
Andre yang mendatangi ruang rawat dimana di sana ada Zacky dan beberapa orang yang terluka lainnya, Elisa yang duduk di sebelah Zacky. Melihat mereka berdua tertawa dan masih bisa bercanda.
"Ouh, Andre kau sudah datang!" ucap Zacky yang melihat Andre yang saat ini berdiri di ambang pintu.
Elisa langsung menoleh karena mendengar panggilan dari Zacky. "Mas Andre, bagaimana keadaan Aoda?" ucap Elisa yang langsung bangkit dari kursinya.
"Andre apakah mereka selamat?" tanya Zacky yang juga khawatir dan sangat penasaran.
"Dari tadi Elisa khawatir dan sangat panik, bagaimana kondisinya?" sambung Kevin yang duduk di ranjangnya.
"Syukurlah, mereka selamat dan baik-baik saja Aoda saat ini belum sadarkan diri tapi dia selamat. Karena paman key yang menolongnya, kalian bagiamana apakah baik-baik saja?" ucap Andre yang belok menanyakan keadaan mereka berdua.
"Alhamdulillah kalau Aoda selamat, tapi ngomong-ngomong siapa paman key itu. Aku baru mendengar namanya?" tanya Elisa yang sangat penasaran.
"Paman key ini adalah Ayah kandungan dari Zever dan Xeverio, dia seorang dokter yang hebat, beliau juga adalah guru yang mengajarkan ku tentang medis" penjelasan Andre.
"Ouh! berarti paman key ini cukup berkesan untukmu ya mas" ucap Elisa yang langsung menatap wajah Andre yang ada rasa lega di sana.
"Tapi, ngomong-ngomong. Bukanya kamu sakit demam sebelumnya, apakah sekarang masih demam?" tanya Andre yang sangat penasaran, mengecek kondisi Elisa.
"Entahlah, iya tadi awal saat rapat tadi badanku kurang baik. Setelah tiba di rumah dan harus menghadapi penyusup, demam ku tiba saja jadi sembuh" ucap Elisa yang saay ini kebingungan sama kondisi tubuhnya itu.
"Lalu apakah kamu sudah makan?" tanya Andre kembali.
"Baru saja selesai, tadi makan bersama dengan kak Zacky dan Kevin" ucap Elisa yang menjelaskan semua yah.
"Paman, apakah sudah makan?" tanya kevin mewakili Elisa, saat Elisa ingin menanyakan hal yang sama.
"Belum, tapi nanti saja. Karena masih ada urusan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu"
"Mas, apapun itu urusanmu. Setidaknya jangan tunda makan, Elisa ambilkan ya kamu gak boleh nolak" ucap Elisa yang bangkit dari kursi ingin mengambil makan untuk Andre.
"Nggak usah sayang! Sungguh aku belum lapar!" menahan tangan elisa agar tidak pergi.
"Elisa sudah pergilah, jangan ladeni Andre. Jika harus menunggu sampai nanti kamu lapar, bisa-bisa menimbulkan penyakit lainya. Sudahlah Elisa cepat kamu ambilkan saja, Andre hanya membuat kamu menjadi serba salah nantinya" ucap Zacky yang menyarankan agar Elisa tidak mendengar apa yang di katakan oleh Andre.
"Elisa mungkin paman malu, karena harus di lihat oleh kita, kau pergilah layani paman saja di tempat lainnya, kita juga mau istirahat dulu" ucap Kevin yang memberikan kode rahasia pada Elisa.
"Baiklah, yuk mas! mau makan dimana?" ucap Elisa yang menarik Andre untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Tunggu, aku tadi dapat amanat untuk memberikan obat untuk kalian berdua. Jadi sebelum kalian berdua tidur, aku akan berikan obat untuk kalian dulu"
"Eeeeh! aku juga kena. Paman Andre aku baik-baik saja, lagian aku tidak terluka kok" ucap Kevin yang menghindari untuk minum obat.
