
Andre ingin menghentikan mobil yang sudah melaju keluar dari garasi halaman rumah sakit. Tapi, sangat di sayangkan karena mobil itu sudah berhasil lolos, melaju dengan kecepatan tinggi. Elisa yang berada di dalam mobil masih syok, karena ini terjadi lagi padahal niatnya hanya mau mengecek mobil obat yang datang, alhasil malah ketangkep sama orang asing lagi.
Di dalam dimana Elisa berusaha setenang mungkin menghadapi para penculik, walau wajahnya tertutup dengan kain hitam, Elisa tak mau membuang tenaganya. Ia ingat mengunakan jam tangan pemberian adiknya, ia tekan tombol di sisi jam, agar adiknya bisa melacak keberadaan dirinya kemana arah tujuan pergi.
"ELISA!" teriak Andre yang tak bisa mengejar istrinya yang sudah di bawa kabur oleh beberapa orang yang ada di mobil boxs itu.
"Sial," ucap Andre yang kesal karena ia gagal menyelamatkan istrinya, ia langsung mengambil motor sport miliknya yang terparkir di halaman, karena kunci di titipkan sama satpam. Andre ingin mengejar target, sebelum ia menyalakan motor ia berpesan pada Try yang baru datang.
"Andre bagaimana?" tanya Try, melihat Andre yang sudah pakai Helm.
"Kamu urus di sini aku akan mengejar mereka, Rudi masih di gudang" ucap Andre dengan sangat cepat.
"Iya baiklah. Kau harus hati-hati, jangan gegabah" ucap Try yang agak berteriak.
Try langsung menghubungi Glenn yang saat ini masih di markas, ia ingin tahu ada siapa yang di sekitar Andre saat ini.
"Glenn ini aku Try... Kau ada dimana?... Tuan muda mu sekarang dalam masalah... cepat tolong dia... Nyonya kalian culik... Makanya kalian cepat bergegas karena Andre sedang mengejar pakai motornya... Tidak tahu... Baiklah"
Di dalam mobil Elisa yang wajahnya di tutupi lain sudah hafal dengan bau di sampingnya itu, bau parfum orang yang sama waktu penculikan sebelumnya.
Bau ini, tidak salah lagi pasti orang itu. Tapi, sebenarnya dia mau apa sih dariku apakah Tuannya berbeda lagi yah?. Dumal dalam fikiran Elisa.
"Hey, kalian ini gak punya kerjaan ya. Suka banget ngakutin orang kayak gini, kalian ini di suruh sama siapa sih. Di bayar berapa hingga kalian mau melakukan hal ini, mendingan kalian itu kerja yang bener yang halal, bukan kayak gini. Dosa ini namanya, kalau kalian butuh uang, jangan kayak gini kerjanya. Mau gak kerja sama saya di jamin halal dunia akhirat, lepasin yah" Ucap Elisa yang bicara baik-baik, kepalanya masih tertutup kain.
Tapi mereka mengabaikan ucapan Elisa karena mereka tidak mengerti apa yang di katakan oleh Elisa, karena mereka dari Italia.
"Kenapa kalian tidak menjawab, di mana sopan santun ya ada orang yang bicara malah tidak di dengarkan, kalian sebenarnya siapa sih? dan kalian sebenarnya mau apa? Ada urusan apa denganku, sampai kalian hobi banget menculik ku sampai dua kali" Ocehan Elisa yang tak henti-hentinya itu membuat risi orang yang ada di depan Elisa.
...BAHASA ITALIA...
BOS PENCULIK : Nih cewek terlalu berisik banget yah, bungkam dia. Sampai tak bersuara lagi, karena terlalu cerewet.
ANAK BUAH : Bagaimana caranya bos, kan Tuan bilang dia harus datang hidup-hidup, kalau dia bungkam maka Tuan akan marah.
BOS PENCULIK : Dasar bodoh! Aku suruh kau membungkamnya itu bukan berarti harus membunuh ya juga, tapi sumpal atau apa saja yang penting itu mulut setidaknya tidak bersuara, jangan memukulnya sampai mati juga.
