
Hari terakhir pembelajaran, Elisa yang baru saja selesai dari materi hari ini akan bersiap kembali ke apartemen, terlihat ada seseorang yang memperhatikannya. Elisa terdiam sejenak tak mau menengok ke arah seseorang yang melihatnya itu, Elisa langsung pergi saja dari tempat menuju ke lift naik ke apartemennya.
Ternyata wanita itu juga mengikuti Elisa hingga masuk ke lift, dia adalah Charlotte. Salah satu wanita yang akan daftar menjadi calon pendamping untuk grup-grup. Elisa terlihat biasa saja tapi memang kurang nyaman dengan situasi saat dilift dengan wanita itu.
CHARLOTTE : Hai, apakah kamu akan naik ke lantai 10?
ELISA : Iya, aku akan naik ke lantai 10. Apakah kamu juga akan naik kelantai 10, kenapa tidak menekan tombol lift ya.
CHARLOTTE : Ouh, kita dengan tujuan yang sama kok. Apakah kau juga mendaftar menjadi member agen yang sama dengan ku?
ELISA : Heh? maksudnya. Maaf, aku kurang mengerti.
CHARLOTTE : Maaf, kamu asal dari mana? kalau boleh tahu.
ELISA : Indonesia, kalau anda?
CHARLOTTE : Russia, tapi lama tinggal di Brazil.
ELISA : Ouh begitu, Kamu juga ikut pendamping untuk grup mana yang akan kamu pilih?
CHARLOTTE : Siapa saja yang akan menerima ku, aku dari peserta yang netral.
ELISA : Ouh, jadi peserta netral.
CHARLOTTE : Lalu kau sendiri dari, akan memilih ke grup mana?
Jika aku berbohong dia sudah memperhatikan ku sejak lama, apakah aku katakan sejujurnya jika aku ikut seleksi menjadi pendamping Pemimpin ANDRILOS? sudahlah, aku katakan saja seadanya. Dalam hati Elisa bimbang.
ELISA : Saya ikut serta dalam kegiatan karena ingin mencari pengalaman, dan kemampuan daya pikir dan pola perilaku, tata cara baik untuk kerja sama tim nantinya.
CHARLOTTE : Hehehe, tapi bukan itu yang ingin saya tanyakan, apakah kamu ikut peserta di kelompok yang mana? bukan alasan kamu untuk masuk ke pelatihan ini.
ELISA : ha-ha-ha... MAAF! Aku baru saja belajar bahasa asing jadi belum bisa fasih, jika tutur kata saya kurang teratur, karena saya masih tahap belajar berbahasa asing.
CHARLOTTE : Iya tidak apa-apa aku mengerti kok. Baiklah, aku duluan yah.
Setelah pintu lift terbuka charlotte langsung mengambil arah yang berlawanan dengan Elisa menatap kepergian Charlotte yang sudah menghilang di balik dinding lainnya karena dia sudah masuk apartemen.
A girl like that alone will she qualify for the semifinals, I'm sure she won't last long, the material is that she can only learn foreign languages. Isi dalam pikiran Charlotte yang meremehkan Elisa.(Gadis seperti itu saja apakah dia akan lolos babak semifinal, ku yakin dia tidak akan bertahan lama, bahan dia baru bisa belajar bahasa asing.)
"Aneh kenapa telinga ku berdenging, padahal kotoran sudah aku keluar dan sudah bersih, kayak ada yang mengupat jelek diriku nih" gerutu Elisa yang langsung masuk kedalam apartemennya.
Keesokan paginya, semua sudah berada di aula dimana semua sudah berpenampilan sangat cantik dan rapi dengan baju terbaik mereka masing-masing, karena hari ini adalah hari pertama seleksi tahap awal. Semua sudah sangat antusias mendengarkan pengumuman akan diadakan seleksi ini, Elisa berdiri di urutan 1990 dari 2000 Perseta yang hadir disana.
PANITIA : Hai ladies, apa kabar kalian?
LADY'S : HAI JUGA! KABAR KAMI BAIK.
