
ANDRE : Zever, bagaiman keadaanmu apakah sudah membaik. Maafkan aku karena baru bisa menjenguk mu kembali setelah oprasimu waktu itu, apakah masih ada yang tidak enak?
ZEVER : Iya tidak apa-apa, Terimakasih Andre, aku juga baru tahu bahwa kau juga terluka, apakah kau baik-baik saja? ayah memberi tahuku kamu juga sedang dalam masa pemulihan.
ANDRE : Iya, tapi yasudahlah. Kamu jangan pikirkan diriku, kamu pikirkan kesembuhan mu sana.
ZEVER : Hmmm- Terimakasih ya Andre, dan saya mohon maaf karena telah lalai dalam tugas, dan telah membuat kekacauan ini. Aku merasa tidak enak padamu, kamu yang telah menyelamatkan nyawaku. Tapi, aku...
ANDRE : Sudahlah jangan kau pikirkan sekarang, lagi pula kamu juga telah menyelamatkan aku, jadi kita impas bukan. Jadi kamu fokuslah akan kondisi kesembuhan dahulu, jangan pikirin apapun dulu. Ouhnya, apakah kau tahu semenjak kamu tidak sadarkan diri paman keyshu sampai tidak bisa tenang saat melihatmu seperti itu, bibi zoya juga tidak bisa makan dengan kenyang, aku jadi merasa khawatir.
Untuk mengurangi rasa canggung di antara mereka seakan-akan tidak terjadi sesuatu diantara mereka, tapi tetap saja Zever merasa tidak enak hati karena gara-gara dia mengajak Elisa ikut serta dalam penyelamatan, Elisa saat ini malah hilang entah kemana.
ZEVER : Andre ada yang ingin aku tanyakan padamu, bolehkah?
ANDRE : Katakan saja saudaraku, ada apa? Tidak usah takut atau khawatir.
Andre menyakinkan Zever agar jangan terlalu memikirkan soal kesalahan dirinya, Andre terdiam sambil menatap wajah Zever yang binggung untuk menyampaikan sesuatu padanya.
ZEVER : Apakah kamu sudah tahu tentang Elisa? Andre aku mohon maaf yah.
ANDRE : Kamu tidak usah pikirkan yang berat-berat dulu, kamu juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menebus kesalahannya kan.
ZEVER : Maafkan aku yah Andre, gara-gara aku semua ini jadi tejadi, jika saja waktu itu aku tidak mendengarkan atau mengikuti apa yang dikatakan Elisa mungkin ini semua tidak akan terjadi kepadanya.
ANDRE : Jangan merasa bersalah begitu Zever, kamu sudah melakukan yang terbaik kok. Dia itu sangat keras kepala, dan tidak akan mau mendengarkan apapun dan itu mungkin sudah keputusan terbaik dari Elisa, jika tidak ada kamu dan Elisa mungkin kami semua juga tidak akan selamat.
Ucap Andre yang menenangkan pikiran Zever dan menenangkan dirinya sendiri, walau dihatinya juga selalu tidak tenang karena kepikiran soal Elisa yang entah ada di mana. Setelah banyak pembicara yang kemana-mana akhirnya Zever menceritakan semua dengan detail kepada Andre, hingga soal latihan selama 2 bulan Elisa dengannya.
Ketika Zever yang baru sadar menceritakan semua detail ceritanya pada andre, dengan menangis-nangis. Andre hanya menanggapinya dengan santai karena firasatnya tidaklah salah, karena andre merasa jika Elisa masih hidup. Karena cinta terlalu kuat hingga punya ikatan batin yang cukup mendalam dengan penuh keyakinan.
...****************...
Dua hari kemudian Andre dan Zever akhirnya mereka sekarang sudah membaik mereka mendatangi pulau kematian bersama-sama, dan menujukan tempat dimana terakhir kali dirinya bersama dengan Elisa. Lalu berpisah karena Zever di tugaskan untuk menyelamatkan Andre dan Elisa menghalau musuhnya di tempat itulah untuk terakhir kalinya mereka bicara. Andre hanya bisa menyimak semua yang dikatakan oleh Zever, lalu sampai cerita selesai barulah Andre menarik kesimpulan dari semua yang di ceritakan Zever.