ANAK BUAH : Baiklah, hey kau diam atau mau ku pukul yah.
^^^SELESAI^^^
"Aduhhh, percuma kalian ngomong juga. Lah aku gak faham sama omongan kalian, emang kalian ini suruhan dari siapa sih. Jangan gini dong! nggak cantik banget mainnya, kain yang kalian pakaikan ini bau nggk enak. Kalian terakhir mandi kapan si, dengernya kalau kalian mau mandi itu, pake air yang mengalir dan sabun biar wangi jangan kayak gini, kalian bau roko.
Tak lama mereka berhasil membuat Elisa terdiam dengan satu pukulan di leher Elisa, hingga mereka sampai di sebuah kapal pesiar yang sangat mewah. Elisa di bawa ke sana, dan di letakan di sebuah kamar Suite.
...BAHASA ITALIA...
Seorang pria duduk di sudut ruangan dengan masih mengunakan stelan jas dan kemeja yang 4 kancing ia buka memperlihatkan dadah bidang si pria , dengan secangkir alkoholll di tangannya.
ARNOLD : Kerja bagus, apakah Tuan ANDRILOS mengikuti kalian?
BOSS PENCULIK : Sepertinya begitu Tuan, mungkin sekarang sudah sampai di tepi pelabuhan.
ARNOLD : Hadang dia, jangan sampai dia mengejar kita. Jika dia bisa kemari maka bisa gawat rencana kita, cepat pergi jangan biarkan dia membawa istrinya, buruan pergi, dia belum sampai kemari.
BOSS PENCULIK : Baik Tuan!
Boss penculikan tersebut hanya bisa pasrah saja apa yang diperintahkan oleh majikannya, ia langsung pergi untuk melihat apakah Andre masih mengikuti mereka apa tidak. Terlihat tak ada tanda-tanda jika Andre ada di pelabuhan, akhirnya jangkar pun di naikkan. Kapal tersebut berlayar, Elisa tak sadarkan diri itu hanya bisa di tatapi oleh ARNOLD SCHWARZENEGGER.
Disisi lainnya Andre yang ke habisan bahan bakar karena motornya itu jarang di isi bensin, makanya mogok di jalan, padahal sebentar lagi dia bisa mengejar target.
"Sial ! kenapa motor ini malah mogok di saat genting begini, aduh! bagaimana ini, Elisa bertahanlah aku akan datang menjemput mu. Bagaimanapun caranya, bila perlu aku akan lompat dari tebing buat berenang tidak masalah, asal kamu selamat" Dumal Andre yang frustasi.
Tak lama bala bantuan datang ke lokasi, Andre yang merasa lega karena Glenn datang di waktu yang tepat saat dia merasakan kesusahan.
"Tuan Andre!" Teriakan Glenn langsung keluar dari sebuah mobil jepp.
__ADS_1
"Glenn, syukurlah kau datang dengan sangat cepat, kita harus cepat kejar kapal pesiar itu, karena Elisa ada di sana" ucap Andre yang menujuk ke arah kapal pesiar yang tengah berlayar, menerjang lautan biru.
"Baik, semua persiapan juga telah kami maksimalkan, juga pasukan sudah siap" ucap Glenn yang sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang dan sangat teliti.
"Oke! kamu cukup bisa diandalkan, cepat kejar mereka mengenakan jalur udara biar cepat sampai, mana helikopter ya?" ucap Andre yang menanyakan helikopter super cepatnya.
Tak lama suara helikopter itu yang berputar-putar mencari tempat agar Andre bisa masuk kedalam, tapi tidak ada waktu lagi, menyuruh pilot untuk menurunkan tangga saja agar Andre bisa bergelantungan di sana.
"Itu Tuan helikopter yah" ucap Glenn memperlihatkan.
"Cepat sedikit, karena mereka bisa jauh nantinya" ucap Andre yang khawatir.
"Anda tenang saja pasti akan kekejar" ucap Glenn yang menenangkan Andre yang sudah panik.
