PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
189. Jalan-jalan Malam.


__ADS_3

Berada di dalam kamar, Elisa yang saat ini sedang berada di dapur setelah belanja banyak banget bahan dapur dan alat masak lainnya, karena mereka sudah hari kedua menempati rumah tersebut, karena masih tinggal berdua, tanpa ada asisten rumah tangga. Semua elisa kerjakan sendiri, beres-beres rumah juga hanya di bantu sang suami Andre.


"Kamu baru selesai mandi?" Tanya Elisa yang melihat tubuh Andre yang masih agak basah.


"Iya, gantian gih. Itu biar mas aja yang bereskan, kamu mau masak menu apa buat makan malam?" tanya Andre seraya merapikan bahan-bahan ke lemari pendingin.


"Kita gak usah masak deh! Beli aja yuk, pengen pecel bebek deh mas." ucap Elisa yang langsung menatap wajah suaminya.


"Iya udah, kamu mandi dulu saja. Terus kita siap-siap pergi ke tempat jualannya." ucap Andre yang langsung menyuruh Elisa segara pergi.


"Iya." bergegas naik ke lantai atas untuk bersiap-siap.


"Kita langsung otw setelah kamu selesai mandi sayang." perjelas Andre yang saat ini memasukan bahan-bahannya.


"Iya mas." jawab Elisa yang sudah naik ke tangga.


Berada dia dalam mobil, Elisa yang sekarang sibuk sekali mencari sesuatu di dalam tasnya. "Kamu cari apa sih, dari tadi sibuk banget."


"Dompet, kayaknya aku lupa bawa deh mas. Masih di tas jinjingan bahan makanan itu loh, kamu lihat gak!"


"Yang ini." Menyodorkan sebuah dompet segiempat warna hitam.


"Ouh iya, aduh untung kamu bawa." jawab Elisa yang bersyukur.


"Hmph, kamu ini ceroboh sekali." ucap Andre yang masih fokus ke jalan.


"Ya namanya juga manusia mas, kadang bisa lupa." jawab Elisa yang membela dirinya.


"Iya deh! Jadi kita makan dimana?" tanya Andre memastikan lokasinya.


"Di dekat taman aja mas, sambil lihat air mancur keren kayaknya."


Tanpa basa-basi lagi mereka akhirnya pergi ke taman kota, disana agak ramai karena bersamaan dengan pasar Minggu. Andre mencari area parkir, setelah menemukan yah dia langsung mematikan mesin.


Banyak sekali jajanan disana, Elisa langsung terpikat sama bakso yang tak jauh dari tempat parkir.


"Lah, ini... Langsung ngilang tadi tujuannya mau beli pecel bebek aja, malah mampir di tukang bakso." ucap Andre yang mencari sang istri malah sedang pesan bakso.


"Mas sini, makan bakso pakai lontong sayur enak." ucap Elisa yang menarik sang suami.


"Kamu pakai mie gak!" tanya Elisa kembali.


"Nggak deh, bakso aja." ucap Andre yang langsung duduk di tempat.


Elisa langsung melihat jajanan lainnya, ia malah hilang mencari jajanan lainnya. Andre yang awalnya sibuk dengan hp, malah sibuk mencari Istrinya.


"Lah, hilang kemana lagi dia. Astaghfirullah, beli apa lagi sih itu." ucap Andre yang melihat istrinya sibuk mampir sana mampir sini, beli macam-macam jajanan di pasar malam itu. Andre tak mau ikut, ia kembali lagi ke tempat, sambil lesehan karena di dalam tenda sudah penuh banyak orang-orang makan.


"Ih, kok di luar mas. Lesehan lagi, kamu gak apa-apa kalau harus duduk kayak gini." tanya Elisa yang langsung ikutan duduk disana.


"Di dalam penuh, jadi mas keluar lagian enak di luar kan." ucap Andre yang saat ini melihat ke depan.


