PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
77. Aku Percayai Kamu.


__ADS_3

Andre langsung menelpon Zever dan Xeverio agar langsung pergi menyelamatkan putri Helena yang ditawan oleh mantan suaminya, Helena tidak percaya jika Andre langsung bertindak cepat, setelah mendengar keluhannya atas permintaannya yang mendadak tersebut.


Zever dan Xeverio yang baru saja menerima panggilan dari Andre, kedua bersaudara itu langsung akan pergi dengan pasukannya yang sudah bersiap akan ke lokasi yang dituju.


Andre yang masih menangkan Helena yang cukup khawatir akan keselamatan dari putrinya yang entah bagaimana keadaannya sekarang, berharap jika putrinya akan baik-baik saja.


ANDRE : Kamu tenang saja, dalam waktu kurang lebih dari 3 jam putrimu akan baik-baik saja, paling lambat satu hari karena pasukan ku saat ini sedang menuju ke Italia, di mana lokasi putrimu disekap. Mantan suamimu cukup kejam, terhadap darah dagingnya sendiri bagaimana ada orang yang biadab seperti itu, bahkan putrinya sendiri dia tawan.


Andre cukup kesal dan geram dengan sikap pria yang tidak bertanggung jawab seperti itu, pria sebagai seorang ayah, dan seorang suami begitu tega.


HELENA : Makanya aku sangat takut jika terjadi sesuatu pada Cicilia.


ANDRE : Bagaimana mungkin kamu bisa menikahi pria yang seperti itu, bukannya kamu menyukai Simon. Lalu kenapa kamu bisa menikah dan punya anak dengan Cellino.


HELENA : Ceritanya panjang jika aku jelaskan padamu Andre, aku tak bisa mengatakan bahwa aku telah terpelosok kejalur hitam.


ANDRE : Baiklah, kamu bisa ceritakan lain kali. Bukankah kamu ada tugas saat ini, kerjakan dulu pekerjaanmu.


HELENA : Aku sudah katakan aku tidak bisa fokus, karena kepikiran soal putriku saat ini, dia pasti sangat ketakutan. Aku juga tidak tahu dia sudah makan atau belum, aku sangat merindukan dia.


ANDRE : Jangan khawatir, dia pasti akan baik-baik saja dan akan kembali ke pelukanmu lagi Helena. Berdoa saja yang terbaik demi keselamatan putrimu, jangan khawatir.


Helena tanpa sadar menitikkan air matanya, karena kepikiran soal putrinya yang sudah hampir satu minggu ditawan oleh mantan suami yang gila itu. Andre merasa simpati pada Helena, ia langsung menepuk-nepuk punggung Helena, tapi malah mendapat respon yang membuat Anda terkejut, karena Helena langsung memeluk Andre.


Andre yang tidak keberatan telah meminjamkan tubuhnya untuk Helena yang saat ini sedang bersedih hati, karena masalah tentang putrinya. Terlihat dari kejauhan ada sepasang mata, itu adalah Gavin yang ingin membalas dendam, pada Helena. Ia melihat Helena, dengan Andre. Di pikirannya, di kira sedang bermesraan. Hal itu langsung ia ingin membuat kehebohan, mengambil handphone dan memotretnya.


Tak lama kemudian, datanglah Elisa dan Emily yang baru keluar dari ruangan, melihat Gavin yang begitu senang entah melihat apa, membuat Elisa sangat penasaran apa yang sedang dilihat olehnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan, sehingga begitu sangat senang pak Gavin" ucap Elisa yang mengejutkan Gavin.


"Hai Elisa! Apa kabarmu? Aku sedang menonton film romantis" jawabnya dengan suka cita.


"Hah? film romantis dimana kamu melihatnya, kamu sudah abnormal ya, atau sudah gila. Masa iya kau menonton film romantis di jendela kaca seperti ini, kamu sedang bercanda? mana ada di kaca tersebut ada film romantis, jangan mengigau di siang bolong."


"Coba saja kamu lihat sendiri di sana? ada sepasang kekasih sedang bercumbuuu mesra sekali" ucap Gavin yang menujukan dimana saat ini matanya tertuju.


"Baiklah, awas saja jika kamu berbohong yah, aku tidak akan bisa memaafkan mu" ucap Elisa yang malah mengikuti arah yang di lihat oleh Gavin.