ANDRE : Boleh kutahu, apakah Elisa yang kamu ajari cara bertarung dengan mengunakan senjata api? lalu apa lagi yang kamu ajarkan padanya, dia diajari cara bertahan diri kemiliteran olehmu?
ZEVER : Iya Andre. Hanya saja aku tidak mengajarinya untuk cara menyelamatkan diri dari jurang dan berenang, atau bertahan hidup di dalam air karena waktunya tidak cukup untuk mengajarinya, aku sungguh minta maaf.
ANDRE : Elisa takut tengelam dan takut ketinggian. Jika hanya cara bertahan hidup di air saja yang tidak kamu ajarkan, apakah kamu telah mengajari Elisa cara bertahan hidup di atas tebing dan ketinggian.
ZEVER : Iya, Elisa sangat cepat beradaptasi dengan baik, dia juga sangat lincah dan mampuh bertahan. Sejauh ini Elisa cukup hebat dari seluruh pasukanku, dan satu-satu ya wanita yang ku latih dengan sangat keras sekali.
Berjalan ke ujung tebing, menjelaskan jika tali simpul militer tergantung di pohon yang ada di sana, Andre lalu melihat TKP. Memang ada bekasnya, dan melihat ke bawa jauh dari permukaan, otomatis hantaman di bawa Air akan cukup keras menghantam tubuhnya. Elisa juga pasti akan langsung tengelam, dan muncul ke permukaan sekitar setengah menit dan mungkin langsung terdampar di bibir pantai setengah jam setelah jatuh dari ketinggian.
Begitulah kira-kira khayalan Andre yang merekam adegan kejadian, lalu Andre meminta anak buahnya untuk mengambil teropong. Terlihat ada sebuah pulau lagi dengan jarak 300 kilometer dari pulau kematian, Andre belum pernah melihat ada pulau lainnya disekitar itu.
"Aoda, Glenn siapkan jet ski. Kita akan menjelajah lautan ini, ayo!" ucap Andre yang langsung berjalan menuruni bukit.
"Baik Tuan," ucap Aoda, yang langsung menarik Glenn untuk menyiapkannya.
Setelah semuanya siap, Andre langsung pergi dengan dua pengawalnya tersebut, aksinya dilihat oleh kedua ayahnya yang menanyakan pada Zever ke mana perginya Andre dan kedua pengawalnya itu.
__ADS_1
ARAFIF : Zever, apakah kamu tahu Andre akan pergi kemana dengan dua pengawalnya itu.
ZEVER : Saya kurang tahu, dia pakai bahasanya saat bicara dengan dua pengawalnya. Lalu setelah itu mereka pergi, jadi aku tidak tahu mereka akan pergi kemana?.
Tanpa basa-basi lagi Brandon langsung menyuruh anak buahnya, agar segera menyiapkan sebuah kapal pesiar tapi karena terlalu lama akhirnya dia menggunakan kapal selam yang sudah ada di sana untuk mengikuti perginya Andre dengan kedua pengawalnya tersebut. Saking khawatirnya kedua ayahnya dia langsung menyuruh setengah pasukannya untuk mengawal mereka menemani Andre.
"Tuan sepertinya ada yang mengikuti kita" ucap Glenn yang mengawasi dari belakang.
"Kalian berdua sudah bisa menebaknya kan siapa yang mengikuti kita" ujar Andre yang duduk manis di jet ski.
"Ya mungkin itu adalah tuan Arafif dan Tuan Brandon" tebak Aoda yang tepat sasaran.
"Jadi lanjutkan saja, mereka pasti akan langsung bisa mengejar kita" ujar Andre yang sudah hafal dengan tingkah kedua ayahnya itu.
