PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
143. Pria Yang Baru Dikenal.


__ADS_3

Pulang dari moll Elisa yang langsung naik ke kamarnya dengan sangat kesal karena Andre selalu saja memanjakan Maura ketimbang dirinya, sebagai wanita dia juga ingin dimengerti dan dimanja oleh sang suami.


"Bisa-bisa dia malah bermesraan di tempat umum seperti itu, kenapa dia tak pernah bilang jika dia sudah tidak menyukai ku lagi. Tak seharusnya dia memperlakukan aku seperti tidak ada, kesel banget deh!" ucap Elisa yang agak jengkel dengan semua itu.


Akhirnya Elisa terlelap tidur karena lelah ngomel-ngomel sendirian di dalam kamarnya, tak lama Andre dan Maura juga telah sampai di rumah.


"Bi, Elisa sudah pulang?" tanya Andre pada bi Inah yang saat ini sedang berjalan menuju dapur.


"Sudah den, setengah jam yang lalu. Sampai sekarang belum juga turun lagi, apakah harus bi Inah panggilkan?" tanya bi Inah.


"Nggak usah, biarkan saja mungkin dia tidur" ucap Andre yang saat ini duduk di sofa.


"Alzam, kita kayaknya harus susun rencana lainnya. Karena gak akan mungkin kita bisa menangkap dia jika hanya seperti ini, mereka pasti akan terus sembunyi." ucap Maura.


"Tolong siapkan saja pasukan elit milik mu, kita ubah rencananya. Karena menangkap pelakunya tidaklah mudah seperti menangkap kucing, mereka terlalu gesit untuk menghindarinya." ucap Andre yang saat ini berkerja sama dengan tim gabungan elit untuk menangkap pelaku yang sangat berbahaya yang telah kabur sebagai tawanan internasional.


Yah Maura adalah komandan militer penjaga penjara informasi Intel, yang di utus oleh atasan untuk menangkap pelaku penyebaran informasi dan seorang hacker profesional kelas dunia. Mereka cukup pintar dan licik, makanya Maura cukup kesulitan untuk menangani 2 orang ini.


"Elisa, kamu mau makan apa sayang! Ouhnya, tadi mamah habis dari Bakery kamu, ternyata kamu memperluas bangunannya yah!" ucap Monika.


"Hmmm- iya mah, aku membuat agak lebar karena ide gila yang muncul" ucap Elisa yang menjelaskan.


Elisa berjalan mendekati Andre yang saat ini berada di sofa bersama Maura, seperti biasa mereka berdua bersanding bersama. Tapi sekarang Elisa tak merasa risih dengan keduanya, malah Elisa seakan tak peduli lagi.


"Mas minta uang dong! ATM kamu gak ada yang aktif, kamu blok yah!" ucap Elisa yang memberikan semua ATM miliknya.


"Berapa yang kamu butuhkan" ucap Andre yang tak banyak bicara lagi.


"5 Juta ada gak! Tapi, kes ya. Aku gak mau cek, males buat menukar ke bank yah!" ucap Elisa yang tak mau repot.


"Uangnya ada di kamar Maura, kamu ambil saja di laci bawah" ucap Andre yang menyuruh Elisa mengambil sendiri uangnya ke kamar Maura.


Kamar yang enggan Elisa masuki tapi terpaksa dia harus masuk karena ia membutuhkan uang tersebut untuk seseorang, ia Elisa ingin membantu temennya yang saat ini membutuhkan bantuan yah.


Tanpa pikir panjang Elisa langsung naik ke lantai atas untuk menuju kamar Maura yang bersebelahan dengan kamar tidurnya. Saat melihat laci bawa Maura, Elisa tak sengaja melihat identitas milik maura.


"Komandan Intel. Ouh! Jadi begitu, baiklah sepertinya kalian ingin bermain-main denganku agar aku cemburu yah! oke, aku layani kalian." ucap Elisa.


Elisa yang langsung turun setelah mengambil dompet milik Andre dari laci tersebut, ia memberikannya dulu pada suaminya. Elisa sudah tidak peduli lagi dengan kemesraan Andre dan Maura itu, Elisa hanya bisa melihat Andre sebagai suaminya saja.


