
Berada di ruang kamar, Elisa telah kembali kediaman rumah Arafif, karena di rumah ini sedang tidak ada penghuninya. Andre yang baru pulang entah dari mana seharian ini, melihat istrinya sedang tidak bersemangat duduk di sofa sambil membaca buku.
"Assalamualaikum," ucap Andre saat masuk kedalam kamar.
"Walaikumsalam, mas Andre." seketika Elisa menoleh ke arah sumber suara.
Andre mendekati istrinya, Elisa mencium tangan suaminya yang baru saja pulang tersebut. "Mas dari mana?" tanya Elisa yang melihat Andre yang agak lesuh.
"Dari markas, terus ke rumah sakit. Ngecek doang, tapi malah nggak kerasa kalau hari udah sore aja, jadi aku langsung pulang." ucap Andre yang duduk di sofa dengan Elisa.
"Ada dokter baru yah, penggantinya dokter Jun." ucap Elisa yang pernah melihat dokter baru, saat Elisa berkunjung ke rumah sakit.
"Iya, gimana hari ini di kampus." ucap Andre yang ingin tahu kegiatan sehari-hari Elisa.
"Ngebosenin mas, karena banyak yang bikin aku bete, dan kesel." ucap Elisa yang meluk suaminya itu. Elisa sangat manja dengan suaminya, Andre langsung memeluk kembali istri.
"Ada apa lagi sih sayang, siapa lagi yang membuat kamu tidak nyaman di kampus?" ucap Andre yang langsung mencari tahu dari manik mata Elisa.
"Banyak yang bikin aku naik darah, semuanya." ucap Elisa yang agak kesel.
"Kamu kesel kesiapa lagi? Banyak banget yang buat kamu kesel yah." ucap Andre.
"Mas, tadi di kampus ada pengumuman buat studi tur, eh semua di wajibkan buat ikut, pas ada yang gak bisa ikut karena orang tuanya sakit, malah dipersulit. Ya bikin surat keterangan lah, sampai disuruh denda lagi. Itukan keterlaluan bangetkan, jadi aku berdebat dengan mareka. Walau mereka senior aku di kampus, kitakan gak mandeng itu iyakan mas."
"Kamu emang berani banget sih sayang." ucap Andre yang memuji istrinya.
"Cuman itu doang mah kecil, aku bahkan bisa melawan musuh yang lebih tuh. Sampai yang bersenjata juga aku lawan, cuman itu doang mah gak ada apa-apa yah." ucap Elisa yang membanggakan dirinya.
"Ha-ha-ha, iya kamu memang sangat kuat sayang." ucap Andre yang mengecup kening Elisa yang kepalanya sedang nyeder di lengannya.
"Ouhnya mas, misalnya kemping jadi. Kamu izinin aku gak, buat pergi!" tanya Elisa langsung menatap suaminya.
"Iya bolehlah, masa gak boleh." jawab Andre, langsung saja mengiyakan.
Elisa seketika menghindar dari lengan Andre, langsung menatap suaminya tajam, karena syok dengan jawaban yang di dengarnya itu.
"Jadi kamu langsung izinin aku gitu aja mas!" ucap Elisa yang bertanya.
"Iya, terus masa aku larang." jawab Andre yang malah bingung sama reaksi Elisa yang terlalu berlebihan.
"Astaghfirullahalazim, kamu ini gak peka banget si mas. Bisa setega itu yah, apakah cuman aku yang terlalu tinggi berharap sama kamu, ekspetasi ku telah kamu hancurkan." ucap Elisa yang murung.
"Lah, dimana letak kesalahannya." ucap Andre yang serba salah.
"Nggak kamu gak salah, aku saja yang terlalu tinggi membayangkan yah. Kadang aku lupa siapa pria yang aku nikahi. Dia adalah pria yang tidak punya daya tarik, untuk bisa menyentuh lembut hati wanita, pria kaku. Nggak peka, kesel deh! Yaudah, aku gak ikut kemping?" Elisa yang ngambek.
"Hah! Kok jadi kamu marah sama aku, lalu aku harus larang kamu gitu. Yaudah kamu gak usah ikut, kalau kamu gak mau." ucap Andre, membuat Elisa yang semakin ngambek.
"Sudah terlambat. Seharusnya sejak awal kamu bilang kayak gitu, tapi malah ngomong seperti tadi, udah basih." ucap Elisa.
