PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
44. Penyerangan.


__ADS_3

Kejadian itu membuat mereka harus melindungi Elisa, Zacky yang di amanati untuk melindungi Elisa, maka dari itu tangan Elisa langsung di tarik begitu saja oleh Zacky agar pergi dari sana, tapi Elisa tidak mau menurut, dia malah masih saja menoleh ke belakang karena tidak tega melihat Aoda yang akan melawan semua sendirian untuk menghadang mereka tanpa senjata, Elisa takut terjadi apa-apa pada Aoda. Elisa berjalan menyusuri jalan bersama Kevin dan Zacky, lalu tak lama ada sebuah mobil hitam yang berhenti tepat di depannya.


"Itu mobil musuh atau mobil kawan?" ucap Kevin yang tidak tahu mobil itu milik siapa.


Lalu keluar beberapa orang berjas dengan pakaian cukup lengkap, terlihat Elisa juga tak bisa mengelak kembali harus siap menghadapi tantangan yang ada di depannya.


"Gawat mereka adalah musuh, jumlah cukup banyak juga" ucap Kevin.


"Ternyata mereka sudah merencanakan semuanya dengan baik. Tapi, bagaimana bisa mereka langsung menemukan kita dengan mudah, apa jangan-jangan ada mata-mata yang menyamar di antara pelayanmu Elisa" Kecurigaan Zacky.


"Satu-satunya cara untuk lewat adalah melawan mereka, tak ada pilihan lainnya" ujar Elisa yang sudah gak bisa kabur lagi.


"Kamu bener Elisa, kita harus menghadapi mereka. Kevin kamu segera siap-siap, kita semua tidak tahu mereka akan menyerang kita seperti apa?" ucap Zacky.


"Paman tapi aku bisa bantu apa?" ucap Kevin yang tidak tahu apapun.


"Tentu saja membantu untuk melawan mereka," ucap Zacky yang menekan.


"Tapi paman, aku—" belum selesai dengan ucapnya, Zacky dan Kevin malah banyak orang yang datang menghampiri mereka, membuat mereka belum sempat bersiap-siap.


"Mereka datang, kak Zacky awasss" teriak Elisa yang langsung menghadang serangan itu. Elisa juga langsung menendang pria yang datang tersebut hingga membuatnya tersungkur ke tanah.


Lalu datang lagi beberapa orang untuk menyerang mereka, lagi-lagi Elisa menggunakan kekuatan fisiknya untuk melawan mereka dibantu Zacky.


"Elisa kamu gak apa-apa?" tanya Zacky yang khawatir pada Elisa.


"Iya aku gak apa-apa, kalian lebih waspada lagi, karena mereka tak akan tinggal diam sampai di sini saja, kelompok mereka cukup banyak?" ucap Elisa seraya mengikat rambutnya yang terurai itu.


"Elisa sebaiknya kamu di belakang ku saja" ucap Kevin menarik tangan Elisa ke belakang tubuhnya.


"Lalu apakah kamu yakin bisa Kevin, lebih baik kita sama-sama saja melawan mereka, kamu yang di belakang ku. Kak Zacky mereka menginginkan diriku, maka aku yang akan menghadapi mereka tanpa perlawanan, agar kalian bisa selamat. Lalu kirim bantuan ke pusat kak" ucap Elisa yang ingin menyerahkan diri.


"Elisa kamu sudah gila, lalu bagaimana aku akan jelaskan pada Andre nantinya, cepat sini! Jangan konyol" ucap Zacky yang menarik tangan Elisa agar jangan melakukan hal itu.


"Paman mereka datang!" teriak Kevin yang mudur-mundur, Elisa yang menangkis serangan.

__ADS_1


"Dasar kau kevin, belagu. Mau melindungi Elisa tapi baru juga di serang begitu malah ketakutan, cepat bawa saja Elisa pergi dari ini" ucap Zacky yang menyalahkan mental Kevin.


"Paman, mereka tidak bilang mau menyerang ku, aku belum siap tadi" ucap Kevin membelah diri.


Sedangkan Elisa yang masih sibuk dengan tiga pria yang menyerangnya saat ini, saat kevin dan Zacky itu sibuk berdebat.


"Sudahlah, kamu ini cepat bantu Elisa dulu" ucap Zacky.


"Wah dia sendiri saja sudah sangat kuat ya paman!" ucap Kevin yang takjub dengan kemampuan Elisa.


"Apa yang kau katakan, Kevin jangan bengong cepat tarik Elisa. Bawa dia pergi segera mungkin, kamu mau pamanmu Andre akan mengamuk nantinya" ucap Zacky yang menekankan.


