
^^^NEW YORK^^^
Elisa yang telah sampai di sebuah gedung mencakar langit di sambut oleh pelayan yang sudah menunggu kedatangan Elisa, terdiam sejenak saat melihat gedung yang menjulang ke atas sangat tinggi.
"Gila nih gedung berapa meter untuk sampai ke atas, tinggi banget gimana cara bikinnya?" ucap Elisa yang membuka kaca mata hitam.
"Nyonya, silakan masuk kedalam. Miss Helen sudah ada di dalam menunggu anda" ucap Glenn untuk membuat Elisa fokus dengan tujuannya.
"Aiya, yuk kita masuk" ucap Elisa yang berjalan di depan Glenn, di iringi oleh beberapa orang di belakangnya.
"Saya hanya bisa mengantar anda sampai sini, selebihnya akan di arahkan oleh Miss helen" ucap Glenn.
"Tapi, Glenn kau tahu aku tak bisa bahasa asing bagaimana jika aku salah ucap" ketakutan Elisa.
"Anda tenang saja, Miss Helen punya banyak pekerja dari bebagai macam negara, jadi pasti sudah memikirkan solusi ya dan akan mempersiapkan segala keperluan anda" ucap Glenn untuk meyakinkan Elisa.
"Begitukah, baiklah" ucap Elisa yang pasrah, ia langsung masuk kedalam gedung tersebut. Glenn hanya melihat dari jauh, saat Elisa sudah menghilang di balik pintu Glenn langsung masuk kembali ke mobilnya.
Sesampainya di lobi, Elisa di sambut oleh wanita cantik blasteran indo-Amerika, bernama Helena dengan 4 pelayan wanita dan 2 pelayanan pria.
"Selamat datang nyonya, senang bisa bertemu dengan anda" ucap sopan Helena.
Eh! ternyata dia bisa bahasa Indonesia, syukurlah aku tak usah repot-repot mengetik di hp, untuk translate. Ucap dalam hati Elisa senang.
"Ah iya, senang juga bisa bertemu dengan anda" ucap Elisa yang membalas dengan senyuman mengembang.
"Pertama-tama saya akan perkenalkan diri saya dulu. Nama saya Helena Caroline, sebagai menanggung jawab untuk melayani anda, selama anda tinggal di sini" ucap Helena.
"Salam kenal nona Helena Caroline. Nama saya Elisa Nurhaliza. Terimakasih, maaf sebelumnya saya akan merepotkan Anda kedepannya" ucap Elisa.
"Itu sudah jadi tanggung jawab saya untuk melayani klayen. Jangan panggil nona, panggilan saya Helena saja nyonya Elisa" ucap Helena.
"Tidak pantas, biar sopan aja panggilan formal nona" penegas Elisa.
"Baiklah nyonya terserah anda saja, silakan lewat sini akan saya beritahukan tempat yang akan anda tempati, dan kegunaan di dalamnya dan semuanya yang ingin anda tahu bisa anda tanyakan pada saya" ucap Helena.
Tempat pelatihan ini cukup besar, takut kesasar. Semua sama, gimana caranya aku bisa menemukan kamarku? Tapi apakah tempat ini khusus cewek aja kah?. Gumam dalam hati Elisa yang bertanya-tanya.
"Maaf, nona Helena. Boleh saya bertanya?" Ucap Elisa yang agak ragu tapi ia memberanikan dirinya.
"Iya silakan, jika ada yang ingin anda tanyakan" ucap Helena yang sangat ramah.
"Apakah di sini khusus untuk para wanita yang akan menjadi pendamping pemimpin saja atau ada pria juga yang ikut?" Elisa yang sangat penasaran.
"Disini umum tapi private Nyonya. Jadi semua kalangan bisa datang ke mari, dan menginap disini demi kenyamanan klayen, kami bisa merahasiakan semua informasi, jadi anda tidak perlu khawatir jika rahasia anda akan bocor dari sini" penjelasan Helena.
