
Terlihat seorang anak kecil sedang duduk di sebuah kursi yang menghadap ke suatu tempat dimana ada penakaran kuda, dia langsung turun ke bawa dan ingin sekali menaiki kuda tersebut. Tak lama, ia bercengkrama dengan kuda tersebut, ia langsung menaikinya. Sepertinya kuda itu juga mengerti dan ingin membawa anak itu jalan-jalan, akhirnya mereka bekerja sama untuk keluar dari kandang bersama.
Pertama kalinya menaiki kuda tapi sudah pandai mengunakannya, saat seseorang penjaga kuda melihat salah satu kuda hilang ia mulai panik.
...BAHASA ENGLISH...
"Tuan, tuan. Anu, itu kuda! Kuda ada yang hilang" seorang pria berlari kebirit-birit kayak kebakaran jengot.
"Kuda yang mana? cepat cari, mungkin kamu lupa membawa dan meninggalkan di suatu tempat" jawab tuannya.
"Tidak tuan, saya ingat jika sudah saya bawa semuanya" ucap sang penjaga kuda.
Mereka akhirnya pergi untuk mencarinya kuda yang hilang, lalu tiba-tiba ia teringat jika Andre juga di sekitar penangkaran kuda, Arafif yang baru menyadari jika putranya juga hilang langsung kalang kabut.
"Tunggu dulu? Dimana Andre, dia tidak ada di sini. Monika, Monika dimana Andre?" ucap Arafif yang juga mulai panik.
"Bukanya dia ikut bersama mu," ucap monika yang tidak tahu soal Andre.
"Tidak, dia tidak bersamaku? Gawat kemana dia pergi?" ucap Arafif yang sangat khawatir.
Andre yang baru berusia 4 tahun dan sangat sulit bicara, malah hilang itu membuat mereka panik. Monika dan para pengawal wanita juga ikut mencari, dan semua pengawal sangat khawatir.
"Tuan, lihat itu. Maximus ada disana?" saat melihat kuda coklat kehitaman sedang minum air di tepi sungai.
"Bagaimana mungkin kuda itu lepas dari kandang sendiri, dan bisa berada disana?" Arafif sangat keheranan dengan hal itu.
"Tuan muda?! Tuan lihat disana. Ada tuan muda juga di sampingnya" ucap salah satu pengawal yang melihat.
Mereka langsung saja berlari menuju Andre yang saat ini sedang menjaga kuda, dan menunggu kuda yang sedang minum. Arafif langsung berjongkok di depan anaknya, karena ingin melihat keadaan Andre.
"Andre! Apa yang sedang kamu lakukan disini nak? Bagaimana kamu bisa sampai disini, dengan siapa kamu datang, Andre lain kali jika ingin pergi kamu harus bilang, dan izin jika harus membawa kuda, ini bukan punya kamu nak! Jangan lakukan hal seperti ini lagi yah, semua orang khawatir sama kamu khususnya mamahmu, Janji tidak berbuat begini lagi, jangan buat papah dan mamah khawatir yah kamu mengerti" ucap Arafif menujukan jari kelingking ya.
Andre kecil hanya bisa tersenyum tipis, dan menepuk kaki kuda membuat kuda itu lari dengan cepat, para pengawal kuwalahan untuk menangkap kuda itu.
"Andre apa yang kamu lakukan nak? kuda itu bukan milik mu, bagaimana jika kuda itu hilang. Papah bisa di marahi, Andre kamu kenapa seperti ini sih nak!" Arafif agak kesal dengan sikap Andre itu.
"Ketua, kita harus bawa tuan muda pergi. Sepertinya kita di awasi, penjaga di ujung barat semua sudah tewas"
"Apa! Kita harus segera mencari tempat yang baru, pergilah bawa Andre. Aku dan Monika akan menyusul, jadi kalian duluan saja ke lokasi selanjutnya" ucap Arafif yang khawatir jika Andre akan diketahui pihak musuh.
"BAIK! Laksanakan perintah" Ucapnya langsung mengangguk.
"Andre, dengarkan papah. Kamu ikut om dulu ya, papah ingin menjemput mamahmu. Kita akan bertemu kembali di bukit, Andre suka aurorakan? Kita ketemu disana yah nak. Jangan nakal jika ikut sama om, kamu mengerti Andre."
Hanya anggukan kepala saja yang di lakukan Andre tanda dia mengerti. Sebenernya Andre bisa mendengar, bahkan pendengarannya lebih tajam dari orang normal, dia hanya malas untuk bicara. Padahal Andre bisa bicara, tapi karena Andre mengidap sindrom Speech Delay keterlambatan bicara.
