PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
88. Obat Tradisional.


__ADS_3

Mereka semua dalam keadaan gelisah dan khawatir Elisa juga tampak sangat takut dan sangat khawatir, karena kepikiran soal kondisi suaminya apa lagi mendengar jika Andre jatuh sakit, karena selama dia menikah dengan Andre, jarang dia sakit yang sampai seperti itu. Aoda yang duduk di depan bersama Zever sebagai asisten Pilot, sedangkan Glenn duduk di belakang bersama dengan Elisa.


Sesampainya di markas, helikopter belum juga mendaratkan Kaki-kakinya, Elisa langsung saja lompat dari ketinggian helikopter dengan tanah yang berjarak sekitar satu meter dari permukaan lokasi mendarat, karena tidak sabaran Elisa membuat semua orang kaget dengan aksinya itu.


"NYONYA!" teriak Glenn yang syok karena Elisa langsung terjun saja ke bawa, tanpa memikirkan keselamatan diri.


"Wah, nyonya sangat bersemangat sekali ingin bertemu dengan Tuan" ucap Aoda yang melihat Elisa sudah berlari menjauh dari helikopter.


"Tentu saja, jika kamu tidak bilang kalau tuan sedang sekarat. Nyonya tidak akan panik seperti itu, katakan sebenarnya apakah kamu berbohong soal itu, kamu bisa berbohong pada semua orang tapi kamu tak bisa membodohi aku Aoda" Glenn yang sudah bisa menebaknya.


"Ha-ha-ha, iya. Tapi, soal tuan sekarat itu memang benar, keadaan tuan memang sedang kurang baik, kondisi sedang sakit sekarang" ucap Aoda yang sudah berhasil mendarat helikopter ketempat semula.


Zever yang tidak mengerti mulai menatap tajam keduanya, memprotes mereka berdua yang asik-asik ngobrol berdua tanpa memikirkan dirinya.


ZEVER : Apa yang sedang kalian bahas, sepertinya seneng sekali ya. Aku tak faham pembahasan yang kalian bicarakan itu jadi bisakah kalian memikirkan perasaan ku saat ini gunakan hati kalian untuk mengerti keadaan dan perasaan ku saat ini, jadi bicaralah pakai bahasa yang normal.


GLENN : Maaf komandan, saya lupa. Tapi kenapa anda juga tidak mencoba untuk belajar bahasa Indonesia, nyonya saja belajar bahasa asing loh masa kalah dengan nyonya.


ZEVER : APA! dia sudah bisa, tidak mungkin? Dalam waktu yang sangat singkat, apakah bisa belajar.


GLENN : Jangan meremehkan nyonya, beliau kalau sudah bertekad akan sangat gigih dan sungguh-sungguh dalam belajar agar bisa meraih tujuannya.


"Nyonya malah langsung lompat saja dari atas helikopter, apakah beliau tidak memikirkan kakinya akan cidera?" ucap Aoda.


Mereka menjadi kaget karena aksi ekstrim yang di lakukan Elisa, mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka takut jika Nyonya terluka karena harus melompat dari helikopter, sedangkan Elisa langsung berlari saja menuju ruang rawat. Karena sering datang ke markas, Elisa jadi mengetahui beberapa jalan pintas menuju kamar rawat.


Zever, Glenn dan Aoda setelah mendarat mereka langsung turun dan bejalan ke halaman, karena Aoda sangat penasaran dengan apa yang terjadi selama ini hingga membuat tuan dan nyonya seperti itu.


"Aoda katakan dengan jujur sebenarnya apa yang terjadi, kenapa tuan bisa seperti itu?" Glenn yang sangat penasaran dengan kronologi yang terjadi pada Andre, menjadi terbaring lemas di ranjang rawat.


"Sebelum aku menjawab pertanyaan mu, dan semua yang ingin kamu tanyakan, maka yang lebih berhak adalah aku dahulu yang bertanya kepadamu, karena masalah yang terjadi saat ini adalah kelanjutan dari masalah sebelumnya, jadi coba kamu jelaskan apa yang kamu ketahui tentang masalah antara nyonya dan tuan, kita harus menyatukan semua puzzle-puzzle yang belum terbuka" ucap Aoda yang menjelaskan pada Glenn dengan tatapan.


