PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
108. Siuman.


__ADS_3

Tiba-tiba saja ada yang datang untuk memberi tahu jika Andre telah siuman, baru di rasa jika Andre akan di larikan ke rumah sakit kota tapi malah langsung bangun. Bergegas Monika dan Arafif menemui Andre yang saat ini sedang menatap langit-langit ruangan, senang sekali Monika saat melihat anak angkatnya siuman.


"Andre sayang, kamu akhirnya bangun nak!" ucap Monika yang duduk di tepi ranjang.


"Mamah, aku ada dimana ini? Sepertinya bukan kamarku, ini bukan di Indonesia'kan" ucap Andre yang melihat sekeliling.


"Iya bukan, ini di ruang rawat di markas pusat New York. Karena waktu di rawat inap di pulau, kamu gak kunjung sadar. Jadi kamu dipindahkan kesini untuk penanganan lebih khusus, kami semua sempat khawatir. Makanya papah mu memindahkan perawatan mu di markas pusat, niatnya kalau kamu gak kunjung sadar juga akan di bawa ke rumah sakit di kota."


"Syukurlah jika begitu, aku jauh dari rumah" ucap Andre yang agak lega mendengar hal itu. Tapi Monika yang kebinggungan dengan apa yang di katakan oleh putranya itu, Arafif yang masih sibuk dengan pemikirannya.


"Mah, aku tidur berapa lama. Hingga membuat kalian sekhawatir ini, dan papah juga terlihat sangat murung begitu. Dan tubuhku terasa pada sakitnya seperti remuk bertubi-tubi" ucap Andre yang ingin menggerakkan tubuhnya.


Monika langsung menajamkan matanya, menatap putranya yang saat ini mencoba untuk bangun. "Kamu mau apa? Sudah kamu berbaring saja, bukankah tubuhmu pada sakit semua iyakan, yasudah tiduran aja. Wajar saja jika seluruh tubuhmu sakit seperti remuk orang kamu terluka parah kayak gini, mamah sampai nangis dengernya pas tahu kamu gak sadarkan diri, terus penuh darah gitu. Tulang punggung mu retak, hingga tulang rusukmu patah, punggung sebelah kirimu bergeser, dan lihat kaki kananmu telah terluka. Coba gimana tubuhmu tidak akan remuk, orang kamu babak belur begini nak. Sebenarnya apa yang terjadi padamu?"


Andre menarik nafas panjang, dan menatap langit-langit. "Tapi, Andre masih hidup kok mah walau terluka parah seperti ini, bukti Andre bisa ngobrol, untungnya organ vital tidak ada yang rusakkan. Wah sungguh luar biasa aku ini, baru tahu jika aku sekuat baja. Walau terluka aku belum mati, tapi ini belum apa-apa sih bukanya Andre pernah terluka sangat separah dulu iyakan mah, jadi yang ini sudah bukan pertama kalinya lagi bagi Andre."


Andre dengan santai mengatakan candaan itu, membuat Monika agak kesal dibuatnya. Andre tidak terlalu memusingkan masalah yang saat ini dia rasakan, karena lukanya pasti akan sembuh dalam beberapa bulan.


"Kamu ini kebiasaan deh, suka dibuat candaan begini. Gimana kalau Elisa tahu kamu seperti ini, dia pasti akan kaget" ucapan Monika langsung membuat Arafif tersentak, karena mendengar hal itu.


Deg!


Saat Monika menyebut nama Elisa, seketika Arafif langsung melotot matanya, Arafif mulai kaku. Khawatir jika Andre akan tahu yang sebenarnya terjadi pada istrinya, jika Elisa hilang dan belum ditemukan, sedangkan Andre malah khawatir jika Elisa sampai tahu tentang kondisinya saat ini.


"Mah, mamah janji ya gak akan bilang apa-apa soal Andre saat ini. Elisa ada di Indonesia kan, jangan katakan apapun ya mah-pah!" ucap Andre yang khawatir.


"Iya, mamah janji gak akan ngomong apa-apa sama Elisa, soal kondisi kamu sekarang ini. Kamu gak usah khawatir ya, pulihkan dulu kondisi kamu ya sayang."