"Iya baiklah" ucap Kevin yang langsung berlari menuju Elisa yang sedang sibuk berkelahi sendirian.


"Elisa kita segera pergi saja dari sini, mereka bukan lawan kita, lihat serang mereka tidak biasa bukan" ucap Kevin yang menarik tangan Elisa.


"Tidak akan aku mundur, dan kabur seperti pengecut, jika harus mati maka terjadilah, tapi setidaknya ada perlawanan dari kita" ucap Elisa.


"Omong kosong apa itu, jangan gila Elisa. Untuk saat ini dengarkan aku, walau aku seumuran denganmu. Tapi, aku 1 tahun lebih tua darimu" ucap Kevin yang menarik tangan Elisa.


"Kak, selagi kita masih bisa bertahan maka kita lakukan saja dulu untuk melawan mereka yang kita mampu" ucap Elisa yang yakin jika suaminya akan datang.


"Tak ada waktu, jika Andre bisa datang pun itu juga pasti akan terlambat, karena rumah sakit ya cukup berlawanan arah dan jarak tempuh juga sangat jauh, jika mengunakan helikopter super cepat pun itu butuh waktu Elisa" Zacky mempertegas, seakan tahu fikiran Elisa jika Andre akan datang menolong mereka.


"Awas paman di belakangmu," teriakan Kevin saat ada orang yang datang yang mengunakan pisau, dan hendak melukai Zacky.


Dengan cepat dan sigap Elisa menahan pisau itu dengan tangan kosong, darah yang mengalir dari telapak tangan Elisa mengalir dari sana. Zacky kesal, menendang pria itu hingga terjun ke jurang, Elisa langsung terdiam dan merasa sakit di tangannya.


"Elisa, kamu baik-baik saja" ucap Kevin yang panik.


"Gila tuh orang, Elisa kamu terluka" ucap Zacky yang langsung membalut tangan Elisa dengan sapu tangan miliknya.


"Sepertinya mereka tidak ada habisnya paman, lihatlah mereka datang lagi" ucap Kevin yang panik kembali saat dua mobil datang lagi.


"Dengarkan aku, Elisa sudah terluka. Kalian cari tempat sembunyi dulu, aku akan menghadang mereka untuk mengulur waktu, Elisa untuk kali ini kamu dengarkan aku, karena aku tak mau terjadi apa-apa lagi yang lebih parah padamu" ucap Zacky.

__ADS_1


"Tapi, kak" ucap Elisa yang tidak tega. Seseorang berlari mendekati mereka, Zacky datang untuk menghalangi.


"Cepat lariiii" Teriak Zacky.


Tidak ada pilihan Elisa langsung lari menjauh dari tempat, Zacky yang berusaha semaksimal mungkin untuk menghadang mereka seorang diri, dan pada akhirnya tumbang juga. Elisa dan Kevin berlari dengan kecepatan maksimal, tapi tak bisa lebih cepat lagi, tenaga Elisa sudah terkuras habis karena pertarungan sebelumnya.


"Aku sudah tidak kuat lagi Kevin, aku tak sanggup lagi" ucap Elisa yang terengah-engah.


Beberapa orang telah sampai dan mengepung Elisa dan kevin, kebingungan karena Elisa sudah tidak berdaya. Kevin sudah mengangkat kedua tangannya pertanda dia menyerah, Elisa terduduk pandangan mulai kabur.


KEVIN : Sebanyak ini, apa tujuan kalian ingin menghadang kami?


Mereka malah mengabaikan apa yang di katakan Kevin, hingga selangkah demi selangkah mereka mendekati Elisa, dengan cepat Kevin memeluk Elisa untuk melindungi Elisa.


KEVIN : Apa yang ingin kalian lakukan, pergi sana.


Lagi-lagi di abaikan, kevin di tendang hingga terpental. Kevin muntah darah karena tendangan kuat tersebut, Elisa panik.


"Kevin kamu baik-baik saja, Kev..." Elisa langsung di pukul bagian belakangnya dan di bawa pergi oleh mereka.


Kevin masih bisa menahan kaki orang yang menggendong Elisa tersebut.


KEVIN : Jika kalian ingin membawa Elisa, langkahi dulu mayatku, Elisa bukan barang yang kalian bisa bawa begitu saja.


Kevin lagi-lagi di tendang hingga dia pingsan tak sadarkan diri, Elisa yang langsung di bawa pergi oleh orang-orang tersebut.


"Elisa maafkan aku" ucap Kevin sebelum akhirnya benar-benar tak sadar.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


Selasa 13 September 2022.


__ADS_2