PANITIA : Berhubung adalah terakhir pembelajaran selama 2 bulan kalian, ini waktunya seleksi tahap awal kalian di mulai. Besok adalah tahap penyisihan atau sudah akan di pilih langsung oleh para pemimpin, makanya ujian awal ini akan memakan waktu yang lama, biasanya seleksi akan di adakan 3 bulan tapi, ini sudah kebijakan untuk mempercepat proses tahapan makanya hari ini kita sebagai panitia mengadakan babak ujian bagi kalian, apakah kalian semua siaap!
LADY'S : IYA Kami siap! kami akan lakukan terbaik dan semaksimal mungkin, tolong bimbingannya.
PANITIA : Oke! tidak basa-basi lagi, kita akan mulai saja ujiannya kalian harus sungguh-sungguh, agar bisa masuk ke babak final atau tahap selanjutnya agar bisa bertemu dengan para pemimpin grup.
LADY'S : Kyaaaa, bertemu dengan para pemimpin grup.
Semua cukup senang dengan hal tersebut, Elisa terdiam memperhatikan banyak wanita karena dia sedang mengingat-ingat setiap wanita di sana, karena tujuan dia datang karena ingin mencari informasi tentang musuh yang bersembunyi di balik kabut.
Aku harus mencari siapa dia yang sedang menyamar sebagai seorang calon peserta, sampai saat ini aku amati belum juga ku temukan. suara dalam hati Elisa yang mikir keras sambil mata aktif mencari di antara para wanita.
__ADS_1
PANITA : Oke, kita akan mulai seleksinya apakah kalian semua siap?
LADY'S : Iya, siap!
Semua sangat antusias mendengar hal itu, satu persatu masuk ke sebuah ruangan audisi, selebihnya masih di aula untuk menunggu giliran di panggil. Semua sedang mempersiapkan diri mereka masing-masing, Elisa duduk di sebelah penari balet. Yah mereka harus menampilkan bakat mereka masing-masing, semua sedang latihan agar bisa masuk semifinal.
VIOLA : Kamu tidak akan menampilkan bakatmu? kenapa hanya diam saja, apakah kamu sudah cukup latihan.
DIANA : Hahaha aku binggung mau latihan apa, karena aku memilih segudang bakat yang akan ku tampilkan.
Cih, sekelompok orang-orang sombong. Yah wajar saja si mereka disini semua bersaing, teman bisa jadi musuh. Dumal dalam hati Elisa yang memperhatikan semuanya.
Elisa pergi dari tempat, terlihat ada seorang wanita yang berada di pojokan sedang latihan. Elisa malah binggung mau menampilkan bakat apa, dia tak punya keahlian apa-apa.
Sampai akhirnya peserta terakhir yaitu Elisa yang masih bingung ingin menampilkan bakat apa yang akan dia tunjukkan untuk memberikan kesan yang baik pada juri.
MARCEL : HAI NONA! Apa yang ingin kau tunjukkan pada kami? Apakah kau punya keahlian?
Mampus Loh apa coba? Aku nggak punya keahlian apa-apa lagi, aduuh binggung? bakal kalah nih! Apa yang akan ku tunjukan. Dumal dalam hati Elisa.
GAVIN : ELISA, kenapa kamu malah bengong cepat tunjukkan apa keahlianmu?
Helena yang melihat Elisa gugup dan tak percaya diri, memberikan dukungan. Helana menjadi salah satu dari juri di barisan tersebut, langsung memberi tanda kode kepada Elisa agar tidak terlalu khawatir, karena Helena akan membantu dia lolos tanpa harus memberitahu identitasnya.
"Nyonya Elisa, lakukan saja apa yang kau bisa, jangan gugup Nona!" ucap Helena yang memberikan semangatnya dari barisannya.
Elisa menampilkan keahliannya beladiri dan itu membuat semua juri takjub karena belum pernah melihat gerakan bela diri yang ditunjukkan oleh Elisa tersebut.
GIORDANO : Gerakan apa yang kau tunjukkan tersebut aku tidak mengenalinya?
HELENA : Nona Elisa berasal ini dari Indonesia, berusia 24 tahun dan dia mengikuti seleksi latihan ini untuk mengikuti menjadi calon pendamping dari para pemimpin, gerakan yang tadi ditunjukkan adalah gerakan semi beladiri yang berasal dari Indonesia yang disebut pencak silat, benarkan Nona Elisa.
