PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
113. Berpisah Suku Gulung.


__ADS_3

Andre langsung menjelaskan tujuan dia datang ke pulau tersebut, jika dirinya telah kehilangan seorang istri yang sangat amat dia cintai dan belum juga menemukannya saat ini, lalu ibu angkatnya bertanya siapa wanita yang sudah menjadi istri putra angkatnya tersebut. Andre langsung menunjukkan selembaran foto yang di sana terlihat gambar Elisa dengan senyuman yang sangat manis, ibu angkatnya mengingat sesuatu jika salah satu keluarga anak kepala suku telah membawa orang asing. Dia langsung diizinkan untuk tinggal dengan keluarga anak kepala suku, Andre sangat senang. Setidaknya ada harapan jika gadis asing itu adalah Elisa yang mereka selamatkan, apa lagi katanya dia di temukan sedang mengapung di lautan.


Andre yang di antar langsung oleh sang ibu angkat istri kepala suku, sepanjang perjalanan mereka bercengkrama dengan baik, menanyakan kabar satu sama lainnya. Hingga sudah suatu pemandangan yang memperlihatkan Elisa sedang bersama warga dari suku tersebut, dia sedang melakukan suatu ritual dari suku tersebut.


"Kalian ini ngomong apa sih, aku disuruh ngapain lagi. Nggak cukup kalian menyiksaku seperti ini, aku juga harus berlaku seperti kalian, kalian juga membuat aku seperti ini. Pakaian apa lagi sekarang kalian membuat aku tidak berpakaian seperti ini, aku sudah sangat malu tahu, jadi dimana pakaian lamaku, woy! setidaknya kalau pergi ke penjahit suruh bikin baju jangan setengah-setengah gini dong!" ucap seorang wanita yang di tarik seorang wanita paruh baya.


"Elisa, rupanya kamu di sini sayang! Akhirnya aku menemukanmu." gumamnya pelan saat melihat Elisa, ibu angkatnya langsung mengerti apa yang membuat Andre mengalihkan perhatian darinya.


"Kuku baba, suli silu duli?" ( Anakku, siapa dia!?).


"Mama, duli wuluisilu" (Ibu, dia adalah istriku).


"Mama salunglut biluwulu" (Mama sangat sanang bila kamu sudah menikah).


"Murila baba kulinalu, dulu puslu salung" (Mari anakmu kenalkan, dia pasti senang).


Betapa terkejutnya Andre saat melihat Elisa menggunakan pakaian suku adat mereka, dan sedang menyembah sebuah batu besar, kalau dia tidak melakukan hal itu keluarga angkat Elisa itu akan marah, Andre cukup kesal dengan hal itu. lalu ibu angkatnya memarahi kedua anaknya, itu dengan bahasa mereka.


Elisa yang belum menyadari kedatangan Andre karena terlalu mendalami perannya sebagai anak angkat dari suku hulu, Andre melihat Elisa yang berpakaian hanya menutupi bagian-bagian terpenting saja itu membuat Andre blush. Telinga langsung memerah karena malu dan, Seperti junior milik Andre juga agak tegang.


Aaaah sial, kenapa disaat seperti ini aku malah pengen banget bercinta. Hmmm- aku tak tahan melihat dia berpakaian cosplay begitu, ayolah cepat turunlah. Elisa bisa melihat ini dan bisa gawat nanti. dalam hati Andre yang mendominasi dirinya sambil menahan diri.


Elisa yang tidak mengerti bahasa mereka hanya mengikuti alunan musik dari anak-anak yang menabuh gendang dan alat musik lainnya, dengan tubuh yang di goyangkan ke kanan dan ke kiri.


"Aku ingin pulang, oooh- aku ingin bertemu lagi dengan keluarga ku yang sebenarnya lalalala, aku juga sangat merindukan suamiku howowowo, aku tidak tahu apakah dia sembuh atau belum.... oooh-ouwooo... Aku tidak mau di sini....aaallalalalalal.... Aku takut tempat ini lalala... Karena orang-orang disini sangat kejam huaowowow.... mereka kanibal, lalalaka ... aku nggak mau jadi sarapan mereka aaaaa.... Jadi dewa batok kelapa tolong kirimkan es Dugan mu agar aku bisa pulang dan beristirahat dengan baik di rumah sendiri lalaalalala.... Aku... Aku juga tidak mengerti bahasa mereka Jadi tolong pulangkan aku."


