PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
65. Wisata Bawa Air.


__ADS_3

Persiapkan yang di lakukan oleh Andre untuk menghibur sang istri, agar tidak terlalu memikirkan soal apapun lagi, soal kejadian demi kejadian yang terjadi padanya selama ini.


Terlihat Andre sedang bicara pada seseorang di pinggir pantai dengan kapal selam yang super mewah itu, Elisa yang sudah siap-siap ingin menyelam dengan kapal selam yang di miliki Andre tersebut.


"Mas udah siap?" Tanya Elisa, yang saat ini sedang berbicara dengan nakhodanya.


"Sudah, cepat sini" ucap Andre yang menyuruh Elisa untuk mendekat.


Dengan sangat riang, Elisa menghampiri suaminya. Andre langsung saja mengajak Elisa masuk ke dalam kapal selam, di bantu oleh Andre yang berada di belakang.


"Wah keren, bagus benget di dalam juga bukan main dan abal-abal" ucap Elisa yang sangat senang.


"Tentu saja, duduk sini. Kamu akan bisa melihat dengan jelas, mas akan pakaikan sabuknya" ucap Andre yang membantu Elisa duduk di kursi penumpang.


Setelah semua siap, mesin di nyalakan lalu kapal tersebut langsung menenggelamkan ke dibawa air.


"Aaah, kita tenggelam. Wah! ikannya disini sangat cantik-cantik, Wah! lihat itu ikan apa keren-keren, kok semuanya bagus-bagus banget. Mas boleh ditangkap nggak, terus kita bawa pulang" rengekan Elisa.


"Emang buat apaan?" Andre yang kebinggungan sama permintaan istrinya itu, ikan jika di bawa ke rumah bisa tidak hidup lagi.


"Iya buat hiasan Mas, taruh di akuarium atau di empang gitu" ucap Elisa yang membuat Andre tersenyum geli dengan tingkah polos Elisa tersebut.


"Sayang ikan yah nanti bisa mati jika seperti itu, jangan menyiksa mahkluk hidup. Kamu ini ada-ada aja permintaan yah, masih iya kamu mau nangkap ikan cuma taruh di empang" ucap Andre yang menggelengkan kepalanya.


"Iyakan untuk hiasan aja, di ruang tamu itu loh mas. Boleh ya mas, ikannya bagus-bagus gitu, cantik warnanya. Sangat cerah-cerah, mas ayolah. Boleh ya ditangkap. Mas!" rengekan Elisa yang sangat manja dengan suaminya.


"Sayang gimana cara nangkapnya, kita kan sekarang ada di dalam kapal selam, terus kamu nggak bisa nyelem, gimana dong!" ucap Andre.


"Hmmm- Yah, suruh orang aja Mas. Buat nangkap ikannya, ayo lah mas tangkapin. Yah mas, ya ya ya ya mau ya. Katanya apapun jika Elisa minta, yah tinggal ngomong aja, sekarang mas gak mau menerima permintaan Elisa, Elisa ngambek nih! Mas bohong yah sama Elisa kalau semua permintaan Elisa akan di turuti jadi nggak usah ngambek, sekarang kok gak di kasih" ucap Elisa yang meminta janji Andre.


Andre hanya bisa pasrah dan menghela nafas dalam-dalam, tanda ia tak berdaya di hadapan istrinya tersebut.


"Yah apalah dayaku, kamu menang" ucap Andre yang sangat pasrah.


"Jadi gimana dengan permintaan Elisa tadi, di kabulin gak?" tanya Elisa yang minta janji.


"Iya deh! iya, apa sih yang nggak bisa aku tolak dari ratuku ini" ucap Andre yang sangat pasrah.


"Yeeeh! Makasih ya maskusay. I Love You!" Ucap Elisa seraya mencium pipi Andre.


"Hmmm kalau ada mau ya aja bilang I Love you. Kalau gak ada! ngambek tujuh turunan, delapan tanjakan, sembilan tikungan, sepuluh jurang" ucap Andre yang frustasi dengan permintaan Elisa.


Melihat banyak sekali jenis ikan Elisa tak bisa membohongi jika dirinya sangat menyukai pantai tersebut. Andre yang langsung menyuruh orang untuk menangkap 1 setiap jenis ikan yang berbeda yang ada dilautan tersebut dan di bawa kerumahnya, mereka semaksimal mungkin agar ikan itu tidak mati saat sampai di rumah Tuannya.