"Iya deh! Jadi di mana obatnya?" tanah Andre yang tidak tahu dimana perawat meletakkan tempat obat.
Setelah memberikan obat untuk Zacky, Andre dan Elisa berada di kamar istirahat, Elisa yang khawatir karena Andre belum makan apapun jadi sangat gelisah.
__ADS_1
"Kamu beneran gak apa-apa sayang!" Andre masih saja menanyakan keadaan Elisa yang saat ini malah sama khawatir tentang kondisi Andre.
"Iya aku baik-baik saja, justru aku khawatir sama mas, apakah mas Andre gak apa-apa sungguh, mungkin masih syok dan kaget" ucap Elisa yang seperti menggunakan mata batinnya untuk telepati.
"Aku baik, aku sangat bersyukur karena kamu selamat. Maaf aku belum bisa menjaga kamu dengan baik, maafkan aku yah" ucap Andre yang merasa bersalah.
"Ngomong apa sih, lagian ini bukan di sengaja kan. Sudahlah lupakan kejadian hari ini, mendingan mas Andre makan dulu" ucap Elisa yang mengambil sebungkus roti di sisi ranjang, roti itu di siapkan oleh pelayan, karena Elisa sangat suka ngemil di malam hari.
"Lalu gimana dengan kepalamu apakah masih sakit?" tanya Andre, melihat kembali kepala benjol Elisa.
"Iya gak apa-apa, cuman kepala masih agak sakit?" jawab Elisa mengelus kepalanya.
Keesokan paginya Andre yang baru bangun dari tidurnya kaget karena Elisa tidak ada di samping, mengucek-ucek matanya yang buram karena baru bangun tidur. Lalu Andre mencari ke berbagai tempat di kamar tapi tidak menemukannya, akhirnya Andre langsung mandi bersih-bersih dan langsung mencari Istrinya.
Andre seperti anak yang kehilangan emaknya, mencari dengan panik dan frustasi. Hingga ia bertemu Arafif dan Keyshu sedang asik melihat ke suatu tempat, sambil senyum-senyum.
"Selamat pagi Pah, paman" sapaan khas Andre seraya membungkuk sedikit badannya.
"Pagi juga untukmu Andre, kamu baru bangun nak?" ucap Arafif yang melihat cap bantal masih terlukis di pipinya.
"Iya pah, kalian sedang apa?" tanya Andre.
"Hmm sedang mencari udara segar, kamu sendiri sedang apa dan sepertinya sedang mencari sesuatu? apa yang kau cari pagi-pagi Andre" tanya key.
"Biar papah tebak kamu pasti sedang mencari Elisa?" Arafif sudah faham dengan Andre yang tidak bisa bisa jauh dari Elisa, seperti permen karet mereka cukup soweeet.
"Hahaha, tebakan mu ini cukup tepat Arafif. Andre bangun orang yang pertama dia cari beneran Elisa, dia wanita yang tidak biasa. Karena bisa merobohkan tumpukan batu tanpa ekspresi ini menjadi pria sejati, Elisa cukup hebat yah" ucap Keyshu.
"Yah begitulah setiap hari, jika Elisa ada 1 cm dari jarak pandangnya maka langsung dia mencari yah" ucap Arafif ikut meledek Andre.
"Papah, paman sebenarnya kalian itu tahu apa tidak dimana Elisa? jika tidak tahu dimana Elisa seharusnya bilang saja, tidak usah meledek ku begitu.
"Hahahaha kamu itu benar-benar sangat lucu Andre, sebenarnya kamu tahu di mana dia sekarang benarkan Arafif" ucap key Seraya mencari penyakinafar Andre percaya.
"Jadi di mana Pah, paman" Andre mempertegas kembali.
"Sebenarnya Elisa itu punya jimat apa hingga membuat gunung es ini menjadi seperti ini?" ledekan Keyshu.
