati Andre, membungkuk badannya, sedangkan Fey kembali ke tempatnya semula.
"Tuan Andre, saya tidak sengaja mendeng—" belum sempat melanjutkannya, sudah di hentikan oleh Andre yang memohon maaf karena tamunya harus melihat pemandangan yang terjadi.
"Maaf ya Gulftaf, kamu harus melihat pertengkaran kami" ucap Andre yang merasa bersalah kerena membuat Gulftaf tak nyaman.
"Saya yang minta maaf Tuan, karena telah datang di waktu yang salah, hmm-" tak tahu harus bicara apa lagi, Andre berjalan menuju buku yang di lempar Elisa tadi.
"Duduklah, Fey buatkan teh jahe untuk pak Gulftaf" ucap Andre yang menyuruh pelayannya yang berdiri tidak jauh dari sana.
"Baik Tuan" seraya membungkuk untuk melakukan tugasnya.
"Ouh tidak usah Tuan, tidak usah repot-repot" ucap Gulftaf yang tidak enak hati.
"Buatkan saja, dia habis ke hujanan, kamu bisa terkana flu. Lagi pula kamu adalah tamu ku di sini, sebagai tuan rumah seharusnya saya menjamu tamu" ucap Andre yang tidak bisa di bantah lagi oleh Gulftaf.
Mereka terhening sejenak karena Gulftaf tak berani untuk membuka pembicaraan, apa lagi setelah mendengar pertengkaran dan melihatnya langsung.
"Ada apa Gulftaf, kamu datang ke mari apakah ada tugas yang sangat penting sehingga kamu sampai menerobos hujan badai seperti ini" tanya Andre yang langsung menatap lawan bicaranya yang gelagapan, binggung mau mulai dari mana untuk mengatakannya.
"Tuan, ini masalah yang agak hmmm- ini tentang status nyonya yang di pertanyakan di grup kelompok. Mereka menilai jika nyonya hmm-" Gulftaf ragu-ragu untuk mengatakannya.
"Tidak apa-apa, kamu bisa katakan saja tak usah khawatir, aku akan mendengarkan yah. Apapun itu, tidak usah kamu ragu begitu" ucap Andre yang sudah siap dengan apa yang akan di katakan oleh Gulftaf.
"Maaf Tuan, nyonya di anggap tidak layak untuk menjadi pendamping pemimpin Andrilos, karena karakter yang kasar dan tidak berpengetahuan luas, dan beliau di anggap tidak konsisten hingga gampang terhasut oleh orang lainnya. Jadi, nyonya di blacklist dari daftar pendamping kepemimpinan" ucap Gulftaf yang membuat Andre terdiam sejenak.
Yah! Andre sudah bisa menduga yah, akan seperti ini jadinya kejadian kemarin sudah menembus ke badan intelijen asosiasi grup kelompok masyarakat dan pemerintah Andrilos.
Andre menarik nafasnya, lalu bangkit dari sofa menatap badai yang belum juga usai masih hujan deras tapi petir juga hanya kilatan saja di sana.
"Itu lebih baik, maka aku punya alasan untuk mengundurkan diri dari jabatan" ucap Andre yang membuat Gulftaf kaget dan menatap punggung tegap Andre, tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Andre.
"Mungkin itu jawabanku. Jika harus memperebutkan hal yang tidak bisa diraih, maka akan lebih mudah, jika aku mundur dari jabatan itu, dan akan lebih ringan menghindari resiko yang lebih besar lainnya. Tapi, jika masalahnya tidak sebesar ini mungkin itu cara yang baik. Untuk sementara waktu, bersembunyi dari mereka. Cara ini memang efektif dan bagus, jika seandainya Elisa tidak melibatkan diri untuk ikut terjun ke dunia gelap itu, dan ikut campur dalam urusan itu akan lebih gampang" ucap Andre yang dengan nada putus asa dan sangat frustasi.
"Tuan, pasti ada jalan keluar yah. Tidak mungkin ada soal tidak ada jawabnya, tidak mungkin ada jalan masuk tidak ada jalan keluar. Walau jalan buntu sekalipun pasti ada solusinya, tuan anda harus tetap bertahan" ucap Gulftaf yang menenangkan Andre.
