PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
107. Kekhawatiran Arafif.


__ADS_3

Sesampainya di ruang perawatan Andre dan pasukannya lainnya langsung ditangani masing-masing tim medis, Arafif menangani Xeverio, sedangkan Keyshu menangani Andre. Kerena jika menangani anak sendiri mereka tak akan fokus, walau seprofesi seorang dokter profesional sekalipun tidak akan bisa sanggup menahan insting seorang ayah, seperti apapun keadaanya jika anggota keluarga yang paling mereka sayangi itu tak akan sanggup juga untuk menanganinya.


"Astaga! Apa yang terjadi sebenarnya pada mereka. Silakan cepat bawa kesini, Arafif kamu tangani Xeverio aku akan tangani Andre." ucap Keyshu yang panik saat melihat putranya, dan beberapa orang datang dengan bersimbah darah yang sudah mulai mengering.


"Iya baiklah, aku juga ingin katakan hal itu tadi. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka, semoga mereka baik-baik saja." ucap Arafif yang langsung membawa pergi Xeverio, dengan ranjang daruratnya.


Mereka masing-masing membawa pasien yang akan mereka tangani, ke ruangan yang berbeda-beda hanya Andre ruangannya agak di khususkan, seluruh pasukan yang agak berat lukanya langsung di bawa ke ruang intensif ada Alea yang menjadi kepala Dokter disana untuk menangani semua kasusnya.


ALEA : Cepat bawa semua masuk, jangan ada yang tidak masuk dan tidak di segerakan untuk di tangani.


Teriakan Alea yang menyuruh tim medis untuk membawa seluruh pasukan yang terluka ke ruang rawat.


Di pulau yang dimana tempat Elisa hilang saat ini Zever dan Alex masih gencar mencari keberadaan Elisa. Seluruh pasukan penyelamatan hingga menambah personil tapi tetap saja Elisa tak kunjung ditemukan.


ALEX : Kak, sebaiknya Kakak di obati dulu saja di markas. Kita kembali lagi setelah luka Kakak di obati, Alea saat ini pasti sedang sibuk karena para pasukan kak Andre yang terluka. Tim medis lainnya juga pasti sedang sibuk-sibuknya juga, jadi tak akan ada tim medis yang akan bisa datang ke sini?


ZEVER : Aku tidak apa-apa, kita lanjutkan pencarian saja.


Sedangkan di sisi lain seluruh pasukan yang terluka termasuk Andre sudah diangkut dan dibawa ke markas pusat, untuk segera ditangani dan pengobatan secara lanjut.


tidak ada yang memberitahu tentang hilangnya Elisa saat ini, karena akan memicu kekhawatiran dan kecemasan orang lain terhadap Elisa.


Pasukan yang datang juga membantu memusnahkan seluruh musuh-musuh yang tersisa saat ini, bahkan membersihkan mayat-mayat yang sudah bersimpahan di sana. Mereka mengubur semua jasad-jasad mereka yang sudah meninggal itu, ke dalam tanah kuburan yang sudah di galih, pulau itu juga di juluki pulau pemakaman para mayat musuh atau Burial Island Of Enemy Corpses.


Pencarian Elisa di pulau pemakaman itu semakin gencar dilakukan, para pasukan pun sudah mulai kewalahan untuk mencarinya hingga esok pagi, Elisa juga belum ditemukan itu memicu kekhawatiran dari Zever dan Alex.


ALEX : Bagaimana ini kak, kita belum juga mendapatkan tanda-tanda keberadaan kak Elisa, padahal kita sudah mencarinya seharian ini, tapi belum juga menemukan keberadaan Kak Elisa?... Apa jangan-jangan kak Elisa ikut dimakan binatang buas di sini, atau kak Elisa tengelam lalu di makan ikan-ikan, bisa saja dia hanyut entah dimana?


Ucap Alex membuat Zever semakin cemas akan apa yang di ucapkannya, tak akan biasa membayangkan jika itu sampai terjadi pada Elisa, dan akan terkena amukan dari Andre jika sampai ketahuan.


Sebenarnya kau ada dimana Elisa, dan ke mana kamu. Aku sangat mengkhawatirkan dirimu, pliss jangan membuatku berfikir aneh-aneh terhadapmu. Dalam hati Zever yang saat ini tidak tahu harus berkata apa lagi, rasa takut dan bersalah juga menyelimuti hatinya.