Keesokan paginya, Andre yang bekerja seperti biasa di rumah sakit untuk menyelesaikan tugas ya selalu tertunda itu membuat dia lebih memfokuskan dirinya pada tugas-tugas yang sudah menumpuk tersebut.


Elisa yang di suruh mendatangi suatu tempat oleh Glenn untuk memilih pengawal pribadi untuk melindungi dirinya, agar kejadian waktu itu tidak terjadi lagi. Atas perintah Andre Glenn membawa Elisa ke markas seleksi, Para pengawalan yang telah lulus dari akademi militer di bawa naungan Zever dan Xeverio akan di pindahkan ke markas milik Andre cabang Indonesia.


"Glenn, kamu ingin bawa aku kemana sih. Ini tempat apaan, kenapa kamu membawa ku kesini?" Elisa yang sangat kebinggungan dengan tempat tersebut.


"Ini perintah langsung dari Tuan!" ucap Glenn yang berjalan di depan Elisa.


"Tapi mas Andre tidak bilang apa-apa padaku tadi, kamu jangan bohong Glenn" Elisa yang sangat tidak mengerti dengan tingkah laku para pria tersebut.


"Silakan saja anda menghubungi Tuan langsung nyonya, jika saya di kira bohong" ucap Glenn yang berhenti berjalan, dan langsung menatap nyonya yang saat ini masih tidak mempercayai dirinya.


"Oke deh! bentar aku hubungan dia dulu" ucap Elisa yang mengambil hp dari tas kecilnya.


Tut Tut Tut


"Ayolah di angkat, kenapa lama bener di angkatnya" Dumalan Elisa sambil mengigit bibir bawahnya.


Elisa terus saja mencoba untuk menelfon Andre, tapi selalu tak di angkat oleh Andre. Ternyata Andre sedang keliling ke ruang-ruang pasien untuk pengecekkan kondisi pasien.


"Tidak di angkat, hmm- kebiasaan. Pasti dia melupakan hpnya di suatu tempat, sudahlah aku akan percaya dengan apa yang kamu katakan, lagian kamu kan kaki tangan mas Andre, mana mungkin akan mencelakakan diri ku, yuk!" ucap Elisa yang sekarang jalan di depan Glenn.

__ADS_1


Glenn tak sadar melebarkan bibirnya, seutas senyum tipis terlihat di wajah Glenn yang tampak selalu garang dengan wajah maskulinnya.


"Nyonya, lewat sini" ucap Glenn yang menyuruh Elisa mengikuti arahan.


"Iya baiklah, lewat sini" ucap Elisa mengulangi kata yang di katakan oleh Glenn.


Sampai di suatu tempat, di bawa terlihat dari balkon di dalam tempat banyak orang sedang latihan fisik seperti push up, latihan otot, tinju dan banyak lagi.


"Waaah! ini apa? tempat fitness?" ucap Elisa yang asal tebak saja.


"Ini markas Neptunus, milik Tuan Andre. Mereka adalah para pengawal yang akan siap kapan pun jika di tugaskan, Tuan ingin anda memiliki pengawal pribadi. Agar bisa melindungi anda sendiri, makanya anda di suruh datang kemari untuk memilih sendiri pengawal yang sesuai dengan pilihan anda nyonya" Penjelasan Glenn.


"Ouh gitu, tapi aku tak butuh pengawal Glenn. Tapi ngomong-ngomong kenapa tiba-tiba dia ingin aku harus punya pengawal, apakah karena kejadian kemarin?" ucap Elisa yang menebaknya.


"Karena ini adalah perintah langsung dari Tuan, saya tak bisa menjelaskan. Biarkan Tuan yang berhak untuk menjelaskan tentang ini sebagai pemeran, maafkan saya nyonya" ucap Glenn yang menunduk tanda kesopanan.


"Iya aku tahu, kamu hanya menjalankan tugas" ucap Elisa yang tak enak hati telah membuat Glenn susah.


"Baiklah mari turun nyonya untuk memikirkan matang-matang siapa yang akan ada pilih, lewat sini" ucap Glenn yang menyuruh Elisa untuk menuruni tangga.


"Iya terimakasih" ucap elisa yang berjalan sangat hati-hati untuk menuruni tangga.


