
Andre yang mengajak Elisa untuk makan diluar, setelah sholat isya. Berada disesuatu tempat rumah makan, restoran olahan aneka daging sapi. Elisa malah pesan bakso, karena Elisa benar-benar gak mau makan. Sedangkan Andre malah pesan SOP daging ditambah nasi, hingga beberapa menu lainnya.
Saat Elisa dan Andre sedang asik makan. Elisa sudah tidak asing lagi dengan tatapan ini, walau Andre sekarang sudah menyamar jadi bapak-bapak berkumis, dan berjenggot panjang. Tapi, auranya tidak pudar, seperti biasa mereka jadi pusat perhatian, bukan karena Andre seorang pemimpin penerus ANDRILOS. Tapi, karena ketampanannya membuat semua wanita, terpesona dibuatnya.
"Sayang, kamu beneran cuman makan bakso. Nggak mau pesan makanan lainnya, ada banyak loh yang enak! Mau cobain ini gak?" Tanya andre.
"Nggak mau mas, aku kenyang." ucap Elisa menjawab.
"Kamu kenyang emang habis makan apa? Cobain deh! Sop iga ini, lidahku ini kayaknya mati rasa deh, enak nggak rasanya. Nih pakai nasi juga, aku suapin yah." ngeles Andre agar Elisa mau makan.
"Nggak mau mas, Elisa lagi gak mood makan." ucap Elisa yang menolak.
"Cobain dulu, kalau nggak enak masa iya aku makan terus, cepat buka dong mulutnya, tangan aku pegel nih. Aaa-" ucap Andre yang membuka mulutnya tangan siap menyuapi Elisa.
Elisa tak bisa menolak, dia melahap suapan itu. Andre tersenyum penuh kemenangan, lalu Elisa langsung saja mengunyah makanan.
"Gimana enak gak!" tanya Andre, sambil menunggu Elisa menjawab.
"Enak kok!" ucap Elisa, masih mengunyah makanan di dalam mulutnya.
"Cobain lagi yah!" ucap Andre sudah bersiap dengan satu suapan lagi.
"Nggak mau ah!" Tapi, Elisa malah menolaknya, Andre tidak kehabisan akal, dia juga gak mau menyerah, demi Istrinya yang agak mau makan, dia rela menjadi pelayan bagi sang istri, mengambil menu olahan lainnya, seperti yang awal dengan satu suapan dari tangannya.
"Kalau yang ini gimana yang, rasanya. Kamu cobain lagi deh!" ucap Andre yang siap dengan satu suapan.
"Kamu ini pemaksaan deh!" tapi mulut Elisa langsung membuka.
"Disuruh nyobain aja, gimana ini enak apa enggak. Lagian aku yang makan, kamu cuman jadi tukang cicipi makanan buat aku saja." ucap Andre yang ngeles kembali.
"Ini juga enak kok Mas. Sekarang kamu makan, kalau udah dingin gak enak." ucap Elisa yang menyeruput kuah bakso yang dia pesan.
"Iya nanti juga aku makan kok, ini dulu kamu cobain yang ini juga." ucap Andre yang menyodorkan sesuap songkah daging stik.
"Kok banyak banget sih kamu pasien, emang akan kamu makan semua mas?" tanya Elisa yang bingung sama tingkah suaminya, jadi keliatan rakus.
"Ini juga yang. Kamu juga harus cobain, aku belum bisa makan kalau kamu belum nyobain semua menu yang ada di meja ini, cepat yang buka mulut yah lagi." ucap Andre yang antusias.
"Astaghfirullahalazim, mas. Apakah kamu sengaja, pesan segini banyaknya biar aku nyobain semua. Hah!" ucap Elisa yang agak kesel.
"Hehehe ketahuan ya, kan biar kamu makan banyak sayang." ucap Andre yang cengengesan.
"Dasar kamu ini, bisa aja buat makan banyak."
