
Makan malam hari ini semua terlihat hening, Elisa satu-satunya yang kebinggungan di sana karena biasanya ada bercengkrama bersama tapi meja makan ini terasa berbeda.
"Mas An—" ucapan Elisa yang terhenti karena bersamaan dengan Monika yang langsung menyambar.
"Jadi kamu akan kembali ke New York?" tanya Monika yang sangat penasaran.
"NEW YORK? kita kan baru juga pulang kemarin lusa. Masa harus pergi lagi, lalu apakah aku juga akan ikut pergi bersama dengan mu juga mas?" Elisa yang agak kaget dengan apa yang di ucapkan Monika itu.
Andre melihat istrinya yang saat ini masih syok dengan apa yang di katakan Monika tadi, ya satu-satunya orang tidak tahu di sini adalah Elisa.
"Iya, karena ada masalah yang harus aku selesaikan disana. Ya terserah kamu mau ikut apa tidak aku tidak akan memaksa, tapi dari pada nanti kamu menyusul ku kesana lebih baik ikut bersama kan" ujar Andre.
"Tapi, papah juga baru kembali, lalu bagaimana dengan mamah apakah juga akan ikut bersama, kasihan mamah terus menerus di tinggal?" ucap Elisa.
"Tentu saja Elisa, semuanya akan ku bawa, kecuali orang tuamu karena mereka tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini. Kenapa mamah di bawa karena mamah adalah wanita milik papah dan kamu adalah wanitaku. Jadi mana mungkin aku meninggalkan mu terus, kapan lagi ada waktu bisa pergi jalan-jalan bersama iya kan sayang, kita keliling dunia lagi. Besok kita akan pergi ke New York, terus terbang lagi ke Inggris, dan ke Jerman" ujar Andre yang memainkan matanya.
"Kenapa bisa begitu? kita jalan-jalan keliling dunia tapi untuk apa kita melakukannya?" ujar Elisa yang sangat kebinggungan.
"Sudahlah kamu nikmati saja sayang. Lagi pula ini sebagai bayaran buat kamu yang belum pernahkan merasakan liburan, semasa kamu single dulu. Jalan-jalan keluar negeri begini, bukanya kamu selalu sibuk sama jam waktumu. Hingga tidak ada waktu untuk liburan, jadi sekarang ini adalah bayarannya. Maaf agak telat yah, karena liburan yang indah harus datang di waktu yang tepat" ucap Andre yang langsung membuat semua orang disana malu dengan rayuan Andre tersebut.
Monika jadi tahu sisi lain dari putranya Andre yang selama ia kenal selalu bermuka datar tanpa ekspresi, sekarang bisa merayu dan punya ekspresi wajah yang berubah-ubah.
Berada di kamar tidur mereka, Andre yang sedang di sibukkan dengan sederet email dan setumpuk laporan yang seminggu ia tidak mengecek ya karena masih fokus mengurus ANDRILOS. Elisa yang datang dengan teh hangat dan cemilan agar Andre bisa fokus saat bekerja, Elisa duduk disebelah.
"Masih banyak mas?" tanya Elisa yang matanya sudah mengantuk tapi tidak bisa meninggalkan Andre yang sedang bekerja sendirian.
"Kalau kamu ngantuk, tidur saja duluan sayang" ucap Andre yang matanya masih fokus ke layar monitor.
"Iya, tapi Elisa gak bisa tidur tanpa mas Andre" ujar Elisa spontan.
Andre melirik kearah Elisa yang matanya mulai memejam, Andre langsung saja mematikan leptop yah.
"Yuk tidur, mas udah selesai nih" ucapnya bohong agar Elisa mau tidur.
"Eh, cepet juga. Perasaan baru kamu buka kan tuh dokumen" ucap Elisa yang ada yang aneh.
"Kamu ini aku cepat kamu binggung aku lama kamu ngomel-ngomel, jadi aku harus gimana?" ucap Andre yang binggung.
"He-he-he, Elisa hanya menganggu yah. Yaudah mas Andre lanjutkan saja, Elisa janji gak akan gangguin kok" ucap Elisa yang menujukan jari kelingking ya.
"Oke, diem ya" ucap Andre.
__ADS_1
"Iya Elisa akan diam" jawab singkat Elisa.
Andre membuka kembali dokumen-dokumen yang ia bawa dari rumah sakit tadi pagi, hingga banyak sekali tugas yang belum dia kerjakan tapi sebagian tadi sudah di kerjakan oleh Try, dan tinggal sisanya saja.
"Mas. Boleh Elisa tanya nggak?" Ucap Elisa di sela-sela.
"Katakan apa yang ingin kamu tanyakan" ujar Andre masih fokus dengan dokumen.
"Jujur padaku, apakah ada masalah di New York?" tebak Elisa.
"Tidak ada masalah, sayang. Itu hanya perasaan kamu saja yang terlalu terbawa-bawa emosi" ucap Andre.
