PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
90. Cerita Masa Lalu.


__ADS_3

DOR DOR DOR DOR DOR


DOR DOR DOR DOR DOR


Itu suara senjata api yang di layangkan oleh seseorang yang saat ini mengendong anak laki-laki di pelukannya, ia kebingungan bagaimana untuk menyelamatkan anak tersebut. Lalu ia teringat lubang yang di buatkan temannya untuk persembunyian mereka, ia langsung berlari menuju tempat yang di ingatnya.


Sebanyak apapun senjata telah di luncurkan oleh pria ini, tetap saja mereka terus berdatangan dan masih banyak saja, seorang anak laki-laki bersembunyi di suatu lubang yang di buat oleh pria dewasa.


...BAHASA ITALIA...


...----------------...


"Tuan muda, tunggu di sini jangan keluar dari sini sebelum paman datang lagi. Tunggulah sampai suara tembakan tidak ada lagi, jangan bersuara yah di sini anak manis, paman akan segera datang kembali, sebelum botol susu ini habis" ucapnya menutupi seorang anak kecil dengan papan kayu dan menutupi dengan semak-semak.


Anak itu hanya diam dan menuruti apa yang di katakan oleh si pria tersebut, seraya memberikan 2 botol susu dan mainannya. Anak itu tak bersuara atau menangis dalam kegelapan, dia percaya akan bertemu kembali dengan pengasuhnya. Sampai suara tembakan itu hilang, anak itu juga sudah kehabisan susu di botolnya. Tapi, pria yang meletakan ya di sana belum juga kembali.


Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya, Balita yang berusia 13 bulan berjalan dengan kaki mungilnya menyusuri hamparan mayat yang berserakan dan betapa kagetnya dia ternyata kampung halaman itu sudah berubah menjadi pemakaman masal, banyak mayat yang berjatuhan di mana-mana. Kaki mungilnya berjalan menyusuri mayat-mayat sudah ada yang membusuk, bau darah juga sangat menyengat.


Lalu langkahnya terhenti pada seorang pria yang terkapar di sebuah pohon dengan seorang wanita, iya dia adalah pengasuh dan istrinya yang sudah tidak bernyawa.


"Paman, bibi... Susu, abis" ucapnya polos, tapi saat ini mereka tak bergerak sama sekali akhirnya karena dia lelah, ia tidur di samping pasangan mayat itu hingga datanglah tim penyelamat. Menemukannya yang masih hidup, dan langsung di bawa ke suatu tempat


"Komandan, anak ini masih hidup" ucap teriakannya.


"Cepat selamatkan dia, bawa pergi dari tempat" ucapnya memerintahkan anak buahnya.


Karena kehabisan makanan dan susu anak yang tidak makan dan minum selama tiga hari itu sudah mulai terkulai lemas, sang dokter pun mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan. Dialah dokter militer yang cukup hebat, KEYSHU HARUKI. Istrinya yang baru saja melahirkan seorang anak laki-laki memiliki susu yang sangat melimpah, akhirnya ZOYA MITHARASHI membagi susu ASI-nya untuk sang anak yang usia baru 13 bulan.


"Anak ini sangat hebat dan sangat kuat, di ladang mayat seperti itu dia masih bisa bertahan, padahal disana ada hamparan mayat. Malah terduduk dan bisa tertidur dengan sangat nyenyak, tanpa adanya makanan dan minum selama berhari-hari. Syukurlah dia langsung kita temukan, dan kembali membaik, terimakasih ya Zoya, kamu mau membagi ASI mu" ucap Keyshu.


"Apa yang kamu katakan, dia hanya anak kecil lagi pula aku senang bisa membantu anak ini. Dia sangat memprihatikan, orang tuanya sudah meninggal" ucap Zoya.


"Belum tentu, karena tempat itu adalah tempat perdagangan anak internasional. Tempat ilegal, anak-anak disana hasil dari penculikan, kita belum menemukan siapa orang tua kandungnya" ucap Keyshu.


Komandan militer yang sedang sibuk mencari semua info sekaligus mencari identitas dari anak yang mereka temukan, untuk mengetahui apa saja yang terjadi. Anak kecil itu langsung dibawa ke pusat pelindung anak-anak, tapi anak itu malah tidak mau lepas dari pelukan Keyshu.


Tak tega juga Keyshu memohon pada komandan untuk merawat anak tersebut, akhirnya di izinkan. Keyshu membawa kembali anak itu kerumahnya, Zoya menerima keputusan sang suami yang membawa anak itu kembali kerumahnya, Zoya sangat senang putranya memiliki saudara.


