
Elisa mengunakan kesempatan untuk mengintrogasi suaminya dengan hubungan antara dirinya dan Maura, saat si Maura sedang tidak ada di sisi mereka, karena sedang mengambil gambar.
"Coba katakan, dengan jujur siapa Maura sebenarnya. Di hidupmu sebelum ada siapa saja wanita yang pernah bersanding, atau wanita yang kamu sukai. Ayo, katakan suamiku tercinta, walau kamu bungkam pun aku akan langsung tahu jika kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari istrimu ini" ucap Elisa yang memaksa.
"Baiklah, dia pernah jadi mantan wanita ku. Puas, dan mantan pasanganku." ucap Andre yang menatap wajah Elisa yang ingin tahu.
"Cih, iyakah. Bohong banget deh! Dia, simpanan kamu kan, kalau kita lagi jauh. Jadi kalian melakukan hal apa saja selama ini, sudah main berapa ronde sama muara? coba katakan gak apa-apa kamu bisa jujur saja" ucap Elisa yang malah membahas hubungan antara pria dan wanita.
Andre mengurutkan dahinya karena tidak mengerti dengan pembicaraan Elisa saat ini, lalu Elisa mendekatkan tubuhnya. "Coba kamu katakan, dengan jelas berapa?" ucap Elisa yang sangat penasaran.
"Apa maksudnya, ronde apa yang kamu ingin tanyakan" Andre yang kebingungan dengan pertanyaan istrinya itu.
"Soal hubungan di ranjang, antara kau dan Maura" Elisa memperjelas apa yang ingin dia ketahui, Andre langsung mengikuti candaan Elisa tersebut.
"Aku main dua putaran dengan 20 ronde, berbagai gaya" jawab Andre dengan sedikit tertawa kecil.
"Ouh pantas saja, kamu bisa sampai membuat dia hamil. Jadi kamu lakukan hal itu, katanya kamu tak bisa bergaya?" Elisa agak protes dan tidak terima atas apa yang dikatakan oleh Andre.
"Lagian aku bisa belajar dari teori yang ku baca, dan adegannya bisa aku praktek nanti saat kita..."Andre tidak melanjutkan apa yang dia ingin katakan.
"Hayo, kapan?"Elisa langsung menyahutinya, dan langsung menarik Andre untuk bangkit dari sofa.
"Nanti aja deh! Gak enakkan masih ada istri lainnya di sini, nanti dia bisa cemburu lagi" ucap Andre yang melirik ke lantai atas.
"Ya udah kita main bertiga aja, itu lebih seru pasti!" ajakan gila Elisa.
"Hah! Aku bingung nanti mau masuk kemana dulu, bisa terbuang sia-sia beniku" ucap Andre tidak malu lagi untuk mengatakan hal-hal seperti itu.
Elisa merasa tertantang karena ucapan Andre itu, ternyata suaminya sekarang sudah berani mengatakan hal-hal yang berbau full gar seperti itu.
"Jadi mau main berapa ronde nih?" Elisa mendekatkan tubuhnya pada suaminya yang saat ini sedang tidak ingin memadu kasih.
"Apakah kamu sedang menantangku? Elisa Nurhaliza." sepertinya Andre malah jadi ikut terpancing.
"Eleleh, sekali aja kamu udah ogah-ogahan ini malah pengen dengan dua wanita dalam 20 ronde, biar aku tanya apakah anda sanggup pak dokter? Kalau kayak gitu, nanti kita main bertiga gimana dalam satu malam? Aku, Maura dan kamu. Gimana tawaran yang menggiurkan bagi juniormu kan, mau kapan nih nanti aku bicarakan dengan Maura." Elisa memperjelas hal itu.
Tak sadar, karena terlalu asik hingga saat Maura pun turun, dan tak sengaja mendengarkan percakapan mereka di akhir kata, itu membuat Maura kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Elisa.
"Main apa!" katanya Maura yang berjalan mendekati Elisa.
Elisa tersenyum tipis lalu melihat body dari Maura yang cukup menggiurkan, berdadah montok dengan pantat yang sedikit agak besar seperti gitar Spanyol. Lalu Elisa tersenyum kembali melihat hal itu, karena Elisa tidak memiliki dada yang sebesar milik Maura.
