PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
70. Janji dan Sumpah.


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, Elisa sudah menikmati masa-masa di gedung pelatihan tersebut, karena harus menuntut pelajaran yang tertinggi agar bisa masuk ke babak seleksi dan semifinal, dengan bantuan guru pribadi private adalah Gavin.


Disisi lainnya, terlihat Andre yang juga sangat di sibukkan dengan berbagai kegiatan lainnya di Prancis, selama setengah bulan ini mereka tak bertemu, apa lagi untuk berkomunikasi satu sama lainnya, Andre sibuk dengan urusannya, apa lagi Elisa juga sibuk dengan belajar bahasa.


Mereka sibuk dengan masing-masing tugas mereka, saking memuncaknya rasa rindu di dadah Andre terlalu kangen dengan sosok istri yang ceria, jadi Andre dengan cepat menangani semua masalah yang terjadi, dan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan cepat di Prancis.


Akhirnya dia bisa terbang ke New York untuk menemui istrinya yang telah lama ia rindukan, karena tak bertemu selama 3 Minggu lebih 2 hari itu. Setelah mendarat, Andre langsung mendatangi markas rahasianya, terlihat beberapa pengawal sedang latihan ada juga sedang bersantai.


Sesampainya di markas besar rahasia milik Andre yang dihuni lebih dari 1000 orang itu di tambah dengan pengawal yang di bawa Elisa ke sana, itu menambah daftar penghuni di sana. Saat Andre memasuki ruangan, ada yang melihat kedatangan Andre langsung bangkit dari tempatnya untuk menyapa dan memberikan hormat.


"Tuan, anda sudah datang" ucapnya seraya bangkit refleks karena kaget.


"Tuan selamat datang kembali" sambung pengawal lainnya yang tinggal di sana.


Andre hanya menganggukkan kepalanya, dengan wajah sangat serius melihat semua pasukan cukup banyak dan beberapa ada yang sudah berubah karena pertambahan usia mereka.


"Iya, terimakasih" ucap Andre yang menyambut hormat mereka dengan baik.


Mendengar hal itu semua juga langsung bangun, semua tampak kaget saat Andre memasuki ruangan dengan sigap, mereka berdiri saat melihat Andre seraya memberi hormat dengan membungkukkan sedikit tubuh mereka, Andre tampak melihat sekeliling mencari seseorang yang ingin ia temui.


"Di mana Glenn?" Tanya Andre yang menajamkan suaranya.


"Aah, soal kapten sepertinya sedang pergi Tuan!" jawab salah satunya.


"Dia pergi ke mana, apa ada yang tahu?" tanya Andre yang penasaran karena menyangkut tentang bagaimana keadaan Elisa saat ini.


"Maaf Tuan, kami semua kurang tahu soal kapten pergi, dan kami juga kurang tahu kapan kapten akan kembali ke markas" sambung salah satunya.


"Begitukah, cepat telepon dia. Untuk segera datang kemari, tapi jangan beritahu kalau aku ada di sini. Jadi suruh saja dia cepat datang, jangan lama-lama" ucap Andre.


"Baik Tuan!" ucapnya seraya mengambil telfon di markas, lalu menelfon Glenn yang saat ini sedang menemui Elisa di luar.


1 Jam lebih 10 menit kemudian, setelah di telfon ke 10x kalinya oleh anak buah Glenn. Karena glenn tak kunjung datang, mereka semua agak panik.


Glenn memasuki ruangan markas dengan nada keras karena kesalnya selalu di telfon oleh anak buahnya, jadi Glenn agak marah.


"Ada apa! kalian terus menelfon ku, apakah ada masalah yang serius" ucap Glenn yang sangat penuh emosi.


Tyana langsung memberitahukan pada Glenn di belakangnya ada yang duduk dengan santai sambil menatap tajam, lebih garang dari Glenn saat ini, mereka lebih takut pada pria yang duduk di kursi sederhana itu.


"Kapten! Lihat ke belakang anda" ucap Tyana yang memberitahu.


Glenn langsung menoleh kearah yang di tunjukkan oleh Tyana, terlihat Andre yang sedang menyeruput secangkir teh hangat.


"T-tuan... Kapan anda datang?" ucap Glenn yang langsung melemah, dan langsung jongkok di hadapannya.


