
Terlihat seorang pria yang memasuki ruang rektorat, dan langsung di antar ke fakultas yang dia tujuh. Lalu di serahkan kepada dekan fakultas farmasi, dan langsung diantar oleh dekan untuk menuju ke ruang kelas.
Setelah sampai di ruang kelas yang di tuju, iya itu ruang kelas yang sama dengan Elisa. Membuat orang menatap pada pria yang berada di belakang dekan fakultas farmasi, terlihat sangat modis dengan pakaiannya.
Elisa yang saat ini sibuk mencari materi untuk tugas individu bersama Resti dan Nacly. karena Diana sedang pergi ke toilet, jadi hanya mereka bertiga.
"Selamat siang semuanya?" suara itu dari seorang pria yang saat ini memasuki ruangan kelas.
Semua mahasiswa serempak langsung buru-buru duduk kembali ke tempat mereka masing-masing, saat melihat pak dekan masuk kedalam ruangan tersebut.
"Siang pak!" serempak semua mengatakan yah, Elisa langsung menatap kedepan. Lalu kembali menunduk wajahnya, karena ingin mematikan note book nya dulu.
"Loh, apakah gak ada pelajaran hari ini?" tanya dekan karena setiap ruangan tadi ada dosen pengajar, tapi ruangan ini malah tidak ada dosen.
"Ada pak, pelajaran pak Jeje. Ini kita semua lagi ngerjain tugas, individu pak." Jawab ketua kelas.
"Ouh begitu, yaudah saya minta waktunya sebentar. Di depan kalian ini ada mahasiswa baru, dia baru masuk sama seperti kalian diajak yah, tapi agak telat karena dia baru datang dari Jerman. Silakan nak perkenalkan nama kamu kepada semua temen-temen, dan rekan seperjuangan." ucap dekan, semua terpesona akan ketampanan mahasiswa baru itu, hingga semua terlihat terdiam.
"Hai temen-temen nama saya Fando Gaozan Jenner, salam kenal buat kalian semua yah. ouhnya panggilan saya Fando saja, itu nama panggilan" ucap fando, seraya melihat sekeliling tempat.
Mendengar suara yang tidak asing Elisa seketika langsung menatap kearah sumber suara, betapa terkejutnya dirinya. Pria yang baru ia kenal, dan baru bertemu tadi pagi malah berada di dalam ruangan kelasnya.
Eh? kenapa cowok itu bisa ada di kelasku, apakah dia memata-matai ku atau dia mengikuti aku, pasti dia melacakku, iya kan. Seharusnya aku bilang pada mas Andre soal kejadian ini. Dalam hati Elisa yang syok lihat Fando ada di depan matanya.
Tapi sebelumnya Elisa memberitahu soal itu, Fando malah berjalan menuju meja Elisa, membuat semua orang melihat kearah mereka. Semua masih mengagumi Fando yang sangatlah perfeck itu, sehingga satu dua dengan Andre.
Fando menebar senyum pada Elisa, tapi karena masih syok dan belum mempercayai akan hal itu Elisa masih bengong tak bergeming.
"Maaf, apakah kursi ini kosong?" ucap fando bicara pada teman kelas Elisa yang duduk di depan Elisa.
Elisa yang melihat hal itu malah cegukan, karena tak bisa mengendalikan diri yah dari tatapan Fando yang entah punya niat apa padanya.
"Gila dia ganteng banget, iyakan Elisa!" bisik Resti yang duduk disebelah.
"Kok bisa kamu ada di sini?" ucap Elisa keceplosan.
Otomatis karena suara lantang Elisa itu membuat semua temen kelas melihat kearahnya, lalu Fando langsung menoleh karena suara Elisa itu.
"Sssttt~ Suara mu terlalu keras, lihat semua orang melihat mu." ucap fando yang meletakan satu jari di bibirnya.
"El, apakah kamu kenal sama dia? Anak baru ini?" ucap Resti yang kebingungan.
"Aku mau ke toilet dulu, mungkin aku mengantuk jadi salah mengenali orang!" ucap Elisa yang bangkit dari kursi dan pergi ke toilet.
Fando yang melihat Elisa yang keluar ruangan kelas, dengan kesal itu membuat dirinya samar-samar tersenyum tipis. Jam pelajar pertama yang sebentar lagi akan selesai, dan akan berganti jadwal pelajaran lainnya.