"Kamu gak malu, cowok ganteng makan lesehan. Mana pesenan nya, belum di layanin?" ucap Elisa yang bermesraan.


"Ngapain malu sih, orang kita gak ngapa-ngapain kan. Belum di antar, kamu beli apa sih yang. Kok banyak banget, perut kamu bisa meledak loh kalau banyak makan gitu, terus bakso gimana?" Andre melihat banyak sekali yang di bawa Elisa, jajanan berbagai macam.


"Hmph! Mas, tenang aja perut aku masih muat kok, ini semua buat di rumah. Buat nyemil sambil nonton, kan di rumah ada tv full drama. Ih, suami aku pengertian deh! Tahu kalau istrinya suka nonton drama, dan film. Langsung di pasang full drama Asia dan India. Terimakasih yah suamiku, Love you." ucap Elisa yang manja.


"Hmph, kalau ada maunya aja kayak gini kamu." ucap Andre yang matanya sinis.


"He he he... jangan lah engkau merajuk sayangku."


"Terus akan kamu makan semua ini hah?" tanya Andre.


"Iyalah, terus masa aku lempar kamu ini ada-ada aja deh!"


"Astaghfirullah, kamu ini yah. Jangan maruk kayak gitu sayang. Gak baik, emang nanti itu semua akan kamu habiskan, hah!" ucap Andre yang khawatir.


"InsyaAllah, akan habis mas." Menyakinkan sang suami.

__ADS_1


"Awas loh yah kalau gak habis, mas mah akan marah." ancaman Andre.


"Habis kok, tenang aja. Mas aku mau ke kamar kecil dulu ya, kebelet nih. Dimana yah, aku lupa?"


"Mau di antar gak?" tawaran Andre.


"Nggak usah, kamu tunggu aja disini. Aku bentar kok, mau pipis aja." ucap Elisa yang langsung bangkit dari tempat.


"Kayaknya sebelah sana deh! Itu dekat parkiran motor, aku tadi lihat ada tulisan toilet." ucap Andre yang menujuk kearah parkiran.


"Iya udah aku kesana dulu yah mas, aduh udah kebelet banget nih." ucap Elisa yang Sambil jalanya merapat.


"Ada-ada aja deh!" Seraya geleng-geleng kepala, ngeliat kelakuan sang istri.


Saat Andre sedang menikmati makan bakso sambil melihat wara-wiri orang, karena hari sudah malam jadi dia aman. Terlihat dari jauh ada Try, dan keluarganya juga datang kesini untuk jalan-jalan.


"Dre, kamu juga ada disini?" sapaan Try, yang langsung ke dua anaknya senang melihat om ya itu.


"Om Andre." seraya memeluknya dengan erat, Andre sangat senang melihat kedua ponakan itu.


"Ou, kalian juga datang. Mau ngapain nih, pasti main iya kan?" ucap Andre yang menegur dua anak kecil itu.


"Iya. Ini mau lihat kembang api sama air mancur, om." jawab Erlan.


"Om sendiri sedang apa disini, Om datang sendirian yah?" Tanya Kia.


"Nggak dong! Om datang sama Tante Elisa kok." ujar Andre.


"Terus Elisa mana dre?" tanya Try yang tak melihat Elisa ditempat.


"Iya om, tante mana om." Tanya Kia.


"Ada kok, lagi di kamar kecil." ucap Andre yang mengiyakan nya.


"Kirain kamu datang sendirian kesini." ucap Try yang langsung duduk di samping Andre.


"Nanti aja om, kia mau lihat kesana dulu sama ayah." ucapnya seraya menujuk ke arah tujuannya.


"Iya udah, nanti kalau mau bilang yah?" ucap Andre yang senyum sama kia.


"Kak, masih lama gak istrimu? Aku belum pernah melihat dia, semenjak kakak menikah kok gak pernah di kenalin ke aku sih?" ucap Reva istri Try ini.