"Aaah begitu, oke! Aku mengerti" ucap Elisa yang manggut-manggut kepala.
"Ada lagi yang ingin anda tanyakan nyonya" ucap Helena.
"Disini, ada layanan SPA?" ucap Elisa yang pengen di pijat karena lelah gara-gara perjalanan.
"Tentu saja ada nyonya, disini sangat lengkap. Anda tinggal katakan saja, nanti akan ada pelayan kami yang melakukan ritmenya dan membantu anda" ucap Helena.
Elisa diam-diam datang ke New York karena ia ingin mengikuti pelatihan menjadi kriteria yang dapat di terima untuk pendamping pemimpin, agar lebih layak menjadi nyonya ANDRILOS sesungguhnya. Gedung khusus pelatihan itu ada banyak orang yang tinggal di sana, hanya ingin ikut pelatihan tersebut. Salah satunya Elisa yang ingin belajar mengenai proses tahap awal menjadi nyonya sesungguhnya.
"Nyonya Elisa ini kamar untuk anda tinggali selama 60 hari kedepannya. Silakan masuk, dan selamat beristirahat. Ouhnya, pelajaran akan di mulai besok jam delapan pagi, nanti akan ada satu orang yang akan mengurus segala keperluan anda. Tapi sekali lagi saya tanyakan, apakah anda yakin akan melakukan tanpa memberitahu Tuan ANDRILOS, karena pelatihan ini harus di setujui oleh dua pihak" ucap Helena.
"Saya yakin, nanti saja akan saya jelaskan padanya saat latihan, saya hampir seluruhnya selesai, saya ingin menjalankan tugas saya dahulu sekarang" ucap Elisa yang sangat bersemangat.
"Baiklah, jika itu sudah jadi keputusan anda. Maaf, nyonya pengawal pria anda dilarang untuk datang, karena ini bersifat private. Demi kenyamanan bersama, jika anda ingin pertemuan dengannya silakan, tapi adakan di luar dari tempat ini" penjelasan Helena.
"Iya baiklah" ucap Elisa.
__ADS_1
"Mari saya bantu untuk membuka pintu kamarnya" ucap Helena yang membukakan kamar Elisa dengan sebuah kartu khusus sebagai kunci pembuka.
"Wah! ini bagus, keren" ucap Elisa yang takjub dengan isi di dalamnya.
"Nyonya, ini kasur bisa di lipat. Jadi bisa tinggi, bisa rendah, bisa kecil atau mau dobel kasur, bisa untuk single bisa untuk pasangan. TV juga hanya ada acara-acara yang formal, jika ingin menonton tayangan lainnya anda bisa konfirmasi kepada pihak kami, soal kamar mandi sebelah sini. Ini tempat anda menepatkan handuk atau piyama, ini shower kalau anda pencet tombol hijau artinya dingin, jika merah itu hangat, dan yang putih untuk mematikan, yang hitam untuk air kecil atau sedang, kalau tombol untuk toilet ini sangat otomatis saat anda berjarak 1 meter dari toilet maka akan membuka sendiri, anda bisa langsung duduk di sini, jika ingin menyiram dia akan otomatis tertutup dengan baik. Anda paham dengan apa yang saya katakan barusan" ucap Helena menjelaskan tentang isi do dalam ruangan.
"Yah saya sudah mengerti, terima kasih atas arahannya Nona Helena" ucap Elisa.
"Sama-sama nyonya, ada lagi yang anda ingin butuhkan dari saya" Ucap Helena dengan ramah.
"Untuk sementara ini cukup sampai di sini saja Nona Helena, terima kasih" ucap Elisa.
"Baik saya undur diri, selamat menikmati waktu anda beristirahat" ucap Helena yang berjalan menuju pintu keluar.
"Nona Helena tunggu sebentar, saya mau tanya soal makan malam bagaimana?" tanya Elisa.
"Anda tidak usah khawatir Nyonya, karena makan malam akan diantar kemari sebelum jam 08.00 malam, hidangan itu akan sudah hadir di sini" Penjelasan Helena.