"Entahlah aku juga tidak mengerti mungkin Elisa menggunakan jimat pencairan" Arafif masih ikut menyambung.
"Jadi sebenarnya kalian itu tahu atau tidak? dan kalian sebenarnya niat nggak sih mau memberitahuku" Andre di buat kesal olehnya.
Kedua orang tua itu cukup senang karena bisa meledak Andre melihat wajahnya sudah merah merona ingin marah kesal dan emosi membuat Arafif dan keyshu memberitahu keberadaan Elisa sekarang.
"Jangan marah dulu nak, kami hanya bercanda dengan mu, Kami tahu dimana Elisa berada, wanita itu sangat pintar berbaur dan beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya, coba kau tengok ke bawah sana. Dia sudah ada bawa sana, dengan di kelilingi banyak pria, dia sedang ikut latihan dengan prajurit tempur milik Zever dan Xeverio" penjelasan Keyshu.
Andre sangat kaget dengan apa yang dikatakan Keyshu, terlihat Elisa emang sedang asik latihan dengan banyak pria di bawah sana.
__ADS_1
"Apa! kok dia malah ikutan latihan" Andre yang langsung menatap tajam ke arah Elisa.
"Hahaha iya, Elisa sudah latihan sejak pagi buta tadi. Zever dan Xeverio saja kaget saat melihat istrimu ada sana, pergilah ke sana" ujar Keyshu.
"Baiklah paman. Yaudah, saya mohon undur diri yah Pah dan paman" ujar Andre yang tergesa-gesa menuju tempat dimana istri berada.
Di tempat latihan Kevin yang selalu tidak mau kalah dengan Elisa selalu cari cela agar ia juga tampak menonjol, Elisa yang saat ini sedang di ajari menebak oleh Xeverio. Walaupun tidak tepat sasaran Elisa masih terus berusaha, agar tepat pada sasaran.
"Bagus Elisa, kamu memang keren! hebat. Baru awal saja, bidikan mu sudah jauh" ucap Zacky yang memuji keahlian Elisa ini.
"Kalau kayak gitu juga aku bisa kali, coba lihat dan perhatikan aku saat bermain benda ini yah" Ucap Kevin yang gak mau kalah dari Elisa.
Zacky hanya menggeleng-gelengkan kelapanya saja, karena sikap Kevin seperti anak kecil seperti itu.
"Kamu kan sudah terbiasa Kevin, aku kan baru saja latihan ini, sekarang ini aku masih pemula tahu" ucap Elisa yang membelah dirinya.
"Lagian kamu ini iri saja sama Elisa, kamu latihan berkali-kali masih saja belum bisa saja" ucap Zacky yang agak kesal.
"Iya kau juga hebat Kevin" suara dari arah berlawanan.
"Ouh! Paman Andre," teriak Kevin spontan.
"Kamu sudah bangun Andre, kamu mencari Elisa ya? karena pagi-pagi Elisa sudah tidak ada di samping mu" ledekan Zacky.
Andre hanya tersenyum tipis, dan melihat Elisa sambil mata tajam. "Iya, masa harus mencari mu. Aku masih normal tahu" ucap Andre, dengan senyuman sinis.
ZEVER : Andre kamu sudah datang, apakah mau bertarung dengan mereka?
ANDRE : Tidak, aku datang kesini karena mau mencari istriku. Latihan aku lagi males untuk latihan fisik, jadi kalian saja.
ZEVER : Ini hanya olahraga biasa, lagian istrimu sedang latihan juga.
ANDRE : Sama saja Zever, yaudah ajarin saja dia. Aku tidak mau, sedang lelah.
XEVERIO : Hmmm, Sudahlah biarkan Elisa saja yang mewakili Andre bagiamana?
ANDRE : Nah itu, ajarin Elisa mewakili aku. Apakah Elisa sudah bisa?
XEVERIO : Elisa cukup ahli untuk membidik, walau dia baru pemula.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Rabu 21 September 2022