Jika menyangkut tentang Elisa, pikiran Andre tidak bisa tenang karena Elisa saat ini dalam bahaya karena dirinya.
Helikopter sudah menurunkan tangganya, Andre langsung saja naik ke atas di susul oleh Glenn yang juga berada di bawah ikut bergelantungan. Mereka terbang menuju kapal pesiar yang saat ini melaju dengan kecepatan maksimal, Andre melihat kapal itu memiliki banyak orang yang berjaga.
"Cepat Glenn, keburu jauh. Infokan pada pilotnya" ucap Andre yang sangat gelisah.
"Tenanglah Tuan, kita akan segera sampai" ucap Glenn yang menenangkan andre.
"Elisa pasti akan dalam bahaya, jika kita terlalu lama glenn. Sekarang ini kita tidak tahu apa yang mereka akan lakukan padanya, jika kita terlambat untuk menolongnya aku tak akan bisa memaafkan semuanya" ucap Andre yang bersumpah.
Saat mereka sudah mendekati kapal pesiar yang sedang melaju dengan kecepatan maksimal itu, helikopter yang di naikin Andre sudah hampir sampai.
Tapi para penjaga kapal pesiar saat melihat helikopter Andre langsung bersiap mengarahkan tembakannya, dan terjadilah penembakan itu, untung Andre dan Glenn bisa menghindarinya.
...DOR DOR DOR DOR...
"Sialan mereka malah menebak, Glenn hati-hati... Kalian para pilot cepat terjun, helikopternya akan meledak" ucap Andre, para pilot itu langsung terjun saja dari atas mengunakan parasut.
...BROMMM DUAAARRRR...
Akhirnya mereka mulai berkelahi, Andre yang selalu terlihat kalem dan seakan-akan tak pernah menujukan bahwa dia bisa beladiri, ternyata seorang suhu tidak sia-sia punya badan atletis, Andre menujukan keahlian yang tidak main-main dengan beladiri, keahlian Andre tidak ke banting lah sama tubuh dan wajahnya itu.
Ternyata bisa berkelahi dengan baik, bahkan semua hampir kala oleh Andre seorang diri, Andre tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.
"Tuan, pergilah masuk biar yang di sini saya yang tangani" ucap Glenn.
"Baiklah, aku akan ke sana" ucap Andre yang langsung masuk ke dalam untuk mencari Elisa.
Dua pilot lainnya juga ikut membantu Glenn, tak lama terlihat sebuah kapal pesiar lainnya itu adalah milik Andre dan beberapa orang bodyguardnya.
Andre masuk ke dalam malah di hadang beberapa orang lagi, Andre sudah siap-siap dengan acang-ancang ya. Satu persatu orang yang menyerangnya itu tumbang, Andre langsung mencari keberadaan Elisa.
...BAHASA ITALIA...
PENJAGA : Tuan, Tuan ANDRILOS berhasil mengejar kita, dan su...
ARNOLD : APA!
ANDRE : SIAPA KAU?! Sialan, Dimana istri ku. Kau mau apa menculik istriku, dan apa masalahmu denganku dan keluarga ku
ARNOLD : Tuan ANDRILOS, anda sudah sampai. Bagaimana anda bisa...
ANDRE : Jangan konyol, hentikan lelucon mu, mana istri ku. Saat aku masih baik, cepat katakan dimana istriku
ARNOLD : Tuan ANDRILOS, silakan duduk dulu. Ada yang ingin kita bahas dahulu, aku akan berikan istri anda jika anda menadatangani surat persyaratan.
ANDRE : SURAT PERSYARATAN ?
ARNOLD : Iya, surat persyaratan. Perjanjian, saya akan menukar keselamatan istri anda dengan sesuatu yang mungkin tidak berharga melainkan nyawa istri anda
ANDRE : Apa yang kau inginkan sebenarnya? perjanjian apa yang kau minta.
