PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
195. Bersambung Di Judul Berikutnya.


__ADS_3

Aula kampus, dimana banyak mahasiswa dan mahasiswi berkumpul untuk ikut bergabung dalam sebuah acara yang dinamakan dengan milad, salah satunya ada seorang wanita yang sekarang bukannya senang tapi sangat gelisah. Dia duduk di kursi yang cukup membuat dia tidak nyaman, dan ingin buru-buru pergi saja dari tempat tersebut. Tatapannya juga terarah pada sebuah pintu yang terbuka lebar, tapi dia bingung untuk keluar dari sana.


"Ada apa denganmu, keliatan dari tadi kamu cukup gelisah? Apakah ada yang membuat kamu tidak nyaman?" tanya seorang wanita disampingnya.


"Ouh, bukan gitu aku ingin pergi. Tapi, acaranya belum juga mulai, apakah masih lama? Karena aku masih ada keperluan lainnya." Jawabnya dengan sangat cemas.


Sedangkan ponselnya yang terus bergetar dari awal dia masuk aula, panggilan dari ayahnya. Karena ada syukuran dirumah, sedangkan Elisa malah masih berada di kampus.


"Izin aja kalau kamu buru-buru, lagian ini cuman bahas soal dekor doang kok." ucap Siska yang langsung membuat Elisa sangat senang.


"Ouh gitu! Emang bolehnya, kalau begitu aku kesana dulu yah." ucapnya riang gembira mendengar hal tersebut.


Elisa langsung menemui kakak tingkatnya untuk meminta izin pulang duluan, karena memang acaranya juga diwaktu yang bersamaan. "Maaf kak, apakah acaranya masih lama. Kak, aku boleh izin buat pulang duluan nggak. Karena dirumah lagi ada keperluan, ini hal yang mendesak." ucap Elisa memohon.


"Apakah kamu tahu peraturan tentang masuk menjadi anggota, kenapa kamu melanggar hukum dan tata cara peraturan. Kalau kamu pulang sebelum acara selesai, kamu akan dikeluarkan dari anggota panitia acara ini." ucap seorang wanita yang berwajah jutek.


"Ouh gitu! Okeylah terserah kakak saja enak baiknya bagaimana, jika saya dikeluarkan tidak apa-apa." ucap Elisa tersangat santai menanggapi hal itu, Elisa malah sangat senang jika tidak terlibat dari acara tersebut.


Lagian apa enaknya sih, jadi panitia. Capek iya, enak juga jadi orang biasa ketimbang harus jadi panitia, hmph... Iya kalau aku boleh ngomong mah, tapi aku nggak mau kecewakan orang yang sudah bela-belain masukin aku buat aku gabung.


"Jadi sebelumnya kamu ini niat atau tidak sih! Buat masuk organisasi ini hmph! Kok kayaknya kamu biasa-biasa saja, dan seperti tidak ada takut-takutnya. Iya bahkan menyepelekan apa yang aku katakan tadi, kamu akan di diskualifikasi jika kamu pergi sebelum bimbingan acara ini selesai." ucap kakak tingkat yang cowok karena berdiri disamping wanita jutek.


"Hmph, emang aku gak ada niat buat ikut. Lagian aku gak ada niatan buat jadi panitia, aku datang kesini karena diundang oleh seseorang, bahkan aku gak tahu jika aku diundang untuk masalah jadi panitia." penjelasannya Elisa.

__ADS_1


Dua Kakak tingkat yang menjaga pintu, seketika melongo saja mendengar apa yang dikatakan oleh Elisa. "Hah, pede sekali kamu. Emangnya siapa yang mengundang kamu, hingga kamu sampai belagu seperti ini. Dimana sopan santun kamu sama kita, jangan sok yah."


Astaghfirullah iya lagian siapa lagi yang sok, bukannya mereka yang sok-sokkan mentang-mentang mereka senior. Jika kalian tahu siapa aku bagaimana, apakah sikap kalian akan seperti ini kepadaku. Lalu yang belagu itu siapa? Ampun deh...


"Iya sudah terserah kalian anggap aku apa, yang belagu yang sok dan gak ada sopan santun okey. Toh, itu menujukan jadi diri kalian sendiri, lagi pula aku sudah bicara sesopan mungkin kepada kalian yang dari tadi bicara sok, dan belagu. Aku cuman mau minta izin pulang, bukan berdebat dengan kalian, simpelkan jangan memperpanjang urusan deh! Ribet banget sih, tinggal bilang aja boleh tapi syarat aku keluar dari tim pengurus. Apa susahnya bilang kayak gitu, repot banget yah! Atau kalian gak ada kerjaan jadi mau berdebat panjang sama junior, dengar ya kak hanya soal tingkat saja yang berbeda. Makanya aku masih menghargai kalian, tapi jika urusan ini beda cerita. Plis deh, jangan kayak anak TK." ucap Elisa yang sangat emosional.


