
Keesokan paginya Elisa yang sudah berada di bandara tersembunyi dengan Andre yang sedang menunggu pesawat dan pasukan Zever yang belum datang.
"Mas Andre, apakah ini akan baik? Kenapa kamu tidak ikut aku pulang juga" tanya Elisa yang khawatir.
"Masih banyak urusan yang harus aku lakukan di sini, lagi pula pekerjaan Andrilos juga masih menumpuk. Nanti setelah kamu sampai di rumah, besok atau lusa ya coba kamu pergi ke rumah sakit untuk cek kondisi disana. Apakah Try baik-baik saja mengurus segala keperluan di rumah sakit, karena kita sudah lama tinggal di negara asing" ucap Andre yang berpesan pada istrinya.
"Baiklah, akan aku cek nanti besok" ucap Elisa yang ingin membantu meringankan beban pikiran dan pekerjaan Andre walau sedikit yang bisa dilakukan.
Tak lama pasukan Zever datang, dengan pesawat pribadi milik Andre, akhirnya mereka pun terbang menuju Indonesia. Beberapa jam kemudian, mereka mendarat dengan selamat.
Saat keluar dari bandara, sekelompok orang sudah menunggu Elisa di luar dengan berpakaian rapi mereka membungkukkan badannya untuk memberikan hormat, tak lama seseorang akan maju mendekat tapi di halangi oleh Aoda dan Zever.
"Apa yang ingin anda lakukan, siapa kalian?" tanya Aoda yang sangat khawatir akan keselamatan nyonyanya.
Mereka lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa aneh, Elisa tidak mengerti apa yang dikatakannya. Lalu Zever yang maju, dan seperti menyuruh untuk bicara agak jauh dari Elisa.
Zever yang mengerti bahasa spanyol akhirnya berbicara dengan mereka, Aoda yang tidak mengerti bahasa, hanya diam dan fokus cuman melindungi Elisa. Setelah mereka selesai bicara, mereka pergi dengan sangat kesal. Zever hanya diam dan langsung membawa Elisa pergi dari tempat, tak banyak bicara Zever juga hanya diam. Elisa ingin bertanya apa yang mereka obrolkan tapi, takut jika Zever marah karena raut wajahnya sangar.
ELISA : Kak Zever, boleh Elisa tahu mereka siapa?Apa yang mereka mau, bisakah kakak katakan?
ZEVER : Nanti saja jika sudah sampai dirumah aku katakan, karena tidak baik untuk bicara dalam perjalanan.
ELISA : Baiklah, aku akan menunggu sampai kak Zever mau mengatakan sendiri padaku, jangan kakak tutupi yah.
Setelah itu Zever hanya bisa diam, tak banyak bicara lagi. Seakan-akan mulutnya terkunci rapat-rapat, tak banyak kata juga yang dia katakan.
Sebenarnya apa yang mereka katakan ya, apa yang mereka bahas. Sepertinya masalah semakin rumit, kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini, apakah aku bisa bebas seperti dulu lagi. Tanpa memikirkan keselamatan nyawa, kenapa sekarang setelah aku menikah kehidupan sehari-hari ku penuh dengan adrenalin, bahkan keberadaan ku menjadi ancaman bagi orang lain. Dumal Elisa dalam hatinya.
Setelah sampai di rumah, semua orang terkejut karena melihat Elisa pulang kediaman Arafif. Yusman sang ayah sampai melongo saat melihat putrinya berdiri di ambang pintu, siti sang ibu langsung memeluk erat-erat putrinya itu. Elisa sangat kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini, entah kenapa dengan semua orang sikapnya sedikit agak berubah.
"Ibu-Ayah. Ada apa? kenapa semuanya malah menangis seperti ini. Apakah Elisa membuat kesalahan, apakah semua baik-baik saja" ujar Elisa yang kebinggungan.
"Elisa, kamu baik-baik saja kan. Nak kenapa semuanya malah seperti ini, apakah disana kamu menjadi buronan. Sebenarnya apa yang telah kamu lakukan dinegara orang si nak, kenapa kamu nekat sekali. Jangan jadi jagoan seperti itu, inilah akibatnya" ucap ayah yang agak marah akan hal itu.
Sepertinya masalah yang terjadi di New York, ternyata sudah sampai di telinga orang tuanya, makanya mereka datang ke rumah Arafif untuk mengetahui kejelasan akan hal tersebut, tapi kebetulan Elisa malah pulang.
