PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
133. Akhirnya Terselamatkan.


__ADS_3

Andre yang telah sampai di lokasi langsung menghampiri pengawal yang berada di tempat tersebut, mereka yang telah di tugaskan untuk menjaga Elisa tapi malah juga tak bisa menjaga Elisa, kedua pengawal tersebut hanya bisa berdiri ditempat dengan gelisah sedang memperhatikan sebuah tempat reruntuhan.


"Apa yang kalian lakukan disana? dimana Elisa?" tiba-tiba Andre yang baru datang mengejutkan mereka, langsung bertanya dengan wajah yang sudah sangat paniknya.


"Tuan Andre, nyonya Elisa sekarang..." tak melanjutkan ucapnya karena takut jika Andre akan marah besar, karena kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk mengatasi amarah Andre.


"Cepat katakan, kenapa kalian hanya diam saja, aku meminta kalian untuk menjaga Elisa lalu dimana dia? Apakah kalian tidak melihatnya, kalian gak punya mulut kah." ucap Andre ya h memaksa mereka untuk mengatakan sesuatu.


"Tuan. Anu... Itu... Hmmm- nyonya ada di..." masih tak bisa menjawabnya karena tidak tega, mereka saling senggolan tak berani menatap wajah Andre yang saat ini sedang meluap-meluap.


"Tuan, nyonya Elisa kekeh dan malah ingin mencari korban di reruntuhan itu, tapi tadi ada gempa susulan, dan nyonya dengan anggota tim medis lainnya malah terjebak di dalam sana" ucap pengawal lainnya menujuk ke arah tempat kejadian.


"Apa! Kenapa kalian tidak mencegahnya agar jangan pergi, kalian tahu jika Elisa keras kepala. Jika begitu seharusnya kalian memberitahu ku lebih awal, kanapa tak ada yang memberitahu kan yah." Andre yang memarahi mereka, karena sangat panik Andre menuju ke tempat reruntuhan.


"Maafkan kami tuan, kami salah" ucap mereka merasa bersalah atas apa yang telah terjadi.


"Lalu sekarang bagaimana keadaannya? Apakah kalian tahu informasinya, apakah mereka baik-baik saja, cepat cari tahu." Andre yang sangat khawatir akan kondisi di dalam sana.


"Tadi yang kami dengar, ada beberapa orang korban yang terjebak juga di sana. Semua tim medis aman, hanya saja tidak ada jalan keluar bagi mereka, saat mereka masuk kedalam lubang saat mereka masuk telah tertutup gara-gara gempa itu." ucap salah satu pengawalnya yang menjelaskan apa yang terjadi.


"Cepat cari bantuan, dimana anggota bantuan yang akan menggali tempat ini?" ucap Andre yang mengakati batu semen tersebut, bekas tembok-tembok yang telah roboh.


Tak butuh waktu lama alat berat telah di datangkan, semua orang untuk membantu juga ikut datang, dan untuk mencari korban lainnya yang tertimbun direruntuhan. Satu persatu korban yang hidup atau yang wafat, telah di angkut dan di bawa untuk di tindak lanjuti. Pencarian korban dan membantu orang-orang lain yang terjebak di dalam reruntuhan masih banyak lagi.


"Cepat cari lagi, hati-hati karena ada banyak orang yang masih hidup di dalam sana" teriakan seorang komandan pada anak buahnya yang mengunakan alat berat tersebut agar lebih hati-hati lagi.


Sebuah mobil besar telah di datangkan lagi, dan tim penyelamat telah masuk kedalam lubang yang di buat untuk membawa korban yang tertimbun direruntuhan karena gempa, satu persatu mereka keluar. Tiba saat tim medis yang akan keluar, tinggal ibu yang sedang mengandung itu juga akan keluar.


"Angkat ibu ini pelan-pelan dia kakinya terluka?" ucap dokter senior itu menginformasikan pada tim medis penyelamatan.