"Cepat pergilah, kita akan ketemu disana saja" ucap Arafif yang menyuruh juniornya untuk membawa Andre pergi dari tempat.
Sayangnya mereka sudah tidak bisa lagi kabur karena sudah terkepung oleh musuh-musuh Arafif yang mengejarnya selama ini.
"Black, kau tak akan bisa kabur lagi sekarang" ucap seseorang yang berada di atas ketinggian itu.
__ADS_1
"Zenus! Rupanya kamu tidak ada kapoknya, untuk apa kau mendatangi kami bukanya urusan kita sudah selesai?" ucap Arafif.
"Sudah selesai katamu, jangan berharap lebih baik kamu menurut padaku untuk menyerahkan anak itu kepada ku?"
"Untuk apa? Dia putraku, dia tidak ada hubungannya denganmu. Putra Brandon sudah mati dalam kandungan Istrinya, dia adalah anakku" Arafif sangat ngotot dan mendekap Andre dengan sangat serat sekali.
"Kau pikir aku bodoh, dengar black asal kamu ingat jika istrimu Monika adalah adik tiriku. Jadi Otomatis, dia juga adalah pengganggu bagi ku" ucap Zenus yang sudah bersiap dengan pistol di tangannya itu.
"Tidak, anak ini tidak akan merebut tahta mu. Dia akan ku jadikan dokter, aku janji dia tidak akan pernah merebut tahta yang seharusnya kamu miliki, jadi lepaskan dia."
"Ha-ha-ha, kamu ini lucu sekali black. Kamu mungkin bisa membodohi banyak orang tapi bukan diriku ini" ucap Zenus yang kesal.
"Bahkan dia belum bisa bicara, bagaimana anda bisa setega itu Zenus, dia bukan anak dari Monika, dia anakku dengan wanita lainnya. Kau ingat Selana, aku pernah bersama dengannya. Jadi dia bukan anak Monika. Apakah kamu tidak ingat jika kamu sendiri yang meracuni Monika, dengan racun penggugur kandungan dan itu menyebabkan Monika tidak bisa mengandung kembali, jadi aku menikahi wanita lainnya. Tolong jangan bunuh anak yang tidak berdosa ini dia tidak tahu apapun."
Lalu tiba-tiba seseorang yang datang langsung membisikkan sesuatu pada telinga Zenus, langsung mengurungkan niatnya untuk membunuh Andre yang saat ini masih dalam dekapan sang ayah.
"Kali ini nyawa anakmu lolos, jika sampai ucapanmu tidak kamu tepati maka aku akan membunuhnya, entah itu adalah anak Monika atau anak dari wanita lainnya, aku tidak akan peduli jika dia mengancam posisiku, ingat itu black."
Mereka langsung pergi, Zenus menarik semua pasukannya langsung meninggalkan tempat, akhirnya nyawa Arafif dan Andre bisa selamat.
Tiga tahun kemudian Arafif sangat binggung untuk menyembunyikan Andre dan akan pergi kemana lagi. Saking bingungnya mau tinggal dimana lagi, Arafif kepikiran tempat tinggal yang aman untuk pertumbuhan Andre, adalah tempat kandang sendiri.
Menginjak usia Andre yang berusia 7 tahun. Karena tidak ada tempat yang aman lagi, Arafif kepikiran kepada ayah dari Rubiah seorang komandan militer, walau ayah angkat tapi sangat menyayangi Rubiah, makanya Andre langsung dititipkan kepada Amoy, ayah dari Rubiah atau kakek dari Andre.
Andre langsung di didik sangat keras oleh amoy, dari mulai etika sopan santun. Hingga tata Krama hingga taat peraturan, cara bersikap dan lain sebagainya, hingga harus berpendidikan formal dan informal juga diberikan secara berturut-turut.
Andre juga dituntut untuk bisa bicara dengan fase, dan menguasai 5 bahasa sekaligus, bukan hanya itu saja. Andre juga di didik untuk belajar bela diri, menguasai teknik melepaskan diri dan teknik menembak. Sampai harus bisa menggunakan berbagai jenis senjata lainnya, kehidupan Andre sangat ketat itu karena nasib Andre yang kurang beruntung menjadi keturunan dari seorang bangsawan, yang tidak bisa luput dan selalu diawasi oleh para pemburu.