"Ayah, Elisa khilaf. Karena tak sadar melakukan hal itu menjadi masalah yang lebih besar seperti ini dan membuat Mas Andre lebih sibuk dari sebelumnya, aku tahu kesalahan ini tidak bisa dimaafkan. Tapi, Elisa berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membantu membersihkan nama Elisa, dan membantu Mas Andre untuk menyelesaikannya, Elisa juga sangat-sangat menyesali apa yang diperbuat saat itu."
"Sudahlah Pak Yusman semuanya sudah terjadi, dan semua sudah menjadi bubur tidak akan mungkin kembali menjadi beras, dan akan terulang kembali" ujar Arafif yang memberikan support agar Yusman merasa agak tenang.
"Itu bener pak Yusman, yang bisa kita lakukan sekarang adalah berdoa dan membantu Andre dan Elisa agar bisa keluar dari masalah yang melilit mereka ini, aku juga akan membantu Elisa untuk bisa menanganinya" sambung Monika.
Saat malam Zever yang keluar untuk merokok berdiri dihalaman depan sambil menatap keluar rumah, gerbang juga sedang terbuka karena banyak mobil yang berjejer disana.
ELISA : Kak Zever, sedang sibuk?
ZEVER : Tidak, hanya sedang meroko. Didalam sepertinya mereka sulit untuk menerima kenyataan dan keadaan mu sekarang ya, memang tidak mudah untuk menjadi nyonya ANDRILOS.
__ADS_1
ELISA : Seandainya aku bisa memutar waktu kembali, aku tidak akan membuat kesalahan yang cukup fatal bagi keluarga ku saat ini.
ZEVER : Tapi semua sudah terjadi, gak ada yang bisa terulang lagi.
ELISA : Iya kak Zever benar. Lalu bagaimana dengan keadaanku sekarang, tidak mungkin akan aman-aman saja kan, kak.
ZEVER : Lalu kau mau apa? Kamu mau membantu Andre dengan cara apa? untuk ikut berperang dengan mereka, lalu apakah kamu bisa menembak! Hanya ilmu beladiri yang kamu bisa itu, tidaklah cukup hanya bermodal itu. Cukup buat musuh jarak dekat, bagaimana dengan musuh yang jarak jauh. Sebelum kamu mengalahkan musuhmu kamu sudah di tembak mati dulu oleh musuh dari jarak jauh, makanya kamu jangan gegabah.
ELISA : Jadi aku harus bagaimana agar aku bisa membantu mas Andre, gak mungkin aku berpangku tangan saja, seperti ini kak Zever. Sedangkan semua masalah yang terjadi saat ini gara-gara aku. Tapi mas Andre yang harus menanggung semuanya, aku gak bisa melihat suamiku seperti ini.
ZEVER : Masuklah, ini sudah malam. Kamu harus istirahat, besok aku akan pulang ke New Zealand. Jadi tak akan ke markas rahasia jangan cari masalah lainnya, Andre cukup kerepotan saat ini karena ulahmu itu.
Ucapan Zever membuat Elisa semakin dibuat bersalah akan hal itu, Elisa hanya bisa menundukkan wajahnya.
ZEVER : Elisa, aku merasa kalau kamu ini cukup tangguh untuk mengatasi hal ini, dan menghadapi semuanya. Mungkin ini jalan dan takdir mu yang harus terjun secara langsung, jangan separuh jalan begini.
ELISA : Baiklah, jika kak Zever mau jadi instruktur ku. Mau mengajariku cara menjadi tangguh dan handal, aku mungkin akan bisa menghadapi semua tantangannya. Sesulit apapun itu, agar aku bisa membantu suamiku.
ZEVER : Jika begitu, aku akan tunda kepulangan ku ke New Zealand demi bisa melatih kamu menjadi seorang prajurit tempur yang bisa menjadi peluru bagi Andre. Itu jika kamu siap menerima semua latihan kerasnya, karena butuh stamina yang kuat untuk menandingi kekuatan musuh-musuh mu nantinya.
ELISA : Aku Siap! Kapan kita akan mulai, aku akan selalu menunggu perintah darimu guru.
ZEVER : Jangan panggil aku begitu, panggil biasa saja. Tak usah terlalu formal, besok kita sudah mulai.
ELISA : Baiklah, tapi agak siang ya. Karena aku di tugaskan untuk pergi dulu ke rumah sakit untuk mengecek kondisi disana, jika tidak mas Andre akan ngomel-ngomel lagi.