Elisa yang yang masih di toilet, terdiam di depan cermin. Terlihat, dirinya yang kebingungan. Pasti Fando sudah memasang suatu alat pada dirinya, dan meletakkan alat lainnya untuk melacak dirinya.
"Bagaimana dia tahu, kalau aku kuliah di sini. Lalu mendaftar di fakultas dan ruang kelas yang sama, ini sangat aneh!" Dumal Elisa yang kebingungan.
Elisa terdiam di dalam toilet, hingga ada mahasiswi yang masuk ke sana. Lalu Elisa langsung keluar setelah itu, dan Elisa kembali ke kelasnya tapi malah temen-temen sudah pada nggak ada di dalam sana lagi.
Elisa mengambil hp yah, lalu mengirim pesan pesan pada temen-temen gengnya. Iya Elisa punya grup geng chat di hp yah, karena tak menemukan temen-temen yah.
~ Pesan Chat ~
Elisa : Guys, kalian dimana?
Diana : Kita mau ke kantin El.
Nacly : Sini, kita lagi otw nih.
Resti : Habis kamu di toilet lama bener, kamu boker yah!
Elisa : Oke, aku kesana.
~ Selesai ~
Elisa langsung menutup hp ya dan merapikan meja, langsung pergi menyusul para temen-temen yang lagi jalan menuju kantin. Tongkrong mereka, kalau pas istirahat. Karena jalan tak tengok kanan kiri, Elisa yang gak tahu jika ada Fando yang sedang ngobrol sama temen barunya.
Tak sengaja Elisa menabrak seseorang, lantai baru saja di pel, Elisa terpeleset dan hampir terjatuh ke anak tangga. Dengan sigap Fando menarik tangan Elisa, lalu pinggang Elisa di pengang Fando membuat mereka berpelukan.
Semua melihat hal itu, membuat iri semua cewek-cewek disana. "Ih itu siapa sih, aku juga pengen"
__ADS_1
"Dasar cewek gatel, modus doang itu!"
Ada yang iri ada juga yang kagum, ada yang mencibir ada juga yang memuji, tapi Elisa malah menatap mata Fando dengan sangat dalam.
"Kamu gak apa-apa? Kalau jalan hati-hati dong! Lihat jalan, emang kamu kemana sih keliatan kamu kok buru-buru gitu." ucap fando yang melepaskan pelukannya, dan menstabilkan posisi berdiri Elisa.
"Itu bukan urusan kamu, yang tadi aku terima kasih ya. Aku duluan," ucap Elisa yang agak ketus pada fando.
Berbalik badan, melihat sekelilingnya pada melihat kearah Elisa membuat Elisa kesel. "Apa kalian lihat-lihat, ini bukan tontonan. Yang tadi aku beneran gak bercanda atau modus, beneran nggak sengaja. Tadi bener kepleset" penjelasan Elisa yang membuat semua langsung melakukan aktivitas kembali.
Elisa yang langsung pergi menuju kantin, dengan muka bete dan betmoodnya. Sedangkan temen geng Elisa yang tidak tahu, melihat wajah betmoodnya itu.
"Kamu kenapa, dateng-dateng kok muka di tekuk gitu," ucap Nacly.
"Kamu jutek banget sih El, lagi semaput yah?" tanya Diana yang memastikan keadaan Elisa.
"Sembelit Luh?" Asal ceplok Resti yang melihat wajah Elisa itu kayak menahan sesuatu.
"Atau PMS? Iya, aku ada pembaluuut tuh mau?" Sambung Nacly.
"Nggak, aku gak mens!" Jawab singkat Elisa yang masih agak kesel.
"Terus kenapa. Kok bisa muka kamu betmood gitu sih El" Tanya Diana yang sangat penasaran, semuanya juga ingin tahu sama Elisa yang tiba-tiba berwajah aneh itu.
"Jelek tahu gak! Senyum dikit napa el. Kita takut loh kalau kamu kayak gini, plis deh. Coba kamu ceritakan ada apa?" ucap Nacly yang sangat ingin tahu.
"Gak apa-apa guys, eh kalian sudah pada pesen?" Tanya Elisa yang mengalihkan pembicaraan.
"Iya. Udah, kamu juga udah aku pesenin kok. Jadi jangan khawatir, aku ingat kamu sukanya apa" hal Diana yang punya daya ingat yang cukup bagus.
"Apa yang kalian pesan buat aku?" Ucap Elisa yang ingin tahu apa yang mereka pesan untuk di makan oleh yah.
