PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
131. Menjadi Relawan.


__ADS_3

Gabungan tim tim sudah siap akan di luncurkan ke pos-pos penyelamatan di daerah-daerah yang terkena musibah tersebut. Tim gabungan tersebut di bagi 3 tim pergrup karena ada 3 daerah dari lokasi berbeda maka Andre membuat 9 tim. Terdiri dari perawat, dokter dan apoteker.


Elisa ikut tim apoteker, di wilayah longsor karena Elisa kekeh ingin ikut membantu walau sudah di larang tetep saja tak mau di kubris ucapan Andre.


Elisa juga berteman baik dengan beberapa rekan kerja gabungannya itu. Untuk persiapan mereka di beri waktu sampai pukul 7 malam untuk bersiap-siap, karena akan berangkat sesegera mungkin.


Andre dan Elisa sudah pulang dari rumah sakit, karena Andre dan Elisa di lokasi yang berbeda maka Andre sangat khawatir pada istrinya, Andre akan pergi ke bencana gunung meletus. Sedangkan Elisa di daerah bencana longsor, makanya Andre cukup khawatir. Berada di kamar Elisa dan Andre sedang sibuk merapikan barang mereka yang akan dibawa, ke pos penyelamatan.


"Sayang kamu yakin akan ikut tim gabungan itu, udahlah jangan yah. Dirumah aja, kamu nggak usah ikutan."


"Mas, apa saja yang harus di bawa. Baju ganti terus alat mandi, terus apa lagi?" Elisa tak mendengar apa yang di katakan oleh suaminya itu.


"Kamu gak denger ya apa yang aku katakan tadi, aduh... Kamu ini, kok banyak banget baju yang akan kamu bawa sayang. Kebiasaan deh!" ucap Andre yang melihat koper Elisa agak penuh.


"Mas, kamu harus yakin dong! kamu kok kayak gak tega gitu melepas diriku ke lokasi tujuan itu. Bukanya kamu sendiri yang memutuskan tim itu untukku, kok jadi kamu yang ragu sih." ucap Elisa yang menyakinkan Andre.


"Kamu yakin, gak apa-apa? aku hanya gak bisa aja jauh gitu dari kamu" ucap Andre yang mengambil tas ransel miliknya.


"Hah! apakah itu pengakuan dari dokter Andre Azzam Arafif. Aku tersentuh, so sweet ya suamiku. Yasudah begini aja, kamu ikut aja sama aku gimana?" ucap Elisa yang memeluk Andre dari belakang.


"Begitukah, Hmmm... Bisa di urus kalau begitu, jadi yang di daerah Gunung siapa dong?" ucap Andre yang belum ada pengganti junlion yang akan membantunya.


"Hmmm-, iya juga yah? emang dokter try gak bisa ikut ya mas" ucap Elisa yang menyarankan.


"Ngga bisa, karena try harus mengurus rumah sakit. Jadi gak bisa dia ikut, aduh gimana ini." ucap Andre kebingungan.


"Iya udah mas, kamu bantu yang lainnya saja, aku sama tim ini. Kamu gak usah khawatir, aku akan baik-baik saja kok" ucap Elisa.


Mereka turun dari kamar, seraya membawa masing-masing barang. Alea yang baru keluar dari dapur merasa heran karena keduanya sama-sama membawa koper.


"Kalian berdua mau ke mana? jangan-jangan mau honeymoon ya" tebakan Alea yang membuat Andre dan Elisa saling menatap.


"Cih! Boro-boro mau honeymoon, rencana kita juga gagal lagi bulan ini. Udahlah kita lupakan saja soal itu, toh setiap hari kita juga honeymoon ya gak mas" ucap Elisa yang langsung duduk di kursi.


"Maafkan sayang, kita gak jadi pergi lagi. Yaudah, kita mendingan makan dulu sebelum pergi ke rumah sakit untuk berkumpul dengan yang lainnya." ucap Andre yang duduk di samping Elisa.