Sesampai di sebuah pulau ukurannya 2 kali lipat dari pulau kematian terlihat hamparan pasir putih yang luas dengan pepohonan yang rimbun di tengahnya ada sebuah gunung berapi dengan ukuran kecil, lalu Andre seketika mengingat sesuatu saat tiba di pulau tersebut. Hingga dia tak sadar saat ia turun dari jetskinya, Andre langsung ditodong oleh beberapa orang aneh dengan pakaian yang cukup primitif hanya menutupi bagian 'itunya' mereka saja.
Dengan cepat Glenn dan Aoda melindungi Andre dari para orang suku pedalaman tersebut, tak lama pun kapal salam dan beberapa perahu mesin yang tadi mengikutinya di belakang sudah sampai dan mereka juga langsung menodongkan senjatanya ke arah suku primitif tersebut.
Andre langsung terdiam teringat pakaian yang di kenakan mereka, lalu Andre menyadari jika suku pedalaman itu adalah suku Gulung atau suku Hulu.
"Apa yang kau lakukan nak kenapa kau datang ke tempat ini? tanpa pengawalan" ucap Arafif yang keluar dari kapal selam.
"Turunkan senjata kalian... Apakah kalian tidak dengar, celah turunkan senjata kalian jangan ada yang menggunakan pistol ataupun alat lainnya yang akan membuat mereka takut" ucap Andre yang memerintah pasukan, mengabaikan ucapan ayahnya Arafif.
"Jika kita tidak menyerang, mereka pasti akan menyerang kita" ucap salah satu pengawal.
"Sama halnya dengan kita, mereka hanya ingin melindungi diri mereka yang akan takut diserang oleh kita, jadi turunkan senjata kalian" ucap Andre yang menjelaskan, semua pengawal pun menuruti apa yang dikatakan oleh Andre.
Setelah tongkat tombak beracunnya itu di bulan agak jauh, Andrepun membuatnya merasa tenang dulu dan untuk menyakinkan mereka Andre mengingat tarian salam berkenalan dari suku itu.
"Gulu..gulu...selu...Delu..Pelu...Belu...Telu..Lulu..Pupu...pulu!" (Permisi salam hormatku pada komandan, saya ingin bertemu dengan Ketua suku).
"Gulu..gulu...hulu...sulu?" (Salam juga, siapa kalian?)
"Selu bulu dulu nalu sulu gulu, kuku baba" (Saya dulu adalah anak suku gulung, seorang anak)
"Palu mulu mulu gulu" (Apa maumu dari suku kami)
"Selu berlu Talu Solu Galus," (Saya ingin bertanya pada kalian pernah kenal dengan wanita ini).
Andre menyodorkan sebuah foto Elisa, dan langsung di ambil oleh pemimpin pasukan itu. Lalu bertanya kepada semua anggotanya, tapi tak ada satupun yang mengenalinya.
"Gulu..gulu... pulu...pulu" (dia wanita yang di bawa anak kepala suku Gulung)
Lalu ada yang menjawab, jika beberapa hari yang lalu ada warga asing yang di bawa warga sukunya pulang kerumah. Mendengar hal itu Andre semakin punya harapan, jika istrinya itu benar-benar masih hidup.
"Syukurlah, papah aku akan masuk kedalam hutan ini. Jadi kalian tunggu di kapal saja jangan ada yang keluar. Sebentar, jangan buat keributan. Mereka suku yang baik, jadi jangan ada yang buat mereka takut" ucap Andre yang mengatakan ancaman.
"Kamu mengerti apa yang mereka katakan?" tanya Brandon yang tidak menyangka menyaksikan hal itu dengan matanya sendiri.
"Nanti saja aku jelaskan, aku akan masuk kedalam dulu dad" ucap Andre yang saat ini akan mengikuti salah satunya.
__ADS_1
"Jangan sendiri untuk masuk ke dalam sana nak! sangat berbahaya." Rasa khawatir Arafif.