ZEVER : Baiklah, aku akan menunggu mu di tempat saja. Nanti alamatnya aku akan kirim pesan, sekarang masuklah.
ZEVER : Kamu hanya perlu hati-hati dan harus waspada. Karena bisa saja musuhmu datang ke sini, dan salah satunya bisa saja menyerang kamu secara dadakan. Lalu akan menutup semua jalanmu untuk kabur, jadi kamu harus bisa membaca pergerakan mereka. Nanti aku akan ajarkan semuanya, agar kamu bisa menghindari semuanya.
ELISA : Baiklah, apakah yang mereka omongkan ada hubungan dengan masalah di High House?
ZEVER : Iya, mereka menginginkan kamu untuk datang ke suatu tempat, dan menghadiri sebuah kumpulan bangsawan.
Keesokan paginya, Elisa yang sudah bersiap akan pergi ke rumah sakit dengan di temani oleh Aoda yang saat ini. Elisa yang mengendarai mobilnya sendiri, ya walau baru belajar hanya bisa lurus gak bisa berkelok atau menyelinap.
"Nyonya mending saya saja deh yang menyetir, kalau nyonya yang menyetir bukanya sampai tujuan dengan selamat. Malah masuk rumah sakit beneran, nanti tuan bisa marah lagi sama nyonya" ucap Aoda, alhasil saat lampu merah Aoda keluar dari mobil dan Elisa yang bergerak kesamping.
"Baiklah, aku gak mau menambah masalah suamiku yang lagi jauh" ucap Elisa yang menurut.
Sesampainya di rumah sakit, Aoda memarkirkan mobilnya di halaman agar lebih mudah untuk keluar, tidak masuk parkiran dalam. Terlihat juga Rudi yang baru datang akan memarkirkan lagi sepeda motornya dihalaman, tak lama juga kebetulan Try juga baru datang dari rumah, dan memarkirkan bersebelahan dengan mobil Elisa.
"Ouh, Elisa? kapan kamu pulang dari New York, apakah Andre tidak ikut pulang?" tanya Try yang baru keluar.
"Yo, Elisa. Nyonya Azzam kita ketemu lagi, udah lama gak ketemu kok kamu makin kurus ya, langsing banget kamu. Pasti kamu di sakiti Andre ya makanya kurusan, bikin kamu kepikiran dan mau tampil cantik agar Andre gak kepikat sama cewek lain, iyakan" candaan Rudi.
"Satu-satu dong tanyanya, kalian ini kalau ngomong suka barengan aku bingung mau jawab yang mana dulu" Ucap Elisa.
__ADS_1
"Iya iya, yaudah kita masuk yuk!" ucap Rudi yang merangkul Elisa.
Mereka masuk bersama, Rudi yang jalan sambil merangkul punggung Elisa dan jalan di depan. Try berada di belakang, melihat Aoda yang sedang memarkirkan mobil, Try mendatanginya.
"Aoda, apakah ada masalah yang sangat besar di New York?" tanya Try sangat penasaran.
"Aku tidak tahu detail ya, Tuan Andre sekarang di sibukkan karena masalah tersebut, lika-liku panjang jika aku ceritakan. Biar nyonya atau tuan saja yang menceritakan pada anda, saya tak punya hak" ucap Aoda.
"Baiklah, aku masuk dulu. Nanti aku tanyakan kepada Elisa saja, saya permisi" ujar Try.
Setelah urusannya di rumah sakit selesai, Elisa juga menceritakan semua yang terjadi di New York kepada Try, itu membuat Rudi juga sangat terkejut karena semua masalah terlilit pada Elisa.
"Lalu sekarang bagaimana masalahnya. Apakah kamu akan terus bersembunyi begini, mereka pasti akan terus mengejarmu dan Andre kan" ujar Try yang khawatir.
"Kenapa kamu bisa punya pikiran cetek dan gampang termakan omongan orang begitu, sampai terpengaruh akan ucapan orang dengan tidak jelas infonya, ginian akibatnya. Hingga tanpa sadar kamu telah bertindak konyol Elisa? Aku mengenalmu sejak kamu masih sekolah dulu, bahwasanya kamu itu anak yang paling pintar, dalam menangani sifat dan karakteristik orang. Bahkan kamu tidak terpancing oleh gosip yang tidak rill, kamu ingat gak saat ada gosip soal kepulangan Andre dari luar negeri untuk pertama kalinya, kamu gak termakan tuh sama omongan atau gosipnya, tapi kenapa kamu bisa tertipu oleh seseorang dan kamu malah ikuti apa yang dia katakan bisa terjebak masalah yang sangat rumit seperti ini" Amarah Rudi yang meluap-luap.