"Udahlah yang, nanti aja kamu ngomel-ngomel yah di rumah, ini makannya nanti keburu dingin. Terus gak enak, kalau dibuang malah mubazir."
Elisa mencondongkan tubuhnya, lalu melihat Andre yang saat ini sedang memotong daging pakai pisau makan.
"Mas Andre. Kalau makanannya sudah dingin, gimana kalau kita panaskan lagi, disini pakai tubuh kita aja. Belum pernah nyobain kan, ditempat ini." ujar Elisa yang membuat Andre tersedak.
KHUK KHUK KHUK
"Elisa... Ini tempat umum, kenapa kamu bilang kayak gitu sih, apakah kamu lagi balas dendam nih ceritanya." ucap Andre yang langsung melototi Elisa.
"Ha-ha-ha... Satu sama." Elisa yang senang bisa menggoda suaminya itu."
"Kamu ini buat aku panik aja, kalau ada yang dengar gimana?"
"Biarkan saja itu urusan mereka semua, pasti yah mereka pada cemburu samaku. Karena aku mendapatkan suami yang tampan poll, bahkan saat sudah pakai beda-beda kayak gini, tak bisa menutupi ketampanan mu."
Seraya memperlihatkan semua barang-barang yang melekat di wajah Andre. "Hmm- Terimakasih untuk istriku atas pujiannya."
"Iya sama-sama suamiku tercinta, kesayangan aku." ucap Elisa yang mencubit pipi Andre.
"Udah ah! Jangan bercanda terus dimakan, kalau gak dimakan nanti kita minta bungkus aja." ucap Andre.
"Iya sayangku." Elisa melanjutkan makan baksonya.
"Mau nyobain lagi nggak?" tanya Andre pada SOP iga.
__ADS_1
"Iya, nanti aku makan bakso dulu." jawab singkat Elisa.
"Mau mampir ke rumah Ibu nggak?" tanya Andre.
"Nggak usah deh! Kita langsung pulang kerumah aja, di tidur di rumah. Lagian gak ada siapa-siapa kan dirumah, enakkan bisa berduaan terus."
"Yakin nggak mau nginep di rumah ibu, nanti minta pas malam-malam, kamu kan suka gitu."
"Iya yakin, kan kalau aku tidur di sana kalau ngga ada kamu aja, tapi sekarang kan kamu ada di samping aku, masa iya tidur disana. Mas Andre tahu sendiri kan, biar kita bisa bikin... khemm-khemm, kalau di rumah ibu takut kedengeran sama penghuni rumah. Terus ada Azril juga, aku malu kalau adekku tahu nantinya."
"Tahu apa emang yah? Terus mau bikin apa?" Andre malah gak konek.
"Adonan tempe, malah masih nanya lagi, iya mau bikin apa lagi kalau bukan bikin yang ganteng yah kayak kamu, terus yang sholehnya kayak ibu, tegas ya kayak ayah, bijaknya kayak papah, dewasa kayak Azril, baik kayak mamah, sabar kayak aku." ucap Elisa yang membayangkannya.
"Padahal aku mau anak cewek?" ucap Andre yang spontan.
"Eh, kenapa? Anak cowok itu enaknya yang pertama mas, biar bisa jagain adek-adeknya nanti."
"Nggak bisa ngurus adiknya nantinya yang. Kalau anak cewek yang jadi Kaka, nanti bisa keurus semua adiknya, kayak kamu bisa ngurus adek kamu."
"Aku malah yang di urusin sama Azril, bukan aku yang ngurusin Azril." ucap Elisa yang bicara jujur.
"Pokoknya aku gak mau, aku maunya anak cewek." tegas Andre.
"Kalau di kasihnya cowok gimana?" ucap Elisa yang sangat percaya diri.
"Iya bikin lagi, sampai dapet anak cewek." ucap Andre yang semangat. Nggak mau kalah, dari Elisa.
"Kalau sampai 10x anaknya semua cowok gimana?"