Nyanyian Elisa yang hanya mengikuti suara gendang di padukan suara yang merdu, karena suku hulu juga tidak faham dengan apa yang di katakan oleh Elisa mereka hanya menghayati menikmati saja suara merdu Elisa itu tanpa tahu Elisa sedang berdoa atau yang lainnya.


Andre yang mendengar itu hanya tersenyum-senyum karena mendengar doa dari Elisa membuat Andre tersenyum geli. Sedangkan Elisa yang masih terlihat menghayati irama doanya sambil bergoyang-goyang mengikuti alunan irama, gendang yang di tabuh oleh adik angkatnya di keluarga tersebut.


Karena tidak melihat orang tuanya tak kunjung datang sang anak menoleh ke belakangnya, dan melihat ada seseorang yang sudah berdiri disana, yaitu orang tuanya dan nenek mudanya. Karena ayah dari boca itu adalah anak dari istri ke 3 kepala suku gulung, sedangkan ibu angkat Andre adalah istri ke 20 paling terakhir. Karena melihat hal itu anak kecil itu kebinggungan kenapa nenek dan orang tua hanya berdiri disan tidak ikut berdoa dengannya, ia langsung hentikan tabuhan gendangnya, Elisa pun langsung terdiam karena suara gendangnya berhenti.


"Kenapa kamu menghentikan suara gendangnya suaraku kan jadi lantang tidak enak nih, apa yang kumu lihat si nak, sampai pucat begitu. Kenapa kau tunjuk-tunjuk ke belakang ada apa? cepat mainkan lagi gendangnya" ucap Elisa yang menyuruh anak itu memainkan gendangnya lagi.


Tapi anak itu malah memberikannya gendangnya pada Elisa, jadi Elisa hanya menerima dan memainkan sendiri alat musik tersebut. Sedangkan anak kecil itu malah lari kearah orang tuanya dan istri kepala suku, memberikan salam kehormatan.


"Hulu hulu bulu obu opu bulu gulu" (salam nenek musa, ibu dan ayah gulung).


Anak itu memberikan salamnya pada ibu tiri dari orang tuanya, sedangkan Elisa mengambil gendang dan menabuh gendang sendiri. Lalu ia mulai bernyanyi kembali, dengan tabuhan yang tidak seimbang dengan suaranya.


"Ouhhh... kelapa aku ingin kau dengarkan nyanyian ku... Akuuu...ingin pulaanggg... aku.... Akuuuu sangat ingin bertemu dengannya, pria tampan ku... lalala... suamiku aku yang sangat aku rindukan... Ouhh merindukan kamu, andai saya kamu bisa ada disini dan menemukan ku langsung membawaku.... huaaawowow... Aku ingin kau segera datang menjemput ku suamiku huaaahauaa...."

__ADS_1


Tabuhan gendang itu membantumu memfaleskan suara Elisa yang bernyanyi kembali dengan tak seirama dengan ketukan gendangnya, itu membuat Andre tertawa.


"Sayang ini aku?" ujar Andre yang memanggil Elisa, dari belakang.


"Wahai kelapa batok... Sekarang aku bisa mendengar suara suamiku, huowowowi tapi aku ingin dia nyata bagiku... ouhhh batok kelapa aku benar-benar sudah gila karena terlalu lama tinggal di tempat mengerikan ini hingga aaaaaakkkkuuuu.... Aku tidak waras mendengar suara suamiku yang datang menjemputku" Elisa masih mengaitkan itu dengan nyanyian falesnya itu.


"Aku memang datang untuk menjemputmu" ujar Andre kembali, tapi lagi-lagi Elisa menyala fahaminya.


"Wahai dewa kelapa apalah kau ini, huaaahauaa lalalala... aku tidak mengerti kau hanya kepala batok ingat ya, aku menyembahmu itu bukan karena aku terlalu respect sama kamu. Tapi karena aku takut sama suku item ini yang menyembah kelapa jatuh dari pohon, aku jadi ikutan tidak waras. Mereka sudah gila aku hanya minta satu hal sama kamu, jangan membuat suara seperti itu lagi, itu menambah aku ingin segera menemui Andre yang membuat aku teringat pada suamiku."