Beberapa bulan kemudian, komandan mendatangi kediaman Keyshu kembali menanyakan kabar sang anak. Sekaligus memberitahu jika kedua orang tuanya telah di temukan, dan ingin menjemput anak tersebut. Tapi, karena Keyshu sudah telanjur menyayangi anak tersebut seakan tak tega untuk melepaskan sang anak.


"Apakah kamu sudah temukan identitas anak itu, aku melihatnya tampak berbeda dari suku tersebut. Lalu dimana orang tua anak itu sekarang, jika identitasnya telah di temukan maka aku rela untuk melepaskan anak itu. Tapi di garis bawahi jika anak itu mau ikut dengan orang tuanya, aku akan melepaskan anak itu" Ucap Keyshu yang sangat berat baginya harus berpisah.


"Dia ada di sini, itu mereka" ucap komandan yang memperlihatkan sepasang suami Istri yang tidak asing bagi Keyshu.


"Arafif, dan Monika kalian?" ucap Keyshu yang kaget ternyata mantan juniornya di universitas datang dengan membawa istri SAH ya.


"Kak key, maaf sudah merepotkan Anda. Terimakasih sudah merawat Andre dengan baik. Syukurlah dia di temukan oleh kalian, dan di rawat juga oleh kalian" ucap Monika.

__ADS_1


"Anak itu? Apakah anak kalian?" ucap Keyshu yang tidak mempercayai hal tersebut.


"Iya kak, ini akte kelahiran anak kita. Kakak bisa mengeceknya, bisakah aku bertemu dengan anakku kak?" sambung Monika langsung memperlihatkan semua bukti agar Keyshu percaya, akte dan foto-foto sang anak.


"Dia ada di dalam, kamu masuklah dahulu aku masih ada urusan dengan suamimu," ucap Keyshu menatap tajam pada Arafif.


Seakan tahu jika Keyshu ini akan mengintrogasi dirinya, Keyshu menyuruh Arafif untuk menemuinya di luar rumah. Arafif hanya bisa mengikuti apa yang diminta oleh kakak tingkatnya itu, dan untuk meluruskan permasalahan di antara mereka selama ini.


"Jadi, inilah alasan kau meninggalkan adikku Arafif. Kau sudah gila, kenapa tega melakukan hal itu pada adikku dan Selena? Cih! Dasar kau pria brengseeek! Sudah berapa banyak wanita yang kau khianati. Bisa-bisanya kamu muncul kembali di depanku setelah menyakiti dua wanita sekaligus, kamu telah menyakiti Selena sekarang adikku. Sebanyak apapun kamu menembus dosa mu tak akan ada pengampunan bagimu, ingat itu Arafif" ancaman Keyshu.


Arafif hanya diam tak mau menjawab atau menjelaskan kesalahpahaman antara mereka, karena mengetahui jika dia tak dapat membela dirinya sendiri saat ini.


Arafif yang dulunya menjalin kasih dengan Selena, lalu setelah Selena meninggal karena harus mengorbankan nyawanya untuk melindungi Rubia istri Brandon. Arafif sangat terpukul, lalu tak lama Zelia masuk dalam hidupnya adik dari keyshu sudah menyukai Arafif saat masuk ke akademi kedokteran militer kepengawalan.


Karena kesetiaan Arafif pada Brandon akhirnya ia ingin menjodohkan Monika dengan dirinya, di tambah Arafif merasa kasihan dengan Monika hidupnya hancur gara-gara kakaknya sendiri.


Setelah menikah dengan Monika cukup lama, Arafif harus dipertemukan dengan zelia kembali. Cinta yang sudah redup akhirnya harus kembali membara, menjalin asmara dengan adik kesayangannya Keyshu yang bernama ZELIA HARUMI, usia Zelia lebih tua dari Arafif terpaut 3 tahun.


Zelia sadar apa yang dia lakukan adalah salah, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan mereka kembali, setelah misi mereka di tim selesai, tidak mau merusak hubungan pernikahan Arafif dengan Monika yang telah lama menikah. Tapi, karena cinta pada Arafif, zelia ingin hubungan Arafif dan Monika bahagia. Biarkan dirinya yang berkorban demi cintanya pada Arafif, tidak bisa di pungkiri oleh Arafif jika zelia adalah wanita yang membuat dia merasa kedamaian dan menganggap zelia sebagai kakak sendiri. Bisa juga dibilang Zelia, adalah cinta yang tak akan bisa di lupakan oleh Arafif.