"Sebenernya aku tak butuh pengawal, tapi kenapa dia tiba-tiba melakukan hal ini, kasihan jika harus ada yang terluka lagi seperti Aoda dan yang lainnya" Ucap Elisa.


"Nyonya! Ini adalah perintah langsung dari Tuan, aku tak bisa menolaknya. Anda lebih tahu jelas tentang bagaimana Tuan, jika apa yang dia minta tak di penuhi, nyawa kami dalam bahaya nyonya. Jadi tolong kami nyonya, mohon bantuannya" ucap Glenn.


"Iya kau tenang saja aku di pihak mu, dan akan bertanggung jawab atas nyawa kalian. Glenn tunjukan keaktifan dan keahlian mereka, jika seperti ini aku akan sulit untuk memilih" ucap Elisa.


"Baiklah Nyonya, saya akan kumpulkan mereka semua di hadapan anda. Di mohon tunggu sebentar, anda mau bersabar nyonya" Ucap Glenn pada Elisa.


Di sisi lainnya ada Andre yang saat ini di sibukkan dengan berbagai pasien yang sedang menjalani pengobatan dan pemeriksaan eklusif dari Andre sendiri, karena ada jaminan pemeriksaan secara intensif oleh Andre.


Di belakang Andre selalu ada Dokter-dokter junior dan Dokter penanggung jawab setiap pasien yang mereka tangani, Andre juga selalu menseleksi Dokter mana yang kerjanya baik dan benar. Jika masih ada yang salah dan kurang, maka mereka akan di kirim ke akademi kesehatan, untuk menjalani pelatihan medis khusus dan mendapatkan pendidikan kembali dari awal semester, agar mereka bener-bener faham soal medis, mereka akan mendapatkan juga kelas kesehatan khusus di bidang medis masing-masing.


"Try !" Panggilan yang sangat khas, langsung saja Try melihat siapa yang memanggilnya itu.


"Ouh! ternyata kamu, ada apa?" tanya Try yang heran karena Andre memanggilnya.


"Kamu sedang pengecekan?" tanya Andre basa-basi.


"Sudah tahu malah nanya, kan kamu uang memberikan tugas ini" ucap Try agak kesal.


"Iya juga si" ucap Andre yang binggung mau mulai dari mana untuk mengatakan ucapan pertamanya.


"Ada apa? katakan saja apakah ini ada hubungannya soal kemarin?" tebak Try yang tepat.


"Wah kamu bener-bener cenayang, bisa menebak dengan baik" ucap Andre yang mulai bercanda.


"Sudah katakan apa yang ingin kamu tahu dari ku" tanya Try yang tidak mau berteleh-teleh.


"Iya sih ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin. Bagaimana keadaan Rudi, apakah dia baik-baik saja?" Andre yang sangat khawatir.


"Iya dia baik-baik saja, di hari itu juga dia sudah langsung pulang kerumahnya, memang siapa yang mengancam mu itu. Lalu apakah ada hubungan dengan ANDRILOS?" tebak Try.


"Entahlah, aku tak tahu. Tapi dia minta pulau Maximus, dia sepertinya orang yang baru, karena wajah tidak terlalu familiar" ucap Andre yang memang tidak mengenalnya.


"Hah! pulau itu, bukankah itu pulau di huni oleh banyak orang, disana kan adalah markas Zever dan Xeverio" ucap Try yang tahu soal itu.


"Iya, makanya aku tak akan memberikan hal itu padanya, karena di sana ada hampir 10.000 orang yang tinggal. Tak mungkin aku memberikan pulau itu pada orang asing yang telah menculik istriku hanya untuk negosiasi soal pulau, Cih! dia ingin membuat ku mengalah dengan menculik istriku" Andre agak kesel dengan hal tersebut.


"Iya juga sih, lalu kamu apakah dia. Jangan biarkan dia pergi dengan lolos, Dia pasti akan kembali lagi nantinya" ucap Try.


"Ya apa lagi, kau sudah tahu jawabnya kenapa masih mempertanyakan soal itu, tentu saja selain menghancurkan bibit ancaman, mana ada lagi orang bodoh seperti itu" ucap Andre yang agak kasar.


"Kau benar-benar kejam kak, kau bagaikan dua mata pisau yang berbeda, sisi baik dan jahat" ucap Try yang agak ngeri jika mengingat soal kakaknya di juluki sebagai, Devil The Doctor.

