
Elisa yang saat ini langsung pergi bersama adiknya yang siap untuk mengantarkan, dan menjadi bodyguard pribadinya, sudah sigap berada di halaman rumah, sambil menunggu tetehnya yang belum keluar dari dalam rumah, Elisa sibuk dengan hp yang dia pegang saat ini. lalu tiba-tiba, ia mengambil hp lainnya, dan kaget bercampur kesel juga, Elisa melihat notifikasi pesannya sudah terbaca oleh sang suami.
"Ouh, sudah di baca? Tapi gak di bales sih." ucap Elisa agak kesel pada hp miliknya.
"Ada apa teh? Kok mukanya bete gitu, jadi pergi gak nih!" tanya Azril.
"Jadi kok! Lagi kesel aja sama orang, dia baca pesan tapi nggak bales." ucap Elisa yang langsung ambil helm.
"Siapa, Mas Andre?" tebakan Azril yang tepat sasaran.
"Iya terus mau siapa lagi, orang yang bikin aku kesel, tapi ngangein. Cuman dia aja yang ngeselin banget sih, udah menghilang selama 2 minggu, nggak ada kabar, eh! sekalinya dibaca pesannya nggak dibales." ucap Elisa yang ngedumel sendiri.
"Ouh, cuman mas Andre nih! Hmph, sekarang mah udah beda yang di kangenin, bukan Azril atau ayah lagi." ucap Azril yang agak cemburu.
"Ih, apa sih Zril. Kalian juga tetep nomer satu kok, mas Andre itu nomer dua." ucap Elisa yang masih sibuk dengan hpnya.
"lagi sibuk mungkin teh, jangan suudzon dulu." jawab Azril yang mengerti akan kondisi kakak iparnya itu, yang super sibuk.
"Zril, sesibuk apapun jika dia sayang aku, dan kalau aku ini diutamakan. Seharusnya dia ngabarin kek! Apakah aku ini sudah gak penting buat dia?" Elisa yang mencoba menelfon suaminya. Tapi, tidak di angkat. Walau terhubung, langsung di rijack sama Andre.
"Hah! Apa-apa ini, dia malah mematikan panggilanku." ujar Elisa yang sangat heboh.
"Ada apa sih teh! Heboh banget dari tadi, siapa yang rijack?" tanya Azril sambil melirik-lirik kontak yang sedang di tujuh Elisa.
Pesan masuk, tertera nama Maskusay Milik Elisa. Membuat adiknya agak ilfil, lihat mana kontak di hp tetehnya itu.
ANDRE : (Sayang, jangan sekarang yah! Aku lagi gak bisa menerima panggilan, nanti aku hubungi lagi. I Miss You, My wife.)
"Cih, sibuk apa sih kamu. Paling juga lagi ngawasin anak buah kamu latihan, sok-sok kan." ucap Elisa yang mematikan hp pribadinya itu.
"Kan bukan Teteh aja yang penting, Mas Andre mengurus banyak sekali tugas, apa lagi sekarang mas Andre sudah diangkat menjadi pemimpin penerus ANDRILOS, jadwal pasti akan lebih-lebih lagi iyakan." Ucap Azril yang menenangkan tetehnya itu.
"Bukannya aku kayak anak kecil Zril, tapi aku tuh khawatir sama dia. Apa lagi kalau dia udah gak ada kabar sama sekali, itu yang bikin aku gak tenang sama dia, takut ada apa-apa sama dia." penjelasan Elisa.
"Aku tahu teteh niatnya baik, tapi teh. Kalau teteh keseringan kayak gitu, mas Andre akan ilfil sendiri loh, biarkan dulu mas Andre menyelesaikan tugasnya, toh kalau waktunya luang dia pasti akan sempatkan waktu buat hubungi teteh kan." ucap azril yang menjelaskan tentang keadaannya.
"Iya sih Zril, tapi..." ucap Elisa yang tak melanjutkan ucapannya.