Andre di buat bingung oleh istrinya sendiri, entahlah mau Elisa ini bagaimana, Andre langsung bangkit dari sofa.
"Yaudah deh! Terserah kamu aja, aku mau mandi dulu." ucap Andre malah meninggalkan Elisa.
"Iiih... nyebelin banget sih dia itu, istrinya lagi ngambek bukannya di bujuk, ini malah di tinggal mandi." ucap Elisa yang melempar bantal sofa kearah pintu toilet.
...----------------...
Setelah selesai mandi Elisa yang lagi nonton film, setelah ia menyelesaikan tugas. Suaminya, masuk keruang ganti baju, melihat istrinya masih mode marah.
Dia masih marah yah, salahku apa lagi coba, susah juga jadi pria yah. Kalau gitu boleh gak yah ganti gender, Kayaknya itu gak akan terjadi, aku gak bisa, apa sih yang aku pikirkan ini, dasar otakku jadi ikutan eror nih. Dalam hati Andre sambil ganti baju, ia berjalan memutari ranjang.
"Jadi gimana keputusan kamu, mau jadi ikut apa nggak!" Tanya Andre yang langsung masuk kedalam selimut, dan duduk di sebelah Elisa.
"Nggak tahu!" ucap Elisa jawab dengan nada jutek sangat sinis.
__ADS_1
"Menurut mas aku ikut nggak sama kegiatan seperti itu, jawab jujur aja. Aku sudah terbiasa kok, sama ucapan kamu yang tidak sesuai ekspektasi ku."
"Maafkan aku sayang, lalu aku harus gimana buat jawab, jika itu sih tergantung kamu mau apa gak yah, kalau kamu ragu untuk ikut, jangan kamu paksa untuk ikut."
"Aku kan tadi nanya ke kamu, sebaiknya aku ikut apa gak! Jawab aja, jangan muter-muter gitu!" Elisa yang nada setelah marah.
"Eh, kok malah nanya sama mas sih. Katanya itu di wajibkan kenapa kamu gak ikut?" ucap Andre yang langsung mengiyakan saja.
"Hmm, emang kamu gak akan kangen nantinya sama aku. Apa cuman aku saja yang punya perasaan itu ke kamu, nanti kita akan berjauhan, tapi aku gak bisa jauh dari kamu, gimana dong!" Elisa yang langsung menatap suaminya
"Sayang, inikan kegiatan kampus masa iya kamu gak ikutan, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, karena kamu gak akan mendapatkan waktu dan momentum kayak gini lagi." ucap Andre yang menyarankan.
"Jadi ceritanya kamu Izininin aku pergi nih, apakah kamu yakin?" Elisa yang berharap jika suaminya tidak izinkan.
"Tentu saja, aku yakin sama jawaban aku. Bila perlu nanti aku akan ikut kamu, emang kamu mau aku ikut kemping juga sama kamu, dan temen kamus kamu lainnya, aku mah ayo-ayo aja, tapi kamu kan yang suka sekali nolak." ucap Andre yang siap siaga buat istrinya, kalau diajakin Elisa.
"Mas Andre. Boleh minta cium gak!" ucap Elisa yang manja.
Andre malah jadi melongo mematung, saat wajah Elisa mulai berubah. Andre menghela nafasnya, karena reaksi Istrinya itu cepat sekali berubah.
"Boleh," jawab Andre yang melihat istrinya meletakannya ipad-nya di atas laci.
"Mas yang mulai dong!" permintaan sang istri.
"Hah! Tadi siapa yang minta?" Andre malah jadi heran, tapi itulah istrinya suka aneh-aneh pemerintah yah, kalau gak di turuti malah ngambek.
"Mas, jangan banyak protes deh, lakukan aja apa yang elisa minta!" ucap Elisa yang gak mau dapat penolakan.
"Iya baiklah." Andre yang langsung mendekati Elisa, lalu Elisa langsung dengan sigap menarik Andre dalam pelukannya.
Hingga terjadilah pergulatan sengit, mereka beradu bibir, lidah mereka menari-nari, hingga lahapnya satu sama lainnya. Hingga tangan Elisa mulai nakal, ia melepas kemeja tidur Andre. Hingga, terbukalah bungkusan roti sobek milik pak Andre.
"Apa yang sedang kamu lakukan sayang, kenapa kamu malah membuka bajuku." ucap Andre yang menghentikan aktivitasnya.
"Bolehkan Elisa, minta sekarang." ucap Elisa yang mengalungkan tangannya di leher Andre, dengan tatapan mata berbinar-binar.
