
Elisa langsung meninggalkan tempat tersebut karena tidak mau berlama-lama dengan pria asing yang baru saja dia kenal, Elisa tidak mau menanam bibit permusuhan lainnya. Andre dan para pejabat lainnya baru selesai, mereka berbondong-bondong keluar dari dalam gedung.
Saat Andre turun dari panggung, orang pertama yang ia cari adalah istrinya. Tapi, saat mata Andre mencari. Ia tak henti-hentinya melihat kanan dan kiri untuk mencari sosok wanitanya, entah Elisa menghilangkan kemana? saat diri tidak bisa fokus pada satu pandangan.
Melihat kedua pria yang awalnya bersama dengan Elisa, masih duduk di tempat yang sama. Andre mendekati mereka untuk bertanya kemana Elisa pergi siapa tahu kedua pria itu tahu.
"Pah, dad. Kalian melihat Elisa?" tanya Andre saat baru turun dan berpapasan dengan kedua ayahnya.
"Hmm, tadi dia di samping kok malah gak ada ya?" ucap Arafif yang kebinggungan dan baru sadar jika Elisa tidak ada di samping.
"Ya sudahlah, Andre akan cari dia dulu. Kalian pulang saja duluan jika sudah lelah" ucap Andre yang sudah berbalik badan berjalan menjauh.
Tak lama Zacky, Kevin, Sean dan Dion datang menghampiri. Melihat Andre yang pergi membuat mereka sangat penasaran dan ingin bertanya, padahal mau memberikan selamat. Karena musyawarah hari ini berjalan dengan baik, dan banyak orang yang ingin memberikan selamat juga.
"Paman, Andre mau kemana?" tanya Zacky, yang sangat penasaran.
"Iya paman, ada apa dengannya, tadi terlihat wajahnya cukup panik dan khawatir. Apakah ada masalah yang serius? Padahal acara kali ini sukses besar, tapi kenapa dengan wajah yang terukir merasakan khawatiran begitu" ucap Sean.
"Ouh iya itu karena Andre kehilangan sesuatu, makanya dia seperti itu. Yah, kalian tahu sendiri apa penyebabnya itu karena Elisa tidak ada. Menghilang entah kemana, tadi Elisa duduk di sampingku, entah kapan Elisa tiba-tiba menghilang begitu saja" ucap Arafif yang menjelaskan.
"Kami akan membantu untuk mencarinya, kakek" ucap kevin.
"Iya Terimakasih yah, kalian pergi ke arah sana. Karena Andre pergi ke arah sebaiknya" ucap Arafif yang menujuk kearah lainnya.
Disisi lainnya Elisa yang tidak tahu banyak orang heboh karena mencari dirinya, dia masih kesal dengan pria asing yang baru saja ia temui. Berjalan dengan sangat kasar, dan langkah kaki yang di hentakan.
__ADS_1
"Dasar Pria aneh, kenapa dia sok asik banget. Apa katanya itu tadi, dia pikir aku akan luluh begitu padanya saat dia berikan lukisannya itu, sampai malah ingin memberikan lukisannya, sorry ya gak ngaruh tuh sama aku, modus ya sudah ketinggalan jaman, bisa aja. Walau itu sangat baguspun, aku gak akan minta di berikan" Dumalan kesal Elisa.
Tak lama terlihat Andre yang dari jauh sedang celingukan mencari Elisa di sana, dia sangat sibuk sekali, lalu Andre baru bisa menemukan Elisa yang sedang bermuka bete. Sedangkan Andre dengan wajah kesal dan khawatir, bercampur.
"ELISA NURHALIZAH!" Teriakan Andre dari jauh yang membuat langkah Elisa terhenti mendadak.
Mencari sumber suara yang entah datang dari mana, tak lama Andre dengan langkah yang besar dan sangat cepat langsung memeluk Istrinya. Itu membuat Elisa yang belum siap malah jadi kaget, entah apa yang saat ini di rasa Andre.
"Dari mana saja kamu, sudah aku katakan jika mau pergi itu bilang, dan jika acara belum selesai kamu jangan kemana-mana, dan jangan pergi jauh-jauh. Kenapa kamu tidak mau menurut sih, jika di bilangin" ucap Andre yang sudah mulai dengan nada ngomel tingkat dewanya keluar.
"Aku penat lah, lagian aku juga faham sama isi ucapanmu di dalam mereka juga semua bicara dengan bahasa yang kurang Elisa ngerti, jadi Elisa mau cari udara segar dulu di luar. Ini juga baru sebentar kok aku di luar, terus mau kembali lagi tapi kamu malah sudah di sini" ucap Elisa yang menjelaskan.
"Jika kau keluar setidak bilang pada orang, jangan diam-diam pergi. Kau tahu aku sangat khawatir, kenapa kamu suka sekali membuat ku khawatir" ucap Andre setelah melepas pelukannya dengan nada kesal.
"Aku minta maaf ya, ya udah kita kembali lagi yuk kesana, lain kali aku gak akan kayak gini lagi. Janji" ucap Elisa menujukan jari kelingking ya.
"Baiklah, iya janji ini yang terakhir" jawab Elisa yang pasrah.
"Bagus. Yaudah kita kembali, semua orang pasti sedang menunggu kita" ucap Andre seraya menggandeng tangan Elisa dengan sangat erat, takut Elisa hilang lagi.
"Iya" Jawab singkat Elisa yang berjalan di belakang Andre.
Sesampainya di tempat, Arafif dan Brandon melihat Andre dan Elisa yang di gandeng sangat kuat oleh Andre, dengan wajah Andre yang cukup garang karena sangat emosi.
"Arafif tarik semua pasukan, Elisa sudah. diketemu" ujar Brandon yang menyuruh Arafif untuk menyuruh anak buahnya berhenti mencari.
__ADS_1
"Aku tidak memberi perintah apapun pada pasukan ku untuk mencari Elisa, karena aku sudah faham dengan Andre yang seperti magnet, dia pasti akan menemukan istrinya, dimanapun Elisa berada dia pasti akan berhasil menemukannya" ujar arafif.
Sesampainya dirumah Andre terlihat masih sangat kesal dengan Elisa karena menghilang saat dirinya sedang berada di atas panggung.
"Kamu masih marah, kan aku sudah minta maaf. Sudah janji juga, masa iya tidak kamu maafkan juga. Elisa kan tadi sudah janji tidak akan mengulanginya kembali, sudahlah jangan seperti anak kecil begitu" ujar Elisa yang membujuk Andre.
"Dari tadi aku sudah tidak marah padamu, hanya saja ada fikiran lain yang menganggu ku" ujar Andre yang punya fikiran kurang baik soal musyawarah itu.
"BOHONG! banget sih kamu" ujar Elisa yang kurang percaya.
"Kamu tahu dari mana aku berbohong soal apa yang ku fikirkan, aku sudah tidak marah padamu" ujar Andre yang mempertegas.
"Aku tahu kamu itu sedang berbohong padaku, jika kamu tidak marah lalu kenapa wajahmu seperti itu. Berkerut dan wajah masam begitu" ucap Elisa yang melihat wajah Andre yang kurang menyenangkan.
"Apa salahnya dengan wajahku, dari tadi wajahku seperti ini. Tak ada yang berubahkan" ucap Andre yang menjelaskan.
"Elisa bisa membedakan wajah mu yang sedang marah, kesal, banyak fikiran, dan wajah mu yang menyimpan banyak misteri. Jadi tak usah membohongi istrimu ini, katakan apa yang sedang kamu coba sembunyikan"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
RABU 24 Agustus 2022.