"Papah tenang aja mereka pasti akan lebih takut lagi jika kita pergi bersama, biar aku sendirian saja yang pergi masuk, aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap Andre yang menyakinkan papahnya.
"Baiklah jika seperti itu kami akan menunggu di sini, kalau ada apa-apa kau gunakan petasan ini untuk memberitahu kami, tapi dalam waktu satu jam kamu tidak kembali lagi kesini maka jangan salahkan kami untuk masuk kedalam sana." ancaman Arafif.
"Sebaiknya jangan lakukan hal konyol seperti itu pah, serahkan saja semuanya padaku. Aku masuk dulu, kalian tunggulah" ucap Andre.
Andre yang langsung masuk dengan salah satu prajurit suku hulu, langsung dibawa ke suatu tempat di mana ada ketua suku dengan beberapa selirnya sedang duduk di pelataran. Andre memberi salam dengan khas mereka, dan sangat anggun. Lalu tiba-tiba dari salah satu istri ketua suku itu langsung ada yang mengenali wajah yang tidak asing dari orang yang datang bersama warga suku hulu itu.
"Hulu kuku baba?" (Anakku sayang?)
"Mama kuku mulu" (Apakah ini mama?)
"Kuku baba" (Anakku)
Wanita itu sangat senang bisa bertemu dengan anak angkatnya kembali walaupun mereka cukup singkat dalam pertemuannya, tapi diantara mereka sudah terjalin hubungan yang erat antara ibu dan anak.
Walaupun cuma satu tahun Andre dirawat oleh salah satu wanita di suku itu, tapi kedua merasa seperti ada ikatan yang kuat, saking senangnya mereka karena bisa bertemu kembali.
Wanita itu juga saking senangnya bisa bertemu dengan putra angkatnya, ia langsung memeluk Andre. Kepala suku pun kebingungan karena dia tidak tahu sebelumnya, Wanita itu telah memiliki putra angkat yaitu Andre karena sebelum wanita itu jadi selir dari kepala suku tersebut Andre ditemukan saat usia 7 tahun karena terdampar dan tidak bisa pulang.
"Yulu selu hulu kuku baba?" (Aku seneng bisa bertemu dengan lagi anakku).
"Hulu kuku baba, bulu selu senu lulu" ( aku juga sengat senang sekali karena bisa bertemu denganmu).
"Kuku baba Julu senu belu lulu" (anakaku apakah kau akan tinggal disini lebih lama lagi).
"Mamah baba tulu gulu dulu" ( Maaf mama, anakmu ini tidak bisa tinggal).
Sedih karena ucapan dari anaknya itu, baru juga bisa bertemu dengan anaknya tapi anaknya tidak bisa tinggal lebih lama dengannya.
"Baba, bubu. mama gulu hulu" ( Anakmu ini akan datang lagi untuk mengunjungi mama).
Wanita itu langsung menjelaskan semuanya pada sang suami agar tidak salah paham dan baru bisa dimengerti oleh kepala suku tersebut, akhirnya kepala suku itu bertanya pada Andre urusan apa dan keperluan apa hingga datang ke tempat mereka. Andre menjelaskan tujuannya pada kepala suku, dan baru di mengerti oleh kepala suku.
Andre di jamu dengan baik, tapi mengingat waktunya tidak lama disana karena jika dia terlalu lama maka pasukan ayahnya akan membuat keributan. Makanya dia minta izin untuk segera di pertemuan dengan wanita yang di bawa salah satu warga suku tersebut.
"Huku gulu, belu bulu gulu, gulus dulu" (mohon maaf kepala suku, boleh saya segera bertemu dengan wanita yang di temukan itu).
Permintaan langsung dikabulkan, Andre niatnya akan di antar oleh pelayannya kepala suku tapi ibu angkat Andre menyanggupi untuk mengantarkan putranya tersebut, untuk menemui warganya. Itu sebagai alasan saja agar dirinya lebih lama mengobrol dengan putra angkat tersebut.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Rabu 30 November 2022.
__ADS_1