Disisi lainnya Elisa yang makan masih sambil nangis-nangis itu membuat para pelayan binggung, mencoba untuk membujuk nyonyanya untuk berhenti menangis, hingga membuat ia tersedak makanan karena makan sambil nangis.
"Nyonya sudah dong! Tuan, pasti tidak sungguh-sungguh marah dengan anda," ucap salah satu pelayannya.
"Sudahlah nyonya, sudah berhenti nangisnya." seraya mengelap keringat dan air mata nyonyanya.
"Nyonya, mau ku buatkan kepiting saus tiram tidak? nyonya suka kan," usulan dari salah satu pelayannya.
Semuanya berusaha bergantian membujuk dan menenangkan pikiran Elisa agar lebih tenang, tapi Elisa terlalu sedih karena baru pertama kalinya suaminya semarah itu dan Elisa baru tahu jika suaminya saat marah sangat menakutkan.
Setelah hujan redah Elisa juga sudah lelah menangis, dan sedang di tenangkan oleh para pelayannya, di kamar tidur. Ada yang memijat kakinya, ada yang memijat tangannya, sedangkan Elisa berbaring di kasur sambil sesekali terisak.
Andre yang sudah pergi menuju tempat dimana kepolisian internasional untuk memastikan bahwa semuanya sudah di tangani dengan cara yang benar, tapi Andre tidak menujukan dirinya hanya menyuruh seseorang saja.
"Tuan, kata orang suruhan yang tuan suruh untuk mengatasi hal ini bilang jika semua sudah ditangani dengan prosesnya, lalu selanjutnya kita kemana Tuan?" ucap Gulftaf.
__ADS_1
"Naiklah, Gulftaf besok kamu pergilah ke bagian manajemen aset asosiasi bertemu dengan paman ALPHAEUS, dia akan langsung tahu apa yang harus dia lakukan. Berikan ini padanya, biarkan dia membaca langsung, ingat jangan sampai ini sampai ke tangan lainnya, paman Alphaeus bekerja di bagian operasional perusahaan di aset asosiasi, ia memiliki bekas luka di bagian mata sebelah kiri, ia juga mempunyai luka bakar di pergelangan tangan kanannya itu ciri-cirinya. Aku tak punya fotonya, nanti aku akan menelfon paman Alphaeus untuk menemuimu" ucap Andre.
"Baik Tuan, saya akan lakukan sesuai dengan perintah anda" ucap Gulftaf.
Setelah itu Andre mengantar Gulftaf ke rumahnya karena kegiatan hari ini sudah tidak ada lagi Andre juga pergi ke markasnya, dimana di sana Aoda sudah bisa berjalan.
"Tuan Andre, anda datang?" ucap Aoda yang menyambut kedatangan Andre.
"Bagaimana kondisi mu, aku datang karena ingin menjenguk mu, Aoda. Yah sekalian bertemu dengan Zever dan Xeverio, aah! Hampir lupa, ini dari Elisa. Waktu itu katanya Elisa datang untuk menengokmu, kamu sedang tidak ada di sini jadi dia bawa pulang lagi, karena Elisa pasti ingin memberikan secara langsung padamu" ucap Andre yang memberikan suatu hadiah yang dipersiapkan oleh Elisa sebelum ujian seleksi, waktu itu.
"Aku baik tuan, tidak usah khawatir seminggu lagi saya akan pulih" ucap Aoda yang penuh semangat.
Andre tersenyum lebar mendengar hal itu, lalu Andre memeriksa kondisi Aoda.
"Tidak usah buru-buru, istirahatlah yang cukup" ucap Andre yang sangatlah peduli akan kesehatan rekannya itu.
"Aku sudah lama istirahat Tuan, hampir bosan malah" ucap Aoda.
"Sudahlah, kamu bisa kembali untuk istirahat. Ouhnya dimana Zever dan Xeverio?" tanya Andre ia ingin menemui dua bersaudara itu.
"Mereka dilapangan sedang melatih anak-anak" jawab Aoda sambil berjalan beriringan dengan Andre.