"Jangan coba sembunyikan apapun dariku mas, aku tahu kalau kamu sedang memikirkan sesuatu?" ucap Elisa yang memulai mencurigakan suaminya.
"Sayang, kadang kala pertanyaan kamu ini tidak masuk di akal tahu gak, tentu saja aku sedang memikirkan sesuatu, jika manusia tidak pemikiran maka orang itu sudah mati. Kamu ini sungguh-sungguh buat aku kesal yah" ujar Andre yang dibuat kesal.
"Bukan itu maksudku, kamu sedang memikirkan sesuatu selain masalah di rumah sakitkan, ini soal ANDRILOS! apakah, ada yang terjadi" ujar Elisa yang mendesak suaminya.
"Lebih baik kamu tidur, karena besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali. Cepat sana tidur, sungguh aku sedang tidak memikirkan soal ANDRILOS sekarang. Kamu sudah janji tidak akan mengganggu ku, lalu ini apa"
"Hmmm- baiklah. Apakah aku masih jadi perdebatan mereka mas andre? apakah mereka tidak menyukai aku?"
"Siapa yang bilang?" Tanya Andre.
"Sudahlah, jangan kamu pikirkan hal itu, jika mereka mempermasalahkan kamu. Berati mereka meremehkan kemampuan mu, beri mereka pukulan kehebatan mu saja nanti, itu keahlian mu kan sayang"
"Mas Andre jangan bercanda seperti itu, Elisa sedang serius saat ini?"
"Hehehe, jangan terlalu serius sayang! Nanti kamu cepet tua loh, jangan terlalu banyak fikiran, dan jangan terlalu stress. Enjoy saja, kamu yang santai, yang rileks, tenang saja semasih ada aku tak akan ada yang bisa membuat mu rendah"
"Gimana Elisa tidak stress mas, Elisa khawatir. Elisa takut, jika Elisa hanya jadi penghalang mu"
"Santai saja sayang, jangan di buat jadi beban. Kamu bukan lah halangan bagiku, tapi kamu adalah sumber kekuatan ku. Kamulah satu-satunya penyemangat hidup ku, jadi slow saja oke. Kayak aku nih, gak terlalu memusingkan masalah yang akan terjadi, itu urusan belakangan yang terpenting kamu sehat kamu senang"
"Hmm- iya deh" ucap Elisa yang sedikit agak lega karena ucapan Andre.
"Sayang! boleh ku tanya tidak," Ucap Andre yang begitu sangat penasaran.
"Iya ada apa mas, tanyakan saja apa?"
"Sebenarnya kamu itu sudah suci belum?" ujar Andre.
__ADS_1
"Sudah sebelum pulang dari New Zealand juga sudah suci kok, Elisa cuman mens 5 hari, kenapa emangnya?"
"Nggak apa-apa hanya nanya aja sih, kirian kamu belum kelar datang bulan"
"Sudah selesai mas emang kenapa? Mas mau minta jatah malam pertama?" ucap Elisa asal tebak.
"Nggak juga, hanya saja aku kangen kamu jadi makmum ku di belakang" ucap Andre yang langsung menatap Elisa.
"Cih, suka malu-malu tapi mau. Nggak apa-apa kali mas kalau kamu bilang minta jatah juga, gak akan ada masalah. Lagian kan kita sudah menikah, dan hampir 8 bulan loh Elisa belum di berikan nafkah batin secara riil, hanya nafkah lahir doang" ucap Elisa yang ingin.
"Lagi pula ibadah berdua di bawa selimutkan sunah, jadi santai saja sayang dan untuk melakukan hubungan harus ada kesiapan karena ibadah kan tidak boleh buru-buru, oke!" ucap Andre yang ingin menghindari percakapan panas itu.
"Cih, bisa aja ngelesnya. Sok iya, padahal kamu lagi pengen kan. Udah jujur aja, mau di mana? gaya apa?" ucap Elisa yang menantang.
"Eeeeh kok, begitu. Nggak-nggak-nggak! udah Elisa jangan mulai deh!" ucap Andre yang kabur dari Elisa.
"Udah gak usah ngambek begitu, kalau mas mau sini, Elisa udah siap kok" ucap Elisa yang cukup agresif.
"Elisa hentikan, bukanya mas udah janji sama Elisa kalau waktunya tepat, maka kita akan—" ucapan Andre terputus karena suara dari balik pintu.
...Tok-tok-tok...
"ANDRE- ELISA kalian sudah tidur?" suara Arafif dari balik pintu sana, Andre yang kaget saat mendengar hal itu refleks langsung menjawab dengan cepat sekalian mau menghindari Elisa.
"Belum pah? sebentar" ucap Andre yang berjalan menuju pintu.
"Bisa keluar sebentar nak, ada yang ingin papah bicarakan denganmu" ujar Arafif.
"Baik pah" ucap Andre yang langsung keluar dari kamarnya.
"Ada apa pah? sepertinya ada yang ingin Papah bicara sangat serius" tebak Andre.
"Iya nak, ini masalah gawat"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Sabtu 27 Agustus 2022.