Saat Andre berusia 15 tahun Anda dibawa ke markas rahasia milik Joshua. Di sana dia bertemu dengan Zever dan Xaverio anak dari Keyshu dan Zoya. itu adalah pertemuan pertama mereka setelah bertahun-tahun tidak bertemu, karena amoy sudah tidak sanggup untuk mendidik Andre, kondisi Amoy sudah melemah karena penyakit tuanya, tak lama amoy wafat semua hak warisnya di berikan pada cucu kesayangan dan satu-satunya yaitu Andre.
Itulah kenapa Andre memiliki kekuasaan dan kekayaan yang cukup melimpah, kekuatan juga sangat kuat karena memiliki pasukan elit ya sendirian.
Setelah pemakaman amoy, Andre di tahan oleh beberapa orang yang gagah dan perkasa, mereka merupakan pengawal pribadi amoy yang setia melayani amoy sebelumnya. Andre sangat kebingungan, karena hanya dia yang di tahan oleh sekelompok orang aneh.
"Apa mau kalian?" ucap Andre yang memasukan keduanya tangan ke saku celana.
Tiba-tiba saja mereka langsung berlutut di depan Andre, membuat Andre kebingungan, dengan tingkah dan sikap mereka. Andre yang tadi sudah bersiap ancang-ancang, malah menjadi keheranan dengan sikap sekelompok orang-orang aneh itu.
"Tuan, Jadikan kami pengawal anda. Karena tuan besar sudah tiada. Kami akan siap melayani anda, dan ingin anda mengangkat kami menjadi bawahan Anda, kami akan setia kepada anda dan akan melayani anda tuan."
"Tapi, aku tidak butuh pelayan. Atau pengawal sekarang, lebih baik kalian pulang kerumah masing-masing" ucap Andre yang berjalan ingin melewati mereka.
"Tuan lebih baik kami ikut mati bersama tuan besar jika anda menyuruh kami untuk pulang, karena kami sudah bersumpah akan ikut Tuan kita sampai mati."
"Ah jadi begitu, baiklah lakukanlah. Lagipula tuan kalian sudah mati, jadi untuk apa kalian masih hidup. Jadi lakukan sesuka hati kalian, aku tidak akan melarang kalian" ucap Andre yang langsung pergi meninggalkan tempat.
Mereka saling menatap satu sama lain, Andre juga melihat kearah mereka dengan acuh, saat Andre mengatakan hal itu kepada mereka langsung mengambil senjata mereka masing-masing, dari belakang. Tanpa ragu mereka menarik pelatuknya, dan siap ingin menembakkan peluru ke kepala mereka masing-masing. Andre yang masih memiliki hati nurani tidak tega untuk melakukannya, akhirnya melihat mereka cukup setia, maka Andre perintahkan untuk ikut, dan mereka sekarang di bawah naungan Andre. Itulah di sebut pasukan rahasia yang elite, tugasnya melakukan sesuatu secara diam-diam dan secara rahasia.
Mereka tersebar di berbagai belahan dunia, karena Andre suka berpindah-pindah tempat, makanya mereka mengikuti Andre kemanapun dia pergi, pasukan itu semakin lama semakin banyak dan besar.
Hingga suatu hari, Andre untuk pertama kalinya akan ikut sertakan dalam sebuah kelompok tim gabungan dalam militer pertempuran, pertama kalinya Andre menggunakan senjata untuk membunuh musuh-musuhnya di medan perang, awalnya Andre ragu, tapi setelah melihat banyak teman-teman seperjuangannya menjadi korban jiwa, tangannya sampai tidak bisa untuk dikendalikan.
__ADS_1
Tapi semakin hari dia belajar, menjadi dia pandai dan sangat lihai menggunakannya. Bahkan tangannya sekarang tanpa melihat pun sudah bisa menembak dengan tepat sasaran, membuat Zever dan Xeverio mendencak kagum dan sangat iri pada Andre.
Karena setiap pertempuran di medan perang, selalu dimenangkan oleh Andre walau dia sendirian sekalipun, dan pulang tanpa luka serius, sedangkan Xeverio dan Zever selalu babak belur, itulah pertama kalinya andre dijuluki, sebagai the king Devil Angel.
Karena tangannya bisa menggunakan dua senjata sekaligus, satu untuk membunuh satu lagi untuk menyelamatkan orang, atau menolong orang. Di tangan kanan dia menggunakan pisau bedah untuk menyelamatkan orang, tangan kirinya menggunakan pistol untuk membunuh dan itulah Andre di masa mudanya, sangat ditakuti musuh.
Hingga senyumannya sangat mematikan, khas Andre yang selalu ditunjukkan sebelum dia membunuh musuh-musuhnya tanpa ampun, dan para musuhnya juga saat mendengar nama Devil Angel langsung menyerahkan dirinya tanpa perlawanan.