"Tidak akan, coba saja kamu lihat itu sangat seru!" ucap Gavin yang sangat senang.


Eh, itu kok kayak gak asing ya. Bukanya itu mas Andre, kok dia meluk-meluk Helena katanya temen kok terlihat inti-m sekali, jangan negatif dulu Elisa kamu juga harus dengar alasan mereka dulu nanti, kamu harus percaya pada suamimu. Dalam benak Elisa yang agak cemburu melihat hal tersebut.


GAVIN : Helena, kemarin kamu mengomentariku, sekarang aku bisa membalas mu, kamu telah terciduk sendiri bermesraan dengan seorang pria di tempat sepi seperti itu.


Elisa yang melihat aksi nakal Gavin yang memotret Helena tersebut, membuat Elisa agak geram karena memotretnya. Elisa langsung mengambil hp Gavin dan menghanguskan semua foto-foto yang telah di ambil oleh Gavin tersebut.


"Pak Gavin mengambil foto diam-diam itu kurang baik, jangan lakukan hal konyol seperti paparazi" ucap Elisa yang langsung mengembalikan hp Gavin.


"Woy, Elisa apa yang kamu lakukan. Justru kamu yang tidak mengerti, Helena itu sudah sangat keterlaluan dan semena-mena padaku apa salahnya aku membalas perbuatannya" ucap belaan Gavin.


"Tidak baik kamu lakukan hal bodoh seperti itu Gavin, lagi pula Nona Helena tidak bersalah. Apa salahnya, dia berpelukan dengan seorang pria, itu yang hal normal."


"Elisa kamu tidak tahu Nona Helena itu, dia sudah jadi seorang janda, yang sudah memiliki seorang putri tapi laganya sombong seperti dia masih nona saja" ucap Gavin yang sangat kesal.

__ADS_1


"Ingat loh, kamu mengejek dan memakinya begitu bahkan kamu sebenci ini sama nona Helena, maka nanti kamu akan mendapatkan karmanya, atau mungkin suatu hari kamu akan menyukainya. Ouhnya! tadi kamu menghina soal nona Helena yang berpelukan dengan seorang pria, lalu kamu sendiri di sebut apa? seorang playboy berlagak sebagai seorang pengajar yang tidak tahu diri."


"Apa yang kau katakan itu Elisa, apakah kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan itu telah melukai harga diriku, aku bukan seorang yang mampuh di goda."


"Sudahlah lupakan, ayo Emily kita pergi dari sini, tinggalkan orang mesum ini, males jika lama-lama nanti kamu ketularan."


"Tunggu dulu Elisa! Apa maksudmu mengatakan hal itu."


"Pikirkan saja sendiri, aku tidak mau terlibat dan punya urusan lagi denganmu guru genit mata keranjang."


"Jangan pergi dulu, jelaskan padaku. Apa maksudmu itu, kamu telah menghina soal harga diriku dengan semenah-menah begitu."


Elisa mengabaikan Gavin, langsung saja mereka meninggal tempat, tapi tiba-tiba sebuah tangan milik Gavin langsung menahan langkah Elisa, sangat kesal dan jengkel ia langsung menarik tangan Gavin lalu membuat Gavin melayang ke udara, karena membuatnya geram, Elisa membanting Gavin hingga terjatuh ke lantai.


"I'm so sorry, aku tidak sengaja pak guru! Pak guru sih yang mulai duluan, aku jadi refleks membanting anda seperti ini, apakah bisa bangkit sendiri pak? mau ku kasih tahu dimana ruang ICU untuk perawatannya, itu dekat kok. Anda tinggal jalan kesana, atau menyuruh pihak medis datang, mau ku panggilkan. Eeeh! maaf aku cukup sibuk. Suruh para wanitamu saja yang ada di sana dia pasti akan suka rela untuk mengantarkan mu ke sana. Ayo Emily! Kita pergi dari sini."


"Hei, Elisa tunggu, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan saat ini padaku." teriakan Gavin yang kesakitan karena dibanting oleh Elisa.


Elisa pergi begitu saja mengabaikan teriakan Gavin karena kesel, rasa sakit Elisa tidak sesakit dirinya saat ini karena diSmackDown oleh Elisa langsung, mereka menuju ke tempat di mana melihat Helena dan pria yang tidak asing dari belakang yang dilihat oleh Elisa.