"Terus kalian bawa koper mau ke mana? kalau bukan mau honeymoon, jalan-jalan ngagur? kayaknya gak mungkin deh!" ucap Alea yang ikutan duduk di sebelah lainnya Elisa.


"Aku sama Mas Andre mau ada misi, tugas mulia yang sangat besar tanggung jawabnya" ucap Elisa yang mengambil nasi.


"Misi apaan? Kak Elisa jangan berbahaya loh, apakah lupa kalau pernah ikut misi berbahaya penyelamat itu. Kak Andre juga tahu kan masalah soal penculikan, dan soal kak Elisa yang hilang terus ketemu di pulau yang antabrata itu?" ucap Alea yang mengingatkan.


"Ini bukan di luar negeri Alea yang banyak musuh berselimut kabut, ini di Indonesia jadi aman-aman aja lah" ucap Elisa yang langsung menepisnya.


"Kamu nggak ngelihat berita emang?" ucap Andre yang mengatakan pada Alea.


"Berita apa sih kak Andre, kok tiba-tiba Alea disuruh lihat berita? emang ada berita apa hingga kak Andre menyuruh ku seperti itu" ucap Alea yang sama persis seperti Elisa.


"Kan banyak bencana yang terjadi akhir-akhir ini, aku sama Elisa mau ditugaskan di tempat yang berbeda" ucap Andre yang masih sibuk dengan hp miliknya.

__ADS_1


"Kok gitu kenapa nggak bareng aja, kak Andre kok tega sih biarkan kak Elisa tugas berbeda dengan kak Andre!" ucap Alea yang protes.


"Maunya sih gitu, tapi ya gimana lagi. Elisa harus di tempat daerah longsor, sedangkan aku di gunung meletus" jawab andre yang sedang balas chat grup.


"Kok kak Andre biarin kak Elisa sendirian, kenapa nggak sekalian kak Elisa ikut sama Kak Andre saja di gunung meletus" saran masukan Alea.


Seketika Andre terdiam karena tidak kepikiran sama sekali ide tersebut, saking banyaknya pikiran jadi tak punya solusi itu.


"Iya juga ya. Sayang gimana jika kamu ikut aku ke pos gunung meletus, itu lebih baik. Karena nanti kamu ikut sama aku deh" ucap Andre yang antusias.


"Terus yang jadi apoteker di daerah longsor siapa yang bertanggung jawab? Mas Andre bukannya kan ketua apotekernya tidak ikut sedangkan wakilnya sama mas Andre kan." ucap elisa mengingatkan Andre.


"Yaudah kamu tukar tempat sama Rudi, nanti aku bilang sama Rudi kalau dia aku tempatkan di bagian longsor, dan kamu sama aku." ucap Andre yang memberikan sarannya.


"Kita masih kekurangan banyak orang malah, jadi gimana? tak mungkin jika tim medis di A juga di bagi lagi kan mas?" ucap Elisa yang kepikiran kekurangan tenaga medis."


"Alea seperti ya bisa bantu kak? bagaimana jika pasukan tim medis Alea di datangkan langsung ke Indonesia, untuk menjadi relawan di tim regu-regu kalian yang kurang" ucap Alea yang membuat Andre dan Elisa langsung menatap senang.


"Iya aku lupa Alea kan dokter juga, kalau begitu kamu bantuin yah, sama tim medis kamu udah suruh datang semua ke sini secepatnya. Karena kita bener-bener membutuhkan banyak bantuan, untuk warga-warga korban bencana yang terluka di sana, aku nggak tega loh lihatnya nanti" ucap elisa yang kegirangan.


"Udah kak Elisa tenang aja, mereka pasti akan datang dalam waktu 2 hari, kalian pergi aja dulu nanti aku nyusul, oke!" ucap Alea yang menyakinkan yah.


"Thanks banget ya Alea, kamu memang adik aku yang terbaik" ucap Elisa yang langsung senang kegirangan.


"Mas sekarang kita bisa satu tim, tugas mas Andre membuat jadwal untuk persiapan saja yang jadi relawan di daerah sekitar yah" ucap Elisa.