Lalu tim medis yang terjebak juga ikut satu persatu di angkut keluar dari bawa sana, untuk segera naik ke atas permukaan, lalu tiba saat tinggal elisa dan dokter senior. Ada gempa susulan lagi, alat berat yang akan mengangkut malah roboh itu mengakibat lubang yang dibuat tertutup kembali. Dokter senior itu malah tindih balok batu, sedangkan Elisa juga tertindih kayu cukup besar. Tinggal mereka saja yang masih tertinggal di dalam sana.


"ELISA..." Teriakan frustasi Andre karena Elisa malah belum terangkut keluar.


Andre akan pergi ikut kebawa masuk kedalam cuman di tahan oleh beberapa orang, jadi Andre tak jadi ikut terpendam ke dalam.


"Pak, anda harus tenang kami akan menyelamatkan mereka juga." ucap komandan tersebut.


Tak sabar Andre sangat kesal, karena mereka tak segera melakukannya, sedangkan di dalam sana sudah sangat sempit dan sangat minim udara. Oksigen yang di hirup Elisa dan dokter senior itu malah bercampur gas dari gunung yang meletus itu dan juga debu. Membuat mereka sesak nafas, Elisa sudah samar-samar pandangannya mulai mengebur.


Apakah aku akan mati disini? Jika aku mati di sini mas Andre akan jadi duda tampan, dan akan banyak wanita yang ingin mendapatkan dia, tapi apakah dia nanti akan mau menikah lagi setelah aku meninggal, tapi jika itu demi kebaikan dan kebahagiaan mas Andre aku rela dan ikhlas lagian aku juga sudah tiada mau ngapain lagi mengurusi orang hidup. Apa lagi mamah Monika menginginkan cucu terus, pasti mas Andre akan mencari penggantiku. Dalam pikiran jelek Elisa saat ini membayangkan jika itu terjadi.

__ADS_1


"Selamat tinggal mas Andre, semoga kamu bahagia setelah peninggalan ku. Jangan terlalu lama bersedih atas kehilanganku yah, aku turut senang jika kamu bahagia." ucap Elisa sebelum tak sadarkan diri.


Disisi tempat lainnya Andre yang sudah tidak sabaran malah menggila, ia berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkan bebatuan tersebut hingga membuat kedua tangannya terluka.


"Tenangkan diri anda Dokter Andre, mereka pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa keduanya, mereka pasti akan baik-baik saja, kita berdoa saja yang terbaik, agar mereka tidak kenapa-napa." ujar salah satu orang disana menenangkan andre.


"Tidak apa-apa bagaimana kalian bilang, tadi suara itu cukup keras, ambrukkan dari semua benda-benda yang jatuh dari atas sini. Cepat galih lagi, segeralah tolong mereka" ujar andre yang sudah kalan kabut.


Sedangkan di dalam tanah terlihat Elisa yang terbangun lagi, dan langsung berusaha sangat keras untuk terbebas dari balok kayu tersebut yang menindih pahanya, agar dia bisa membantu dokter senior yang saat ini sudah tidak sadarkan diri karena tertindih balok batu tersebut.


Semua sangat tegang karena hal itu, mesin berat juga sudah digunakan untuk membantu mengeluarkan mereka dari dalam sana. Andre yang sangat was-was dan khawatir jika terjadi sesuatu pada istrinya.


Elisa bertahanlah, kenapa kamu suka sekali membahayakan dirimu sendiri kau tau jika tindakan kamu sekarang ini sangatlah bahaya, kenapa kamu suka sekali membuatku khawatir. Dalam hati Andre yang sangat gelisah dibuatnya.


3 jam kemudian penyelamatan itu dilakukan dengan sangat hati-hati, karena jika salah langkah sedikit saja, maka banyak material lainnya berjatuhan dan itu akan menimpah mereka yang ada di dalam sana.


Akhirnya tim penyelamat dapat membawa kedua nyawa tersebut dengan selamat, yah walaupun mereka tak sadarkan diri, karena kekurangan oksigen di dalam sana.