"Mas apakah. Tas ini?" ucap Elisa dari belakang Andre.


"Iya, tinggal ambil aja kan!" ucap Andre yang menoleh kebelakang, sambil melihat Elisa yang saat ini menenteng tas milik Andre itu.


"Gak ada uang ya" ucap Elisa spontan membuat Andre heran.


"Emang kamu udah cek?" ujar Andre yang heran karena Andre merasa memiliki uang di dalam tasnya.


"Belum?" ucap Elisa dengan senyuman melebar di wajahnya.


"Lalu kenapa kamu langsung katakan kalau di dalam tak ada uangnya?" ujar Andre yang menatap pada Elisa yang sudah tersenyum tanpa dosa itu.


"Habis tasnya ringan banget, jadi ku pikir kamu bohong sama aku." ucap Elisa yang langsung memberikan tasnya.


"Nih, uang yah ada" Andre mengambil uang yang di minta Elisa, saat dicek uangnya malah masih kurang oleh Elisa.


"Tapi aku butuhnya 5 juta mas, bukan 2 juta masih kurang lah" ucap Elisa yang menujukan uangnya masih kurang.

__ADS_1


"Emang kamu buat apa sih uang segitu. Yaudah kalau masih kurang, nanti kamu ambil saja di ATM kan." ucap Andre yang lupa soal ATM miliknya sudah dia bekukan agar tidak dapat di lacak oleh musuh ya.


"Lupa ya, ATM yang kamu berikan padaku semua ya sudah kamu non aktifkan, makanya aku minta uang kes sama kamu. Yaudah deh! lupakan itu, sini balikin aja ATM Bakery aku, biar pake uang itu aja dulu." ucap Elisa meminta ATM Bakery miliknya.


"Nih, nanti aku ganti" Andre memberikan ATM Bisnis milik Elisa yang waktu itu dia sita karena Elisa jarang minta uang padanya.


"Gak usah, lagian ini uang toko kue ku. Aku boleh pergi gak?" Elisa meminta izin pada suaminya untuk pergi ke toko kue.


"Kemana?" tanya Andre yang sangat penasaran dengan tujuan Elisa.


"Ke toko kue aku, mau ngecek sampai dimana progres pembangunan yah. Boleh gak!" ucap Elisa yang langsung memeluk Andre dari belakang.


"Sama siapa?" tanya Andre yang melirik dari ujung ekor matanya.


"Ya sendiri lah, lagian kamu masih asik kan sama Maura. Aku mau ngecek doang, terus balik lagi gak kerumah ibu kok." ucap Elisa yang sangat manja dengan Andre.


"Yaudah, jangan lama-lama yah. Karena mau magrib, nanti habis isya aku sama Maura mau keluar, kamu mau ikut?" tanya Andre eyang mengajak Elisa.


"Kemana?" tanya Elisa pada Andre yang saat ini masih bergantungan di punggung Andre.


"Ke pantai, kita makan malam disana?" jawab Andre singkat, Elisa kepikiran jika dia ada PR jadi tak akan ikut dengan Andre.


"Nggak deh! Elisa mau dirumah aja, banyak tugas kuliah soalnya." ucap Elisa yang tidak mau membuat masalah untuk suaminya.


"Yaudah, kalau begitu." ucap Andre yang tidak memaksa istrinya itu.


Jadi ini yah sisi lain dari Alzam tuan ANDRILOS, dia terlihat sangar pada musuhnya, dan terlihat kalem saat pada pasien yah. Tapi, terlihat penakut dan lemah lembut kepada istrinya. Aku jadi iri sama istrinya Alzam ini, Elisa begitu sangat di Ratukan oleh Alzam. Dalam hati Maura yang saat ini.


"Tapi mas, boleh gak Elisa pakai motor elisa buat pergi kesana?" ucap Elisa yang meminta suaminya mengizinkan yah.


"Motor? motor yang mana ingin kamu gunakan," tanya Andre kebingungan.