"Aku jadiin mereka tim sepak bola, tapi yang jadi pertanyaan aku. Emang kamu sanggup, melahirkan 10 anak? Kalau aku mah tinggal bikin, tapi yang susah kamu."
"Kalau lahiran yah semua kembar gimana? Bisa aja tuh 1x melahirkan dapat 10 anak kembar."
"Astaghfirullahalazim yang, itu anak manusia apa anak konda sih. Banyak bener, sampai sebesar apa tuh perut kamu nantinya."
"Ih kok anak konda sih, anak konda mah cuman satu mas, kalau anak buaya pasti banyak. Atau anak ayam, atau anak ikan." ucap Elisa menyambungkan yah.
...----------------...
Setelah makan malam di luar, Elisa yang bilang mau diet itu malah gagal karena Andre terus memaksa dirinya untuk makan, berbagai macam menu itu, berbagai cara Andre membuat Elisa agar mau makan.
Karena kekenyangan, Elisa malah tertidur pulas di dalam mobil yang mereka tunggangi saat ini, Andre hanya bisa tersenyum penuh kemenangan, karena istri gagal buat nolak makanan yang dia sodorkan.
Tiba-tiba nada dering dari hp milik Andre berbunyi, Andre menekan tombol di mobilnya agar bisa menelfon tapi dirinya masih bisa fokus pada jalanan.
"Hallo dek ada apa?"
"Mas Andre ada dimana ini?"
"Ada di jalan, mau pulang. Ada apa dek!"
"Jalan mana? Bisa ke rumah gak bentar, nanti Azril ceritain, gak bisa ngomong kalau mas Andre lagi dijalan."
"Okey. Otw."
Gak sampai 10 menit Andre nyampe rumah mertuanya. Azril langsung buka pintu, ibu membantu merapikan kamar untuk Elisa buat tidur.
"Kok mas Andre gak bilang kalau bawa teteh?" ucap Azril yang kaget karena Andre malah datang dengan Elisa yang sudah tertidur pulas.
"Kamu gak nanya, aku tadi habis makan malam diluar sama Elisa. Terus kamu telfon, ada apa si dek?" seraya keluar dari kamar.
"Ouh, aku gak tahu. Ku pikir mas Andre dari rumah sakit atau markas."
"Iya tadi siang, sorenya aku nemenin teteh kamu, biasalah."
"Ngambek lagi." tebakan Azril.
"Nggak tahu, akhir-akhir dia sering ngambek, udahlah kita sampingkan dulu." ucap Andre.
__ADS_1
"Iya baiklah." Azril langsung duduk di kursi di ruang tengah.
"Gini mas, beberapa hari yang lalu. Ada seseorang yang melacak keberadaan teteh, aku tidak tahu siapa penguna yah. Karena dia pakai username, dan data pribadi tidak ada, saat aku lacak lebih dalam, malah data yang di peroleh malah eror." perjelas Azril.
"Gak salah lagi zril, itu kayaknya si Fando. Adiknya Maxime, orang yang kita tangkap beberapa hari yang lalu. Sampai sekarang dia belum kita temukan keberadaan yah, makanya aku belum berhasil menangkapnya. Makanya kita harus cari tahu keberadaan dia secepatnya." ujar Andre yang sudah langsung menduganya.
Karena Fando belum juga ditemukan setelah kakaknya di tangkap, Fando malah gak ada di apartemen, saat terjadinya penggerebekan, makanya Andre juga agak sangat khawatir.
"Gini aja zril kamu terus pantau soal sinyal-sinyal yang datang sapa tahu saja, dari sinyal itu salah satunya adalah dari dia, jika ada pergerakan lainnya maka kamu langsung hubungi aku."
"Baik mas, aku akan lakukan yang terbaik. Tapi teteh gimana?"
"Kalau dikasih tahu, dia malah akan lebih sensitif zril, masalahnya juga akan jadi tambah ruyam. Kamu rahasiakan saja soal ini, kamu tahu kan gimana ribet ngurus tetehmu. Dia selalu bereaksi di luar dugaan" penjelasan Andre.
