
Perdebatan antara para orang tua dan Andre masih berlanjut, karena ketegangan itu Elisa berinsiatif untuk memperbaiki keadaan di sana, karena mereka sama-sama keras kepala dan tak ada yang mau mengalah satu sama lainnya.
"Sudah hentikan! Papah, Daddy dan para tetua, boleh saya minta izin untuk bicara sebentar dengan Andre_ ayo ikut aku sebentar, cepetan bangun" Ujar Elisa yang bergantian, langsung menarik tangan Andre untuk pergi meninggalkan tempat tersebut sebentar.
Di halaman belakang terlihat sebuah taman yang sangat indah, Elisa melepaskan tangannya dari lengan Andre. Langsung melipat tangan ke depan dengan wajah serius dan jutek, Elisa menatap suaminya.
"Apa sih yang sedang kamu coba pertahanan sebenarnya, sampai kau rela berdebat dengan mereka" ucap Elisa yang membuat Andre terdiam, sambil memikirkan matang-matang jawabannya.
"Sudah jelaskan. Apa yang aku pertahankan, semua demi kamu" jawab Andre yang mencoba menyakinkan Elisa.
"Gak! kamu salah mas Andre, cara berfikirmu itu sungguh salah. Bagaimana cara kamu bisa mengatakan hal itu dengan baik, sedangkan kamu tidak berfikir matang-matang. Coba pakai otakmu untuk berfikir. Apa cita-cita mu sekeligus keinginan mu saat ini, coba aku tanya padamu" ucap Elisa yang menantang Andre.
"Hah? kenapa kamu menanyakannya, cita-cita apa yang ingin kamu dengar lagi dariku? sudah jelaskan apa yang aku inginkan" ujar Andre yang heran dengan pertanyaan itu.
"Jujur saja apa keinginan terbesar mu saat ini, bukan soal meluangkan waktumu itu saja kan" ucap Elisa yang masih mendesak Andre.
"Iya itu salah satunya bisa meluangkan waktumu bersama mu dan kebahagiaan kamu, agar bisa bersama dengan keluarga dan bisa ada di samping mu" penjelasan Andre yang singkat tapi membuat Elisa kesel.
"Bohong tahu gak! Jangan katakan yang membuat ku tambah kesel denganmu, mana buktinya jika kamu mau meluangkan waktumu untukku mana? kamu selalu sibuk sama dunia kamu. Mana waktu untuk selalu disisiku, mana jika kamu selalu disampingku. NGGAK ADA kan, jadi gak usah deh! beralasan dan memperdebatkan masalah yang kamu sendiri saja tidak bisa jaga janji kamu. Faham" ucap Elisa yang bernada agak emosional.
Andre langsung terdiam sejenak dengan apa yang di utarakan oleh Elisa, menarik nafas dalam-dalam.
"Maafkan aku... Aku tahu dimana kesalahanku, tapi Elisa. Mas kan sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menepati janji ini sama kamu, sungguh!" ujar Andre yang menyakinkan Elisa.
"Oke, gini saja. Kamu mau ya gimana? coba katakan yang sebenarnya"
__ADS_1
"Mau apa lagi? pokok ya aku gak mau di ungkit begini lagi. Soal, ANDRILOS dan lainnya" jawab Andre.
"Jika tidak mau seperti itu lagi, maka dengarkan aku. Mereka tetap kekeh ingin kamu menjadi pemimpin yah, benarkan!" ujar Elisa yang mulai membuat jalan untuk Andre.
Andre hanya mengangguk kepalanya. Tanda dia setuju dengan apa yang di utarakan oleh Elisa. "Iya, lalu"
"Jadi buat semua itu berjalan dengan baik, ANDRILOS dan rumah sakit tetap ada, kunci hanya pada kamu yang akan mengambil kendali dan keputusan" Elisa yang memikirkan matang-matang jalan tengah yang terbaik untuk semuanya.
"Caranya bagaimana sayang?" Andre penuh dengan tanda tanya soal itu.
"Ubah cara pandang kamu terhadap ANDRILOS, karena itu satu-satunya jalan tengah" Elisa yang langsung mengarahkan Andre ke dalam pemikirannya.
"Hah? aku kurang mengerti pertanyaan itu, maksudnya mengubah cara pandang gimana? sayang" Andre yang kebingungan.