Mereka langsung saling menatap satu sama lainnya. "Nama kamu siapa?" tanya si cowok yang ingin tahu siapa wanita yang sudah berniat dan berani.


"Astaghfirullah, dari tadi kita ngobrol kalian baru tanya soal nama ha-ha-ha kalian lucu sekali. Baiklah karena aku baik, biar aku kenalkan namaku adalah Elisa, dari fakultas farmasi. Okey, itu sudah cukupkan, jadi apa boleh aku lewat sekarang. Kakak-kakak yang butuh hormat. Boleh saya pulang, aku buru-buru nih." ucap Elisa yang sudah bersiap-siap.


Melihat keributan di pintu masuk, Rifky yang tadi fokus di audiens langsung turun setelah memberikan sambutan diawal. Lalu memberikan mic pada ketua panitia untuk menjelaskan selanjutnya bagaimana, karena dia ingin mendengar apa yang terjadi ditempat dimana Elisa dan 2 rekannya tersebut.


Berjalan seperti bergigma, hingga ia sampai ditempat melihat Elisa yang seperti sudah sangat kesal.


"Ada masalah apa ini, kenapa diperhatikan dari sana kalian heboh sekali, coba bisakah kalian jelaskan?" Tanya Rifky.


"Apa bener Lis, yang di omongin sama damar. Apa masalahnya, aku mau dengar dari sisi kamu?" ucap Rifky melihat Elisa.


"Kak, aku boleh izin gak. Aku ada acara dirumah, tasyakuran. Ini gara-gara kakak si, seharusnya kakak ngobrolin dulu sama aku soal ini. Main undang-undang aja, dan nggak tanya-tanya dulu ke aku." penjelasannya.


"Iya maafkan aku, yaudah kalau kamu buru-buru Lis, nanti aku hubungi kamu lagi jika ada kelanjutan soal ini, iya udah kamu hati-hati dijalan yah." ucap Rifky yang memperbolehkan Elisa untuk pulang lebih dulu karena masalah mendadak tersebut.


"Kamu kenal sama cewek barusan, siapa sih dia kok belagu banget."

__ADS_1


"Elisa anaknya simpel, kalau kalian memulai duluan maka dia akan lawan, jika kalian sudah keterlaluan. Lagian dia hanya minta izin buat pulang karena ada urusan, lagian rapat kali ini juga gak wajib semua hadirkan. Senior-senior kita saja banyak yang gak hadir, bahkan rekan seangkatan kita saja banyak yang tidak kumpul. kenapa kamu malah memaksakan dia buat tinggal, pokoknya kalian jangan lawan dia. kalian gak akan tahu jika dia jago beladiri, jika dilawan bisa kalah nanti kalian."


Penegasan Rifky yang membuat temen rekannya agak bingung sendiri jadinya, barulah Rifky kembali ke tempat. "Ada apa dengannya, apakah dia suka sama tuh cewek, gak biasa-biasa dia kayak gitu?"


"Kamu bener nin, Rifky kok agak aneh yah. Bahkan dia juga gak nyambung tadi, sudahlah. Toh, tuh cewek juga udah jauh juga." ucap damar.


Elisa yang mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi menuju pulang kerumah karena ada masalah yang harus dia selesaikan dirumah. Sampai dirumah, semua orang juga sudah pada datang, dan Elisa buru-buru saja masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum Bu, gimana sudah siap semua." tanya Elisa yang khawatir.


"Alhamdulillah tadi di bantu ibu-ibu tetangga, jadi sudah selesai tepat waktu deh! Kok kamu pulang sore banget teh, kemana dulu?" tanya ibu sabar penasaran.


"Anu Bu, aku ada kegiatan dikampus, jadi aku ngurus itu dulu, padahal belum selesai si, baru akan mulai tapi aku izin aja deh!" ucap Elisa yang menjelaskan.


"Ouh gitu, yaudah kamu ganti baju dulu saja. Acaranya juga akan dimulai, tadi ayah bilang kalau nanti kue habis pinjem keteteh dulu. Bisakan teh." tanya ibu.


"Apa sih Bu, ngomong pinjem segala tinggal ambil aja. Kayak sama siapa aja deh ibu, yaudah teteh siap-siap dulu yah!" ucap Elisa yang langsung masuk kamar.


...TAMAT...


...****************...


Berhubung ceritanya terlalu lama holiday, author sampai lupa alur. Lalu jadi ngaco, mohon maaf Saya tamatkan sampai disini, btw kalau mau tahu ke lanjutan dari ceritanya boleh komen yah....

__ADS_1


Author, pamit undur diri... Kurang dan lebihnya mohon maaf, dan mohon maaf atas kesalahnya dan khilafyah.


Assalamualaikum semuanya sampai jumpa lagi, kita ketemu di judul cerita ku yang lainnya.


__ADS_2