...----------------...
Keesokan paginya, Elisa yang terbangun, kaget dia berada di kamar rumah dimana tempat tinggal bagi orang tuanya.
"Loh, kok ada disini? Bukanya pulang kerumah yah?" Dumal Elisa heran sambil menatap pintu.
"Eh, sayang ya aku sudah bangun. Niatnya tadi mau aku bangunin, malah sudah bangun sendiri." ucap Andre yang duduk di tepi ranjang sebelah Elisa.
"Kok, kita berada di rumah ini sih, bukannya balik ke rumah besar ya?" tanya elisa kepada suaminya yang berjalan mendekatinya.
"Iya, niatnya begitu. Tapi, tadi pas lagi di jalan tiba-tiba adek telfon, katanya disuruh pulang ke sini, ya jadi kesini deh!" penjelasan andre yang membelai kepala istrinya lembut.
"Bohong kan kamu." elisa malah tidak mempercayainya.
"Yeahlah, dibilangin malah gak percaya. Yauda kalau begitu, tanya saja sama adek." ujar andre yang saat ini diremehkan.
"Hmph! Emang ada apa kesini? Adek nyuruh kita kesini pasti ada sesuatu kan." ujar elisa yang curiga.
"Nggak ada apa-apa, udah ah! Malah diajak ngobrol, itu kamu ditungguin sama ayah, ibu dan azril di luar, mendingan kita segera keluar dari sini, cuci muka dulu sana, terus keluar yah, kita sarapan bareng." ujar andre yang menyuruh istrinya untuk segera merapikan diri.
"Iya baiklah, aku bersihkan diri dulu. Kamu duluan saja gih, aku sekalian mandi aja." ujar elisa yang langsung berjalan ke kamar mandi.
...----------------...
Ayah yusman yang sekalian mau ngaterin pesanan udang dan ikan ke suatu tempat, dengan supir menantunya sendiri, mengantar putrinya ke kampus.
"Ouh ini toh, kampusnya teteh belajar. Besar juga yah! Kalau kampusnya adek yang di luar negeri gimana? Besar lagi gak kayak gini." tanya spontan.
"Ayah ini gimana sih, yah diluar negeri pasti lebih baguslah dari pada disini, pastinya lebih besar juga, nanti kalau adek berangkat itu ayah ikut aja ke sana." sahut elisa.
"Kalau ayah ikut, nanti yang jaga empang siapa teh!" ujar yusman yang memikirkan usahanya.
"Lah kan ayah sekarang banyak karyawannya, tinggal percayai satu orang aja buat jaga empang dan ngurus sementara ayah cuti buat liburan kesana, nanti pakai pesawatnya mas andre." ujar elisa.
Setelah sampai didepan gerbang, elisa pamitan kepada dua pria yang sangat dia sayangi itu. "Yaudah elisa berangkat dulu." ujar elisa mencium tangan ayah lalu suaminya.
"Assalamualaikum," salam elisa seraya keluar dari dalam mobil bip up.
"walaikumsalam." jawab mereka berdua serempak.
Elisa merasa jika dirinya sedang diawasi membuat dia agak was-was, tapi elisa masih begitu tenang. "kok kayak ada yang menatapku terus yah?" gerutu elisa seraya berjalan masuk gerbang kampus.
"Elisa, ada apa? kok kamu jalan kayak orang habis liat hantu." sapa Nacly.
"Nggak apa-apa, Resti mana?" tanya Elisa yang gak melihat Resti.
"Lagi ke perpus, sama Eka dan Lela. Katanya lagi ngerjain tugas kelompok, kamu gimana udah selesai ngerjain tugas kelompok pak killer?"
"Hmmm, belum sih. Aku belum ngadain pertemuan gitu, gak tahu pada sibuk masing-masing, alhasil kayaknya aku akan kerjain sendiri deh!" ucap Elisa.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 26 February 2023