"Kok aku agak iri dengan body mu ya maura?" ucap Elisa memanyunkan bibirnya.
"Memang yah kenapa dengan body ku? apakah ada yang salah?" ujar Maura yang kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Elisa.
"Jangan ladenin Elisa, dia emang suka bercanda berlebihan."Andre langsung membekap wajah Elisa agar tidak bicara macam-macam lagi membuat Maura kebingungan lebih dalam.
"Maura kamu juga kan istrinya, dan sekarang sedang hamil. Saat kamu di tiduri dengan yah, kamu udah main berapa ronde? sampai kamu bisa hamil begitu!" Ucap Elisa yang sangat penasaran dengan hubungan itu.
Maura langsung paham dengan alur pembicaraan Elisa dan suaminya, sebelum dia datang. Maura langsung tersenyum geli, ternyata Elisa cukup humoris.
Jadi mereka membicarakan hal ini saat aku tidak ada tadi, Elisa cukup berani sekali mengajak ku dan mengatakan hal ini. Jadi ini yang kamu suka Alzam, karena wanita ini bisa membuat mu tersenyum dan tertawa bahagia. Iya aku akui, elisa memang cukup berbeda dari wanita yang pernah mendekati dirimu. Dalam hati Maura berkata, sambil menatap ke arah Andre dan Elisa.
__ADS_1
"Hah! Maksudnya? kamu ingin kita main bertiga di kamar," Maura agak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Elisa.
"Sudahlah jangan kamu ladenin Elisa, dia seperti ini, kita kembali ke bahas semula"ujar Andre yang mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu jauh mengatakan hal-hal yang berbau kamar.
"Kamu yang takut kan, makanya kamu sengaja ingin mengalihkan pembicaraan kita iyakan" ucap Elisa yang mencubit pipi Andre.
"Elisa udah, jangan kamu terusin. Kalau gak aku marah nih" ancaman Andre pada Elisa tapi hanya dapat tanggapan yang biasa saja dari Elisa.
"Apakah kamu sedang mengancamku, tapi aku tidak takut. Karena aku ini benar, kenapa kamu ingin mengalihkan pembicaraan dengan alasan kamu akan marah?" Elisa ingin memperjelas.
"Sudah aku katakan jangan bahas itu lagi, kita sedang tidak bercanda. Nanti lain waktu kita bahas itu lagi, sekarang kita mulai fokus" ucap Andre yang membuka sebuah ipad-nya.
"Berarti bohong dong! Kalau Maura lagi hamil anak kamu, padahal aku sudah senang banget loh, akhirnya aku akan punya anak. Walau bukan punya ku, tapi dia milik kita bersama." Elisa tampak kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Andre.
"Aaah, Kamu terlalu dalam soal malam bercocok tanam kita di ranjang ya Elisa." Maura juga ikut terpancing dengan hal itu.
"Hahahah akhirnya kamu nyambung juga, jadi berapa ronde?"
Maura jadi ikut-ikutan dengan pembicaraan Elisa dan melanjutkan nya. Andre malah tepok jidat karena melihat istri dan Maura malah membicarakan sesuatu yang membuat Andre semakin kesal, karena bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu.
"Sampai dia tepar,"jawab Naura dengan cekikikan.
"Hahahaha aku suka itu!"Elisa juga menjawab dengan ketawa keras.
Andre cukup kesal hingga mendidih sampai ubur-ubur, dia langsung bangkit dari sofa, dan menatap kedua wanita yang masih asyik membicarakan proses itu.
"Cukup! Muara, Elisa udah jangan kalian lanjutkan kembali pembahasan vulgar itu. Bahas yang nyata saja, kita lanjut bahas yang tadi." ucap Andre yang berjalan menuju meja di mana terlihat ada sebuah rancangan miniatur sebuah rencana tersusun.