"Kak, aku bukan maksud begitu. Aku dan kak Zelia memang menjalin hubungan tapi hanya sekedar rekan kerja" ucap pembelaan Arafif.


"Sialan kau masih saja mengelak, sudah sangat keterlaluan sekali kau, sekian lama tidak bertemu kamu malah bersikap seperti ini sudah berani yah? Kau hanyalah seekor anjing dari majikanmu si Brandon itu" Keyshu sudah sangat marah tangannya sudah mengepal, siap akan memukul Arafif. Dia tidak goyah sedikitpun, saat akan memukul Arafif, saat tangannya ingin dilayangkan ke wajah Arafif tiba-tiba ditahan.


"Hentikan itu kak key. Black, pergilah temui putramu. Biar kak key menjadi urusanku, apa yang kamu tunggu cepat pergi!" Zelia datang tepat waktu.


Saat Arafif pergi meninggalkan tempat, ia sebenarnya tidak tega jika kakak beradik itu malah jadi berdebat gara-gara dia, Arafif tidak bermaksud untuk merenggangkan hubungan antara persaudaraan itu.


"Sial, gara-gara tuh anak. Aku dan adikku jadi bertengkar seperti ini, awas saja kau Arafif. Aku yang akan membalaskan semua rasa sakit yang di alami oleh adikku" janji Keyshu.


Arafif yang masuk kedalam, melihat putranya yang di bujuk oleh Monika tidak mau setelah melihat Arafif di ambang pintu langsung menangis, karena rasa rindunya pada Arafif. Jadi saat melihat orang tuanya datang, Andre kecil langsung tersedu-sedu, Zoya saja sampai kaget. Karena selama dalam asuhannya, Andre kecil tidak pernah menangis saat bermain, sakit atau terjatuh hingga kaki berdarah sekalipun, dia tidak menangis. Tapi, saat melihat Arafif sebagai orang tuanya, dia langsung histeris membuat Zoya binggung ternyata anak yang dia asuh selama 5 bulan, bisa menangis seperti itu, tangisan yang di tahan Andre selama ini tak terbendung lagi.


"Ini aneh! Anak ini langsung menangis saat melihatmu, padahal selama 5 bulan kami bersama dia anak yang pendiam. Sampai aku berfikir dia tidak bisa menangis atau tidak bisa bicara, karena dia tidak pernah menujukan wajah menangis ini. bahkan saat dia terjatuh dan kakinya berdarah-darahpun dia tidak menangis, saat dia sakit hanya diam seperti mayat" ucap Zoya yang kebingungan melihat hal itu


Andre kecil dalam dekapan sang ayah, Arafif menciumi putranya yang merasa bersalah karena terlepas dari pengawasannya, saat berlibur ke Italia.


Suatu hari Arafif yang berpikir untuk mengajarkan anaknya untuk bertahan hidup yang cukup keras, karena dia adalah anak seorang pemimpin besar maka harus punya bekal yang cukup kuat, untuk bisa bertahan dan melawan.


Arafif meninggalkan Andre kecil kepada Keyshu agar bisa di didik dalam asuhannya, karena Arafif akan menjalani misi rahasia kembali.


"Black, mari kita bicara sebentar. Ikut aku" ucap zelia yang melihat Arafif baru keluar dari suatu ruangan.


"Ingin bicara apa?" ucap Arafif yang mengekor di belakang zelia.


"Apa yang kau lakukan, kau ingin meninggalkan anak itu di sini? Kau sudah gila. Jujur padaku, anak siapa itu? Bukan anakmu kan?" Ucap zelia yang tahu segalanya. Arafif tak bisa berkata-kata, binggung untuk menjawabnya.


"Iya, kamu bener! Bukan anak kami, tapi anak dari Nyonya Rubia dan Tuan Brandon. Jadi tolong kau jaga dan berikan dia ilmu pengetahuan dan bela diri, ajarkan dia seni bertarung dan mengunakan alat lainnya. Aku mohon Kak zelia, karena hanya kamu yang tahu, aku tak akan selamanya bisa melindungi dia. Aku khawatir jika aku juga akan gugur demi melindungi anak itu, apa jadinya nanti. Brandon sekarang sedang koma, dan berada di New Zealand. Istrinya meninggal, setelah bayinya selamat. Anakku dan Monika sudah menjadi korban kekejaman mereka, aku minta tolong kak bisakah kak zelia menjaga dan merawat Andre."

