PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
48. Penjelasan.


__ADS_3

Arafif yang baru datang dari Indonesia ingin tahu keadaan di New York setelah acara musyawarah tadi pagi, melihat wajah Brandon yang kurang menyenangkan membuat Arafif penasaran. Berada di ruang tengah, di istana mewah milik Brandon.


"Bagaimana acaranya Brandon? apakah semua lancar?" tanya Arafif seraya duduk di depannya.


"Tidak Arafif, semua kacau. Karena ada seseorang yang mencampurkan makanan yang di buat oleh Elisa, itu yang membuat Andre dan Elisa harus kewalahan menghadapi hal tersebut" ucap Brandon.


"Apa maksudmu, siapa orang melakukan semua itu?" ucap Arafif yang semakin penasaran.


"Entahlah, tapi yang lebih mencurigakan lagi adalah kedatangan Fergo, yang duduk di sebelah Andre" Brandon memiliki kecurangan soal itu.


"Apa! Dia ada di sana, kenapa dia bisa datang?" Arafif semakin di buat binggung.


"Ya, Andre yang sengaja mendatangkan dia ke rapat kali ini, sebagai tamu undangan" ucap Brandon yang bertanya pada Andre, alasan kenapa Andre mendatangkan pria itu juga belum dijelaskan.


"Sebenarnya apa yang di fikirkan anak itu, dia tahu jika orang itu adalah musuh ANDRILOS" ucap Arafif agak geram.


"Sepertinya Andre tidak tahu apapun soal Fergo. Tapi, dia tahu jika Fergo adalah tamu yang wajib ia undang" ucap Brandon.


"Anak itu sungguh malang sekali nasibnya, tidak ada henti-hentinya cobaan yang di terima. Padahal sebentar lagi dia akan menjadi pemimpin ANDRILOS, tapi ada saja rintang yang harus dia terima" ucap Arafif.


"Hmm, begitulah. Aku juga merasa khawatiran kasihan padanya" ucap Brandon.


"Lalu sekarang dimana mereka berada" tanya Arafif.


"Aku tidak tahu setelah kejadian itu, karena langsung di amankan, aku tak bisa ikut dengan Andre, lalu aku Kehilangan kontak dengan mereka. Tadi, saat dapat info jika Andre berada di rumah sakit, saat itu juga aku datang ke sana, setelah sampai di rumah sakit malah Andre sudah tidak ada disana" ucap Brandon.


"Anak itu, pergi kemana lagi dia?" Arafif semakin khawatir.


Di tempat lainnya sebuah ruangan di mana terlihat seorang pria berusia 70 an duduk di sebuah sofa mewah dan elegan dengan sebuah teh dan seraya menghisap rokok dari alat pipa cangklong. Pria itu dengan santainya melihat pemandangan kota dari atas apartemen miliknya.


TUAN YUANTIAN : Bagaimana keadaannya?


JONGOS : Tuan, ternyata tidak mudah untuk melumpuhkan lawan-lawan politik, apalagi lawan kita dari klan bangsawan ANDRILOS. Ternyata di belakang calon pemimpin penerus ANDRILOS ada pendukung yang juga semuanya kuat-kuat yang tidak bisa kita sepelekan, kita harus bagaimana?"


TUAN YUANTIAN : Apa maksudmu? lawan kita bukan sepadan begitu?


JONGOS : Setelah saya selidiki. Ada tim IT internasional, Kelompok Diamond, dan Black Armor juga berada di pihaknya.


TUAN YUANTIAN : Hahaha, jadi begitu pantas saja, kita sangat sulit sekali melumpuhkan ANDRILOS, dan tidak mudah untuk di taklukkan apa lagi untuk di jatuhkan, ternyata ini alasan ya. Anak muda ini cukup di lindungi oleh kelompok kuat lainnya, lalu bagaimana dengan istrinya?