Tatapan mata Zever mulai kosong dan melamun menatap luasnya samudra, rasa sakit yang ada di tubuhnya seakan tidak ia rasakan, walau tubuhnya saat ini terluka.


ALEX : Ini semua adalah kecerobohan mu kak Zever, seharusnya kau tidak mendengarkan permintaan konyol kak Elisa. Kau tahu jika dia bukan anggota terlatih, seharusnya dalam keadaan apapun, dan bagaimanapun jangan memperbolehkan kak Elisa untuk terlibat dan ambil bagian. Hmm- kalau kayak begini siapa juga yang repot, bagaimana kakak akan bertanggung jawab. Sepertinya bukan kak Zever yang biasa ku kenal, kak Zever punya konsisten pada diri kakak sendiri untuk mengambil keputusan. Tapi, kenapa malah keputusan semacam ini, jika melibatkan nyawa seorang yang bukan pasukan militer, untuk melakukan kerja.


ZEVER : Alex jangan terus menyalahkan diriku sebaiknya kita harus segera mencari di mana Elisa berada? Jika kamu terus memarahi aku dan menyalakan diriku semua tidak akan pernah selesai, mau sampai kapan untuk mencari Elisa. Kita harus segera menemukan dia sebelum Andre siuman, jika dia sadar maka akan banyak kemunculan kehancuran lainnya, kau mau seperti itu. Tidak mau kan, makanya cepat dicari, jangan sibuk mencari kesalahan ku, kamu cari sebelah sana biar aku sebelah sana.


...****************...


Seminggu kemudian pencarian Elisa tak kunjung menemukan titik terang, tanda-tanda Elisa juga belum di temukan, itu yang membuat panik semua orang. Arafif juga sudah mulai curiga jika Elisa tidak ikut kembali dengan para prajurit penyelamat. Bahkan Zever juga tidak kunjung pulang ke markas, hanya Alex yang sering terlihat berkeliaran di markas.


ARAFIF : Alex, kemari sebentar nak? Aku ingin bicara dengan mu, apakah kau sibuk?


ALEX : Iya, kebetulan. Jika anda ingin bicara jadi cepat katakan, karena aku sangat sibuk.


ARAFIF : Baiklah, aku akan tanya langsung ke intinya. Nak, apakah kamu tidak bertemu dengan Zever? Kenapa hanya Zever dan Elisa yang tidak saya jumpai, apakah mereka baik-baik saja? Maaf telah menyita waktu sibuk mu, karena aku sangat khawatir dan penasaran.


Astaga! Bagaimana ini aku harus jelaskan apa pada Pak Arafif soal masalah hilangnya kak Elisa, kak Zever tidak berani kembali ke markas karena dia takut jika akan jadi bulan-bulanan disini. Dalam hati Alex.

__ADS_1


ALEX : I..iya, mereka semua baik kok pak Arafif. Kak Zever, berada di markas lainnya.


ARAFIF : Begitu, apakah Elisa juga disana? Lalu bagaimana kondisi Elisa, apakah dia juga baik. Kenapa mereka tidak di kesini, bukannya Andre dan Xeverio sedang terluka. Tapi, mereka malah datang ke markas lainya.


Bagaimana cara aku bisa katakan jika ada masalah soal hilangnya kak elisa pada pak Arafif, beliau pasti akan syok sekalikan. Dalam hati Alex yang kebinggungan dengan hal itu.


ALEX : Aahhh... Itu, kak Zever sedang mengurus sesuatu disana. Kak Elisa juga ikut membantu, jadi...


Ucap Alex yang tergagap-gagap itu menimbulkan kesan mencurigakan bagi Arafif, karena putranya itu sangat mirip sekali dengan dirinya. Tak pandai untuk bermain siasat atau berbohong, karena saat berbohong dia tampak gelisah.


ARAFIF : Nak, jangan takut. Coba katakan dengan sejujurnya, aku tak akan memarahi dirimu. Aku hanya ingin tahu keadaan mereka, jadi kamu tak usah khawatir seperti sekarang.


