
"Lalu, bagaimana keadaan Zever sekarang ini?" Tanya Andre yang sangat penasaran.
"Zever, belum sadarkan diri. Dia masih dalam perawatan intensif, dan masih dalam penanganan" jawab Arafif.Dengan penjelasan dari Arafif terkait tentang keadaan Zever.
Andre terdiam sejenak, lalu ia berjalan menuju bibir pantai. Mantapkan hatinya untuk bersikap tenang untuk menghadapi keadaan, sedangkan kedua ayahnya Andre malah wanti-wanti waspada. Takut jika Andre akan meledak, mereka akan siap untuk mengahadapi situasi mengerikan itu.
Arafif dan Brandon saling menatap satu sama lainnya, dia melihat Andre yang saat ini hanya diam membisu.
"Andre, kondisi kamu sekarang bagaimana nak! maafkan keterbatasan kami, karena belum berhasil menemukan Elisa" ucap Arafif yang menepuk pundak putranya dengan pelan.
"Pah, aku akan baik-baik saja. Kalian tidak usah khawatir, aku tidak apa-apa. Elisa pasti akan aku temukan, dia belum mati. Hatiku mengatakan bahwa dia berada disuatu tempat, sedang menunggu ku datang untuk menjemput dirinya pulang." Keyakinan bahwa istrinya masih itu, itulah firasatnya saat ini.
Andre menatap lautan yang saat ini penuh dengan para tentara pasukan dan tim IT yang sedang sibuk, ada tim penyelam yang sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Akhirnya Andre memutuskan untuk kembali, tapi bukan pulang ke markas melainkan pergi ke rumah sakit di mana Zever dirawat saat ini, karena Andre pikir satu-satunya kunci yang mengetahui tentang Elisa saat ini adalah Zever.
"Kau mau ke mana nak? kondisimu saat ini sedang tidak baik. Jangan melakukan hal yang berbahaya" Arafif menahan tangan Andre.
Andre menatap Arafif untuk menyakinkan bahwa dia tidak akan melakukan hal-hal tersebut, apa lagi yang di khawatir oleh Arafif.
"Papah tidak usah khawatir, karena aku tidak akan melakukan hal tersebut. Jadi Papah dan Dady tenang saja aku tidak akan membahayakan diriku sendiri, ada yang bisa mengantarku ke rumah sakit di mana Zever dirawat" ujar Andre bergantian dengan permintaan Andre.
"Nak untuk apa kau ke sana?" tanya Brandon yang sangat penasaran.
"Siapa tahu aku bisa membantu meringankan luka yang Zever derita saat ini, dad" ujar Andre dengan senyuman menyakinkan.
Akhirnya mereka mempercayai Andre saat ini, Arafif menyuruh seseorang untuk mengantarkan Andre ke tempat dimana Zever dirawat.
Arafif memberi kode pada anak buahnya agar ada yang mengantar Andre ke rumah sakit di mana Zever dirawat. Akhirnya Andrepun diantar ke tempat di mana zever dirawat, mereka mengawal Andre dengan selamat.
PENGAWAL : Tuan, kudengar pelatih Zever. Lukanya itu cukup parah, karena pelatih menolak terus untuk dirawat atau diobati hingga membuat lukanya semakin memburuk.
ANDRE : Aku tahu dia pasti merasa bersalah atas apa yang dia putuskan dan telah ia lakukan, makanya dia menolak untuk segera mendapat pertolongan dari medis.
Sesampainya di sana Andre langsung masuk saja ke sebuah ruangan dimana Zever malah seperti manusia selang, karena banyak sekali selang-selang yang terpasang di tubuh Zever. Terlihat Zever terkapar tidak berdaya, dan belum sadarkan diri sampai saat ini.
Andre hanya berdiri di samping Zever dengan tatapan mata yang memperhatikan seluruh tubuhnya, luka-luka yang di dapat Zever memang sudah hampir membusuk. Masuklah Alea dengan hasil yang telah keluar, Alea kaget saat melihat Andre berdiri di sana.
"Ouh! Kak Andre sejak kapan sudah berada di sini?" Alea sangat terkejut karena kedatangan Andre secara tiba-tiba.
"Alea Bagaimana keadaannya saat ini? dengan hari dimana pertama kali dia dirawat, apakah membaik atau malah sebaliknya. Apakah yang ada di tanah mu itu adalah laporan Zever? Bagaimana perkembangannya. Coba sini aku ingin melihatnya, berikan padaku" Andre melihat dokumen yang dibawa oleh Alea.
"Kak Zever belum bisa dipastikan karena kondisinya saat ini, bahkan paman Keyshu juga sudah angkat tangan. Kak Zever sudah terinfeksi dan hanya akan menunggu wak..."
"Jangan sembarangan menyimpulkan takdir seseorang karena kau bukan Tuhan, jadi jangan pernah mengatakan atau menyumpahi seseorang akan hal itu, Zever sangat menyayangimu. Kenapa kau malah ingin mendoakan dia cepat wafat" Andre geram dengan apa yang dikatakan oleh Alea.
"Maafkan aku kak, aku tidak bermaksud untuk mengatakan itu" Alea kalang kabut saat dimarahi oleh Andre.
"Coba sini aku ingin lihat rekapan medisnya" Andre langsung saja merebut laporan yang ada ditangan Alea.