ELISA : Itu benar, namanya pencak silat.
ELISA : IYA, terimakasih atas perhatiannya. Saya permisi.
Semua langsung berbaris sesuai urutan nama mereka tanpa ada perintah ataupun ucapan dari panitia, semua para ladies sudah berjejer rapih di tengah-tengah aula, karena Elisa yang dapat urutan ke-10 karena nama dia di awal huruf E.
Lalu terlihat nama-nama yang muncul di layar, dari 2000 peserta, yang lolos hanya 1200 peserta. Semua langsung menatap kearah layar yang ada di depan, semua berebut untuk mencari nama mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
^^^Flashback^^^
Glenn yang datang menjemput Elisa untuk bicara secara tertutup dan pribadi sangat rahasia, mereka berada di ruangan khusus. Ada sebuah layar besar seperti televisi dan di sana banyak data-data terkait dengan peserta dari para calon pendamping pemimpin, Elisa juga sudah di berikan bekal yang kuat yaitu latihan pertahanan diri dan cara membebaskan diri dari jeratan apapun.
"Nyonya, selama pertemuan kita kenapa saya banyak ajarkan soal pertahanan diri. Soal kemampuan beladiri anda sangat bagus, makanya saya lebih mengajarkan hal yang baru yaitu latihan pertahanan diri, di karena kan jika suatu waktu kejadian seperti di Italia atau di New Zealand terjadi lagi, anda di culik. Maka tidak akan merasa panik atau ketakutan karena sekarang anda punya skillnya untuk bisa meloloskan diri, sebelum penyelamat datang. Kami punya berbagai alat pelacak yang tak akan di ketahui oleh siapapun, alat itu mengikuti bentuk yang cukup alami" ucap glenn yang menjelaskan.
"Iya aku faham, terimakasih sudah sabar melatih ku guru. Aku sangat senang karena guru mau membantu ku lebih kuat lagi, aku tak akan merepotkan kalian cukup lama" ucap Elisa yang sangat senang.
"Jangan katakan itu nyonya, ada saatnya anda juga butuh bantuan seseorang, karena manusia adalah makhluk sosial tidak bisa melakukannya seorang diri, karena manusia diciptakan untuk saling menolong dan saling membantu bukan individual. Saya mengajarkan anda hal ini, hanya untuk bertahan diri, agar anda tidak terlalu panik, sebelum pasukan penyelamatan datang, ini hanya ancang-ancang cadangan saja."
"Baiklah, aku mengerti. Lalu ada apa kamu mengundang ku ke sini, apakah ada masalah yang sangat serius?"
"Ini soal Tuan, saya beri tahu sebenarnya. Dikarenakan Nyonya pendamping belum ada maka posisinya masih kosong, maka itu ancaman bagi Tuan Andre lebih besar bahkan posisinya akan tergeser atau di gantikan. Karena belum SAH untuk dinobatkan menjadi pemimpin selanjutnya, Tuan Andre harus lebih keras memikat masyarakat. Beliau juga butuh bantuan dari anda nyonya, agar anda bisa membantu secara alami anda harus bisa lolos dari seleksi tahap awal dan masuk semifinal tanpa identitas istri SAH. Anda juga harus siap mental, karena sudah pasti akan banyak orang yang mencoba melakukan hal-hal yang mungkin memicu peperangan antar grup, atau sesama anggota, maka dari itu anda harus siap-siap mengambil ancang-ancang jika suatu saat, akan ada bentrokan di antara grup atau peserta pencalonan pendamping, anda sudah bisa mengerti situasi. Apa bisa faham dengan apa yang saya katakan."
"Jadi maksudnya, apakah Mas Andre belum bisa dikatakan Tuan ANDRILOS, padahal dia kan memang keturunan murni."
"Tidak menjamin walau Tuan keturunan murni dari bangsawan, jika koneksinya buruk di masyarakat maka dia tidak akan terpilih. Intinya Tuan harus tidak memiliki celah buruk sedikitpun di mata masyarakat, agar dia bisa duduk di tahta singgasananya."