Sedangkan Arafif tak mengatakan apapun bibirnya kelu dan sangat kaku, tak berani mengatakan sepatah katapun. Andre yang dari tadi tidak mendengar suara papahnya merasa ada yang aneh, Andre melirik ke arah papahnya yang sedang melamun.


"Pah, papah! Kok papah diem aja dari tadi, papah gak usah khawatir ya. Andre baik-baik saja, besok juga pasti akan sembuh dan membaik" ucap Andre yang dia kira jika Arafif khawatir akan kondisi dirinya.


Arafif hanya tersenyum kecut mendengar hal itu, tak lama Arafif langsung pergi saat itu juga. Andre tampak merasa bersalah, ia menjadi salah faham jika papahnya merasa tidak enak dan berfikir jika dirinya terluka karena musuh Arafif yang dulu.


"Mah, papah kenapa ya? papah masih merasa bersalahkah pada Andre, bukankah sudah Andre katakan jika semua ini bukan salah papah, lagian papah selama ini melindungi dengan baik dan sudah dengan sekuat tenaganya. Andre sepertinya ini juga berkat didikan dan kekuatan dari papah, sekarang papah sudah tidak memungkinkan untuk melindungi Andre lagi. Andre sadar sekarang waktunya Andre mandiri tidak akan bergantung pada pelindung papah dan mamah terus, Andre juga sudah punya tanggung jawab."


"Iya Andre, tapi bagi kami kamu tetaplah anak bayi kami, wajar jika papahmu bersikap seperti itu." ucap Monika yang menenangkan Andre.


Disisi lainnya Arafif yang tak kuasa menahan air mata, pergi menjauh dari ruang kamar Andre itu.


Kamu tidak tahu nak yang sebenernya aku rasakan saat ini bukanlah khawatir padamu tapi amarahmu nanti, jika mengetahui bahwa Elisa istrimu hilang. Apa reaksimu nanti, papah tidak bisa membayangkan hal itu. Dalam hati Arafif sambil menitikkan air matanya.


Kembali pada Andre dan Monika yang saat ini masih berada di dalam kamar, Monika yang menawarkan makan untuk Andre karena sudah seminggu Andre belum dapat asupan apapun dari makanannya.


"Nak, kamu mau makan apa? Biar nanti mamah suruh orang untuk menyiapkan makanan yang kamu minta."


"Andre, pengen masakan yang di buat Elisa mah. Entah kenapa pengen bubur bikinan sayangku, tapi dia tidak ada disini."

__ADS_1


"Hahaha kamu ini, si cinta itukah kamu sama Elisa. Iya dia anak yang manis dan lucu, tapi keras kepala sangat luar biasa" ucap Monika yang membicarakan tentang menantunya.


"Entahlah, Andre juga binggung apa yang Andre rasakan ini. Semakin hari semakin bulan rasanya Andre semakin gak mau melepaskan Elisa dan rasanya aneh saja di hati Andre, kenapa rasanya Andre gak bisa jauh aja dari Elisa, kalau jauh dikit aja rasanya sudah kangen banget padahal baru semenit pergi darinya. Andre belum pernah merasakan semacam ini pada wanita manapun, tapi kenapa kok sama Elisa rasanya beda. Mamah ingat kan mamah sering menjodohkan Andre, dengan wanita kenalan mamah. Tapi Andre tidak merasa tertarik, bahkan menyukainya malah suka kabur. Tapi, Elisa mampuh meluluhlantahkan semua pendiri Andre, dan merebut semua titik fokus pada Andre, dan membelokan semua tujuan yang sudah Andre rancang cukup matang."


Untuk pertama kalinya Andre curhat soal hatinya pada monika, selama ini Andre yang selalu memendam perasaannya. Akhirnya dia membuka pintu hatinya dan mulai terbuka untuk bicarakan tentang masalah pribadi dan asmaranya dengan sang mamah.


"Apakah sekarang kamu sudah bisa percaya padaku nak?" ucap Monika yang membelai kepala Andre lembut.