Berada di pengungsian medis, Elisa yang telah diinfus dan sedang diberikan oksigen dari tabung, dan Andre berada di sisi Elisa yang belum sadarkan diri tersebut. Tak henti-hentinya, Andre memohon dan berdoa agar istrinya segera bangun. Karena sempat detak jantung Elisa melemah, dan nadinya melemah.


"Ini yang tidak ku suka darimu Elisa, kenapa kamu sangat keras kepala dan tak mau menurut, saat aku lengah sedikit saja kamu langsung membuatku tak karuan begini. Kau selalu bisa membuatku khawatirnya, kenapa kamu tidak diam saja di posko dan menungguku kembali, kamu menolak untuk pulang kerumah. Tapi suka sekali membuat aku panik," dumalan kekesalan Andre saat Elisa tidak sadarkan diri.


Elisa mendengar hal itu, lalu perlahan membuka matanya dan melihat Andre yang di sampingnya itu tertunduk lemas. "Aku minta maaf yah mas, karena tidak mendengar perintah mu lagi, kau tahu aku tak tega dan tak bisa hanya tinggal diam saja di posko, saat semua orang sedang membantu di lapangan"suara samar-samar terdengar dari mulut Elisa.


"Sayang kamu sudah sadar? Bagaimana kondisimu apa yang kamu rasakan, adakah yang sakit? Cepat katakan di mana yang sakit, cepat katakan sayang?" ujar andre yang langsung mencondongkan tubuhnya, dan mengecek kondisi seluruh tubuh Elisa.


"Tidak ada mas, tapi aku mau kamu memelukku boleh?" elisa yang meminta agar suaminya memeluknya dengan suara yang sangat lirih.


Andre tanpa pikir panjang menuruti apa yang di minta oleh sang istri, yang saat ini terbaring sangat lemah di atas kasur darurat. melihat jika suaminya masih sangat sabar menghadapi sikap keras ya, walau terlihat agak marah dan kesal, karena dirinya yang tak mau mendengarkannya lagi.


"Kamu mau apa sayang, kamu mau makan? Kamu pasti lapar'kan, aku ambilkan makanan yah! Tunggu disini yah. Tunggu yah, aku akan kembali lagi setelah mengambil makanan untuk kamu." ujar Andre yang bergegas pergi dari tempat.


Glenn dan Aoda yang berdiri di depan tenda mereka, saat Andre keluar tenda langsung memberikan perintah agar mereka menjaga Elisa sebentar saat dirinya pergi untuk mengambil makanan untuk sang istri.


"Kalian berdua masuklah dulu awasi Elisa, jaga dia saat aku pergi, aku akan ambil makanan untuknya." ujar Andre yang langsung memerintahkan, Aoda dan Glenn untuk menjaga tempat tersebut dan mengawasi Elisa.


"SIAP TUAN!" ucap mereka sangat kompak dengan nada yang sangat tegas.


Terdengar suara mereka hingga sampai ke telinga Elisa, jika suaminya sebegitu sangat khawatiran terhadap dirinya sehingga menyuruh pengawal pribadinya untuk menjaga dan mengawasinya, Elisa tersenyum tipis.


Setelah Andre pergi mereka berdua langsung masuk kedalam tenda darurat tersebut, karena mereka juga khawatir dan sangat penasaran dengan kondisi Elisa yang saat ini.

__ADS_1


"Nyonya kenapa anda melakukan hal begini lagi, apakah anda tahu jika tuan sangat mengkhawatir anda, jadi tolong jangan seperti ini lagi nyonya. Tolong kasihan beliau, sampai memohon-mohon." ujar Aoda yang menjelaskan.


"Iya aku minta maaf yah pada kalian berdua. Karena telah membuat kalian juga kena marahnya, aku tak pernah berfikir jauh telah membuat orang-orang di sekitarku juga kena amukannya, maaf aku ya karena gara-gara aku juga kalian menderita atas sikap dan tingkahku yang terlalu sembrono dan tak memikirkan kondisi kalian." ucap Elisa yang merasa bersalah terhadap Aoda dan Glenn.