"Teteh doain yang baik-baikkan saja, jangan doain yang enggak-enggak kepada suami yang lagi jauh, dah Teteh mendingan rileks, lebih baik kita langsung cabut deh! Jadikan ke kampus lihat festival, kalau iya ayuk!" ujar azril yang saat ini menarik tangan tetehnya agar segera naik ke motor, karena mereka akan segera berangkat.
Elisa yang duduk di jok belakang, sambil mengatur posisi duduk. Akhirnya mereka pun pergi menuju tujuan mereka yaitu kampus, Elisa yang duduk di jok belakang masih bisa sambil chattingan dengan temannya. Teman-temannya juga sedang bersiap-siap mau berangkat juga, Elisa juga langsung menghubungi Fando.
ELISA : (Fando, kamu jadi datang kan? Maafkan aku yah, karena tadi nolak tawaran kamu buat ngater aku pulang.)
FANDO : (Iya, nggak apa-apa El. Kamu jadi ikut?)
ELISA : (Jadi dong! Udah dapat izin sama orang tua aku, kamu gimana apakah sudah mau berangkat juga? temen-temen yang lain juga udah pada otw nih.)
Fando tidak membalasnya kembali, karena hpnya langsung dimatikan agar Elisa tidak menelfon atau menganggu dengan rencana yang sedang mereka buat, yah Fando dan kakaknya sedang berencana ingin membunuh Andre ditempat.
"Lah kok nggak balas lagi sih, nih anak kenapa yah, padahal selama ini dia anak yang riang. Apakah sikapku sudah keterlaluan yah, hmm-kayaknya sih gitu." Dumalan Elisa yang bersalah.
Sesampainya di kampus, Elisa duduk di meja yang sudah ia booking terlebih dahulu, sambil menunggu teman-temannya yang belum pada datang. Sesekali dia melihat layar hp-nya, juga menunggu balasan dari sang suami yang belum menjawab pesan-pesannya.
Azril yang menegur teteh yang sibuk main hp, sedangkan di depannya ada keramaian yang sangat besar.
"Dari tadi sibuk melulu sama hp teh, ada apa sih dihp-nya? Masih nungguin balasan dari Mas Andre." tebakan Azril yang langsung dapat tatapan sedih dari tetehnya.
"Iya, kok lama yah balasnya, biasanya kalau sudah di baca pasti akan di balas." ucap Elisa yang langsung cemberut lagi.
"Nanti juga dibales teh, sabar." ucap Azril yang mengelus punggung tetehnya.
__ADS_1
"Teteh banyak kirim pesan dari 2 minggu ini, karena dia gak ada kabar, apakah mas Andre udah lupa sama aku yah zril? atau mas Andre punya simpanan di luar negeri, hmph! gak mungkin kan zril." ucap tetehnya yang panik sendiri.
"Hmmm- teteh-teteh, ada-ada aja. Nanya sendiri di jawab sendiri, terserah teteh deh!" ucap Azril sambil geleng-geleng kepalanya saja, sama tingkah tetehnya itu agak aneh kalau kurang dicharger.
Tiba-tiba nada dering, pesan masuk tertera nama Maskusay milik Elisa.
ANDRE : (Maaf sayang, mas baru bisa balas. Hpnya mati pas lihat pesan kamu, 2 Minggu itu gak ada sinyal. Hp juga rusak, ini beli yang baru. Maaf yah gak ada kabar selama ini, kamu ada dimana sekarang?)
"Aaaaaahhhh... Akhirnya, dia balas juga. Bikin khawatir aja nih orang, syukurlah dia baik-baik saja." ucap Elisa yang telah membaca pesan dengan girang yah.
"Aduh, teteh ngagetin aja nih! Bikin struk jantung." ucap Azril yang saat ini memegangi dadahnya karena tetehnya teriak sambil berdiri saat melihat hpnya.
"Zril mas Andre balas pesanku, Cih! dasar dia, bikin aku panik saja." ucap Elisa yang senang kegirangan.