__ADS_1
"Ternyata sulit juga, tapi apakah tugasku hanya ikut seleksi dan harus lolos begitu!" ucap Elisa yang agak frustrasi.
"Iya itu syarat satu-satunya, agar terhindar dari semua masalah sepihak dan akan merugikan kalian nantinya, jadi jangan membuat frekuensi yang lebih jauh lagi nyonya, semaksimal mungkin anda harus membuat sedekat mungkin bagi tuan untuk berada di tahta."
"Jika dia tidak memiliki citra yang baik maka mas Andre akan di tendang keluar dari penobatan tersebut ya?"
"Bisa dikatakan seperti itu karena dia belum mendapatkan gelar secara resmi dari pemimpin, atau ketua yang melantik beliau secara formal. Maka dari itu harus lebih hati-hati lagi untuk setiap langkah dan perilaku yang ada lakukan, jadi jangan menunjukkan jika anda adalah istri dari Tuan Andre, itu akan memicu sesuatu yang mungkin tidak anda sadari dan anda pikirkan. Ingat orang jahat ada di mana-mana, mereka bisa saja menyamar menjadi siapapun, dan jadi apapun, jadi Anda harus lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, jangan memberikan informasi apapun pada siapapun, entah itu orang terdekat atau pun orang baru kenal tapi merasa nyaman. Jangan katakan informasi diri, karena bisa saja mereka adalah musuh yang berselimut, apakah bisa dimengerti."
"Iya aku mengerti, Terimakasih informasi tentang semuanya."
^^^Selesai^^^
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Elisa juga mencari namanya di papan pengumuman, banyak yang tidak di terima Elisa juga tampak khawatir jika dirinya juga salah satu yang gagal, tapi lalu tiba-tiba namanya muncul di urutan 1190, di urutan 10 terakhir.
Elisa tampak lega karena namanya di sana lolos, Elisa langsung berjalan ke pintu yang dimana disana sudah ada panitia yang akan membagikan nomer urutan untuk ikut babak selanjutnya.
Elisa masuk, dan disana ada penjaga Elisa di suruh untuk mengambil nomor urutan.
PANITA : Maaf Nona, silakan ambil satu bola dari dalam kotak.
ELISA : Baik.
PANITA : Nomer urutan berapa boleh di tunjukkan kepada kami.
ELISA : 190
Apakah ini nomer keberuntungan, kenapa aku terus saja di nomer urut 190, tadi 1190. Ini sungguh sangat aneh. Dumal dalam banyaknya.
PANITIA : Masuk ke ruangan selanjutnya, dan duduk sesuai nomer yang anda dapatkan tadi. Semoga sukses, silakan.
ELISA : Iya terimakasih atas doa ya.
Elisa memasuki sebuah lorong dan keluar disisi lainnya, terlihat cahaya diujung jalan itu ruang dimana sudah di ubah menjadi tempat ujian tes selanjutnya.
PANITA : Maaf, nomer urutan ke berapa?
ELISA : 190
PANITA : Ikuti saya, akan ku tunjukan kursi tempat anda duduk.
Elisa langsung saja mengekor tanpa pertanyaan lainnya, karena sekarang jantungnya tak beraturan. Entah dia ingin kabur karena melihat saingannya, mental Elisa tiba-tiba menciut, karena mendapatkan tatapan tak baik dari setiap sudut.
PANITIA : Ini tempatnya, silakan duduk? saya akan jadi penanggung jawab atas anda dengan beberapa nona lainnya di barisan ini, jadi mohon bantuannya.
Tempat duduk mereka ada 10 tempat duduk dalam masing-masing barisan itu, disebut satu kelompok, di pimpin satu panitia. Elisa urutan duduk dibarisan 19 dari 120 barisan.
ELISA : Iya, saya juga mohon bantuannya.
PANITA : Baik saya akan kembali ke sana untuk menunggu anggota lainnya yang belum hadir, silakan duduk dahulu untuk beristirahat. Ada kotak makan siang, silakan untuk di makan dahulu, sambil menunggu yang lainnya.
ELISA : Iya, Terimakasih.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Jumat 28 Oktober 2022.