"Baiklah aku kesana dulu, jaga kesehatan mu Aoda. Ingat jangan lakukan hal berat dulu, apakah lainnya juga sudah membaik?" tanya Andre yang juga khawatir akan pasukan lainnya.
"Sudah Tuan, mungkin dalam masa-masa menyehatkan kembali saja. Tuan, apakah anda tidak datang dengan nyonya? Apakah nyonya baik-baik saja" ucap Aoda yang tidak melihat nyonyanya.
"Hmph! Dia baik kok, dia juga sangat mengkhawatirkannya dirimu" ucap Andre yang menepuk pundak Aoda, tapi dengan nada sangat berat. Aoda langsung faham pasti ada sesuatu yang terjadi, tapi Aoda tak menanyakan lebih jauh.
"Tuan, apakah anda baik-baik saja? Anda terlihat sangat pucat" ucap Aoda yang melihat Andre saat ini dengan wajah kurang bersemangat.
"Terimakasih Aoda sudah mengkhawatirkan diriku, aku baik. Aku pergi dulu, tidak usah antar" ucap Andre yang langsung meninggalkan Aoda.
"Iya hati-hati Tuan!" sambil membungkuk badannya melihat Andre yang menjauh meninggalkan tempat.
"Aku yakin sekali pasti ada sesuatu yang terjadi, Glenn pasti tahu semuanya. Akan aku hubungi dia, nyonya aku akan kembali" Dumal Aoda yang sangat penasaran dengan keadaan diluar.
ZEVER : Hei kau gantikan aku melatih anak-anak.
REKANNYA : Baik pak!
Zever langsung mendatangi Andre yang sedang berdiri disana, Zever yang langsung melihat wajah yang agak aneh itu membuat dia bisa menebak apa yang dirasakan oleh Andre saat ini.
ZEVER : Yo, Andre ada apa kau datang. Apakah ada masalah lagi, hmm- hidupmu ini tidak tenang sekali, sekarang apa lagi masalahnya?
ANDRE : Bisa kita bicara di tempat lainnya?
Muka datar dan wajah yang tampak seperti gambar rasa takut dan khawatir, hingga wajah yang agak aneh itu muncul di sana.
ZEVER : Baiklah, mari ke ruangan. Sepertinya ini bener-benar serius yah? Apa lagi yang kamu khawatir, aku dengar penobatan mu akan segera di laksanakan.
Seraya berjalan ke ruangan hanya Zever saja yang bicara, Andre tak menyahutinya sama sekali, karena sibuk dengan pikirannya yang sudah tidak karuan.
ZEVER : Apakah kamu baik-baik saja Andre, kenapa kamu diam saja dari tadi. Apakah kamu sakit?
BLUGG !
Andre terjatuh, ia pingsan karena kelelahan. Semenjak kejadian diaula ia belum istirahat, makan ataupun minum, mungkin jika seperti itu dia bisa tahan tapi jika pikiran juga di serang dan bebannya semakin tinggi hingga tekanan batinnya melebihi kapasitas, Andre menjadi orang yang linglung.
ZEVER : ANDREEEE!
Suara decitan di telinga Andre, berdering nyaring perlahan matanya mulai muram dan semua hitam. Andre langsung dibawa ke ruang rawat, ditangani oleh Keyshu. Berada di ruang rawat setelah Andre dicek kondisinya ia memarahi putranya.
KEYSHU : Sebenarnya apa yang terjadi zever?
__ADS_1
ZEVER : Aku tidak tahu ayah, kenapa ayah malah tanya padaku? Andre tadi baik-baik saja saat datang lalu katanya dia mau bicara, terus saat berjalan menuju ruangan tiba-tiba saja dia pingsan.
KEYSHU : Apakah kamu sudah coba hubungi pihak keluarganya. Coba kamu hubungi istrinya?
ZEVER : Kata pelayan nyonyanya tidak bisa di ganggu, dia sedang terkena serangan mental. Kata mereka, tuan dan nyonya sedang bertengkar, mereka tidak ada yang tahu apa masalah diantara keduanya, Andre tidak pernah seperti ini.
KEYSHU : Mungkin saja ini ada kaitannya dengan istrinya, dia demam tinggi saat ini. Anak ini jarang sakit, tapi sekalinya jatuh sakit bikin khawatir dan panik orang karena seperti mayat begini, tak ada respon apapun.