Karena tidak mau terlibat lebih dalam lagi jika lawan mereka adalah andre, sebagai musuhnya. Mereka langsung mengatakan menyerah, agar mereka bisa selamat dan kembali ke negaranya dengan hidup-hidup.
Itulah kebaikan dari Angel, tapi jika ada musuhnya yang dilepaskan tiba-tiba melakukan kejahatan dan saat itu dia mengetahuinya. Maka bersiaplah jangan harap ada kata-kata untuk hidup, musuh itu akan langsung ditembak mati oleh Andre yang berdarah dingin, tidak pernah ada kata ampun kambali.
Zever dan Xeverio sangat ketakutan melihat hawa dingin dari King Devil Angel yang sangat dikaguminya. di usia 17 tahun Andre dijemput oleh ayah angkatnya yaitu Arafif, untuk kembali pulang ke Indonesia.
Saat itu Arafif sangat terkejut dengan pertumbuhan Andre yang sangat cepat, bahkan dia melebihi kejamnya Zenus karena Andre bisa meracik racun berbahaya jika dihirup oleh orang, Andre juga lihai membuat bom peledak yang cukup mematikan, sampai tidak percaya jika Andre yang terlihat lemah di luar tapi sangat berbahaya di dalam.
...****************...
Kembali ke masa sekarang, Andre yang baru sampai di tempat persembunyian, melihat para musuhnya pada tidur dengan lelap. Langsung menempel sesuatu di dinding-dinding, loncat satu tempat ke tempat lainnya dengan sangat lincah.
Alex yang dari jauh hanya bisa menatap Andre dengan kagum karena aksi akrobatik dari Andre cukup keren, karena Andre sangat lihai melakukan loncatan satu dinding ke dinding lainnya. Andre pernah dikatakan sebagai tikus, dan kecoa handal karena aksinya itu, bahkan pernah juga dijuluki sebagai tupai terbang.
ALEX : Keren kak Andre, bagaimana cara dia melakukan hal itu.
Di sisi lainnya, di kamar penginapan terlihat Elisa yang tidak bisa tidur, karena terus saja terbayang-bayang omongan dari banyak orang soal Andre. Itu yang membuat Elisa tidak bisa tidur dengan tenang, karena kepikiran suaminya. Elisa masih memikirkan kata-kata dari Keyshu dan zever, Elisa sangat penasaran dengan masa lalu Andre bagaimana. hingga membuatnya tidak bisa tidur dengan lelap, tiba-tiba ada suara ketukan pintu yang membuat Elisa langsung terbangun dari ranjang.
"Eh siapa, kok ada yang ketuk pintu apakah penjahat yah?" gumam Elisa langsung Elisa siap-siap mengambil sapu.
Jalan merindik-rindik dengan sangat hati-hati sekali, perlahan membuka pintunya dan saat ingin memukuli orang yang ada di depannya. Langsung ditahan dengan refleks oleh pemiliknya. Azril menangkis serangan dari tetehnya yang mendadak tersebut, karena kaget.
"Aduuuh! Teteh, apa-apa sih main timpuk aja" ucap ngeluh Azril.
"Ya ampun! Aduh maaf dek! Apakah kamu baik-baik saja, Azriel kok kamu bisa ada di sini?" Elisa kebinggungan karena tiba-tiba adiknya berada didepan pintu.
"Iya teh, ini karena aku khawatir sama teteh, makanya aku langsung ke sini. Gimana kabar Teteh? baik-baik saja kan. Teh kenapa hp-nya sangat sulit sekali dihubungi, tidak pernah aktif. Tahu tidak Ibu sangat khawatir pada Teteh, seharusnya teteh menghubungi kami agar ibu tidak khawatir" ucap penjelasan Azril.
"Aduuh maafya dek, akhir-akhir ini banyak banget masalah yang muncul membuat teteh juga gak mikirin hp, kayaknya baterai low dan lupa teteh changer" pembelaan Elisa.
"Ouh gitu, apakah aku gak disuruh masuk nih teh, di luar aja" ucap Azril.
"Eeeh, iya maaf! Aku minta maaf ya Zril karena masalah teteh di sini sangat runyam banget, apalagi sampai nggak bisa mikir sama sekali, makanya aku nggak bisa hubungin kalian maaf banget ya Zril" ucap Elisa yang berulang kali minta maaf.
"Iya deh! Sekarang mah teteh gak usah khawatir aku akan bantuin teteh, jadi ada masalah runyam apa sih teh?"
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Minggu 13 November 2022.