"Begini, aku tanya sebelumnya. Apa yang mas pikirkan tentang ANDRILOS, selain jadwal yang padat. Kamu harus punya alasan yang akurat dan tepat, untuk bisa mengubahnya, karena cara pandang kamu terhadap ANDRILOS itu harus punya alasan kuat"
"Begitu, pemikiran kamu. Baiklah, jika begitu cara kamu memandang soal ANDRILOS, maka yang harus di ubah adalah cara sikap kamu dan menanganinya dengan bijak juga bisa membawa perubahan buat kedepannya. Misalnya, soal bisnis kamu ubah jadi apa yang kamu suka. Hmm! yang kamu suka dunia medis, is oke! atau kamu suka pendidikan no problem! itu bisa kan di ubah begitu?"
Andre terdiam sejenak memikirkan bagaimana cara agar ide yang di katakan oleh Elisa itu bisa ia ikuti, sedangkan ANDRILOS adalah grup yang sangat kuat dan bertentangan dengan hukum.
"Gimana? kamu pikirkan matang-matang dulu deh! gimana caranya agar ide kamu itu juga tidak bisa di perdebatkan lagi, dan bisa diuntungkan juga ke merekanya. Dunia bisnis kan begitu mereka gak mau rugi. Iyakan" Sambung ucapan elisa.
"Aiya, kamu bener tapi kita harus pikirkan solusinya. Kamu punya ide gimana caranya agar mereka tidak mempersalahkan hal itu, mas harus mempersiapkan apa dan bagaimana untuk menanganinya?" ucap Andre yang mencoba berfikir keras.
"Aku tidak mengerti soal itu, yang pasti kalau mereka tetap memaksa ingin kamu yang menjadi pemimpin, maka mereka juga harus siap menerima segala sesuatu yah. Jika misi visi kamu dirubah menjadi berkiblat pada kesehatan, juga dapat kamu gunakan sebagai alasan. Jika mereka masih memaksa ingin kamu menduduki kursi singgasana, mereka juga harus terima konsekuen. Benarkan, coba kamu fikirkan lagi, apa yang aku ucapan ini salah atau benar?" ujar Elisa.
__ADS_1
"Aku mengerti maksudnya kamu, jadi begitu sayang! aku akan ikuti apa yang kamu katakan, nanti aku akan buat mereka juga bisa menerima perubahan" ucap Andre dengan senyuman devilnya.
Akhirnya mereka balik lagi di ruangan tersebut tak lama setelah mereka membicarakan jalan keluar dan jalan tengah untuk segala sesuatunya. Dengan keyakinan Andre kembali duduk di sofa, di susul Elisa yang duduk di sebelahnya.
ANDRE : Pah, Daddy, Tuan George dan Tuan Efrain. Apakah kalian ingin aku menerima tawaran kalian untuk menjadi pemimpin ANDRILOS?
Semua orang tua itu mengangguk-angguk bersamaan, Andre terdiam sejenak. Memikirkan dan mencerna semua apa yang di sarankan oleh istrinya tadi, Andre menarik nafas dalam-dalam.
ANDRE : Jika begitu, jawaban kalian yang selalu memaksakan keadaan posisi ku, sampai detik ini. Maka kalian juga harus siap menerima segala sesuatu yang akan berubah di peraturan pemerintah ANDRILOS. Bagaimana?
GEORGE : Apa maksud dari ucapanmu itu, perubahan?
EFRAIN : Iya apa maksudnya dengan perubahan, apa yang ingin kamu rubah dari peraturan pemerintah ANDRILOS?
Andre tersenyum tipis, tak bicara untuk sejenak, Elisa juga merasa kebinggungan dengan sikap Andre saat ini.
Sebenernya apa yang kamu fikirkan saat ini sih mas, ku mohon jangan melakukan tindakan konyol yang menolak mentah-mentah ANDRILOS lagi, ingat kamu punya reputasi yang baik dan bagus jika kamu menolak kesempatan emas ini, maka kamu orang yang benar-benar bodoh akan hal baik.
Gumam dalam hati Elisa yang mulai berbicara karena Andre yang sedang menyusun rencana untuk membuat peraturan pemerintah.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 14 Agustus 2022.