"Yang biasa itu, kamu suka kan!" Sambung Diana yang menatap penuh keyakinan.
"Ouh, iya. Thanks guys!" ucap Elisa yang salut banget walau baru kenal sebulan tapi mereka sudah seperti keluarga bagi Elisa.
"Iyo, kitakan tahu selera kamu" ucap Diana yang langsung memegang tangan Elisa.
"Hmmm~ aku tahu nih, penyebab Elisa betmood apa?" Ucap Resti tiba-tiba menyela.
"Itu pasti gara-gara cowok, iyakan! Kamu berantem lagi sama pacar kamu?" tebakan Resti yang sangat yakin.
"Nggak kok!" jawab Elisa singkat tak mau berkomentar banyak.
"Terus..." Semua serempak ingin tahu apa yang sedang di rasakan oleh Elisa.
"Aku gak punya pacar guys, jadi buat apa berantem sama pacar" ucap Elisa yang mempertegas.
"Loh yang waktu itu apa? katanya kamu lagi berantem sama cowok kamu yang gak pernah hubungi kamu itu." penjelasan Resti.
"Hahah itu hanya akting aku aja, biar di kira punya pacar sama kalian, habis kalian ngobrolnya dari awal, selalu soal cowok mulu. Jadi akukan susah buat nyambung, nah aku kepikiran ide biar nyambung sama kalian aku ngomong itu, maaf ya guys. Aku bohongin kalian, soal ngobrol itu sama kalian." ucap Elisa yang meminta maaf.
"Astaga! Kita yang seharusnya minta maaf sama kamu, kita gak mikirin soal kenyamanan kamu. Maaf banget yah, elisa aku pikir kamu beneran punya pacar, jadi ternyata gara-gara cuman pengen nyambungin diri sama pembahasan kita?" ucap Resti yang saat ini malah jadi merasa bersalah.
"Sorry ya El kita gak mengerti perasaan kamu ini." ucap Diana mereka jadi berpelukan bersama.
Iyalah aku gak punya pacar, orang aku punya suami. He-he-he, sorry ya guys. Aku belum bisa kasih tahu soal ini, jadi membohongi kalian dulu. Aku belum ketemu waktu yang tepat, buat ngomong soal ini. Khawatir kalian, menjauhi aku kalau kalian tahu siapa aku. Dalam hati Elisa yang saat ini dalam pelukan temen-temen yah.
Tak lama pesanan mereka datang, mereka langsung melahap pesenam mereka dengan sangat nikmat, sambil ngobrol sana-sini. Ingga suatu teriakan dan bisik-bisik dari kawalan di kantin membicarakan adegan Elisa dengan Fando, hingga di dengar oleh geng Elisa.
"Ada apa sih kok pada ribut-ribut ada apa yah?" ucap Resti yang sangat penasaran dengan bisikan-bisikan itu.
"Nggak tahu," ucap Nacly yang juga melihat sekeliling yah yang pada sibuk membicarakan sesuatu.
"Kok pada menatap ke sini sih, pada kenapa yah?" tanya Resti yang masih kebingungan dengan tatapan orang-orang yang di kantin.
"Ada apa kalian kok menatap pada kita sih, ada yang salah sama kita yah" Teriak Nacly pada semua pengunjung di kantin.
"Nggak kok," lalu mereka seketika langsung melihat arah lainnya, tapi masih sesekali melihat ke arah Elisa.
"Ih pada kenapa sih, aneh deh!" Resti yang tidak mengerti akan hal yang terjadi saat ini.
Tak lama ada seseorang yang datang, memanggil nama Elisa. "Elisa! Kamu di panggil sama ketu tuh dikelas."
__ADS_1
"Eh, ada apa yah?" ujar Elisa yang lagi asik makan malah harus di undang.
"Nggak tahu, kamu kesana aja." ujarnya seraya meminta Elisa langsung menemui ketua Kelas.
"Yaudah bilang sama ketu, sebentar karena aku makan dulu gitu" ucap Elisa yang masih menikmati makan.
"Oke, saya akan sampaikan" temen kelas Elisa langsung pergi meninggalkan tempat.
"Tenang El, kita temenin kok!" sambung Resti.
"Nggak usah, kan yang di panggil aku bukan kalian" ucap Elisa yang tak mau merepotkan temen-temen yah.
