
Setelah makan malam semua berkumpul di ruang keluarga, kecuali Andre dan Elisa yang tidak keluar lagi setelah makan malam hari ini, Andre yang setelah makan malam langsung membersikan diri.
Di ruangan keluarga ada Zacky, Kevin, Sean, Dion, Arafif dan Brandon. Semua di sana, termasuk dengan beberapa orang lainnya di sana yaitu pelayan yang sedang menyiapkan cemilan ringan.
"Bagaimana dengan keputusan para dewan, apakah ada kabar?" ujar Arafif yang sangat penasaran dengan hasil musyawarah hari ini.
"Sudah jelas bukan siapa yang akan jadi pemimpin, dari vote musyawarah kemarin Andre cukup lihai menjelaskan tentang sistem operasi ANDRILOS yang baru. Pasti keputusan para dewan akan terarah pada Andre" sambung Dion yang sudah menebak.
"Tapi, yang jadi bertentangan adalah Dewan Perwakilan negara saat ini mempermasalahkan soal pendidikan dari pasangan pemimpin penerus ANDRILOS, dan sebagian lainnya juga ada yang tidak terlalu suka dengan perubahan yang baru" ucap Sean yang menyambung.
"Di antara kalian berempat, apakah ada yang mau menggantikan posisi Andre jika semisalnya Andre berubah fikiran dan tak mau menjadi pemimpin?" ucap Arafif yang mengambil jalur tengah, jika sewaktu-waktu Andre berubah fikiran.
"Maksudnya paman? apakah Andre masih menolaknya" tanya Zacky yang sangat penasaran.
"Iya, karena Andre seperti belum seyakin itu untuk menjadi seorang Ketua ANDRILOS, atau menjadi pemimpin penerus ANDRILOS" ucap Arafif yang masih meragukan keputusan Andre.
"Huh? setahu ku jika Andre sudah memutuskan sendiri apa itu yang jadi pilihannya dia akan sungguh-sungguh. itulah Andre yang ku kenal paman, karena tak mungkin. Jika ada asap tak ada apinya. Andre mungkin sudah merencanakan semuanya dengan matang" ucap Sean yang hafal dengan tingkah dan tindakan Andre.
"Yah! Itu bener paman karena tidak mungkin di antara kami bisa menahan semua tanggung jawab itu paman, karena Zacky hanya mengikuti langkah yang di katakan, jadi tidak ada bakat menjadi seorang pemimpin yang harus memutuskan sendiri apa yang benar dan salahnya" sambung Zacky.
"Kalau kamu gimana? Kevin, apakah kamu minat, di lihat-lihat juga kamu mampuh. Di antara mereka kamu cukup mengidolakan Andre, dan cukup berbakat dengan masalah bidang luar dan dalam negeri, kamu juga pandai bergaul dengan baik di dunia sosialiasi, bagaimana jika kamu saja" tanya Arafif yang menujuk kearah kevin.
"Hmmm- Kevin masih cukup muda, apa lagi kevin mau menikmati masa-masa muda kevin dengan bebas kakek. Kevin juga masih harus belajar, jadi hehehe gak deh kakek" ucap kevin yang menjawab.
"Kalau kalian bagaimana Sean dan Dion, ayah kalian makrus sangat ingin salah satu putranya bisa menjadi pemimpin, bagaimana jika salah satu dari kalian saja yang menjadi pemimpin?" ucap Arafif yang menekan pada kedua keponakan ya itu.
"Hmmm paman, walau ayah kami menyuruh kami terjun ke laut sekalipun, kami juga akan pikir-pikir dulu" jawab Sean.
"Sebenarnya Dion tidak terlalu tertarik dengan kemewahan di ANDRILOS, karena harus membayar dengan harga yang lumayan mahal, juga untuk menebus semua keindahan itu. Jadi sebenarnya Dion tidak terlalu tertarik, ayah saja yang terlalu berambisi" ucap Dion dengan santainya.
"Begitu kah? jadi tidak ada yang mau nih untuk menduduki jabatan tersebut yah?" ucap Arafif yang cukup khawatir.
Di ruang kamar terlihat Elisa duduk di sofa sedangkan Andre baru keluar dari kamar mandi, melihat istrinya duduk sofa sedang santai.
"Kamu gak mandi? sayang" tanya Andre yang baru kelar mandi.
"Mandi kok, kan tadi kamar mandi lagi di pake sama kamu" ucap Elisa yang melihat rambut Andre basah.
__ADS_1
"Yaudah sana cepat mandi, lalu kita siap-siap, karena pagi-pagi kita pulang ke Indonesia" ucap Andre yang sudah tidak betah tinggal di sini.
"Emang kita mau kemana lagi? Terus pas sudah pulang ke Indonesia, kamu mau ngapain lagi" ucap Elisa yang sangat penasaran.
"Masa mandi saja harus mau pergi aja? terus kalau gak pergi kamu gak mandi-mandi gitu. Pertanyaan kamu ngapain setelah pulang ke Indonesia, emangnya kamu tidak kangen sama toko kamu" ujar Andre yang menjemur handuk basah yang baru saja di pakainya.