Setelah di jalan yang searah barulah lebih jelas, sekarang Elisa langsung paham situasinya saat mendengar jika Helena menangis karena putri dari Helena di culik, dan meminta bantuan pada Andre.


Tersenyum tipis, karena langsung mengenali siapa pria tersebut ternyata adalah suaminya sendiri, Elisa tidak mau mengganggu mereka makanya Elisa malah terduduk di sebuah kursi sambil menatap mereka yang sedang berpelukan, Emily cukup bingung dengan nyonyanya tapi ia malah ikut duduk bersama bersebelahan dengan Elisa di samping.


"Nona Elisa, kita sedang apa menunggu di sini, bukanya kita mau ke kantin yah. Anda sudah lakukan pesan makan, kenapa Anda ingin duduk di sini."


"Tidak usah khawatir, kamu bisa makan sepuasnya, karena aku tidak jadi makan di kantin kamu bisa menghabiskan semua jatahku juga tidak apa-apa, karena aku sepertinya sudah membawa bekal sendiri" ucap Elisa yang melihat kotak makan yang di bawa oleh Andre di tangannya.


"Bukannya tadi pagi, Anda tidak membawa bekal apapun ya?"


"Sudahlah kamu tenang saja, kita tunggu mereka selesai. Lebih baik kamu jadi menonton saja, ada acara tontonan yang cukup menarik kenapa kamu tidak kamu menontonnya."


Emily menghela nafasnya dalam-dalam, karena heran pada Elisa beberapa menit lalu dia marah-marah pada Gavin soal mengintip dan menonton Helena dan pria asing, tapi malah Elisa ikutan.


"Nyonya Elisa ini sangat aneh, beberapa saat yang lalu anda tadi sangat kesal dan memarahi Pak Gavin gara-gara melihat manajer dengan pria asing itu, tapi anda sendiri malah ingin menontonnya. Lalu apa bedanya sekarang, nyonya jangan seperti itu."


"Iya aku tahu. Sudahlah Emily, jangan dianggap serius apa yang aku katakan tadi. Kamu tidak akan pernah mengerti apa yang ku katakan ini, lebih baik baik kamu diam saja."


Setelah Helena puas menangis hingga membuat baju Andre basah karena air mata dari Helena yang menangis di pelukannya tersebut, Helena merasa bersalah karena sudah mengotori pakaian Andre.


HELENA : Yaampun! Andre, aku minta maaf. Karena merusak bajumu, ini jadi kotor gara-gara aku menangis di tubuhmu.


ANDRE : Ya tidak apa-apa, lagi pula aku juga harus ganti pakaian. Tidak masalah Helena, kamu jangan khawatir yah.


HELENA : Terimakasih Andre kamu sudah mau membantuku, dan selalu menolong ku.


ANDRE : Tidak masalah, selagi aku bisa membantu maka akan aku bantu.


HELENA : Baiklah, sudah cukup lama aku meninggalkan pekerjaan ku, sebaiknya aku pergi sekarang, karena tugasku masih banyak.


ANDRE : Iyah, kamu hati-hati saat bekerja harus fokus, dan profesional walau kamu dalam masalah, jika ada informasi aku akan langsung menghubungimu.


HELENA : Baiklah, terimakasih sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih kepadamu Andre.

__ADS_1


ANDRE : Nanti saja kamu berterimakasih padaku saat putrimu sudah baik-baik saja dan sudah ada di sisimu kembali.


Helena bisa tersenyum tipis, karena mendengar hal itu cukup melegakan karena Andre mau membantu dirinya. Helena akan meninggalkan tempat, tapi saat dia ingin pergi baru sadar jika ada dua orang yang memperhatikan mereka dari jarak jauh. Ketika Helena menoleh kaget bukan main, ternyata itu adalah Elisa dengan satu tangannya menyangga kepala menatap ke arah mereka.


"N-n-nyonya Elisa? Apa Anda sudah lama duduk di sana" Helena cukup gugup karena kepergok istri SAH Andre.


Elisa hanya diam sambil menatap kotak makan yang di bawa oleh suaminya, lalu bangkit dari duduknya mendekati Helena dan Andre.