"Eh, iya yah. Aku juga baru ngeh, bentar lagi juga datang kok. Sini kamu duduk aja dulu, udah biarin si Try aja yang kesana. Kamu pasti capek, kamu udah makan Reva?"


"Udah kak, tadi di rumah." ucap Reva yang langsung ikutan duduk di samping Andre.


"Iya udah, mau minum?" tanya Andre pada istri Try.


"Nggak usah deh kak, aku kenyang banget nih, gara-gara habis makan terus langsung otw kesini, kalau gak di turutin si Kia dan erlan bisa ngamuk dirumah, pusing aku tuh."


"He-he-he, tapi anteng aja tuh sama ayahnya." ucap Andre yang sambil senyum-senyum.


Dari jauh sang istri yang baru saja kelar dari urusan yah, melihat sang suami yang duduk sama cewek lainnya agak cemburu, dan kesal.


"Baru juga di tinggal bentar, udah ada cewek genit aja tuh nyamperin suamiku. Aduh sih cowok juga gatel banget, cari kesempatan saat istrinya gak ada, bagus yah." ucap Elisa yang langsung jalannya aja emosional.


"Uduh bagus ya, baru juga di tinggal bentar udah dapat cewek baru aja. Mba, dia itu suami saya." ucap Elisa yang langsung duduk dengan tatapan matanya sinis.


He-he-he, si Reva malah ketawa melihat cewek yang tiba-tiba muncul malah marah-marah di depannya itu, Andre yang masih diam saja.


"Mas, kok kamu diam aja sih. Ouh senang yah, punya bini dua gitu hem!" ucap Elisa yang marah.


"Kak, ini istrinya?" tanya Reva yang melihat Andre yang sibuk makan bakso.


"Iya gimana lagi ya Reva, nggak aku akuin tapi dia yang aku mau. Jadi, mau gak mau aku harus ngakuin dia milikku." ucap Andre bangga yah.


"Ha ha ha... Aduh kakak ini lucu deh! tenang dulu mba, saya Reva. Istrinya Try Rochman, dia lagi di sana tuh sama anak-anak. Aku capek, terus kakak nawarin duduk disini."


Seraya menujuk ke arah Try, dan Elisa melihat memang ada Try disana. Langsung tertunduk malu, karena telah salah faham sama Reva. "Aduh maaf ya mba, aku gak tahu."

__ADS_1


"Ininih yang aku takutkan kak, istri kamu jadi salah faham kan sama aku. Lagian kakak kok gak belain aku sih, setidaknya kakak ngomong kek."


"Lagi asik makan, lagian kamu kan bisa jelas sendiri, toh Elisa beda kok sama cewek lainnya. Dia hanya akan negur saja, gak akan sampai jambak-jambak tanpa alasan." ujar Andre yang saat ini masih menikmati makan bakso.


"He he he... Sini mbak duduk dulu, maafin aku. Pas menikah dulu aku gak hadir, waktu itu aku lagi pulang ke rumah orang tuaku. Pas denger kak Andre udah nikah juga setelah Abang Try pulang dari luar negeri, sampai aku kesel sama kak Andre. Dia orangnya nyebelin banget deh!"


"Iya emang kayak gitu orang yah, aku juga sekarang nyesel bisa nikah sama dia, kok bisa-bisanya aku kepincut."


"Bukannya kamu kepincut sama aku, gara-gara aku sangat tampan kan." Sahut Andre membuat Elisa agak jengkel. Reva hanya ketawa renyah, karena baru kali ini dia mendengar lelucon Andre yang super cool tiba-tiba berubah kocak.


"Iya sih, sekaligus karena bujukan dia makanya aku kepincut." jawaban Elisa membuat Reva ketawa lagi.


"Udah, Lupakan itu. Sekarang dimakan baksonya udah dingin tuh, gara-gara kamu ke lamaan di toilet. Banyak orang kah, sampai lama?" tanya Andre yang mangkuknya sudah habis.