__ADS_1


"Sudahlah jangan bahas hal itu, ini masih di rumah sakit. Lebih baik kamu kerjakan tugasmu, mana data yang ku minta kemarin apakah kamu sudah siapkan" ujar Andre.


"Sudah, ada di ruangan. Aku tak membawanya, biasanya juga selesai jam makan siang aku berikan, sekalian dengan beberapa dokumen penting lainnya" Ujar Try.


"Baiklah ku tunggu laporan mu itu. Aku duluan, masih harus mengecek keadaan lainnya, permisi" ucap Andre yang langsung mengambil jalur lainnya setelah di pertigaan lorong jalan.


Try hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena heran dengan tingkah Andre tersebut.


Di tempat lainnya Glenn sudah mengumpulkan semua anak buahnya, semua sudah berjejer sesuai urutan kelulusan masing-masing, mereka semua dengan tubuh kuat yang atletis. Elisa langsung tertarik dengan seorang wanita dianggota pengawal, ada dua wanita di sana.


"Ouh! ada wanita juga yang mau jadi pengawal, kerjaan ini berat loh" ucap Elisa yang memberi nasehat.


"Siap kami akan bertanggung jawab, dan siap dalam keadaan apapun tanpa paksaan" ucap mereka berdua dengan kompak.


"Siapa nama kalian?" tanya Elisa.


"Siap, saya Kemilper 008. Nomer urut 3330"


"Siap, Saya Kemilper 101. Nomer urut 2290"


"Eeeh! apa itu?" Elisa kebinggungan dan langsung menatap Glenn.


"Nyonya itu adalah nomer panggilan mereka, dan nomer urutan kelulusan seleksi tahap akhir mereka" penjelasan Glenn.


"Bukan itu yang aku tanyakan, aku ingin tahu nama mereka" Elisa yang ingin tahu mana lengkap mereka.


"008 dan 101, nyonya ingin tahu kalian lebih jauh. Jadi perkenalkan diri kalian masing-masing, tentang siapa nama asli kalian dengan baik" ucap Glenn dengan tegas menekankan.


"Siap Komandan. Perkenalkan Nama saya Tyana Ayana Kaputri, saya tinggal di Solo salam kenal Nyonya" ucap Tyana.


"Iya salam kenal Tyana" ucap Elisa yang sangat senang.


"Siap nama saya Cut Melinda Kenara. Dari Aceh salam kenal Nyonya" ucap Melinda.


"Salam kenal juga untukmu. Baiklah aku sudah putuskan untuk pilih mereka berdua, dan pria di ujung sana satu lagi pria di sana. Ouhnya! aku boleh pilih berapa pengawal?" Elisa yang berbicara bergantian.


"Sesuka hati anda, pilih semua juga boleh. Tapi, yang paling di khususkan hanya 5 orang yang boleh anda pilih untuk menjaga dan melindungi anda secara ekslusif" ucap Glenn.


"Aaah begitu, baiklah aku pikirkan dulu. Tetapi apakah mereka akan tinggal denganku" ucap Elisa yang kepikiran.


"Iya, mereka akan tinggal di sekitar anda, untuk mengawasi anda. Tapi, saat tidak ada Tuan di samping anda mereka yang akan melindungi anda dengan aman"


"Ouh jadi begitu cara kerja yah, okelah kalau begitu aku pilih, mereka berdua ini dan 3 pengawalan lainnya, harus lulus ujian dulu dariku, karena di sini mayoritas kaum pria maka mereka harus lulus seleksi dulu" ucap Elisa yang sudah lama tidak peregangan latihan fisik.


"Maksudnya nyonya?" Glenn kebinggungan.


"Berkelahi denganku untuk mengukur tingkat kemampuan mereka, sebelum aku memilih mereka" ucap Elisa yang langsung membuat semua kaget dengan apa yang di katakan oleh Elisa.


"Tapi nyonya, itu tidak di izinkan" ucap Glenn.


"Kata siapa? Mas Andre, biar aku yang urus masalah ini dengannya, suruh siapa dia milihkan pengawal padahal aku sendiri juga bisa berjaga-jaga" ucap Elisa.


"Baiklah terserah nyonya saja. Tapi ingat nyonya, jangan sampai anda melukai diri anda sendiri, tuan pasti akan marah" peringatan keras.


"Kamu tenang saja" Elisa menenangkan Glenn.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Senin 10 Oktober 2022

__ADS_1


__ADS_2