"Selamat malam semuanya, terimakasih untuk para rekan kerja seperjuangan ku. Karena udah hadir dan mau menjadi relawan untuk membantu saudara-saudara kita, malam ini kita semua berkumpul di tempat ini, karena ada misi yang harus kita semua tuntaskan, dan tugas mulia ini harus kita abdikan. Tugas menunaikan kewajiban kita sebagai manusia, untuk menolong sesama, yaitu saudara-saudara kita yang membutuhkan kita, saudara-saudara yang terluka yang menjadi korban dari bencana, sebelum berangkat kita berdoa dulu. Agar kita bisa selamat sampai tujuan, dan bisa menolong banyak orang, berdoa menurut keyakinan dan agama masing-masing, mulai" ucap Andre.


Semua orang menunjukkan kepalanya untuk berdoa sesuai agama, dan keyakinan mereka masing-masing, Andre juga telah menyiapkan 10 mobil ambulans di setiap pos, untuk misi penyelamatan, dan 20 mobil jenazah untuk dikebumikan korban yang telah wafat agar lebih mudah diantarkan ke tempat-tempat yang seharus keluarga inginkan.


"Berdoa selesai, terimakasih kalian semua hati-hati di jalan jika sudah sampai tujuan ketuanya atau wakilnya bisa menghubungi saya, agar saya bisa mengontrol semuanya dengan baik, soal tim medis bagaimana apa sudah lengkap semuanya?" ucap Andre yang memberikan komando.


"Semua lengkap dokter Andre, semua hadir kami sudah mengabsen yah." ucap Tino sebagai ketua yang mengabsen semua relawan.


"Apakah ada barang bawaan kalian yang terlupa atau yang tertinggal. Jika seperti itu kalian bisa pulang dulu, dan besok pagi mungkin kalian berangkatnya, jika tidak ada lagi maka malam ini juga kita berangkat ke lokasi agar sampai sana pagi-pagi, masih ada pertanyaan?" ucap Andre.


"Baiklah jika tidak ada maka kita akan berbagi tim sekarang, Tim A di mulai dari daerah K dengan ketuanya dokter Ronal. Silakan naik mobil bis yang sudah di persiapkan, terdiri dari 5 dokter senior, 5 dokter magang, 10 perawatan, dan 5 apoteker. Apakah pas, jumlahnya?" ucap Andre.


"Pas Dokter Andre," ucap ronal yang mengabsen anggota ya.


"Lanjut tim B, 7 dokter senior, 5 Dokter magang,12 perawat dan 3 apoteker. Jumlah apakah pas, Dokter Shuli yang yang jadi ketua dari grup B. Apakah lengkap sudah, coba di cek kembali."


"Dokter Andre semua lengkap," ucap Shuli yang sudah mengecek semua tim ya.


"Oke! Tim C dengan saya sendiri yang akan jadi ketuanya, saya akan mengabsen kalian semua yang di panggil namanya langsung masuk kedalam bis ya. Biar cepat, oke saya akan mulai" ucap Andre.


Dimulai dari tim A yang dipimpin oleh dokter Ronal, ke lokasi badai hujan dan angin itu. di berangkatkan ke lokasi. Setelah itu, tim B yang juga langsung di berangkat ke lokasi longsor.


Sekarang tinggal tim Andre yang akan berangkat ke lokasi gunung Merapi, Elisa yang duduk di sebelah Andre yang masih sibuk pengecekan barang bawaan dan obat-obatan yang akan di gunakan.

__ADS_1


Semuanya sudah duduk dimasing-masing tempat duduk mereka, ada yang duduknya sendiri ada juga berdua. Karena masih banyak kursi yang masih kosong, makanya ada yang duduk di belakang.


Pasukan Glenn dan Aoda juga akan menyusul mereka ke lokasih dimana nyonya dan tuan ya berada karena membutuhkan banyak bantuan, karena musibah tersebut.