"Aku juga tidak tahu detail dari masalah yang terjadi, karena saat kejadian aku tidak ada di sana. Keesokan paginya aku datang sudah langsung di perintahkan tuan untuk menjaga nyonya. Tuan sudah tampak marah saat dia keluar rumah, jadi aku tak berani bertanya banyak. Lalu ku lihat keadaannya antara nyonya dan Tuan sudah serumit ini, aku sempat bertanya pada para pelayan tapi semua seakan membisu tak ada yang menjawab. Aku juga tidak bisa memberikan penjelasan apapun soal itu, nyonya juga seakan tak mau membahas mengenai hal ini."


"Lalu apakah pernah ada kejadian sebelum masalah ini menjadi sangat serius dan serumit ini, pasti ada penyebabnya kan?" ucap Aoda yang bicara sambil berjalan menuju suatu tempat.


"Ada suatu kejadian yang membuat tuan sangat marah, mungkin itulah penyebab dari masalah sekarang ini" ucap Glenn ke ingat masalah di High House.


"Kejadian apa itu? Hingga membuat tuan begitu sangat marah kepada Nyonya Elisa." ucap Aoda yang langsung terhenti langkahnya.


"Ini pasti ada kaitan dengan kejadian di gedung High House, masalah itu berawal ujian seleksi nyonya Elisa di aula High House. Entah kenapa nyonya ingin mengusik kehidupan para anggota pemimpin grup, nyonya malah tanpa sengaja menjadi target dari geng mafia" ucap Glenn yang mengingat kejadian saat itu.


"Apa! Nyonya pasti tidak melakukan hal itu tanpa ia pikirkan tentang semua itu seorang diri pasti ada dalangnya, mungkin saja nyonya Elisa di jebak oleh seseorang" ucap Aoda yang langsung menebaknya.


"Iya, dan lebih parahnya lagi nona alea juga terlibat dalam inside itu. Tuan semakin marah pada hari itu, aku tidak tahu lagi setelahnya" penjelasan Glenn.


"Glenn, kamu tahu sekarang apa yang harus kita lakukan bukan" ucap Aoda.


"Tidak. Aku tak akan melakukan secara diam-diam karena tuan saat ini belum bisa memastikan apakah musuhnya sangat kuat atau lebih kuat. Jadi jangan sekarang, karena itu akan memperburuk keadaan. Tuan sedang menyelidiki soal orang-orang itu, tapi belum dapat titik temunya jika kita bertindak tanpa perintah tuan, maka akan banyak masalah bagi tuan, dan itu juga akan membahayakan keselamatan kita semua, makanya kita tunggu saja sampai tuan bangun" ucap Glenn yang khawatir akan keadaan yang akan terjadi jika nanti mereka menangani tanpa perintah.


"Baiklah aku setuju jika begitu. Mungkin itulah penyebab dari kejadian masalah saat ujian seleksi di aula gedung High House, itu yang menjadi bahan pertengkaran antara nyonya dan Tuan. Menyebabkan Tuan tidak sadar diri karena banyak yang ia khawatirkan, dan banyak tekanan dalam pikirannya" ucap Aoda yang kepikiran soal yang di hadapi oleh tuannya saat ini.

__ADS_1


"Hmm! Aku juga sempat bertanya pada pak Gulftaf, katanya lusa kemarin tuan dan nyonya sempat berdebat hebat. Tuan sampai marah besar hingga tuan tak mau menengok atau menemui nyonya, bahkan tuan seperti orang berbeda. Itu yang dikatakan oleh pak Gulftaf, selebihnya aku juga tidak tahu detailnya" jawab Glenn.


"Sebenarnya apa yang terjadi ya? aku jadi sangat penasaran, karena tuan sampai jatuh sakit seperti ini pasti ini tekanan yang paling berat baginya" Aoda menekan dagunya berfikir karena selama dia mengikuti Andre, dia belum pernah melihat Andre begitu sangat lemah.


Di ruang rawat Keyshu yang kaget karena kedatangan Elisa yang langsung mendatangi suaminya yang terbaring lemah, sempat ingin mengeluarkan senjatanya tapi saat di lihat postur tubuhnya ternyata itu adalah Elisa.