"Kan aku dah bilang, sabar pasti akan membuahkan hasil. Yaudah cepat balas, nanti keburu gak di bales lagi." ucap Azril yang menyarankan Tetehnya.
"Iya, ini mau aku balas." ucap Elisa yang langsung menatap hpnya kembali, lalu siap-siap mau mengetik sesuatu.
Elisa : (Aku, ada di kampus. Lagi ada acara disini, aku mau hubungi kamu minta izin tapi, kamu malah gak balas-balas. Cih, bikin khawatir aku saja sih. Mas Andre kapan pulang, aku kangen.)
Tak lama kedatangan teman-teman Elisa sudah pada nyamperin. "Hai, El. Kamu sudah menunggu lama yah?" Ucap Nacly yang duduk di sebelah Elisa.
"Ouh, kalian sudah pada datang!" ucap Elisa yang melihat dua temennya datang.
"Kamu sama siapa ini, pacar kamu yah?" asal tebak Diana.
"Ini adek aku lah, hmph! iya pacar cadangan." ucap Elisa yang membantah dengan nada candaan.
"Salam mba-mba, saya Azril adiknya teh Elisa." ucap Azril yang langsung mengenalkan dirinya.
"Ouh! Adik kamu El, kalau di lihat dari dekat cakep juga, gak keliatan kalau kamu 2 tahun lebih muda dari aku Azril." ucap Nacly.
"Hehehe, mba yang awet muda. Muka aku mah boros, jadi agak dewasa." ucap Azril dengan senyuman mengembang.
"El, Rere belum datang yah?" Tanya Diana yang celingukan mencari satu kawannya lagi.
"Hmph, nggak tahu. Dia nggak SMS aku, lagi pula telfon juga gak diangkat-angkat dari tadi, aku pikir lagi di jalan." ucap Elisa yang meletakkan hpnya kembali.
"Hp baru El? kok beda lagi sih." ucap Nacly yang memperhatikan terus hp Elisa.
"Eh ini, hpnya... Azril, iyakan zril hp kamu, adik aku kan kuliah di Luar negeri, nah nomernya harus ada dua. Dia pakai dua HP sekaligus, ini lagi ku buat mainan bete sih". Alasan Elisa.
"Ouh! gitu, acara udah mulai El." tanya Diana.
"Belum dari tadi cek shon terus sampai nih telinga sakit." jawab Elisa.
"Ouhalah! Gitu yah, eh. Zril boleh nanya gak!" ucap Diana antusias banget.
"Nanya apa mba?" tanya Azril yang menjawab.
"Elisa kalau dirumah gimana?" Tanya Nacly yang sangat penasaran.
"Ih apa sih, aku kan yang nanya duluan sama azril?" ucap Diana yang protes.
"WOY! Kalian mau rebutan nanya sama adikku, satu-satu nanya yah. Aku ambil minum dulu deh! Kalian mau pada minum gak?" tanya Elisa.
"Ambilin dong! Mba Elisa, cantik deh!" ucap Nacly.
"Iya, yaudah aku kesana dulu. Jagain temen-temen teteh dulu ya zril." ucap Elisa, yang langsung bangkit menuju meja cemilan dan minuman yang sudah tersaji.
"Siap boss!" ucap Azril yang memberikan hormat.
__ADS_1
"Jadi gimana zril, jujur saja lagian Elisa gak ada tuh!" ucap Nacly yang sangat penasaran.
"Teteh orangnya tegas, perhatian, baik, penyayang, paling utama dia itu manja, sangat manja banget." Jawab Azril yang membicarakan tetehnya.
"Hah! Seriusan, Elisa manja banget. Aku pikir kamu, kan anak bungsu. Kalian cuman 2 bersaudara, gak ada yang lainnya. Mungkin, ada yang meninggal gitu?" tanya Diana.
"Nggak ada, cuman kita berdua. Kan progam keluarga dua anak lebih baikkan mba. Hehehe.." Ucap Azril sambil bercanda.