Andre malah tertawa kecil melihat aksi kocak istrinya itu, dia sangat lucu saat memakai batok kelapa yang ada di depannya itu.


"Coba kau tengok ke belakang dan lihat siapa yang ada di belakangmu" ucap Andre, menyuruh Elisa untuk membalikan tubuhnya.


"Oh kamu sedang memerintahkan diriku, untuk apa aku harus melihat ke belakang. Baiklah aku melihat ke belakang, awas saja jika kamu berbohong saat aku sudah menuruti permintaanmu tapi kamu tidak mengabulkan nyanyianku tadi, ada siapa di bela...kang ku?! suamiku" ujar Elisa yang langsung menoleh kebelakang.


Saking senangnya Elisa langsung bangkit, lari dan loncat ke pelukan suaminya itu, karena Andre belum cukup sehat. Tubuhnya juga masih sangat lemah, ia tidak bisa menopang tubuh Elisa yang datang secara tiba-tiba itu membuat mereka pun terjatuh bersama.


"Aduh— Sayang ini sakit tahu, tiga tulang rusukku patah bahu sebelah kananku bergeser kakiku retak" ucap Andre yang meringis kesakitan.


"Heh? apakah aku seberat itu suamiku. Kamu lebay banget deh! apakah kamu gak senang bertemu denganku, padahal aku sangat bahagia tahu. Cih! kamu ini kenapa kamu tidak menangkap dengan benar, sampai-sampai begitu lebatnya kau bisa mematahkan tulang-tulang mu" ucap Elisa yang ngembek.


"Bukan begitu, sebelum aku kesini aku terluka cukup parah tahu. Tulang iga ku patah, tulang punggung bergeser, tulang kakiku retak jadi aku belum bisa menggendong mu secara sempurna. Jadi turunkan tubuhmu dari tubuhku, ini benar-benar sangat menyakitkan tolong maafkan aku sayang!" ucap Andre yang membuat Elisa merasa bersalah.


"Aku sangat merindukan dirimu, jadi aku menggunakan kekuatan energi diri dari dorongan kangennya" ucap Andre yang bisa-bisa masih merayu Elisa. Blussh deh!


"Hmm-dasar kamu ini bisa aja ngerayunya, yaudah cepat bangun" ucap Elisa yang membantu suaminya bangun.


"Kuku baba, wuluisilu saling malulius" (Anakku, istrimu sangat manis)


"Mama, gulululu Elisa" (Mama, kenalkan ini Elisa)


Elisa yang mendengar suaminya dalam bahasa itu langsung syok, ternyata Andre juga menguasai bahasa aneh tersebut.


"Mas Andre kamu juga bisa dan mengerti bahasa mereka? kok aku gak pernah tahu ya" ucap Elisa yang melongo dibuatnya.


"Kan baru sekarang kamu dengernya, kalau gak ada kejadian kayak gini mana mungkin bisa kamu dengerin aku bicara bahasa ini" ucap Andre yang membanggakan diri.


"Iya juga si, mas kok bisa bahasa mereka kapan belajarnya?" Elisa sangat penasaran.


"Nanti saja kita bicarakan, sekarang kita harus keluar dari pulau ini dulu dengan selamat tanpa pertentangan atau pertempuran, pasukan papah dan Dady sudah siap di depan. Jika dalam 1 jam aku gak keluar dari sini" ucap Andre yang langsung memakaikan Elisa kardigan panjangnya pada Elisa, untuk menutupi seluruh tubuh Elisa yang terekspos itu. Karena Andre tidak mau para pasukan ada yang tahu jati diri Andre akan tuh jika tubuh istrinya terekspos.

__ADS_1


"Ooke! kita cepat keluar dari sini, mas aku gak suka cara pakainya. Ini seperti baju dinas ku yang akan melayani suami di kasur ha-ha-ha, tapi kapan itu yah" ujar Elisa yang bercanda pada suaminya.