Maura dan Elisa seketika langsung tutup mulut rapat, dan ikut bangkit dari sofa yang mereka duduki saat ini, Andre yang sedang berjalan menuju meja yang sudah ada miniatur rencananya. Mereka berdua mengekori Andre yang saat ini, sedang melihat miniatur rencananya.
Maura langsung memberikan semua yang dia kumpulkan dari memata-mata seseorang, dan anak buahnya bahkan orang suruhannya untuk melacak keberadaan orang yang dia cari.
"Ini data yang telah kami kumpulkan bersama, dan ada beberapa dokumen yang juga kamu butuhkan. Apakah ada hal lainnya yang menjanggal menurutmu?"tanya Maura yang juga merasa ada yang aneh dari laporan yang dia kumpulkan.
Andre terlihat fokus sedang membaca dokumennya diberikan mawar tersebut, Elisa tidak sengaja melihat gambar yang di bawah sebuah dokumen yang sedang dipegang Andre.
"Tunggu dulu, foto apa ini?"tanya Elisa yang kebingungan dengan gambar agak buram tersebut.
"Ouh iya, tadi kamu pengen lihat orangnya kan?" Maura langsung mengambil gambar foto yang ada di tangannya memberikan kepada Elisa.
"Loh inikan cowok yang aku temui tadi sore, dia ini sangat mirip sekali sama pria itu"Elisa langsung kepikiran soal Fando karena foto yang ada di sana terlihat persis seperti Fando.
"Apakah... Kamu kenal dengan salah satunya Elisa?"tanya Maura yang sedikit meruncingkan matanya karena melihat ekspresi Elisa yang berubah, saat melihat gambar salah satu pria yang dia bawa itu.
"Aku baru saja ketemu dengan pria ini tadi sore, namanya Fando. Aiiisscccc seandainya kalian bilang dari awal, mungkin aku bisa menangkap ya." Ucap Elisa yang agak kesal dengan kedua orang yang ada di depannya itu karena tidak memberitahunya dari awal.
"Karena awal aku tidak ingin membuatmu terlibat, dalam rencana dan masalah ini. Sudah banyak beban yang kamu pikul, dan aku tidak mau menambah beban pikiranmu,"ujar Andre yang menjelaskan apa yang ia pikirkan saat ini.
"Seharusnya kamu bilang saja padaku, tak usah berpikir seperti itu setidaknya aku bisa meringankan beban kalian, saling membantu itu lebih baik daripada ditanggung sendiri" Elisa lebih menekankan kata-katanya itu membuat Maura dan Andre terdiam.
"Dia bukan penjahat sembarangan dia seorang hacker profesional kelas dunia, dan ini adalah seorang penyebar informasi, dia boss mafia yang ternama mereka bersaudara sang adik adalah seorang hacker, dan yang ini ia lebih berbahaya. Mereka telah kabur dari penjara internasional, makanya aku membutuhkan bantuan Alzam agar aku bisa masuk ke Indonesia dan dapat izin. Maaf ya Elisa harus membohongi kamu dan yang lainnya, tapi kamu hebat bisa langsung menebak kami hanya pura-pura." ujar mau orangnya sedikit agak bangga karena Elisa langsung bisa mengetahui rencana mereka.
"Itu tidak penting kita bahas. Karena yang kau tahu dia sangat alergi terhadap wanita, jadi aku bisa menebak dengan mudah, mana mungkin dia akan punya wanita lainnya selainnya diriku, aku saja terpaksa harus menikahi yah karena kasihan."penjelasan Elisa yang membuat Maura tersenyum geli.
__ADS_1
Andre langsung melebarkan matanya dengan ucapan Elisa tersebut. "Apa maksudnya itu?" ucap Andrean tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Elisa.
"Hahahaha... Dasar kamu Elisa, masa iya kamu menikahi Alzam karena kasihan sih."Maura tertawa renyah mendengar apa yang dikatakan oleh Elisa.
Sedangkan Andre malah cemberut karena Elisa malah mengatakan hal seperti itu, ya Elisa mengatakan jika dia terpaksa menikahi Andre karena merasa kasihan.