"Tapi, itu bahaya buat kamu. Jangan pakai itu lagi, udah di antar sama supir aja" ucap Andre yang melarang.


"Gak mau! Kan Elisa bisa nyetir motor, boleh ya mas" ucap Elisa yang masih ngotot mau pakai motor gede miliknya.


"Aku bilang gak boleh! Ya nggak boleh! Jangan macem-macem dulu yah untuk saat ini?" ucap Andre yang tak mau menjelaskan apa yang sedang terjadi saat ini.


"Kenapa emangnya, kok Elisa gak boleh macem-macem dulu ada masalah apa!" ucap elisa yang sangat penasaran.


"Nggak apa-apa, udah kamu pakai mobil aja untuk kesana, gak usah pakai motor-motor dulu bahaya!" ucap Andre yang melarang Elisa untuk naik motor.


"Hmm... dasar pelit banget sih, cuman sekali aja mas" ujar Elisa yang ngembek sama suaminya.


"Kamu ini kalau di bilang ngeyel terus, mau nurut nggak! kalau gak yaudah terserah kamu, mas gak mau tanggung jawab jika terjadi sesuatu sama kamu" ucap Andre yang membalikan badannya lagi.


"Iya udah ia gak naik motor, yaudah aku pergi sekarang, salim" ucap Elisa yang mengulurkan tangannya untuk minta punggung tangan Andre untuk mencium yah.


"Assalamualaikum," ujar Elisa yang langsung pergi meninggalkan tempat.


"Walaikumsalam" Andre kembali ke posisi duduk semula.


Elisa pergi meninggalkan rumah, hanya tinggal Andre dan Maura saja di dalam rumah, karena Arafif dan Monika juga akan pergi diamankan oleh Alea dan Alex. Tinggal Elisa dan keluarga yah saja yang belum diamankan, Andre sedang masih memikirkan cara agar Elisa tidak khawatir dan terlibat dalam masalah ini.


"Elisa kok seperti itu, dia sudah tidak cemburu lagi sama kita? padahal dia tahu ada aku di sini tapi, dia seperti tidak melihatku" ucap Maura yang seperti agak cemburu dengan Andre dan Elisa.


"Sudah aku katakan susah membuat dia cemburu, dia gampang banget mengubahnya dan menyimpan rasa ya sendiri." ucap Andre yang sudah hafal dengan tingkah laku Elisa.

__ADS_1


"Berarti dia gak cinta sama kamu dong Alzam! dia hanya suka sama uang kamu? kalau begitu, dia tidak benar-benar mencintai kamu, bukanya hubungan itu harus di dasari oleh cinta" ujar Maura yang sangat ingin tahu.


"Gak! Dia memang agak berbeda, dia tipekal cewek yang tidak mau mengeluarkan ekpresi wajah berlebihan, ya seperti itu." ucap Andre yang sudah hafal dengan gerakan-gerakan Elisa.


"Wah! Alzam apakah kamu tidak khawatir jika dia hanya memanfaatkan kamu saja, lagi pula dia seperti orang yang tidak mempedulikan dirimu, membawa wanita kerumah dia cuman sehari itu saja marah-marah, selebihnya dia bersikap biasa-biasa aja" ucap Maura.


"Elisa tipe cewek yang akan beradaptasi dengan cepat, karena komitmen kita sebelum menikah di awal. Dia tidak akan protektif terhadap pasangan, karena cemburu akan mengakibatkan retaknya hubungan pernikahan kita, makanya Elisa bersikap biasa saja seperti itu. Hanya ada keyakinan saling percaya diantara kita, Elisa langsung tahu jika aku berubah atau tidak. Sama halnya denganku, akan tahu jika dia sedang cemburu atau sedang mencari informasi tentang hubungan kita, sepertinya dia sudah tahu semua tentang kita yang berpura-pura menjadi pasangan." ucap Andre yang sudah bisa menebaknya.


"Kalian cukup unik yah! Jadi itu rahasia hubungan kalian awet, dan selalu romantis. Kalian pernah berantem?" tanya Maura.