"Terima kasih nona Helena"
"Sama-sama nyonya"
Keesokan pagi ya saat Elisa baru selesai merapikan dirinya, ada suatu ketukan pintu Elisa melihat dari layar kecil di sisi pintu. Melihat siapa yang datang ternyata itu adalah pelayan yang akan menjadi pelayan pribadi bagi Elisa, seperti asisten Elisa.
"Selamat pagi nyonya, saya Emily Latuconsina yang akan melayani secara pribadi bagi nyonya" ucapnya masih di depan pintu dengan nada yang sangat mengemaskan.
Mendengar hal itu Elisa langsung membuka pintunya, karena mengingat apa yang di katakan oleh Helena, jika akan ada pelayan yang akan datang untuk menjemputnya untuk mengurus semua apa yang di butuhkan Elisa selama pelatihan.
"Silakan masuk!" ucap Elisa ramah.
"Terima kasih nyonya" ucap Emily.
"Sebentar saya ambil tas dulu, apakah kita akan langsung pergi ke lokasi latihannya?" ujar Elisa yang mengambil tas yang ada di gantungan.
"Ouh begitu baiklah" Elisa kembali menaruh tas ya kembali.
5 Menit kemudian, datanglah makan yang di bawa oleh pelayan yang khusus didapur.
"Nyonya silakan di makan dahulu, karena kita mungkin akan mengadakan pelajaran pertama yang akan begitu berat" ucap Emily.
"Terimakasih, kenapa kamu berdiri saja, cepat sini duduk kita makan bersama-sama" ajakan Elisa yang melihat Emily yang masih berdiri.
"Tidak nyonya, tugas kami hanya melayani anda. Saya akan meyiapkan segala keperluan yang akan anda butuhkan, silakan anda menikmati waktu untuk makan pagi dahulu" ucap Emily yang membuka tas koper yang di bawa Emily.
"Aku tidak bisa makan sendiri, biasanya selalu ada yang menemaniku makan bersama" rengek Elisa, tapi tak di hiraukan oleh Emily yang saat ini sibuk.
Tak lama setelah sarapan, Elisa dan Emily pergi ke bagian perkumpulan di aula lantai bawa, terlihat banyak orang yang sudah mengantri di sana.
"Emily di sana ada apa ya? kok ramai sekali" tanya Elisa yang sangat polos.
"Disana adalah seleksi untuk ke tahap selanjutnya, jika nyonya lolos ujian pertama maka akan masuk ujian lainnya" ucap Emily.
"Ada ujian lainnya, selain itu apakah ada seleksi untuk pangkat juga?" ucap Elisa yang sangat penasaran.
"Mungkin saja ada, karena menjadi pendamping pemimpin penerus grup sangat lah susah jika Tuannya tidak benar-benar menguasai dunia dan pendampingnya" ucap Emily.
"Jadi itu tujuan kenapa aku di suruh untuk memberi tahu pada Tuan ANDRILOS jika aku ikut pelatihan seleksi ini, agar terhubung ds. tuan ANDRILOS bener-bener mendukung ku atau tidak begitu kan" ucap Elisa yang asal tebak.
"Iya, nyonya anda benar" jawab Emily.
Elisa terdiam sejenak memikirkan matang-matang kembali apa yang di ucapkan oleh Emily yang saat ini masih sibuk menyiapkan perlengkapan tempur bagi Elisa.
Setelah itu Elisa pergi dengan emily, terlihat sudah banyak orang berada di lobi melihat Elisa yang baru keluar dari lift.
__ADS_1
NYONYA 1 : Helena, dia siapa?
HELENA : Tentu saja Nyonya lainnya untuk ikut pelatihan ini
NYONYA 2 : Nyonya dari grup mana?
HELENA : Maaf, saya gak bisa memberikan penjelasan informasi lebih lanjut. Saya permisi.