"Sudah selesai marah-marah yah, kau tahu berapa lama aku menunggu mu. Seharusnya kau lebih cepat datang, sebelum aku yang blacklist mu" ucap Andre yang dengan nada sangat sinis.


"Maafkan saya Tuan, tadi saya ada urusan dan masih ada tugas yang harus saya selesaikan" jawab Glenn untuk pembelaan.


"Ouh! begitu. Tugas apa yang sedang kamu jalankan, apakah cukup penting?" ucap Andre yang menajamkan suaranya.


"Iya, sama pentingnya dengan tugas yang ada berikan" ucap Glenn.


Andre langsung faham jika Glenn habis menyelesaikan tugas dari Elisa untuk melakukan sesuatu, tanpa sepengetahuan siapapun kecuali mereka berdua yang tahu.

__ADS_1


"Ternyata kau cukup lambat, apakah karena sudah jarang di latih jadi kamu tak bisa secepat dulu, bahkan kamu datang terlalu lama. Glenn jujur padaku sebenarnya dari mana kau, apakah kau tahu aku sudah menunggumu hampir satu jam lebih di sini, progres kerja mu semakin menurun yah" ucap Andre yang membuat glenn tak bisa berkata-kata apa-apa lagi.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak tahu jika anda akan datang kesini" ucap Glenn yang tak mau memperpanjang urusan, ia langsung mencari celah untuk mengamankan dirinya.


"Sudahlah lupakan itu, di mana keberadaan istri ku saat ini. Apakah kau bisa mengetahuinya, dimana dia tinggal" tanya Andre dengan tatapan sinis dan menajam.


Glenn menelan ludahnya bulat-bulat, binggung mau mengakui atau tidak karena dia sudah berjanji pada Elisa jika di tanya dia tak akan buka mulut.


"Maafkan saya tuan, karena saya tak bisa memberitahukan keberadaan nyonya Elisa saat ini" ucap Glenn dengan penuh keyakinan dan sedikit keberanian karena dilema.


"Hah! apa maksudmu, kau tak ingin memberi tahukan dimana Elisa" ucap Andre yang agak kesal.


"Maafkan saya tuan, karena saya telah berjanji pada nyonya, bawa saya tidak akan memberitahu informasi apapun terkait keberadaan nyonya saat ini" penjelasan Glenn.


"Glenn sebenernya kau bawahan siapa? kau telah ikut aku hampir 8 tahun, tapi kamu mulai membangkang ku?" ucap Andre yang lupa akan perkataan dia pada Glenn.


" Ampun Tuan, tapi bukankah anda sendiri yang menyuruh saya untuk berada di bawah perintah nyonya, untuk menjadi tuanku saat ini. Itulah perintah sebelumnya, anda membuat perintah pada saya untuk menuruti apapun tugas dari nyonya, jadi saya menuruti permintaan dari nyonya, sebagai Tuanku saat ini" penjelasan Glenn yang membuat Andre terdiam sejenak.


Ada benarnya juga yang di katakan oleh Glenn, aku lupa soal itu, apakah karena aku terlalu banyak fikiran dan di tambah sangat frustasi, apa lagi Elisa yang selalu mendukung tidak ada di samping ku makanya aku seperti ini. Hingga menyalakan banyak orang yang tidak bersalah, aku telah menzolimi Glenn. Dalam benak Andre yang merasa bersalah tehadap glenn.


"Aah! aku sungguh minta maaf, Glenn aku malah melimpah semua amarahku padamu, kamu cukup setia rupanya, ini sangatlah menarik. Kenapa kamu bisa menjawab apapun yang aku katakan, ternyata ada kemajuan juga selama sebulan ini" ucap Andre yang memuji keahlian baru dari Glenn.