"Iya mas, aku sampai ngantri." ucap Elisa yang saat ini makan baksonya.


Beberapa menit kemudian, anak-anak dan try juga datang, karena acara kembang apinya belum juga dimulai tapi mereka sudah lelah berdiri. "Elisa, kamu udah ada disini aja." sapaan Try ramah.


"Eh iya dokter Try, ini siapa nih?" tanya Elisa yang sangat penasaran sama dua anak Kecil yang datang bersama dengan Try.


"Kakak Erlan, dan Dede kia. Sapa dan kenalan sama Tante elisa, istrinya om Andre." ucap Try mengajak anaknya untuk kenalan.


"Hallo Tante, nama saya Erlan. Ini adik saya namanya kiana, di panggil Dede Kia." jawabnya, sambil raut wajah sangat lucu membuat Elisa bangat gemes banget melihatnya.


"Ih lucu banget sih, kalian. Mas Andre nanti kita bikin yuk! Satu yang kayak gini, lucu benget loh mas. Gemes lihatnya." ucapan Elisa membuat Andre yang sedang minum sampai tersedak.


Uhuk uhuk uhuk...


"Aduh, kak pelan-pelan dong! Terbatuk-batuk gitu, gak akan ada yang minta minum kok." ucap Reva yang di samping Andre sambil menepuk-nepuk punggung Andre.


Reva dan Try yang mendengar dan melihat itu langsung cekikikan sendiri, melihat kelakuan mereka. "Hey nyonya Elisa. Emang kamu pikir, mereka terbuat dari tepung terigu yang di adonin, kamu ini ada-ada aja deh! Main dibikin-dibikin aja." ujar Andre yang agak kesal.


"Gitu tuh kalau di ajakin bininya, suka nyeleneh begitu, aku serius tahu gak!"


"Udah jangan ngomong hal-hal seperti itu di depan anak-anak, kamu ini kebiasaan deh!" ucap Andre yang minum air putri lagi.


"Lagian udah waktunya juga sih kak, kamu punya anak. Apakah kakak nggak iri sama kita yang sekarang udah punya 2 anak, terus temen-temen kakak juga pada nyicil anak." sambung Reva memanasi Andre.


"Nantilah aku kredit dulu." ucap Andre spontan membuat Try dan Reva tersenyum lagi.


"Ya elah kak, anak kok mah di kredit. Kontan aja sih kak, langsung bayar, ngapain nunggu kredit. Masa usia kak Andre itu udah masa tenggang, nanti kakak nggak bisa liat cucu loh." ucap Reva yang menjelaskan.


"Ya Elah mba Reva, mas Andre boro-boro kredit. Saldo aja udah pada habis, nggak dia isi. Kalau diisi suka aku yang harus minta duluan." sambung Elisa ajak kesel.


"Eh kok gitu, harus ada kerja samalah kak, masa semua harus kakak limpahkan sama mba Elisa." Pembelaan Reva karena sesama wanita.


"Tuh dengerin mas, kamu jadi mau ngisi saldonya nggak?" tanya Elisa pada suaminya.


"Iya nanti diisi, pakai tuh jajanan kamu. Lagian itu akan kanu bawa pulangkan. Nanti juga belendung." ucap Andre yang mengalihkan pembicaraan yah.


Try dan Reva langsung senyum-senyum saja, tak bisa berbuat apapun. Andre yang kekeh seperti itu dan sangat keras kepala.


"Tante ini apa?" Tanya kia.


"Kia mau sayang, nih di makan aja kalau kia mau." ujar Elisa yang menyodorkan jajan yang dia beli tadi.


"Ayah," kia malah minta persetujuan dari ayah ya dulu.


"Nggak apa-apa sayang, ayah kamu juga bolehin kok. Di makan aja kalau kia mau."


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Jumat 14 April 2023.

__ADS_1


__ADS_2