"Iya aku tahu itu kesalahan aku Mas, itu adalah kebodohan aku yang paling aku sesali saat ini, tapi gimana lagi Mas aku binggung. Saat itu pikir aku buntuh, aku pikir dengan cara itu aku bisa membantu mas Andre, untuk naik tahta. Tapi ternyata aku malah terjebak dan malah nambah banyak masalah bagi keberlangsungan dan kehidupan dia selanjutnya" ucap Elisa yang merasa bersalah.
"Lalu sekarang apa tujuanmu, apakah kamu mau kembali ke New York untuk menyelesaikan masalah yang belum tuntas?" tanya Try.
"Tapi Mas Andre nyuruh aku jangan melakukan apa-apa, cukup aku diam di rumah. Terus ikutin perintah selanjutnya dari dia. Tapi aku nggak bisa tinggal diem kayak gini, dan nunggu hasil. Sedangkan suami aku lagi berjuang menyelesaikan masalahnya sendirian."
"Iya lalu apa kamu punya rencana untuk bisa membantu Andre? Jadi mendingan kamu turuti aja apa yang dikatakan oleh Andre, toh kamu nggak punya jalan keluar lainnya."
"Iya sih dokter Try, aku emang nggak punya rencana yang kuat agar bisa bantu Mas Andre. Tapi aku nggak bisa berpangku tangan kayak gini, dan melimpahkan semua masalah dan kesalahan aku sama Mas Andre" ujar Elisa yang kebinggungan minta solusi.
"Tapi ada benarnya juga sih. Jika Elisa terus menerus sembunyi dan kabur-kaburan menghindari semua masalah yang dihadapi. Maka Elisa tidak akan pernah bisa berubah, dan tidak bisa menyelesaikan setiap masalah yang dia lakukan, yang dikatakan oleh Elisa ada benar juga. Kalau kita hanya diem aja terus Andre berjuang sendirian di sana, nggak ada yang bantu. Gimana dia bisa menyelesaikan masalah yang ada, Elisa tidak akan bisa berkembang dengan baik toh kalau Elisa terus saja kabur-kaburan begini dan tidak mau menghadapi masalahnya sendiri maka tidak akan pernah selesai."
Rudi mendukung keputusan Elisa yang bertindak secara dewasa, untuk menghadapi masalahnya sendiri. Walau ditentang oleh try tapi Rudi sangat percaya, jika Elisa bisa menyelesaikan masalahnya yang telah dia lakukan.
Setelah perbincangan dengan Try dan Rudi, barulah Elisa menemukan titik temu agar bisa merancang sebuah rencana yang tepat dan tepat, ia juga baru teringat kalau dia memiliki janji dengan orang lain yaitu zever, untuk latihan. Bergegaslah Elisa pergi ke alamat yang dikirim oleh zever, melalui pesan hip hp.
Saat Elisa akan pergi tiba-tiba dihalaman parkiran dia dihadang oleh beberapa orang, mereka datang dari asosiasi ke bangsawan yang sengaja mengirim perwakilannya untuk menyampaikan sesuatu pada Elisa, terkait tentang penobatan Andre yang menolak adanya pendamping kepemimpinan, karena dia ingin hanya Elisa yang menduduki posisi itu.
Elisa yang akan pergi menemui Zever jadi kepikiran apa yang di katakan oleh perwakilan kongres, mereka dari Anggota keluarga kepemimpin ANDRILOS, mengatakan jika Elisa harus ikut serta dalam perayaan debut para wanita kalangan atas.
Awalnya Elisa menolak, lalu ia ingin minta izin pada suaminya karena tidak mau melakukan keputusan sendiri karena takut terjadi hal buruk kembali, yang akan menimpanya lagi.
"Aku binggung kenapa mereka malah ingin aku datang ke acara itu ya mas, padahal aku bukan dari kalangan keturunan bangsawan, apa lagi aku juga bukan pemimpin dari bangsawan. Kenapa mereka mengundang ku untuk datang ke acara debut para wanita terhormat, debut itu apa?" tanya Elisa melalu video call.
"Sayang, kamu harus waspada ya. Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya mereka mau dari kita, sepertinya ada yang tidak beres, dan aneh dengan hal itu, pasti ada tujuan dibaliknya" ujar Andre yang juga mulai sangat curiga.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Rabu 23 November 2022.