"Hahaha, bisa aja kamu ini" ucap Diana yang membelai lengan Azril.
"Ih kamu lucu juga yah!" Nacly juga ketawa karena lelucon Azril itu.
"Kalau Elisa manja itu sama siapa saja?" tanya Diana.
"Sama semua yang ada di rumah, seperti Ortu paling utama. Tapi, sekarang mah lebih ke aku sih." ucap Azril yang menjelas.
"Elisa, punya pacar gak?" tanya Nacly yang sangat penasaran.
"Jujur aja Azril, teteh kamu punya gak, dia sering cerita gak? Karena kakak kamu disini banyak yang suka, dari mulai dosen sampai mahasiswa pada suka entah ada kemat apa? sampai cowok-cowok tuh suka sama dia." Penjelasan Diana.
"Soal pacar, teteh gak punya mba. Teteh masih agak trauma sama soal itu, karena pernah di tinggalin sama mantan-mantan gitu." ucap penjelasan Azril.
"Ouh, itu sebabnya dia agak cuek sama cowok, malah judes banget. Tapi, gak semua cowok kayak gitu kan zril." Ujar Nacly.
"Iya, gak seharusnya dia nutup diri kayak gitu, kan bisa cari yang lebih baik zril!" ucap Diana.
"He-he-he aku mah terserah teteh aja, lagian teteh yang jalanin." Azril tak bisa komentar banyak.
"Kalau kamu sendiri gimana udah punya pacar belum?" ucap Nacly sangat penasaran.
"Azril mau ya langsung nikah aja, gak mau pacaran mba. Ribet, terus juga bisa pusing juga nantinya. Jadi, yah gak ada pacar mba." ucap Azril yang menggaruk-garuk kepalanya tidak gatal.
"Bener sih, aku setuju tuh sama prinsip kamu. Salut deh sama kamu." ucap Nacly.
"Zril, kamu di luar negeri enak gak!" tanya Diana lagi.
"Nggak enak mba, jauh dari orang tua terus harus jauh juga sama teteh cantikku, biasanya nih! Yang bikin ruwet tuh teteh, tapi gak ada teteh sepi banget hidup aku." ucapan Azril malah di dengar tetehnya yang baru kembali dari meja sanji.
"Ouh gitu! Jadi itu alasan kamu setiap jam sekali kamu hubungi aku, karena kamu itu gabut zril." Ucap Elisa yang membawa nampan, berisi minuman dan cemilan.
"Ha-ha-ha... Iya, makanya aku suka nelfon dan gangguin teteh. Seru aja gitu!" ucap Azril yang tanpa dosa.
"Cih! Dasar bocah nakal," ucap Elisa yang memberikan minuman pada Azril.
"Zril kok bisa sih, kamu seakur gini sama kakak perempuan, aku juga punya adik laki-laki, tapi gak pernah akur. Apa sih tips yah?" tanya Diana.
"Kalian pernah berantem gak sih?" tanya Nacly sangat penasaran juga.
"Kalau soal berantem. Tiap hari, tiap jam, tiap menit, bahkan detik. Cuman kayak debat dikit, gitu sih. Tapi, kalau berantem sampai teriak-teriak terus, sampai benci. Alhamdulillah yah gak pernah, karena dari kecil kami berdua, sudah didik sama ayah dan ibu buat saling menyayangi dan menghargai. Karena ayah itu orang tegas banget, prinsip keluarga kami harus meminta maaf, siapapun yang salah." penjelasan ringkas Azril.
"Ih keren banget. Jadi itu alasannya adik rasa pacar, kalian itu so sweet banget tahu gak! Kalau orang yang gak tahu mah, pasti nyakanya kalian itu pacaran tahu gak!" Ujar Diana yang agak iri.
"Bukan mba aja yang bilang, udah banyak yang bilang kayak gitu!" Ucap Azril.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Jumat 17 February 2023