"Iya kan Elisa cuman tanya, sensi banget sih jawabnya" ucap Elisa yang mendecak.
"Bukannya sensi, kamu aja nanya gitu. Udah sana mandi, terus kita tidur" ucap Andre yang langsung ke ruang ganti.
"Iya nih mau mandi, mana handuknya?" ujar Elisa yang akan mengambil handuk bekas Andre, cuman Andre melarangnya.
"Jangan pakai yang itu, handuk lainnya ada di kamar mandi, pake yang baru saja" ucap Andre yang hanya menampakkan wajah dari balik hordeng.
Tak lama setelah ganti baju, Elisa masih di kamar mandi Andre melihat teko kaca yang berisi air minum telah habis, jadi Andre mengambil teko tersebut untuk di isi air kembali di bawa.
Saat Andre menuruni anak tangga, kaget karena masih banyak orang berkumpul di ruang tengah tersebut.
"Andre, akhirnya kamu turun juga. Kemari sebentar, duduk dulu di sini?" ujar Arafif.
"Hmm- ada apa? kenapa kalian masih duduk santai di sini, bukannya langsung pada istirahat, malah duduk santai di sini" ujar Andre yang agak kaget.
"Kayak gak ada hari esok aja, ini sudah malam. Waktunya istirahat, sudah bicarakan nanti saja" ujar Andre yang akan berjalan ke arah dapur.
"Tapi ini sangat penting nak! Ada yang sedang ingin kami bahas dengan mu juga" sambung Brandon.
"Soal apa lagi?" Andre cukup lelah jadi nada suara agak ngegas.
"Soal musyawarah tadi pagi, ada beberapa ingin kami tanyakan padamu" ucap Brandon.
"Kenapa emangnya" jawab singkat Andre karena sudah tak bertenaga.
"Hmm gini, sini kamu duduk dulu nak. Biar enak gitu," ucap Arafif.
"Sudah katakan saja sekarang, kalau tidak yaudah besok saja" ancaman Andre.
"Eeeh! baiklah, Andre jika seandainya hasil dari musyawarah ini telah menujuk mu, tapi kamu tiba-tiba menolak dan meninggalkan posisi ini bagaimana. Karena mereka berempat saat di tawari untuk jadi pemimpin ANDRILOS, semua pada menolaknya" ujar Arafif.
__ADS_1
Andre menarik nafasnya dalam-dalam, karena hanya untuk bicara seperti itu saja mereka sampai tak mau istirahat.
"Sudah hanya untuk bicara itu saja?Lalu, apa yang harus dilakukan. Lagian aku sudah sepakat untuk bersiap dan bersedia, kenapa kalian masih saja repot memikirkan hal itu lagi, bukannya dari awal kalian sudah merencanakan hal ini kan, kenapa harus di pertanyaan kembali soal jawabnya. Kalian meragukan keputusan ku, kalian tidak percaya aku akan siap jadi pemimpin?" Andre mempertegas ucapannya.
"Bukan gitu nak, ini masalah seumpama jika kamu tiba-tiba berubah fikiran lagi bagaimana?" Arafif kalang kabut.
"Jika aku sudah memutuskan untuk memilih, maka itulah jawabnya, papah tahu sekali tentang diriku. Apakah pernah aku meninggalkan pilihanku di tengah jalan? coba apa pernah saat aku memutuskan sendiri pilihan lalu meninggalkan pilihan itu secara sengaja"
"Tidak, kamu selalu menyelesaikan dengan baik, walau tugas itu kamu tidak suka" ucap Arafif yang mengingatkan semuanya.
"Jadi sudah jelaskan jawabnya. Boleh aku pergi sekarang, aku mau ke dapur. Mau ambil air minum, tidak ada yang di bahas lagi kan, sekarang kalian semua bubar dari sini. Istirahat, saat aku kembali dari dapur, tapi kalian masih di sini. Siapkan diri kalian kena hukuman" ancaman Andre.
Walau hanya ancaman bercanda, mereka cukup takut dengan hal tersebut karena wajah Andre tidak berubah sama sekali, sekarang dalam mode sangar-sangarnya.
"Andre kau akan ke dapur? Kenapa kamu tak suruh pelayan saja" ucap Zacky yang menyarankan.
"Masih punya kaki yang kuat kok, jadi masih bisa ku gunakan dengan baik. Permisi" ucap Andre yang terlihat cool dalam berjalan menuju dapur.
"Dia cukup menyebalkan" ucap Sean yang agak kesal.
"Tapi, di situlah karisma seorang dewa tempur" Sambung Dion.
"Hahahaha bisa saja kamu menamainya yah, tapi emang bener sih" ucap Sean.
Semua tertawa terbahak-bahak saat mendengar hal itu, karena Andre memang seperti itu.
"Fakta emang dia bener-bener dewa tempur, karena wajahnya saat berambisi sangat menyeramkan" ujar Dion.
"Iya juga si" Sambung Zacky yang juga baru bisa memperhatikan hal tersebut, dan baru menyadarinya.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Jumat 26 Agustus 2022.