"Maksudnya mamah gimana?" Andre kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Monika yang saat ini matanya berkaca-kaca.


"Ya, karena kamu sudah mau mengeluarkan suara hatimu padaku. Biasanya kamu sangat tertutup dengan masalah hati, bahkan kamu sangat waspada dengan kami. Penuh dengan kecurigaan, dan selalu menghindari percakapan yang membahas tentang hatimu" penjelasan Monika pada Andre.


Andre terdiam dan mengingat semua hal itu, yang di katakan oleh Monika ada benarnya. Karena selama ini memang Andre sangat tertutup dengan hal itu, dengan alasan agar musuhnya tidak akan tahu kelemahan terbesar.


"Inilah sihirnya mah, sihir yang di buat oleh Elisa. Aku jadi terpengaruh oleh sihirnya, aku jadi tidak bisa mengendalikan diri ini lagi, seakan yang mengontrol segalanya adalah Elisa yang memiliki remote control yah."


"Begitukah, tapi mamah cukup senang kamu sudah bisa terbuka dan mau percaya pada mamah" ucap Monika yang terharu dengan hal itu.


"Ouh iya mah, bagaimana dengan semua pasukanku. Apakah mereka semua selamat?" tanya Andre yang mengkhawatirkan kondisi pasukannya.


"Ya semua selamat berkat dirimu, kamu tidak usah khawatir" ucap Monika yang menenangkan Andre.


"Lalu bagaimana dengan Xeverio, apakah dia juga sudah bangun? Apa lukanya juga sangat parah" Andre mengkhawatirkan soal Xeverio, adik dari Zever yang ikut dalam pasukan inti dengannya.


"Kau ini malah mengkhawatirkan orang lain, pikirkan saja dirimu dulu. Mamahkan tadi sudah bilang semuanya baik-baik saja, semuanya sudah kembali sehat dan dalam masa pemulihan" ucap Monika yang menjelaskan.


"Putraku baik-baik saja. Bahkan dia sekarang sudah bisa berlatih dengan baik tinggal dirimu saja yang belum sembuh, semua para prajurit yang kau bawa pulang semuanya sudah sehat, jadi cepatlah sembuh. Kau yang terlambat bangun saat ini," tiba-tiba terdengar suara Keyshu yang baru datang dari balik pintu.


"Paman Key," ucap Andre yang akan bangun tapi ditahan oleh Keyshu.


"Tidak usah bangun, aku datang kesini karena ingin menengok mu. Maaf aku baru datang Monika, aku baru mendengar sampai pintu tadi jika Andre sudah bangun, jadi aku terlambat datang ya?" ucap Keyshu.


"Kak Keyshu datang tepat waktu kok, lagian Andre sekarang sudah sadar. Aku dan kak Arafif sempat khawatir jika dia tak akan bangun, dan berniat ingin membawanya ke rumah sakit di kota."


"Syukurlah kalau begitu, karena dia segera bangun. Sekarang sudah tidak ada masalah lagi, kalau Andre sudah bangun walau agak terlambat dari mereka yang penting kalian semua sehat" ucap Keyshu.


"Iya, kau benar kak. Aku cukup senang sekarang karena Andre segera bangun, karena masalah kemarin membuat kita takut jika Andre tidak bisa melewati masa kritis yah" ucap Monika.


"Elisa tidak ikut? Apakah dia ada di Indonesia." tanya Keyshu yang tidak melihat Elisa di sisi Andre saat ini.


"Iya," ucap Monika yang menjawab, Monika tidak ingat jika Elisa ikut serta dalam penyelamatan Andre.


Arafif pergi menemui Alex kembali karena ingin segera menemukan Elisa. Jika Andre tanya nanti maka Elisa sudah ada disisinya lagi, tidak mau menimbulkan kecurigaan pada andre, Arafif juga membawa pasukan IT milik Brandon.


ARAFIF : Alex, bagaimana perkembangannya. Apakah masih sama tidak dapat di temukan, ini sudah hampir seminggu nak.