Andre merapikan kancing bajunya, dan menatap Elisa dengan tatapan elangnya.
"Nggak bakal mas, Elisa gak akan minta libur kok, sekali aja mas. Boleh yah mas. Yah yah."
Wajah Elisa yang sudah memelas, Andre juga tak bisa menolaknya. "Baiklah, tapi. Ada syaratnya," ucap Andre yang menatap Elisa.
"Hah! Ada syarat yah, apa harus ada yah?." ucap Elisa yang murung.
"Iya harus ada, syaratnya. Kita sholat dulu, dan harus ada perjanjian yang kamu harus ucapkan, besok kamu gak boleh merengek-rengek minta izin untuk bolos kuliah." ucap Andre menegaskan kembali.
"Siap boss, nggak bakalan Elisa menarik ucapan Elisa. Yaudah elisa dulu yang Wudhu, mas siapkan sajada yah." ucap Elisa yang semangat dan lari ke kamar mandi.
...----------------...
Andre hanya menghela nafasnya dalam-dalam, terlihat dia bingung juga. Tapi, nama suami istri. Hubungan antara pria dan wanita dalam satu ikatan pernikahan, adalah ibadah. Jadi Andre tak bisa menolaknya. Andre langsung bangkit dari tempat, menyiapkan dua sajadah, dan mukena buat Elisa, setelah Elisa keluar, Andre yang giliran masuk ke kamar mandi.
Senyuman Elisa mengembang lebar, terlukis di wajahnya, karena malam ini keduanya akan melaksanakan malam sakral, setelah malam pertama yang tidak pernah mereka lupakan seumur hidup. Elisa yang bergegas pakai mukena, saat Andre datang dia sudah berdiri dengan tegap dan bersiap-siap jadi makmum yang patuh.
Elisa kayak semangat banget, aku gak bisa mematahkan semangat yah itu, hah! Sudahlah hanya Allah yang tahu, hamba hanya menjalani apa yang di perintahkan. Dalam hati Andre, setelah melihat wajah Elisa yang sumringah.
Setelah salam kedua, Andre terdiam sejenak sebelum menoleh kebelakang, berdoa agar apa yang dia lakukan, semata-mata hanya ingin mendapat pahala dan Rhido dari sang pencipta. Andre hanya ingin beribadah, untuk menjalani kehidupan damai dan sejahtera, selalu dilindungi dalam rumah tangganya bersama Elisa, dan menjadikan dirinya imam bagi bidadari surganya.
...----------------...
Elisa mencium punggung tangan Andre, bersama Andre melantunkan sebuah doa di ubun-ubun Elisa. Kebaikan untuk Elisa dan dirinya, Elisa hanya diam saja saat Andre mencium kening dan kedua matanya.
"Sudah siap?" tanya Andre pada Elisa. Tapi hanya sebuah senyuman tipis di bibir Elisa.
"Kita rapikan dulu ini." ucap Andre yang melipat sajadah, Elisa melepaskan mukenanya.
__ADS_1
Mereka berhadapan satu sama lainnya, Andre menatap wajah Elisa kembali, masih ragu, tapi dia tetap memantapkan pilihan hatinya.
Membawa Elisa ke ranjang dengan hati-hati, lalu meletakan Elisa di bawah tubuhnya, membelai kepala Elisa dengan lembut. Lalu tersenyum manis, dan mengecup kembali kening Elisa sedikit agak lama, turun menuju kedua mata, selanjutnya ke hidung, bergeser kearah pipi, ia sisahkan bibir Elisa.
Elisa sudah mendesahh, tubuhnya tersebut terasa panas, karena belaian Andre yang begitu lembut, dan sangat indah. Juga sangat hati-hati, Andre juga tahu area-area sensitif Elisa, hingga Elisa matanya merem melek.
"Haaah!... Aaaah, Mas.." Suara parau Elisa yang langsung melepaskan baju Andre.
Sebelum itu, Andre membisik sesuatu di telinga Elisa. "Sayang, aku minta maaf yah, jika aku akan menyakiti mu lagi. Tolong kamu maafkan aku, dan berikan aku keikhlasan darimu, untuk menyentuhmu, agar aku bisa menjadi halal bagimu dan kamu halal bagiku, dan semoga apa yang kita lakukan malam ini, hanya beribadah kepada Allah." ucap Andre lembut.