__ADS_1
ARNOLD : PULAU MAXIMUS
Kurang ajar nih orang, dia yang berani masuk halaman rumah sakit ku dan menculik istriku, sekarang minta pulau. Enak sekali dia katakan, nih orang harus ku apakan ya?. Dumal dalam hati Andre yang sangatlah kesel.
ANDRE : Pulau Maximus, kau meminta pulau kecil itu?
ARNOLD : Iya tuan ANDRILOS, bukankah pulau itu tak berharga dari pada nyawa istri anda
ANDRE : Begitukah, jadi kamu ingin minta pulau itu. Baiklah, aku akan berikan pulau itu. Asal tunjukan dimana istriku, baru aku akan percaya
ARNOLD : Anda tenang saja, dia ada di tempat yang paling aman
ANDRE : Dimana, tujukan dulu
Arnold menyuruh orang memperlihatkan Elisa di layar monitor, sedang terbaring tak sadarkan diri. Andre mengepalkan tangannya kuat-kuat, menggertakkan rahangnya.
ANDRE : Dimana itu?
ARNOLD : Saya tak akan memberi tahukan sebelum anda menadatangani surat perjanjian ini, baru saya akan berikan nyonya ANDRILOS kepada anda.
Andre sudah kesal di ubun-ubun ya, menyuruh Glenn melakukan sesuatu. Glenn langsung diam-diam menaruh benda yang bisa menempel di tempat yang di sentuhnya, Andre tersenyum devil.
ANDRE : Baiklah, mana suratnya
Arnold Schwarzenegger ini memberikan beberapa kertas di atas meja, Andre di suruh untuk menandatangani perjanjian itu. Saat di baca ternyata dia sudah menyiapkan segala sesuatunya, hingga surat perjanjian tersebut.
Ternyata dia menggunakan ini untuk memperalatku, dia pikir bisa membuatku resah. Kau menginginkan pulau Maximus kan akan ku berikan pulau kematian mu, beraninya kau memperdaya diriku. Gumam dalam hati Andre yang sangat marah.
ARNOLD : Ini suratnya, silakan anda menadatangani surat perjanjian ini tuan ANDRILOS.
Andre tanpa ba-bi-bu lagi setelah membaca ke-3 lembaran surat itu, langsung menadatangani surat perjanjian, tapi Andre tidak mengunakan tanda tangan aslinya malah mengunakan tanda tangan palsu.
ARNOLD : Tuan, jangan lupa tolong tinggalkan cap jempol ya, agar surat itu bisa di gunakan
ANDRE : Tidak mau!
ARNOLD : Kenapa, apa anda tidak mau istri anda selamat
ANDRE : Perlihatkan dulu istriku secara nyata, kita melakukan barter. Cepat tunjukan, baru aku akan percaya jika istriku baik-baik saja. Jika kau tidak menunjukan yah maka perjanjian ini batal dan aku akan menggeledah seluruh kapal mu ini, cepat dimana?
Arnold lalu memberikan kode pada anak buahnya untuk membawa Elisa keluar dari dalam kamar, mengunakan kursi roda Elisa di bawa oleh pengawal.
Melihat Elisa yang tidak sadarkan diri membuat Andre semakin geram, kesal dan emosi.
ANDRE : Apa yang kau lakukan pada istriku?
ARNOLD : Kami hanya membuat dia tertidur Tuan jangan marah, silakan di lanjutkan cap jempol ya, belum anda lakukan
Andre dengan bergegas langsung melakukan cap jempol, dan memeriksa kembali data ya dan langsung bangkit mengambil Elisa dari kursi roda.
ANDRE : Kau sudah dapatkan apa yang kau inginkan, maka suruh anak buahmu untuk menyingkir saat aku lewat. Jangan ada yang berani menghalangiku lewat, cepat!
ARNOLD : Baiklah Tuan.
Arnold memerintahkan kepada seluruh anak buahnya agar tak ada menghalangi Andre lewat yang membawa istrinya itu, semua langsung menyingkirkan saat Andre melewati mereka.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Sabtu 08 Oktober 2022
__ADS_1