"Beneran nih, nggak mau kamu temenin. Biar kamu punya kepercayaan diri yang lebih mantap kan kalau kita ikut." Sambung Nacly.
"Yaudah gak apa-apa, aku pergi sendiri aja. Kalian tolong bayarin punya aku. Ini uang yah, aku cabut dulu yah?" ucap Elisa yang selesai makan langsung pergi meninggalkan tempat.
"Oke El, kita nanti nyusul kamu. Jika kamu butuh kami langsung chat aja, kita akan langsung otw kemana saja" ucap Resti yang semangat.
"Iya." Jawab singkat sambil jalan menuju tempat yang di katakan oleh temen kelas ya tadi.
Sesampainya di tujuan terlihat dua orang pria yang lagi sibuk ngobrol, Elisa menghampiri salah satunya. Itu adalah si ketua kelas, Elisa berdiri di samping yah.
"Ada apa Dit, kamu panggil aku!" tanya Elisa yang baru datang.
"Elisa, udah selesai makan. Tadi nggak usah buru-buru makanya Elisa, ini cuman soal tugas kelompok kamu pelajaran pak Jeje. Bukanya kamu kurang 1 anggota kan?" tanya Raditya.
"Iya kenapa emang yah dit," ucap Elisa yang kebingungan.
"Masukin Fando ke anggota kamu bisa?"
"Lah jadi kamu cuman mau ngomong soal itu, kok cuman aku saja yang di panggil. Kan kita kelompok, harusnya kamu juga minta izin sama temen tim aku juga dong!"
"Iya, tadi aku udah ngomong sama mereka. Tapi katanya ketua tim itu kamu, jadi izin ke kamu deh!"
"Hah! Mereka sudah tahu? Kok gak di kasih tahu sama mereka sih." Elisa agak kesel.
"Makanya aku bilang dulu sama kamu, karena kata mereka. Kalau mereka yang ngomong sama kamu bakalan di nolak, kalau ada cowok satu tim gitu."
"Eh kata siapa! Aku biasa aja sih, aku tuh fine-fine aja. Asal bisa kerja sama, oke!" ucap Elisa yang menjelaskan.
"Iya gak tahu, mereka bilang gitu sama aku. Yaudah gimana nih, keputusan yah. Tadi aku tanya sama Nacly, Diana dan Resti semua setuju, tinggal keputusan dari kamu yang belum pasti?"
"Iya deh boleh. Jadi kamu sendiri yang bilang, atau sama-sama kita bilang ke dianya?" tanya Elisa pada Radit.
"Kamu aja sama kelompok kamu Elisa, aku mau ketemuan sama pak dekan" ucap Radit yang mau pergi meninggalkan tempat.
"Ouh, yaudah" ucap Elisa yang melihat kepergian Raditya.
Temen-temen langsung menghampiri Elisa setelah selesai dari kantin. "Gimana El, apa kata ketu?" ujar Resti yang menyederkan tangan ke Elisa.
"Kalian bertiga kan yang katakan itu sama ketu, coba katakan dengan sejujurnya kepadaku." ucap Elisa yang melirik semua temen-temen yah.
"Eh, soal apa nih?" ucap Resti yang pura-pura gak ngerti.
"Alah, Kalian kan yang ngomong sama ketu soal Fando, mau di jadikan satu kelompok sama kita?" ucap Elisa yang menepis tangan Resti.
"He-he-he El, kan kita cuman berempat jadi kalau ada Fando itu kelompok kita akan pelengkap. Iya gak?" sambung Resti.
"Jadi ke inget F4 fersi cewek merebutkan 1 cowok iya gak!" ucap Diana yang pecinta drama.
"Hmm- kebanyak drakor gini nih! Yaudah gimana El keputusan kamu?" ucap Nacly.
"Terserah aja sih..." ucap Elisa yang mengambil keputusan asal aja.
Eh bentar dulu deh! Jika dia satu tim sama kita, otomatis dia akan mencari tahu lebih jauh lagi soal aku, apa lagi pulang kampus nanti kita mau ngerjain tugas di bakery? Aduh gimana ini, aku gak kepikiran sampai sejauh ini. Gak mungkin mencela karena sudah mengiyakan yah, masa iya aku membatalkan apa yang telah aku katakan. Nggak bisa nolak lagi, gimana ini yah?Aduh~ Elisa kamu ini ceroboh sekali sih. Dalam hati Elisa yang kesel sampai mencengkram erat baju.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Jumat 20 Januari 2023