"Jika anda ingin kami tidak di marahi lagi, tolong ringan hal itu nyonya. Kami juga tak mau anda terlihat seperti ini, dan terluka" ucap Glenn yang memperingatkan.


"Kami di marahi tuan sudah hal biasa, tapi jika nyonya melakukan hal membahayakan seperti ini lagi kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Tuan, pasti akan membunuh kita semua." ucap Aoda yang menjelaskan.


Mendengar hal itu Elisa langsung terdiam sejenak, iya Andre bisa melakukan apapun semaunya. "Kalian tidak akan disalahkan lagi, jika aku tidak bandel dan mau menurut, aku selalu melibatkan kalian dalam masalah yah, tolong maafkan aku ya, karena sangat egois." ujar elisa yang merasa bersalah terhadap bawahannya.


Elisa sadar bahwa sikapnya terlalu egois terhadap mereka, padahal mereka sangat setia pada Elisa, membuat elisa mulai sekarang akan lebih memikirkan setiap tindakan yang akan dia lakukan untuk kedepannya demi kebaikan bersama-sama.


Tak lama Andre datang dengan makanan yang sudah ia siapkan dengan sangat hati-hati dan sangat banyak, karena Elisa baru juga sadar, jadi Andre tidak mengijinkan Elisa untuk makan sendiri. Langsung Andre sendiri yang menyuapinya dengan sangat hati-hati, dan penuh perhatian oleh Andre yang sangat lembut terhadapnya.


"Terimakasih yah mas, maaf telah merepotkan kamu lagi" ucap Elisa yang langsung meminta maaf pada suaminya atas perilaku yang membuat suaminya panik tersebut.


"Iya sama-sama, tidak apa-apa. Jangan kamu ulangi lagi hal seperti ini untuk kedepannya, kalau mau menolong orang, aku tidak melarang kamu untuk melakukan hal itu, tapi kamu juga harus memikirkan matang-matang kembali, untuk menolongnya kamu harus bisa menyelematkan diri sendiri dulu agar kamu bisa menyelamatkan dia dan dirimu sendiri. Paham, itulah sebabnya kenapa tenaga medis sangat resiko cukup besar." ucap Andre.


"Lain kali aku tidak akan melakukan hal itu lagi, dan akan memikirkan orang lain dan kamu. Aku janji padamu, akan aku pikirkan dulu sebelum bertindak. Apa yang kamu katakan dan tak akan membuatmu khawatir lagi, dan membuat anak buahmu jadi kena getah dari amukanmu yang tak akan berhenti dengan mudah." ucap Elisa yang mengucapkan janjinya pada Andre.


"Oke! Aku pegang ucapanmu ini sayang, jangan lakukan hal-hal bodoh lagi mengerti." ucap Andre yang memperingatkan Elisa.


"Iya mas Andre, iya" ucap Elisa yang memohon pada suaminya.


Karena kondisi Elisa yang sudah seperti itu, Elisa akhirnya diantar pulang ke rumah orang tuanya, Bu Siti dan Ayah Yusman. Agar di urus sama orang tuanya dulu, sebelum Andre menyelesaikan tugasnya, karena Arafif dan Monika sedang ada di New York.


"Kamu pulang ke rumah ibu dan ayah saja dulu ya, mas masih ada urusan disini. Ingat kalo kamu gak nurut lagi dan membantah, sekarang terserah kamu, karena aku tak akan peduli jika kamu masih bandel dan sangat susah di bilangin, apakah dapat di mengerti nona." ucap Andre.


"Kenapa kerumah ibu dan ayah. Tidak ke rumah mamah dan papah!" ucap Elisa.


"Mereka sedang ada di New York, karena paman Markus sedang mengundang mereka untuk reuni keluarga besar." ucap Andre yang menjelaskan.


"Ouh begitu! Yaudah deh, aku akan pulang saja ke rumah ibu." ucap Elisa yang pasrah atas perintah yang di katakan oleh sang suami demi kebaikannya.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


SENIN 26 Desember 2022


__ADS_2