JONGOS : Ternyata kita juga tidak bisa meremehkan calon Nyonya ini tuan, di memiliki kemampuan beladiri yang cukup membingungkan, karena cukup satu gerakan cepat dan sangat asing ia juga sangat lincah, apalagi dia mengunakan titik saraf untuk melumpuhkan lawan-lawan yah.


TUAN YUANTIAN : Begitukah? terlihat tadi gadis itu sangat lemah, ternyata dia menyimpan sesuatu. Hmmm itu cukup mengejutkan, lalu dimana pasukan kita? Apakah mereka banyak yang kembali?


JONGOS : Semua berada di ruang medis, tapi 10 orang yang melawan nyonya di lapangan dan di kamar, sulit untuk di sembuhkan. Entahlah nyonya itu mengunakan kekuatan macam apa, mereka semua masih lumpuh.


TUAN YUANTIAN : Hahaha, sungguh luar biasa gadis itu. Kirim pesan pada Jo untuk menyembuhkan Meraka.


Di sisi lainnya markas Misterius milik Zever dan Xeverio, di sana Aoda sudah terbaring tak sadarkan diri dengan tubuh penuh dengan balutan kain, dia terlihat seperti mumi, luka sekujur tubuh dan bekas-bekas lainnya juga masih terlihat.


Andre yang berdiri di ambang pintu melihat Aoda yang sedang di obati tersebut, Andre cukup khawatir.

__ADS_1


ANDRE : Bagiamana keadaannya, Xeverio?


XEVERIO : Sabarlah, mereka sedang berusaha menyelamatkan dia.


ANDRE : Biarkan aku masuk!


XEVERIO : Silakan jika kau memang kuat menghadapi ya.


ANDRE : Kau lupa aku juga seorang dokter bedah, hal merobek dan melihat mayat sekalipun aku sanggup! Kamu terlalu meremehkan diriku Xeverio.


XEVERIO : Bukan begitu, kamu salah artikan apa yang ku katakan itu. Maksudnya tadi apakah nanti kamu kuat saat melihat anggota-anggota mu terluka?


ANDRE : Pasukan ku, apakah semuanya terluka?


XEVERIO : Nah itu yang aku takutkan. Tapi, sudah kau tanyakan, yaudahlah. Masuk saja sendiri dan lihatlah nasib mereka bagaimana menurut mu.


Andre masuk kedalam ruangan itu, ia langsung mendekati ranjang di mana Aoda terbaring tak sadarkan diri.


"Aoda, Aoda buka mata mu!" Seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya.


"Cukup! hentikan jangan lakukan hal itu. Jika kamu membangunkan Pasien dengan cara seperti itu maka kamu akan membunuhnya" suara itu tidak asing di dengar.


"Maafkan aku, tapi aku sangat khawatir" ucap Andre tanpa menoleh ke belakang.


"Nak, kau tidak akan bisa membantu jika dengan melihat ya seperti itu, dia juga pasti tak akan membuka matanya?" ucap seseorang yang ada di belakang Andre.


Saking penasarannya siapa sesosok orang yang bicara dengannya itu, Andre menoleh ke belakang. "Paman key, kenapa bisa ada di sini" ucap Andre yang kaget dengan sesosok pria paruh baya ini, yah dia adalah ayah kandung dari Zever dan Xeverio.


"Iya, aku sudah lama di sini. Kedua putra ku menelfon diriku agar cepat datang, makanya aku langsung datang" ucap KEYSHU HARUKI Keturunan Jepang dan Italia.


"Sudah ku bereskan, jadi hanya menunggu dia siuman saja" jawab keyshu santai.


"Syukurlah jika begitu" Andre cukup lega mendengar hal itu.


"Lalu, apa yang terjadi sebenarnya. Hingga membuat banyak orang terluka parah begini"


"Seperti yang paman bisa menebak ya bukan, apa yang terjadi dan bagaimana ini bisa terjadi"


"Wah, klan bangsawan memang merepotkan ya, dan membingungkan"


"Sudahlah, aku tak bisa menghilangkan darah bangsawan ku kan" ucap Andre yang pasrah begitu saja.