"Jangan bicara aneh-aneh deh! Yuk, kita keluar dulu dari pulau ini" ucap Andre yang langsung membicarakan dengan ibu angkatnya, lalu mengantarkan mereka lagi kepada kepala suku untuk diizinkan pulang.


Elisa dan Andre lalu di antar oleh ibu berserta kepala suku dan warga dari pulau itu mengantarkan mereka sampai bibir pantai, betapa terkejutnya semua pasukan Andre dan kedua ayahnya. Jika Elisa dan Andre kembali dengan selamat dan disampingnya ada seseorang wanita yang selalu memegang lengannya, seakan tidak mau berpisah kembali dengan Andre.


"Lihat mereka sudah datang lagi," ucap salah satu penjaga yang melihat sekumpulan orang dari arah berlawanan datang.


"Itu nyonya Elisa," ucap Aoda yang melihat Elisa di barisan paling depan.


"Benar itu nyonya Elisa, masih hidup" ujar salah satu penjaga lainnya yang ikut senang jika nyonya masih hidup.


"Syukurlah Elisa masih hidup" kelegaan Arafif saat melihat Elisa tidak kurang sedikitpun dari tubuhnya.


"Ternyata mereka banyak juga, Tuan Andre juga bersama dengan mereka. Bahkan dia sampai di iring begini, sebenarnya tuan Andre ini siapa? Hebat sekali bisa menaklukkan gunung gulung ini, Kudengar suku ini sangat ganas" ucap salah satu prajurit Brandon.


"Lalu bagaimana Andre bisa mengenal suku ini, dan bagaimana dia tahu jika Elisa ada di pulau ini bersama dengan suku ini" Brandon juga keheranan dengan cara Andre yang bisa bersosialisasi dengan baik di manapun Andre berada.


"Cinta menemukan jalannya sendiri Brandon, dia anak yang tidak bisa diprediksi sejak kecil memang dia anak yang aneh dan unik" ucap Arafif yang mengasuh Andre dari bayi.


"Putraku cukup hebat yah" ucap Brandon yang bangga akan putranya itu.


Elisa terkejut banyak orang yang sudah berada di bibir pantai, mereka berkumpul disini tidak terduga mereka hanya menunggu Andre untuk bisa keluar dari pulau itu.


"Dady- Papah kenalkan beliau ini adalah kepala suku di sini, dan ini yang di sampingku adalah mama angkat ku. Dia wanita yang telah menolong ku dari maut 20 tahun lalu, beliaulah yang merawat ku" ucap Andre menjelaskan pada kedua ayahnya.


"Hubu bubu gulu, mama kuku baba melepelukaku keleupa. Hilakalu mama, inilukali Brandon, Lily inilukali Arafif. Mulukalu ababubu" (Kepala suku gulu, mamaku anakmu ingin memperkenalkan pada mereka, mama kenalkan. Ini adalah Brandon, dan ini Arafif. Mereka semua adalah ayahku).


Mereka saling berkenalan satu sama lainnya, dan mulai percaya satu sama lainnya. Andre sangat senang karena bisa memperkenalkan Kedua keluarga, orang tua angkatnya juga sangat senang bisa berkenalan dengan kedua ayah dari Andre.


Setelah itu mereka berpamitan untuk kembali ke tempat mereka masing-masing mama angkat dari Andre tidak ingin berpisah begitu saja, Andre untuk mengatakan Jika dia akan berkunjung kembali setelah urusannya selesai dinegaranya. Andre juga memberikan sesuatu pada Mama angkatnya untuk kenang-kenangan dan dia akan kembali lagi kepada Mama angkatnya, untuk saat ini kondisinya harus membaik dulu Andre menjelaskan pada Mama angkatnya kalau dirinya sedang terluka dan butuh istirahat dulu sebelum dia kembali.


Akhirnya mereka diizinkan pergi dari pola tersebut dengan damai, Andre langsung naik sebuah kapal pesiar yang sudah dipesan langsung agar mereka bisa naik segera karena tidak mungkin mereka naik jetski dengan pakaian Elisa saat ini.


"Sayang, ganti bajumu dulu pasti tidak nyaman bukan pakai itu" ucap Andre yang memberikannya setelan pakaian ganti untuknya.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Jumat 2 Desember 2022.


__ADS_2