__ADS_1


"Jadi kamu menukar anakmu sendiri dengan anak dari nyonya Rubia, dan kamu mengaku anak itu sebagai anak kalian begitu?" Tebakan zelia membuat Arafif hanya bisa diam.


"Baiklah, aku akan menjaga anak itu. Lalu apa imbalan bagiku, karena telah menjaga anak itu?" sambung Zelia yang menatap pada Arafif.


"Apa mau mu?" ucap Arafif yang penasaran karena Zelia tak pernah akan setuju dengan persyaratan apapun.


"Nanti aku pikirkan lagi, jadi akan aku minta setelah kamu kembali dari misimu kali ini, kamu harus pulang dengan selamat, jaga dirimu. Karena kamu punya janji dan hutang padaku, kamu harus membayarnya, jika tidak maka aku akan membunuh anak itu sebagai bayarannya" ucap zelia yang langsung meninggalkan tempat.


"Zelia, kamu tak akan sekejam itu pada anak-anakkan. Jadi ku mohon jaga dia, terimakasih."


Waktu terasa berjalan sangat cepat, Andre sekarang berusia 5 tahun dan saat ini disuruh untuk berlatih untuk mengunakan keahlian menembak dengan senjata api pistol, dengan bidikan sebuah apel di atas kepala. Karena sang model yang merasa ketakutan membuat Andre ragu untuk menembakkan, saat itulah Arafif datang langsung mengambil alih bidikan.


"Nak, apakah kamu siap. Tembak apel ini" ucap Arafif yang menatap tajam pada anak laki-laki itu.


"Papah," Andre kecil sangat senang karena bertemu dengan papahnya kembali selama 3 tahun tidak bertemu.


"Jangan kesini, bidikkan dulu anak peluru mu jika kamu mengenai pada sasaran maka kau boleh memelukku. Tapi jika kau gagal maka kau akan memeluk jasadku , apakah kau siap!"


"Papah, tapi aku..." Andre sekarang menjadi meragukan kemampuan dirinya.


"Lakukan Andre! Kau pasti bisa nak, aku percaya padamu" ucap Arafif dengan senyuman yang mengembang.


DOR!


Arafif tercengang anak yang berusia 5 tahun sudah berhasil membidik sasaran dengan mata yang tertutup, Arafif merasa sangat bangga dengan prestasi belajar Andre dalam beladiri saking senangnya Arafif, dia sendiri yang berlari menuju putranya, langsung memeluk dengan sangat erat sebelum Andre melepaskan penutup matanya.


"Papah! Andre rindu papah, maaf ya Pah. Andre belum bisa membantu papah di sana," ucap Andre yang memeluk papahnya.


Arafif membukakan penutup mata Andre, dan sangat bangga. Arafif sampai tak bisa membendung air matanya, karena sangat senang. Malamnya, murid akademi militer yang di ketua oleh Zelia dan Johnson. Sedang merayakan kepulangan anggota dan bersama dengan hari dimana ada perayaan kelulusan para anggota di akademi militer, akhirnya mereka bergabung jadi satu.


Zelia yang melihat Arafif sangat senang karena kekasihnya pulang dengan selamat, Zelia yang sudah mabuk berat melihat Arafifpun sudah banyak.


"Entah kenapa kamu tetap sama, manis ya adik kecilku ini. Eeeh! kenapa kamu ada banyak, aku harus pilih yang mana ini" ucap Zelia karena jalannya sempoyongan, tiba-tiba kakinya tersandung membuat botol minuman itu tak sengaja di minum oleh Arafif.


"Awas kak!" ucap Arafif sebelum zelia menabrak dan menindihnya, lalu botol itu tak sengaja di minum oleh Arafif.


Gluk Gluk Gluk —


"Zelia, kau seharusnya lebih hati-hati lagi kenapa kamu sangat ceroboh, biasanya kamu tak pernah seperti ini" Ucap Arafif yang sudah mabuk.


"Black, aku masih sangat mencintai kamu. Bisakah kita kembali, bisakah kita bersama kembali" Ucap Zelia yang tidak sadar, Arafif tak menjawab tapi dengan sentuhan tubuh dan mereka berciuman sangat mersa. Hingga berujung aduh mekanik, disana Arafif tanpa sadar karena mabuk mencumbuiiii Zelia.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Senin 7 November 2022.


__ADS_2