ZEVER : Lalu sekarang bagaimana? Apakah ayah akan diamkan saja dia seperti ini?
KEYSHU : Tunggu sampai dia siuman, pergilah. Buatkan obat, ayah akan menunggu Andre disini?
ZEVER : Ayah! Kan ayah Dokternya, kenapa aku yang harus meresap obat?
KEYSHU : Suruh ibumu buatkan, anak ini hanya cocok obat buatan ibumu saja.
ZEVER : Hmph! Dasar ayah, baiklah aku pergi sekarang.
Keyshu menunggu Andre sadar, tapi Andre tak ada respon apapun. Tubuhnya benar-benar sangat lemah, Keyshu sampai kebingungan dengan keadaan itu.
Disisi lainnya, Elisa yang lelah karena habis menangis seharian ia akhirnya tidur dalam hati yang tidak baik, dia tidak tahu jika suaminya sedang sakit di markas. Karena para pelayan tak ada yang berani memberitahu soal itu, melihat kondisi yang sangat tidak kacau.
"Bagaimana ini? nyonya sekarang gimana, nyonya belum bangun apakah beliau akan makan?" tanya pelayan yang sudah kalang kabut.
Para pelayan kelimpungan gak tahu harus bagaimana lagi, semua jadi kacau karena masalah tersebut. Pada panik, dan berusaha semaksimal mungkin untuk tenang.
Di Indonesia kediaman Yusman. Hati seorang ibu terasa berdenyut, ia tiba-tiba khawatir dan kepikiran akan kondisi putrinya. Karena Bu Siti sudah lama tidak menghubungi putrinya yang ada di luar negeri, karena tidak tahu kontak Nomernya.
PRANG !
Suara pecahan piring, karena terlepas dari genggaman Siti, buru-buru saja Yusman berlari menuju dapur, melihat kondisi istri yang melamun dan linglung. Karena merasa tidak nyaman dengan hatinya, kepikiran putrinya hingga saat mencuci piring pun sampai tidak fokus.
"MasyaAllah, Bu. Ibu baik-baik saja? Biar ayah saja sini, ibu duduk aja yah" ucap pak Yusman yang menuntun istrinya untuk duduk di kursi.
"Ayah, ibu khawatir sama teteh yah. Apakah teteh baik-baik saja di sana, ibu kok merasa teteh dalam masalah" batin seorang ibu terasa kuat saat ini.
"Nanti kita tunggu Azril pulang ya bu, suruh Azril telfon tetehnya" ucap Yusman yang menenangkan sang istri.
"Iya ayah, ibu kangen sama teteh" ucap siti yang mata sudah berkaca-kaca.
Tidak lama suara sepeda motor terdengar di pekarangan rumah, itu adalah Azril yang sudah sampai di halaman depan rumah.
"Assalamualaikum, Ibu-Ayah" ucap Azril sedang melepas sepatunya di luar rumah.
"Walaikumsalam, masuk ndoh!" ucap sang ayah. Berjalan masuk kedalam mendengar suara orang tua ada di belakang, bergegas menuju dapur.
"Kamu sudah pulang" ucap sang ayah ramah, Azril mencium punggung tangan sang ayah.
"Iya yah, loh ibu kenapa yah? Kok melamun gitu?" ucap Azril yang kebinggungan.
"Bawa Ibumu keruang tengah sana, ayah beresin ini dulu, nanti pecahannya kena kaki bahaya" ucap Yusman menyuruh putranya untuk membawa ibunya beranjak dari ruang dapur.
"Ayuk bu, kita ke ruang tengah" ucap Azril yang menuntun ibunya.
"Dek, telfonin teteh tanyain kabarnya gimana?" ucap Siti sambil jalan terkati-kati.
"Iya Bu, kita duduk dulu yah. Ibu lagi kangen ya sama teteh, sampai memecahkan piring" ucap Azril, setelah mendudukkan ibunya di sofa, ia mengeluarkan HP miliknya untuk menghubungi tetehnya yang jauh di sana.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Kamis 03 November 2022.