Elisa yang mengangguk pelan, setelah dapat persetujuan dari Elisa. Andre membaca doa, untuk penyatuan mereka.
"Bissmillahiromanirohim," Andre membuka baju Elisa, hingga terlihatlah dua gundukan ukuran sedang, tapi masih sedap di lihat, Andre melepaskan pengait di belakang tubuh Elisa. Mendudukkan dalam pangkuannya, membiarkan Elisa mengekplorasi dan menjamakk tubuhnya, hingga mengisap leher Andre hingga berwarna merah kebiruan.
Mereka berdua sudah setengah tak berpakaian, Andre masih membiarkan Elisa sibuk memainkan Dadahh bidang milik Andre, hingga menghisap pentolan ujung di Dadahh Andre.
Andre merasa tidak nyaman tapi itu terasa enak, Andre juga sudah memanas padahal di dalam kamar mereka ada AC. Elisa sekarang sudah berhasil merobohkan Andre, berada di bawah Elisa. Masih sibuk mengeksplor tubuh Andre yang kekar itu.
"Aaah... Haaaah, Ouh... Sayang, bisakah kamu hentikan menghisappnya." ucap Andre yang memohon.
Diabaikan Elisa, sampai di ujung. Tujuan Elisa, benda itu sudah menonjol keluar. Hingga celana yang dipakai Andre terasa sesak, Elisa malah tersenyum devil.
"Mas, inilah awal dari penderitamu." ucap Elisa yang langsung menurunkan celana Andre, hingga si jagoan itu menampakkan dirinya.
"Huuu! Hihihi, aku suka." ucap Elisa yang langsung ambil posisi untuk duduk diatas Andre, dan langsung saja menggesekkan benda milik Andre ke miliknya yang jug sudah basah dari balik celananya.
Milik Andre semakin dibuat keras, Elisa seketika langsung melepas celananya, dan akan memasukan jagoan ke lubangnya. Tapi, tangan Andre menghentikan itu.
"Itu bagian ku, jangan ambil peranku." ucap Andre langsung menarik Elisa, berada di posisi bawah tubuhnya.
Andre membisik lagi di telinga Elisa, membaca doa Bismillahi Allahumma jannibna as-syaithana wa jannibi as-syathana maa razaqtana. (Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami).
"Aamiin" kedua mengamini yah, lalu si junior itu masuk tanpa halangan.
"Aaah!" Ucap Elisa mengerang karena Andre memasuki ruangan sempit, walau dengan pelan saat ia masukan. Tapi, membuat seluruh tubuh Elisa bergetar hebat.
"Hugh!" Andre yang juga sangat terguncang karena didalam lebih sempit, dan sangat panas.
"Aaah, huh! Hah.. Aku, merasa penuh... Mas, bisa lebih dalam kamu masukkan." pinta Elisa pada Andre.
"Sudah tidak muat sayang, jangan kamu paksakan untuk masuk semuanya." ucap Andre yang saat ini terdiam sesaat setelah memasuki milik Elisa itu.
Andre langsung memompa pelan, maju mundur. Elisa juga menggeliat terus, karena saat benda itu masuk dan keluar terasa. Andre juga merasakan jika milik Elisa seperti memijat, dan memeras miliknya hingga membuat dirinya berkeringat, karena saking panas tubuhnya saat ini.
"Aaah, mas... Ouuu..." Errrangan Elisa yang menikmati waktu kebersamaan itu, ia meremas lengan Andre.
"Hugh! Haaah!..." Andre yang saat ini masih berfokus mengatur ritme alurnya, sesekali dia memijat gundukan milik Elisa, hingga memainkan pentolan milik Elisa.
"Aaa.. Masss aku mau keluarrrr... Aaa mas, aku gak kuaaat lagiiii..." ucap Elisa yang sudah mencapai klimaksnya.
"Tahan sayang, aku juga akan.... Aaaaaahhhh..!" mereka sama-sama sampai ke ujung kenikmatan itu. Andre tidak mencabutnya dengan dengan cepat, membiarkan jagoan itu di dalam milik Elisa.
Andre yang menenggelamkan dirinya dia gundukan, dengan nafas kedua terengah-engah.
Hingga milik Andre mulai ke ukuran semula, baru Andre mencabutnya. Menarik selimutnya, untuk menutupi tubuh telanjanggg mereka.
"Terimakasih yah sayang." Andre memeluk istrinya dalam dekapan, Elisa juga memeluk Andre dengan eratnya.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Rabu 22 February 2023