Helena langsung pergi mendekati Elisa yang saat ini sedang diam di tempat karena binggung dengan tatapan para orang yang melihat dengan tatapan aneh, Elisa tak faham dengan semua mata yang tertuju padamu itu.
"Nyonya Elisa, lewat sini anda akan di kelas yang berbeda dari mereka" ucap Helena yang mengamankan Elisa dari tatapan para Nyonya tersebut.
"Baiklah, Nona Helena. Mereka kenapa menatapku seperti itu, apakah karena aku berbeda yah?" tebak Elisa.
"Sudahlah Nyonya tak usah fikirkan begitu, silakan anda segera masuk saja. Tunggu di dalam, pelatihnya akan segera datang" ucap Helena yang memasukkan Elisa ke ruang VIP member.
Setelah Elisa berada di sebuah ruangan dimana ruangan itu full dengan seni lukis dan pahatan patung, elisa terdiam di sana. Lalu tiba-tiba muncullah seorang pria dari balik sebuah etalase kayu.
Dialah yang akan jadi guru private bagi Elisa, GAVIN RAFAEL GHANI, pria yang memiliki cover yang cukup di kagumi banyak kaum wanita ini, sudah tak bisa dikatakan lagi.
Melihat ada seorang wanita yang sedang melihat-lihat semua koleksi lukisannya, hanya terdiam sejenak melihat ujung ke ujung, Helena yang baru masuk langsung menatap Gavin yang kebinggungan.
...BAHASA ENGLISH ...
GAVIN : Maaf, Nona apakah ada salah masuk ruangan?
HELENA : Tidak Gavin, dia datang bersama ku. Gavin, dia akan mengikuti pelatihan belajar darimu secara khusus kau bisa?
GEVIN : Dari golongan yang mana dia? apakah cukup besar?
HELENA : Bangsawan, dia mau ikut seleksi untuk menjadi pendamping pemimpin ANDRILOS.
GAVIN : ANDRILOS? Apakah kau yakin, bukanya pemimpin ANDRILOS tidak ada, sudah di keluarkan dari daftar grup.
HELENA : Cek info mu lagi mungkin kamu membaca yang lama, jadi urus dia. Aku masih ada beberapa orang yang harus aku urus, tugas mu hanya satu wanita ini saja... Aah, masih ada satu lagi. Dia dari grup FLOWER.
GAVIN : okelah, jika begitu. Lalu dimana yang satu laginya?
HELENA : Belum datang, nanti akan ku suruh dia kemari. Satu lagi, Nyonya Elisa dia sudah menikah satu-satunya pendamping yang SAH karena sudah berstatus istri dari calon pemimpin penerus. Dia tidak tahu apapun, jadi kau mulai lah dari dasar sekali, ajari dia bahasa asing juga.
GAVIN : Apa! dia nol?
HELENA : Iya, itu tugasmu oke! Aku serahkan dia padaku, selamat bekerja Pak Gavin yang yang tampan.
GAVIN : Helena, kenapa kau meninggalkan murid seperti ini. Oh My God, bisa mati berdiri ini, so dia punya tampang pas-pasan tapi siapa yang jadi pemimpin penerus ANDRILOS, aku jadi penasaran.
^^^Selesai^^^
Gavin cukup binggung dengan klayen ya ini, Gavin terdiam cukup lama, Elisa juga hanya bisa diam tak bisa memulai percakapan lebih dahulu. Gavin mencek, siapa pemimpin penerus ANDRILOS.
Saat melihat beranda memang sedang bumming jika Andre akan di nobatkan sebagai pemimpin, saat ini sedang ada tayangan live streaming di sebuah acara TV jika Andre sedang berada di gedung yang sangat besar. Yaitu, pelantikan pemimpin ANDRILOS.
"Itu mas Andre, jadi dia ke Prancis untuk acara ini toh. Ini acara apa yah, Hmmm- nanti aku tanyakan saay ketemu" Ucap Elisa yang ikut melihat dari saat Gavin nonton.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 16 Oktober 2022
__ADS_1