"Iya memang tidak bisa, tapi ngomong-ngomong aku tak melihat kedua ekor mu kemana mereka, apakah tidak ikut bersama?"


"Siapa yang paman maksudkan?"


"Mari kita bicara di luar, aku ingin mengobrol santai denganmu"


Keyshu merangkul Andre dan berjalan keluar dari ruang perawatan tersebut, berjalan ke sebuah tempat yang di mana tempat itu aman dan nyaman untuk mengobrol.


"Duduklah!" ucap key mempersilahkan Andre duduk.

__ADS_1


"Aoda bagaimana?" Andre masih mengkhawatirkan soal keadaan Aoda.


"Kekebalan tubuhnya cukup kuat, jadi tidak usah kau khawatir kan, anak buah yang di latih oleh kedua putraku Zever dan Xeverio akan sangat kuat. Hayo! kita duduk dengan santai rileks dirimu dulu. Sudahlah, kau tenang saja lagian diriku yang mengobati mereka, jadi kamu tenang saja aku dokternya" ucap key yang membanggakan dirinya.


"Iya Terimakasih, telah merawat dan menjadi dokter penyelamat bagi anggota ku, paman key" ucap Andre.


"Jika kau yang jadi dokter ya mana bisa kuat, hahaha. Minumlah dulu, sepertinya kamu kurang minum Andre" ucap key yang bercanda dengan Andre.


"Iya Terimakasih paman" ucap Andre yang langsung menerima sebuah cawan mangkuk ukuran kecil untuk minum teh khas Jepang.


"Bagaimana keadaan di Indonesia? aku sudah lama tak pulang ke rumah" ucap keyshu walau dia keturunan Jepang tapi ibu dari anak-anaknya orang Indonesia.


"Hmmm- baik" jawab Andre singkat.


"Lalu Arafif bagaimana?" tanya keyshu.


"Papah, dia baik-baik saja kok" ucap Andre yang santai.


"Begitu rupanya, lalu dimana Try dan Jun apakah mereka tidak ikut denganmu?"


"Tidak, paman key"


"Hmmm lalu dimana mereka sekarang?"


"Try, dia sibuk mengurus segala sesuatu di rumah sakit milik papah untuk menggantikan posisi ku sementara aku berada disini, jika Jun... Dia—" Andre tidak melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup membuka kenangan lamanya.


"Dia kemana? apakah dia sedang asik bersama wanita? atau dia tega mengkhianati kamu?" tebak key dengan candaan yang khas.


"Tidak paman, tapi Jun sudah pergi meninggalkan aku untuk selamanya, dia tak akan bisa kembali lagi" jawab Andre dengan sekuat tenaga untuk mengatakannya.


"Itu tanda dia mengkhianati kamu Andre, pergi kemana dia? biar ku hajar anak kurang ajar itu" ucap key yang tidak mengerti maksudnya.


"Ke surga paman!"


"Hah? jangan bercanda dengan pamanmu ini Andre!" key kebinggungan dia menatap bengong pada Andre.


"Aku sungguh-sungguh ini paman, Jun meninggal gara-gara aku paman key. Jun mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan kami, dia sudah tiada paman" ucap Andre yang sudah tidak bisa membendung kembali air matanya.


PRAKKK!


Gelas di tangan key jatuh dan pecah, kaget mendengar hal itu.


"Kamu sungguh-sungguh bukan Andre, kamu tidak bercanda kan, jangan kau bohong pamanmu ini nak!" ucap key yang tidak mempercayai hal itu.


"Iya paman key, aku sungguh-sungguh mengatakan hal ini pada paman KEYSHU" ucap Andre menekan nada penjelasan.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Sabtu 17 September 2022.


__ADS_2