"Iya, mau gimana lagi orang aku terpaksa kok. Melihat kamu yang tidak menikah-menikah, dengan wanita jadi aku berpikir bagaimana kalau aku menikahi pria tampan"penjelasan Elisa dengan senyuman yang sangat lebar.
Setelah lama bicara dan ngobrol tentang rencana dan sedikit candaan di setiap pembicaraan mereka, malam pun tiba. Elisa yang diantar ke rumah orang tuanya untuk sementara waktu, karena Andre dan Maura ingin pergi ke suatu tempat yang tidak boleh dimasuki orang lain selain mereka berdua.
Keesokan paginya Elisa yang ingin berangkat ke kampus, dengan membawa motor gedenya kesana, saat di perjalanan dia melihat Fando yang sedang memotret gedung-gedung dan pemandangan di depan nya. Elisa langsung seketika menghentikan motornya saat melihat fando, dia pura-pura tidak tahu jika fando adalah seorang hacker internasional. Dia masih bersikap biasa saja saat bertemu Fando, dan mereka hanya saling menyapa karena Elisa harus buru-buru berangkat ke kampus.
"Hai Fando, kamu sedang apa?" tanya Elisa ya sambil membuka kaca helmnya.
"Elisa, kamu kok bisa ada di sini?" ucap fando yang kaget saat mendengar suara yang khas yang dia kenal.
"Bisalah, kan ini jalanan kamu ini gimana sih, pertanyaan konyol tahu gak!" ucap Elisa yang membuat Fando salah tingkah.
"Hahaha kamu bener sekali, aku memang agak bodoh." ujar Fando menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Btw, lagi ngapain kamu? kok belum jawab pertanyaan aku sih" ucap Elisa yang sangat penasaran.
Karena Fando seperti sedang memotret sesuatu, walau Elisa tidak mengerti tapi saat mendengar jika fando adalah hacker internasional pasti dia sedang mencari cela dan mencari sumber untuk menjadikan bahan informasi.
"Biasalah, hanya menyalurkan hobi ku," Jawab Fando yang menjawab dengan santai.
"Ouh, kapan-kapan kamu mau gak ajarin aku motret begitu, aku dulu pengen banget jadi fotografer. Tapi, belum kesampaian hingga sekarang. Lagi pula aku gak ada bakat atau sekill buat moto-motoin pemandangan, jadi kayak akan sulit bagiku" ucap Elisa yang agak frustasi.
"Ha-ha-ha, belajar kayak gini aja sampai butuh skill dan bakat. Tinggal jepret-jepret apa yang kamu suka, beres gak butuh skill khusus juga" ucap fando yang menjelaskan semuanya.
"Hmmm gitu yah! Jadi apakah kamu mau jadi instruktur aku?" ucap Elisa yang bertanya kepada Fando.
"Boleh, mau kapan?" tanya Fando balik.
"Hmmm, Minggu deh! Karena aku kuliah full day sampai Sabtu, karena ada praktek juga" ucap Elisa.
"Ouh! kamu mahasiswa juga yah, ku pikir kamu anak sekolah SMA?" ucap fando yang memujinya.
"Hahaha kamu ini bisa aja, dari mana ada anak SMA wajahnya setua aku" ucap Elisa yang sadar diri.
"Lah emang usia kamu berapa sampai katain kamu tua, kalau udah Nini itu baru sudah tua, malah sudah jadi sesepuh." ucap fando bercanda.
Elisa malah senang dengan candaan itu, Elisa yang agak lama berbincang dengan Fando sampai tak sadar jika dia akan telat masuk jam pelajaran pertama.
"Astaghfirullah, aku sampai lupa. Fando, sorry banget yah. Aku harus segera pergi nih, karena dah telat masuk kampus. Guru killer masalah yah, aku duluan yah. Bye!" ucap Elisa yang menutup kaca helm dan langsung melajukan kendaraan dengan kecepatan diatas rata-rata.
Gila tuh cewe, bikin jantungan aja setiap bertemu, kok ada cewek yang model begitu. Aku harus mendapatkan dia, aku harus buat dia jadi kekasih ku. Dalam hati Fando yang berharap jika Elisa akan menjadi miliknya.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Selasa 17 Januari 2023