"Setiap hari kita berantem entah masalah apapun itu kita berantem kok, tapi setelah itu baikkan" jawab Andre.


Tak lama terdengar suara mesin motor dari arah luar rumah, Andre langsung bergegas menuju pintu keluar terlihat Elisa melanggar yang di katakan oleh Andre, dia pergi mengunakan motor gedenya untuk kesuatu tempat.


"Tuan, nyonya sudah pergi mengunakan motor gede ya. Bagaimana tuan?" ucap Supir pribadi ya.


"Yasudahlah, biarkan saja." ucap Andre yang tak mau memperpanjang urusan itu.


Elisa mengunakan motor gedenya lalu pergi ke suatu tempat, tak menuju Bakery. Dia menemui seorang wanita yang saat ini tinggal di suatu tempat kumu, sebelumnya Elisa sudah menelepon orang untuk membawa mobil ambulan agar bisa menangani masalah kesehatan masyarakat kumu tersebut.


"Angkut semuanya, jangan ada yang tertinggal. Bawa semuanya, tolong yang sakit dan merasa dirinya kurang enak silakan naik mobil ambulan, yang lainnya silakan naik mobil bis yang sudah di siapkan." Teriak Elisa yang saat ini ingin membawa warga kumu itu ketempat yang layak.


Dari jauh ada seseorang yang memotret Elisa diam-diam, dengan pakaian switer hitam dan masker. Terlihat dia sedang mengambil gambar dari lensa kamera yah, Elisa yang menyadari jika ada orang memotret dari jauh.


Dia buru-buru saja menoleh ke seseorang yang agak jauh di sana, Elisa pura-pura tidak tahu saja. Lalu, saat urusannya selesai membawa semuanya itu dipindahkan ketempat yang layak, agar dapat memberikan pelayanan kesehatan dan tempat tinggal.


Elisa juga membagi-bagikan nasi kotak ke pinggir jalan, kepada tukang ojeg. Pemulung dan pengemis, bagi kotak makan untuk bakti sosial membantu temannya. Lalu terlihat seseorang yang tadi memotret orang itu sedang duduk di kursi, di suatu tempat.


"Nih! untuk kamu" ucap Elisa yang memberikan kotak makanan pada pria asing itu, lalu dapat tatapan yang heran.


Dia menujuk dirinya sendiri, seakan tak percaya jika Elisa mengajaknya bicara. "Iya buat kamu, emangnya aku bicara dengan makhluk halus?" ucap Elisa yang meletakkan kotak makanan di sampingnya.


"Terimakasih," jawabnya.


"Iya sama-sama, dimakan kalau gak jangan di buang kamu kasih lagi saja sama orang lainnya." ucap Elisa yang langsung pergi meninggalkan tempat.


Tak lama Elisa pergi untuk membagikan makanan kotak yang masih banyak belum ia kasih-kasih, lalu pria itu berlari kecil untuk mengejar Elisa yang saat ini berjalan agak jauh.


"Mau ku bantu?" Tawarannya. Seraya membantu mengangkat kantong keresek besar yang berisi nasi kotaknya.


"Hmmm, boleh! Kebetulan kita masih membutuhkan banyak bantuan, kalau kamu menawarkan diri aku malah sangat senang, nih kamu bagikan sebelah sana yah!" ucap Elisa yang menyuruh pria asing itu untuk membagikan ke arah lainnya.


Pria asing itu langsung saja menuruti perintah Elisa, mereka masing-masing sibuk dengan urusan mereka. Hingga semua nasi kotaknya sudah habis, mereka semua duduk di sebuah tempat perkumpulan.


"El, makasih banyak yah udah mau bantuin kita. Bansos kali ini agak besar, aduh! kita sampai kewalahan jika dapat projek kayak gini lagi?" Ucap temen Elisa.


"Hahaha iya, juga." ucap Elisa yang senyuman mengembang.


"Elisa, dia siapa? pacar kamu yah!" ucap temen Elisa menyangka pria asing itu adalah pacarnya Elisa.


"Hmmm dia... Aku saja baru kenal kok."


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Jumat 13 Januari 2023


__ADS_2