"Elisa, apakah itu kamu nak?" tanya Keyshu yang kaget saat ada seorang wanita datang langsung duduk di tepi ranjang.


"Iya paman key, maaf sudah mengagetkan paman" ucap Elisa yang baru sadar jika ada orang di belakangnya.


"Tidak apa-apa, kamu kapan datang?" tanya Keyshu karena sebentar sekali, Zever baru saja pergi sudah datang ke markas lagi.


"Baru saja, paman sebenarnya apa yang terjadi pada mas Andre. Kenapa bisa seperti ini yah, tadi dia baik-baik saja" ucap Elisa yang sangat khawatir.


"Dia demam tinggi dari kemarin tapi belum juga turun, paman sudah mengompres dia dengan air es tapi panasnya hanya redah sesaat, dia bahkan belum sadar dari kemarin dan belum makan apapun ini sangat menghawatirkan kondisinya, dia seperti mayat hidup dan tidak bergerak sama sekali" ucap Keyshu yang menjelaskan keadaan Andre selama dua hari ini pada Elisa.


"Sejak kemarin yah? Aku belum pernah melihat dia sakit selama aku menikah dengannya paman, jadi aku baru tahu jika manusia ini bisa sakit juga. Makanya aku tidak tahu soal ini bagaimana bisa menyembuhkan yah, aku juga baru tahu jika dia sakit akan seperti ini" ucap Elisa yang menyeka tubuh Andre dengan lap kompres.


"Iya dia memang jarang sakit, sekalinya sakit ya begini sangat mengkhawatirkan, jika dia sakit tak akan mau merepotkan orang dia akan diam saja dan akan seperti ini. Biasanya kalau di kasih obat buatan istriku dia akan langsung membaik langsung bangun dan sehat kembali, tapi ini malah gak sadar-sadar ini sudah obat yang ke 6 aku berikan, tapi belum ada perubahan" ucap Keyshu yang kebinggungan.


Lalu Elisa teringat sama cara yang dilakukan oleh ibunya saat Azril sakit, kepikiran cara tradisional yang mungkin juga ampuh dan berpengaruh pada Andre.


"Paman apakah di sini ada telur ayam, madu dari lebah, dan jeruk lemon?" tanya Elisa yang meminta beberapa bahan pada Keyshu.


"Ada, coba kamu minta kepada para wanita di pondok, atau pergi ke dapur para wanita itu. Mungkin saja mereka punya, karena aku tidak tahu apakah ada bahan-bahan yang kamu minta itu" ucap Keyshu.


"Baiklah paman, tolong jaga dia dulu. Aku akan kembali lagi, aku pergi dulu" ucap Elisa yang langsung pergi meninggalkan tempat, Keyshu dibuat binggung sama tingkahnya.


ELISA : Maaf, mengganggu waktunya saya Elisa, Istri dari Andre. Saya boleh tanya sesuatu, apakah ibu-ibu disini mau membantuku?


IBU 1 : Katakan nak, apa yang anda butuhkan? jika kita bisa membantu.


IBU 2 : Iya apa yang anda butuhkan Nyonya Elisa.


ELISA : Anu apakah ibu-ibu punya madu lebah, lemon dan telur ayam?


Semua yang mendengar hal itu semua tak bisa menjawab karena mereka tidak tahu apa yang di cari oleh Elisa, lebih tepatnya mereka tidak mengerti.


Aduh kayaknya bahasa ku ini sangat tidak mudah mereka pahami makanya mereka hanya diam tanpa merespon apapun yang aku katakan, aku harus minta bantuan orang lainnya. Dumal Elisa dalam hatinya.


ELISA : Aaah, yaudah lupakan. Saya permisi, maaf telah menganggu waktu kalian.


Elisa pergi meninggalkan tempat saat di jalan ingin minta bantuan, bertemu dengan Zoya yang membawa sayuran dari kebun, Elisa teringat dengan wanita yang tidak asing baginya.


ELISA : Bibi, syukurlah aku bertemu denganmu. Bibi masih ingat denganku, aku Elisa Bi.


ZOYA : Ouh, iya tentu saja. Eh? kamu bisa bahasa asing?


ELISA : Iya bi, dikit-dikit masih belajar sih bi. Belum fasih betul, masih harus mengolah ya kembali.