"Maafkan saya Tuan, bukannya saya untuk melanggar perintah dari anda, tapi saya hanya menghormati kepercayaan yang anda putuskan sendiri, karena anda sendiri yang telah memberikan perintah pada saya untuk menjaga nyonya, dan mengikuti apapun yang diminta oleh Nyonya, walaupun permintaan yah itu di luar akal, jadi saat ini saya sedang melakukan tugas dan mengemban tanggung jawab saya sebagai bawahan dari Nyonya atas perintah anda"


"Baiklah kalau begitu akan aku cabut semua perintah itu sekarang, jadi kamu bisa kembali menjadi bawahanku"


"Saya mohon maaf tuan, karena sudah terlanjur berjanji pada Nyonya, maka janji tetap adalah janji yang harus saya jaga dan menepatinya. Tuan, saya sudah berjanji dan bersumpah pada nyonya tidak akan pernah membuka mulut tentang informasi keberadaan Nyonya saat ini, saya siap untuk di hukum oleh anda setelah selesai tugas saya dari nyonya, saya akan siap terima apapun itu resikonya" ucap Glenn yang sudah pasrah.


Glenn ini terlatih untuk bisa menjadi seseorang yang dapat menjaga informasi dan komunikasi cukup baik, aku lupa akan hal itu. Dia adalah kelas elite yang aku bawa dari markas di Afganistan, dia tak akan mengatakan apapun sampai nyawa melayang pun tak akan pernah membuka mulutnya. Dia tipikal akan memegang teguh ucapannya. Dalam hati Andre berkata.


Berdiri di tengah-tengah ruangan semua anak buah yang melihat itu semua ikut berdiri, dan Andre terdiam sejenak melihat semua anak buahnya akan ada yang berani untuk mengatakan keberadaan Elisa atau tidak.


"Baiklah, di antara kalian semua. Siapa yang berani memberitahu ku soal keberadaan nyonya, akan saya naikkan gaji kalian 3x. Bagiamana?" ucap Andre dengan nada yang lantang.


Glenn ketar-ketir jika akan ada yang memberitahu informasi soal keberadaan Elisa saat ini, Glenn tak berdaya saat ini. Karena sumpahnya tak bisa ia hancurkan, karena suasana tersebut.


Semua hanya bisa diam, sekilas mereka tergiur tapi mereka ingat sumpah mereka pada Zever dan Xeverio jika seorang prajurit atau seorang pengawal tugas mereka untuk melakukan sesuatu yang di perintahkan, dan tak akan memberikan bocoran apapun terkait informasi rahasia, maka jika mereka memberitahu informasi rahasia kerena sebuah imbalan, prajurit itu dinyatakan gagal dalam misi, dan di cap sebagai penghianat dan akan di hukum lebih berat.


"Ada yang ingin naik jabatan, jadi katakan di mana keberadaan nyonya saat ini, maka gaji kalian akan aku naikkan. Kalian semua gak ada yang mau naik jabatan dan naik gaji?" ucap Andre.


Semua langsung berjongkok di tempat mereka masing-masing, sambil menunduk kepala.


"Kami rela mati Tuan" Dengan serempak mereka jongkok dan mengatakan dengan sangat lantang dan penuh keyakinan, bahwa mereka rela mati dari pada imbalan yang Andre tawarkan pada mereka.


"Kalian juga tidak mau memberikan informasi apapun, hahahahaha kalian semua memang sangat luar biasa. Tak salah aku memilih pasukan, kalian cukup tangguh dengan ganggu seperti ini. Bagus pertahanan semua itu, aku suka didikan dari Zever dan Xeverio memang tak akan mengecewakan ku" Ucap Andre yang sudah frustrasi, makanya biacar yang ngawur.


"Tuan, apakah anda baik-baik saja" ucap Glenn yang sangat khawatir pada Andre.


"Kenapa Glenn, kau khawatir padaku. Kau tenang saja aku cukup baik saay ini, apakah kau berpikir aku sudah tidak waras. Ya kau benar, aku memang sudah tidak waras, karena cukup stress hari ini. Tapi, ada yang membuat aku senang dan bahagia, itu karena aku memiliki pasukan yang luar biasa seperti mereka cukup setia pada Tuannya"


"Maafkan mereka Tuan, itu karena mereka juga sudah bersumpah pada Nyonya tidak akan memberitahu kan soal informasi apapun kepada Anda Tuan" Penjelasan Glenn.


"Aah! begitu rupanya, istri ku cukup menarik dan unik dia bisa memprediksi jika aku akan mencari tahu dari kalian makanya kalian di buat sumpah setia padanya, agar kalian tak mau memberikan informasi mengenai keberadaan dirinya, Dasar Elisa. Kamu cukup kejam padaku" ucap Andre yang seperti orang yang sudah hilang kendali.