ALEX : Pak Arafif, aku binggung sekeligus tidak tahu bagaimana untuk menjelaskan tentang semuanya kepada anda. Agar lebih jelasnya, bisa anda ikut dengan saya saja kesuatu tempat, untuk pergi ke pulau itu. Biar jelas dan mungkin anda bisa membantu kesusahan kami selama ini, kami semua akan baik-baik saja. Tapi, masalahnya semakin memperburuk keadaan.


Wajah Alex sulit untuk dijelaskan, alhasil Arafif semakin gelisah dan khawatir. Sepertinya telah terjadi sesuatu yang di sembunyikan oleh Alex, karena wajahnya tampak serius dan putus asa.


ARAFIF : Baiklah, aku akan ikut denganmu. Kita akan pergi kemana?


Arafif menyadari jika putranya menyembunyikan sesuatu darinya, makanya dia setuju untuk ikut kemana Alex akan membawa dirinya.


Mereka naik helikopter dengan kecepatan sedang, sesampainya disana. Arafif dibuat kaget karena melihat Zever yang sudah tidak berdaya disana, karena lukanya.


Arafif dibawa oleh Alex ke pulau kematian itu, terlihat ada Zever yang sekarang sedang di obati oleh Alea, tubuh Zever yang sekarang sudah sangat lemah dan pucat karena sudah berhari-hari dia tidak di obati, dan tidak dapat asupan makan yang tidak baik.


"Astaghfirullah, apa yang terjadi padanya? Alea katakan pada ku, sebenernya apa yang terjadi kenapa dengan Zever, kok bisa seperti ini" Arafif kaget dan langsung panik saat melihat Zever yang terkulai lemas.


"Kak Zever menolak untuk di obati selama beberapa hari ini, aku juga baru di beri tahu kemarin oleh anak nakal itu" tatapan menajam pada sesosok pria yang berdiri tegap di belakang Arafif yang berjongkok.


ALEX : Dia menolaknya walau berapa kali aku membujuknya tetap hasilnya sama, kak Zever terus saja menolaknya.


ARAFIF : Apa alasan Zever menolak untuk diobati, dia sudah seperti ini kenapa tidak mau di obati itu sangat aneh, pasti ada alasan dia untuk menolaknya. Iyakan, coba katakan apa alasan.


ALEX : Pak Arafif, kak Zever memang memiliki sebuah alasan kenapa dia menolak untuk di obati, itu karena ia merasa bersalah pada kak Elisa.


ARAFIF : Apa maksudnya! Merasa bersalah kenapa? Apa yang telah dia perbuat pada Elisa, coba kamu katakan dengan benar Alex.


ALEX : Pak Arafif... Kak Eli... Kak Zever, dia... Hmm- pak Arafif, Kak Zever seperti itu karena ia kepikiran tentang kak Elisa.


ARAFIF : Kenapa kamu terus bawa-bawa nama Elisa? Apa hubungannya dengan itu nak, coba katakan dengan benar.


ALEA : Iya Alex, dari kemarin aku tanya padamu jawabanmu juga sama selalu menghindar. Cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi, lalu dimana kak Elisa?


ALEX : Kak Elisa... Kak Elisa dia... Dia, telah menghilang!


ALEA : APA! Apa maksudnya itu, kamu jangan bercanda Alex, itu tidak lucu.


Alex merasa takut untuk mengatakan kebenaran tentang itu, Arafif kaget dan hanya menatap tidak mempercayai apa yang di katakan oleh Alex.


ARAFIF : Apa yang kamu bilang itu nak? Apa yang kamu katakan barusan, Hilang? Hilang Bagaimana. Apa yang sebenarnya terjadi pasti terjadi sesuatu kan, coba kamu ceritakan. Tidak mungkin Elisa bisa hilang begitu saja, apakah kalian sudah mencarinya?

__ADS_1


ALEX : Pak, kami sudah seminggu ini mencari keberadaan kak Elisa, tapi tak kunjung menemukan titik terang keberadaan kak Elisa.


Arafif mulai panik dan gelisah, ia juga sangat mengkhawatirkan kondisi Zever dan Elisa yang belum juga di temukan, lalu Arafif kepikiran jika sampai Andre tahu masalah itu, sudah tidak bisa dibayangkan lagi bagaimana amukan Andre nanti. Arafif terdiam sejenak, lalu ia mantap Zever kosong untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Alex itu.