"Mas, udah kamu istirahat dulu nanti disana kamu malah kecapean lagi" ucap Elisa yang menyuruh suaminya untuk istirahat karena dari tadi andre sangat sibuk.


"Iya sayang, bentar lagi nih" ucap Andre yang masih mengecek barang bawaan.


"Udah mas, sini deh! Aku mau nyeder ke badan kamu" ucap Elisa yang menarik lengan Andre dan kepala ia sandarkan ke lengan Andre.


Setelah perjalanan yang panjang, saat mobil berjalan, hari juga sudah mau pagi buta mereka semua akan sampai di lokasi tapi jalan malah di tutup dan harus memutar arah.


"Ada pak? kok berhenti" tanya Andre yang bicara sama supir.


"Anu pak dokter, itu jalannya di tutup" ucap supir yang memperlihatkan banyak sekali polisi yang memberitahu untuk putar jalan lainnya.


"Ouh gitu, sebentar saya akan bicara dengan polisi di depan sana." ucap Andre yang turun dari mobil bis.


Andre berbincang-bincang dengan polisi, lalu polisi tersebut seperti menawarkan untuk mengantarkan para relawan ke lokasi posko korban yang di ungsikan karena bencana tersebut.


"Pak, katanya kita ikuti mobil polisi di depannya itu yah, kita akan di antar ke lokasi pengungsian langsung. Untuk kalian bersiap-siaplah, karena kita mungkin akan langsung menangani pasien setelah tiba di lokasi" ucap Andre.


"Baik dokter Andre," ucap semuanya serempak.


Andre juga sudah dapat SMS dari tim B yang sudah sampai di lokasi pengungsian, dan sudah ikut tim-tim medis lainnya. Tak lama Andre juga sudah dapat SMS lagi dari tim A jika mereka juga sudah sampai tak ada sinyal membuat mereka kesulitan untuk memberitahu.


Andre dan tim juga sudah bersiap-siap akan turun saat mobil berhenti. "Pak, kita sampai ini lokasi pengungsian. Lokasi agak jauh dari erupsi gunung karena sangat berbahaya jika terlalu dekat, selamat menjalankan tugas." ucap polisi yang mengantar tim medis Andre.


"Terimakasih banyak pak Harto sudah mau mengantarkan kami ke lokasi, baik kami akan menjalani tugas kami. Selamat bertugas juga untuk anda pak," ucap Andre sambil memberi hormat dan bersalaman pada posisi tersebut.


Andre langsung disambut oleh Lukman, dokter yang menghubungi rumah sakit milik Andre untuk meminta bantuan. " Dokter Andre, aku tidak menyangka jika Dokter Andre sendiri yang turun tangan. Kami semua sangat senang dengan kedatangan anda kesini, kami sangat terbantu dengan adanya tim medis anda." ucap Lukman yang sangat sanang melihat Andre.


"Jangan katakan hal itu, aku hanya dokter biasa yang menyembuhkan itu Tuhan. Bagaimana analisis penyakit endemik ya? apa saja gejalanya, karena kami hanya membawa seadanya yang kami analisis saat rapat hanya obat biasa." ucap Andre yang langsung berjalan saja dengan Lukman. Sedangkan tim lainnya sibuk mengeluarkan barang, Elisa juga sibuk mengabsen karyawan.


"Dokter Andre, penyakit endemik ya adalah banyak orang yang terkena sesak nafas dan pencernaan kurang baik, bahkan kulit mereka seperti melepuh." ucap Lukman.


"Begitunya, akan saya lihat langsung nanti" ucap Andre yang baru sadar meninggalkan rekan-rekan tim medisnya.


"Astaghfirullah, aku sampai lupa bawa pasukan. Aah, sepertinya mereka langsung beradaptasi dengan baik. Dimana semua para pengungsi dan dapur umumnya, apakah sudah ada?" ucap Andre yang menoleh ke belakang ke bis mobil, tapi melihat semua baik-baik jadi Andre melanjutkan perjalan dengan Lukman.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 22 Desember 2022

__ADS_1


__ADS_2