"Sekali lagi kami minta maafkan Tuan, jika tidak bisa memberikan penjelasan dan informasi apapun kepada anda"

__ADS_1


"Iya, tidak apa-apa walau aku cukup kesel pada kalian, baiklah aku tak akan mengganggumu dan yang lainnya lagi. Aku akan segera pergi, untuk mencarinya sendiri, sekali lagi saya minta maaf sudah merepotkan kalian semua" ucapan Andre yang berjalan keluar.


"Tuan, biar saya bantu anda" tawar glenn karena Andre sudah mulai sempoyongan, lemah dan lemes seperti tidak ada tenaganya loyo sekali.


Karena tenaga telah terkuras habis 3 Minggu ini karena tugas-tugas baru dari profesi yang baru di jabatnya ini. Andre sangat-sangat membutuhkan Vitamin I ( Istri) dan Vitamin E (Elisa), makanya dia tak berdaya saat ini.


"Tidak usah, aku tak mau merepotkan kamu. Jadi jangan urusi aku, aku akan baik-baik saja" ucap Andre yang berjalan keluar dari markas.


Tak tega juga melihat Tuannya seperti itu, Tapi mau bagaimana lagi, Tuan saat ini tak mau di bantu olehnya. Apa lagi Glenn tak bisa melanggar sumpah dan janjinya, ia ingin mengejar dan membantu Tuannya tapi tak bisa berkata-kata.


"Kapten, bagaimana ini, lihat Tuan?"ucap salah satunya yang juga sangat khawatir.


"Sudah biarkan, Jack awasi Tuan. Kau pergilah bersama dengan tim 3, kalian jangan sampai Tuan curiga, kalian hanya awasi Tuan dari jauh saja" perintah diam-diam dari Glenn.


"Baik Kapten!" ucap mereka kompak. Mereka langsung bergegas menuju halaman di mana tuan mereka sudah jauh pergi meninggalkan tempat.


Di suatu tempat Andre terdiam sambil menikmati sepoi-sepoi angin di sore hari, matahari juga akan tenggelam sebentar lagi. Tim 3 di pimpin Jack masih mengawasi pergerakan Andre dari jauh, Andre tak sadar jika sedang di awasi.


Terlihat sebuah mobil Putih melintas di mana Andre berdiri di sisi jalanan, sekilas ia tampak terpesona.


HELENA : Hentikan mobilnya, coba mundurkan mobil ini.


Si supir langsung menuruti perintah Helena yang saat ini sebagai majikannya.


HELENA : Ouh, bukankah itu . Tuan ANDRILOS?


DENADA : Tuan ANDRILOS? bukanya sedang sibuk di Prancis?


HELENA : Kamu tahu apa, Sudahlah aku akan memastikan apakah benar dia Tuan ANDRILOS.


Helena langsung turun untuk menemui Andre yang dengan fikiran kosong saat ini sambil menatap ke bawah jembatan yang ada air yang cukup tenang, Helena mendekati dengan ragu tapi pasti, ia yakin jika orang yang dilihatnya itu benar-benar orang yang ia kenal 5 tahun yang lalu, sebagai idolanya yang dikejar olehnya.


HELENA : Selamat sore Tuan ANDRILOS! Bagaimana kabar anda, senang bisa berjumpa dengan dokter pribadi idolaku.


Mendengar suara Helena, Andre merasa familiar dengan nada suara itu, jadi Andre langsung menatap sumber suara. Betapa kagetnya saat dia melihat perubahan dari Helena yang 5 tahun lalu.


ANDRE : Helena? Apa yang kau lakukan di sini.


HELENA : Pertanyaan yang bagus Andre. Apakah kamu bisa menebaknya, kenapa aku bisa ada di sini?


ANDRE : Aku bukan cenayang, jadi mana kutahu apa hanya sedang kamu lakukan di kota ini.


HELENA : Hmmm, apa yang ku lakukan yah di New York, Aah aku lupa jika aku hanya ingin mengenang masa-masa kita bersama, ditempat ini kita pernah menjadi dekat dan hampir menjadi pasangan, jadi aku datang kemari.


ANDRE : Sudahlah jangan konyol, Aku gak akan terpengaruh. Apa kabarmu Helena?


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Selasa 18 Oktober 2022

__ADS_1


__ADS_2