"Kamu bawa apa?" tanya Elisa tatapan pada kotak yang di bawa Andre.


"Bekal makan siang untukmu, aku tidak bisa makan dengan baik. Jadi... apakah boleh memintamu untuk makan bersama denganku?" ucap Andre yang tersenyum lebar, mereka bersikap biasa saja. Seperti tidak ada masalah apapun, Andre juga menujukan wajah yang santai. Tapi, malah Helena yang ketar-ketir dan merasa bersalah.


"Maafkan saya nyonya Elisa, saya tidak tahu jika anda duduk di sana."


"Tidak apa-apa nona Helena, aku mengerti kok. Tidak usah minta maaf, karena kamu tidak bersalah."


Apa-apa ini, apakah nyonya Elisa berpura-pura tegar hadapan ku, sudah jelas tadi aku melakukan hal itu didepannya, Andre juga terlihat biasanya. Apakah hanya aku yang yang sangat bersalah, kenapa Andre tidak menjelaskan secara rinci pada Nyonya Elisa. gumam dalam hati Helena yang ketar-ketir.


"Ouh yah tadi nona Helena bertanya padaku, aku belum menjawabnya karena terlalu fokus kepada makanan, nona Helena bertanya apakah aku sudah lama duduk disana. Akan aku jawab, aku dan Emily cukup lama duduk disana, ya~ kira-kira sekitar 5-8 menit ada."


"Hah! nyonya Elisa, aku bisa jelaskan semua ini, apakah anda mau mendengarkan yah, jadi jangan salah paham, aku dan Andre tadi..." tidak berlanjut, kata Helena terputus.


"Tidak masalah, anda bisa lanjutkan pekerjaan anda sekarang aku sudah tahu dan faham situasinya, jangan khawatir."


"Iya Helena, kamu pergilah lanjutkan pekerjaan kamu dan bisa langsung istirahat" sambung Andre.


Emily malah melongo dengan sikap nyonya dan tuan tersebut, Helena juga merasakan hal tidak enak dengan mereka, Andre dan Elisa pasangan yang saling memahami dan mengerti satu sama lainnya, jadi tak ada apapun yang bisa disembunyikan satu sama lainnya.


Nyonya Elisa, berhati luas sekali. Bagaimana anda bisa bersikap biasa saja setelah melihat semua adegan tadi, jika aku jadi nyonya Elisa mungkin aku sudah melabrak nona Helena, karena sedang bermesraan dengan suami orang. Isi dari hati Emily.


Sebenarnya ada apa ini, kenapa mereka berdua tidak marah padaku, padahal tadi sudah terlihat jelas di matanya, jika aku memeluk suaminya di depan matanya tapi Elisa sepertinya tidak marah padaku, sebenarnya sejauh apa hubungan mereka. Isi dalam benak Helena.


Rasa kebingungan kedua wanita tersebut melihat pasangan yang sama sekali tidak memiliki rasa curiga satu sama lainnya, baik itu Andre ataupun Elisa mereka cukup akur saat ini.


" Apa lagi yang kamu tunggu Helena, kamu bisa kehilangan pekerjaan mu jika kamu terlalu lama di sini karena bengong" tegur Andre.


"Aku ingin menjelaskan pada nyonya Elisa sebentar, tentang apa yang terjadi barusan. Itu bukan seperti yang dilihat oleh nyonya Elisa, kumohon jangan salah paham kepada hubungan antara aku dan Tuan Andre, kami hanya teman dan tuan Andre hanya ingin membantuku saja."


"Iya aku tahu, dan faham dengan apa yang aku lihat dengan mataku sendiri, jadi tidak usah khawatir Nona Helena, aku tahu tipe suamiku secara spesifiknya."


"Emily, kamu sebaiknya ikut nona Helena pergi, makan siangku juga pasti sudah selesai dibuat, makanlah bersama nona Helena di kantin" Sambung ucap Elisa pada Emily.


"Eh! iya nyonya saya akan ajak Bu Helena ikut makan siang denganku, saya permisi nyonya" ucap Emily meninggalkan tempat dengan segera. Lalu disusul Helena yang masih was-was khawatir pada Elisa, takut dia salah faham.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 27 Oktober 2022.

__ADS_1


__ADS_2