ZOYA : Tidak apa-apa belajar kan tidak harus langsung bisa, ini aja sudah bagus. Ouh, ya tadi ada perlu apa?

__ADS_1


ELISA : Bi aku butuh bantuan bibi, aku mau minta tolong. Apakah bisa bibi membantu ku, untuk mencarikan 3 bahan yang ku butuhkan.


ZOYA : Apa yang kamu butuhkan nak?


ELISA : Telur ayam, madu lebah dan jeruk lemon, aku membutuhkan itu bi.


ZOYA : Kalau telur ayam, ada di penakaran ayam. Kalau lemon kamu tinggal metik di kebun, dan kalau madu seperti akan sulit kita dapatkan kalau beli juga akan datang seminggu. Memang buat apa semua bahan-bahan itu nak?


ELISA : Menurunkan panas di tubuh, saya akan mencoba untuk mengunakan bahan-bahan itu.


Tak jauh terlihat oleh Glenn dan Zever yang sedang berjalan untuk menuju tempat latihan. Elisa yang akan pergi dengan Zoya langsung ditahan oleh kedua pria tersebut, karena melihat Elisa yang panik.


"Ada apa nyoya Elisa, apakah ada masalah?" tanya Glenn.


"Tidak ada, hanya saja aku membutuhkan 3 bahan untuk menurunkan demam mas Andre, dan aku akan pergi mencarinya sekarang?" ucap Elisa yang langsung mengandeng tangan Zoya akan meninggal dua pria tersebut.


Glenn menahannya, karena Glenn ingin membantu jika itu memang bisa meringankan beban pekerjaan nyonyanya.


"Katakan apa saja bahan yang anda butuhkan sebagai obat bagi tuan, saya akan temukan bagaimanapun caranya" ucap Glenn yang langsung menatap wajah Elisa agar mempercayakan tugas tersebut padanya.


"Apakah kamu yakin?" elisa sebenarnya tidak mau merepotkan orang lainnya tapi Glenn sangat menyakinkan.


"Serahkan saja tugas itu padaku, apa saja itu" ucap Glenn.


"Baiklah, hmph! Telur, madu dan lemon apakah bisa kamu dapatkan" ucap Elisa yang langsung menatap penuh harapan.


"Laksanakan perintah untuk melakukan pencarian, silakan anda kembali saja ke ruangan jaga, untuk merawat Tuan. Biar tugas itu saya yang akan mencarinya, jika ada bahan yang anda butuhkan lagi, anda bisa menghubungi saya kembali, jadi nyonya tidak usah khawatir kembalilah di samping tuan, saya akan datang setelah mendapatkan 3 bahan tersebut" ucap Glenn yang dengan keyakinan dalam dirinya.


Zever hanya diam saja, masih tak bisa mengerti apakah benar jika wanita yang ada di hadapannya itu benar-benar bisa pakai bahasa asing.


ELISA : Bibi Zoya terimakasih yah sudah mau membantu ku, sepertinya saya harus kembali ke ruang rawat karena kasihan sama paman Keyshu, pasti sudah lelah harus menjaganya setiap saat, aku lihat tadi wajahnya seperti tidak istirahat. Di usia seperti ini seharusnya banyak-banyak istirahat, dan makan yang teratur, aku pergi sekarang ya bi.


ZOYA : Iya Silakan, apa yang kamu katakan itu nanti kamu sampaikan saja sendiri padanya, tua bangka itu tidak akan dengar jika aku yang bicara dengannya.


Elisa hanya tersenyum mendengar hal itu, lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke sisi suaminya yang sedang terkapar tak berdaya dikasur.


"Maaf paman keyshu, telah menunggu lama. Paman mulai dari sini biar saya saja yang menjaganya, silakan paman lebih baik istirahat saja dahulu" ucap Elisa yang menyuruh Keyshu yang terlihat lelah itu untuk segera istirahat.


"Apakah kamu telah dapatkan bahan yang kamu minta nak?" Keyshu mengabaikan apa yang di katakan oleh Elisa.


"Belum, katanya Glenn akan mendapatkan bahan yang aku minta itu, jadi aku kembali segera karena aku khawatir pada paman" ucap Elisa yang langsung menganti air kompres dengan air yang baru.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Minggu 6 November 2022.

__ADS_1


__ADS_2