Kasihan Zever, anak ini pasti akan dalam masalah yang sangat besar. Andre sangat mencintai Elisa, jika dia tahu Elisa hilang karena ikut serta dalam penyelamatan maka sasarannya adalah Zever. Dalam hati Arafif.


ARAFIF : Bagaimana Elisa bisa hilang Alex, bukankah dia baik-baik saja, kamu bilang tadi begitu kan.


ALEX : Maafkan aku pak, aku hanya tidak mau membuat mu khawatir, makanya aku berbohong seperti itu. Soal detail ceritanya aku tidak tahu bagaimana atau bagaimana dengan kejadiannya. Karena hanya kak Zever yang terlahir kali bicara dengan kak Elisa, dan terlihat bersama.


ARAFIF : Zever! kamu bisa mendengarkan aku nak?


Karena Zever tak kunjung sadar makanya Zever di bawa ke markas, sedangkan Alex tetap tinggal di pulau itu untuk mencari keberadaan Elisa. Setelah di obati oleh Arafif, Keyshu yang mendengar putra sulung juga terluka ia bergegas untuk menemui putranya.


"Arafif bagaimana keadaannya, apakah dia baik-baik saja. Apakah tadinya putraku tidak bisa di temukan, karena baru di bawa kesini" tebak Keyshu.


"Syukurlah putramu tadinya sih dapat penenang pertama oleh Alea, sebenarnya putramu yang menolak untuk kembali kesini karena memiliki alasan tersendiri."


Zoya dan Keyshu langsung masuk kedalam kamar rawat Zever, sedangkan Arafif akan kembali ke pulau untuk membantu menangani perkara yang sedang di hadapi mereka.


Elisa, kamu berada di mana nak! Jika kamu tidak selamat, apa yang aku katakan pada andre dan keluarga mu nanti. Ucapan dalam hati Arafif yang sudah tidak karuan.


Berjalan gak tahu arah, Arafif seakan kehilangan jalannya. Hingga jalannya pun sempoyongan, datanglah Monika yang membuat Arafif berdiri sangat tegap kembali. Tidak mau jika Monika sampai mengetahui jika Elisa tidak di temukan, ia semaksimal mungkin mereset wajahnya.


"Papah! Rupanya kamu berada disini, aku mencari mu. Kamu dari mana aja sih, kamu meninggalkan aku sendirian terus disini" ucap monika yang merangkul lengan suaminya.


"Aaah, itu karena kau tidak tahu saja. Aku membantu kak Keyshu untuk mengobati pasien, para pasukan yang terluka" alasan Arafif yang masuk akal.


"Ouh gitu yah Pah, yaudah sini deh! Mamah pengen ngomong sama papah. Pah, papah merasa tidak jika papah itu kayak menyembunyikan sesuatu dari mamah yah, coba katakan yang sejujurnya, apa yang papah sembunyikan dari mamah?" ucap Monika yang mulai mencurigai gerak gerik suaminya.


GLUK ! GLUK !


Arafif menelan ludahnya bulat-bulat binggung mau memulai mengatakan gimana kepada Monika soal keadaan Elisa, pasti akan sangat syok sekali.


"Mah, papah hanya sedang khawatir soal Andre saja yang belum juga kunjung sadar, papa sangat takut jika Andre tidak melewati masa kritisnya apa kita bawa saja ke rumah sakit Indonesia?" ujar Arafif mengalihkan perhatian dan perhatian Monika.


"Tapi fasilitas lebih baik di New York dibandingkan di Indonesia, apalagi di sini kan Pah, lagijuga banyak dokter yang terbaik" Ujar Monika yang mengingatkan.


"Iya juga sih. Kamu emang benar sayang, sudah kita bawa saja Andre ke rumah sakit di New York kota!" saran pengecoh.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang memberitahu, jika Andre sudah siuman bergegaslah Monika dan Arafif menuju ruang rawat yang saat ini dalam benak Arafif sulit untuk dijelaskan, bagaimana jika Andre tau keadaan Elisa.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


Minggu 27 November 2022.


__ADS_2