ALEX : Belum pak Arafif. Apakah anda yang telah membawa tim IT? Dan pasukan penyelam kesini, semua pasukan milik kak Zever dan kak Xeverio juga belum dapat menemukannya, aku binggung.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Andre dalam masa pemulihan. Lalu Andre merai hp, iya mencoba mengaktifkan phonselnya karena sudah lama dia belum memberi kabar pada Elisa.


Mencari kontak Sayangku dengan tanda hati di sampingnya. Saking bucinnya Andre hingga PP hp saja adalah wajah Elisa, galeri juga full foto Elisa. Tanpa sepengetahuan istrinya, Andre diam-diam menjadi fotografer profesional yang pribadi hanya untuk dirinya sendiri.


Tut Tut Tut...


Tut Tut Tut...


"Tumben gak aktif, apakah dia marah sama aku? Aaah-iya dia pasti marah padaku, karena aku tak pernah memberi dia kabar. Aku harus segera sembuh, agar aku bisa pulang" Dumal Andre yang saat ini mulai menanggalkan tongkatnya untuk mulai berjalan normal kembali.


"Ouh, Andre kamu lagi mulai belajar jalan tanpa tongkatnya?" ucap Monika yang melihat putranya merambat ke dinding sebagai penyangga.


"Iya mah, aku ingin segera sembuh agar aku cepat pulang" ucap Andre.


"Kenapa buru-buru sekali nak, kamu santai saja disini. Lagi pula rumah sakit sudah ada yang menangani yah, soal ANDRILOS juga Zacky telah menbantumu" ucap Monika.


"Hm siapa yang telah menangani rumah sakit di Indonesia? Try?" ucap Andre, selain try tidak ada lagi yang dia pikirkan.


"Kevin, papahmu menyuruh Kevin untuk mengelola sama-sama dengan try disana, agar kamu fokus di ANDRILOS" ucap Monika menjelaskan.


"Ouh, bukannya Kevin lanjut Study'kan mah di London? Apakah tidak jadi" ucap Andre yang mengingat.


"Iya, tapi kayaknya dia cuti sementara deh. Karena papahmu yang keras kepala itu ingin rumah sakit ada yang mengelola saja, sudah jangan usah khawatir."


"Iya mah, tapi aku lebih khawatir pada Elisa. Kok dia gak menghubungi aku ya mah, saat aku menelepon dia malah gak aktif. Elisa pasti marah nih aku gak ada kabar, pasti dia ngambek sama aku" ucap Andre.


"Mamah lupa Dre, Elisa itu ikut sama Zever buat menyelamatkan kamu. Tapi sampai sekarang, mamah belum dapat kabar tentang Elisa, mamah juga binggung kok Elisa gak ikut pulang yah sama Zever?" ujar Monika tanpa sadar bicara itu.


Mendengar hal itu Andre mengerutkan dahinya, lalu matanya meruncing. "Apa maksud mamah?" Andre kebinggungan.


Astaga aku keceplosan lagi, gawat Andre pasti akan ngamuk nih, jika tahu Elisa malah ikut ke pulau itu untuk menyelamatkan dirinya... aduuh nih mulut gak bisa dijaga banget sih, tolong dong kerja sama. Ucap Monika yang langsung menutup mulutnya.


"Mah, katakan apa maksud dari ucapan Mama barusan? Elisa ikut ke mana, kok mama diam, jawab mah" ucap Andre yang langsung menatap tajam.


"Andre, tadi mamah bilang Elisa ikut Zever jalan-jalan ke suatu tempat, mungkin sekarang mereka sudah ada di Indonesia. Kamu gak usah khawatir yah, tenang aja. Mamah tadi bercanda kok, kan kamu tahu mamah suka iseng" ucap Monika yang langsung mengalihkan pembicaraan.


"Apakah begitu, kok aku merasa mamah gak jujurnya sama Andre" ucap Andre yang masih belum mempercayai ucapan dari Monika tersebut.


"Udahlah mendingan kamu sekarang istirahat dulu deh, biar besok saja latihan buat jalannya. Nanti mamah temenin yah, yuk! Sini mamah bantu kamu buat duduk" ucap Monika.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


Minggu 27 November 2022.


__ADS_2