"Ah! iya kak itu adalah laporan kesehatan dari Kak zever" ucap Alea yang merasa bersalah dengan wajah yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
Andre mengambil laporan kesehatan yang ada di tangan Alea, ternyata kondisinya tidak membaik. Andra harus memikirkan caranya agar Zever segera sembuh, saat dilihat lagi ternyata Andre menemukan beberapa kesimpulan bahwa Zever harus ditangani secara tepat.
"Coba aku pinjam alat stetoskop milikmu" ucap Andre yang melihat alat itu yang tergantung di leher Alea, Andre langsung mengecek kondisi denyut jantung dan kecepatannya.
"Semuanya sudah tidak normal, kita harus segera melakukan operasi darurat sekarang juga" permintaan Andre dengan tiba-tiba.
"Tapi kak Andre, kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan operasi. Dia sangat lemah" ucap Alea yang khawatir.
"Apakah kamu lupa siapa aku, apakah kamu sedang mencoba menguji kesabaranku Alea. Cepat kamu panggil tim medis agar segera menyiapkan ruangan operasi sekarang juga" permintaan Andre kepada Alea, agar segera menyiapkan ruangan operasi mendadak.
"Kita harus minta persetujuan dari paman keyshu dulu kak" ujar Alea yang khawatiran sangat panik.
"Itu tidak perlu! Aku yang akan bertanggung jawab atas keselamatannya saat ini."
"Bukannya kakak sendiri juga seorang pasien, bagaimana aku bisa percayai kak Andre saat ini. Jadi mana mungkin aku akan memperbolehkan kak Andre melakukan operasi dengan kondisi Kakak juga seperti ini" Protes Alea.
"ALEAAA! JANGAN BUAT AKU MENGERASKAN SUARAKU LEBIH KERAS DARI INI" Andre sudah mulai marah, dan menegaskan suaranya itu membuat seluruh tubuh Alea bergemetar ketakutan.
Sontak Alea kaget dengan suara menyeramkan Andre itu, dia tidak berani lagi melawan atau membantah perintah dari Andre. Alea bergegas ia menyuruh tim medis untuk menyiapkan ruang operasi sesegera mungkin, sesuai keinginan dan perintah dari Andre. Tak lama setelah menyiapkan ruang operasi, Zever langsung dimasukkan ke ruangan dan Andre juga sudah bersiap untuk segera melakukan operasi. Keyshu dan Zoya yang baru sampai terkejut melihat ruangan kamar putranya sudah kosong.
Keyshu yang sangat penasaran bertanya pada suster yang berjaga, karena sangat khawatir akan kondisi putranya.
KEYSHU : Permisi sus, numpang tanya di mana putraku saat ini. Bukannya dia sedang dirawat ya? kok si ruangan tidak ada siapa-siapa, apakah dia di pindah ruangan.
SUSTER : Iya dokter, memang sedang dirawat. Tapi tadi dokter Azalea, dan seorang pria telah memerintahkan untuk melakukan operasi sesegera mungkin.
ZOYA : Seorang pria? kira-kira siapa ya sus. Apakah suster tahu, karena saya tidak memerintahkan siapapun untuk datang kemari.
KEYSHU : Alea tidak memberitahuku jika akan ada operasi hari ini, Kenapa dia tidak membicarakan tentang persetujuan dari orang tuanya dulu.
Keyshu agak kesal dengan keputusan yang diambil Alea secara mendadak tersebut, karena tanpa ada perintah ataupun persetujuan dari mereka.
ZOYA : Bagaimana ini suamiku, Alea telah melakukan tindakan yang cukup berbahaya. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada putra kita nantinya, ke tempat operasi sekarang juga.
KEYSHU : Iya kamu bener. Kita segera ke ruang operasi.
Keyshu dan Zoya langsung bergegas untuk masuk ke ruang operasi, tapi di sana sudah dijaga oleh beberapa tim medis, agar mereka tidak bisa masuk selain yang berkepentingan. Alhasil pasangan itu naik ke suatu tempat, agar bisa melihat operasi dari kaca yang sangat besar.
KEYSHU : Itu kan Andre, jadi Andre yang menjadi pemimpin tim medis untuk mengoperasi putra kita.
ZOYA : Kok bisa Andre ada di sini, bukanya dia juga sedang sakit ya, dan katanya belum sadar.
KEYSHU : Kita percayakan saja padanya Andre, dia adalah dokter terbaik yang mungkin bisa menyembuhkan putra kita, semoga saja anak kita bisa selamat. Kita berdoa saja, agar dia bisa membantu menyelamatkan Zever.
ZOYA : Iya suamiku, semoga saja operasinya berhasil dan putra kita cepat sembuh.
Beberapa jam kemudian Andre berhasil melakukan operasi, walaupun secara mendadak tapi hasil dari operasi itu bisa menyelamatkan Zever. Semua orang sudah bisa bernafas lega dengan hasil yang memuaskan, tidak sia-sia Andre melakukan operasi secara mendadak.
Zever juga berangsur membaik setelah operasi, dipindahkan ke ruangan rawat untuk beristirahat karena kondisinya juga sudah mulai stabil, perekat penanganan secara cepat tepat oleh Andre yang menyelamatkan nyawa Zever.
__ADS_1
Setelah keluar dari ruang operasi Anda langsung disambut dengan hangat oleh orang tua dari Zever.
KEYSHU : Andre, terima kasih banyak atas pertolonganmu. Jika tidak ada kamu mungkin putraku juga masih kritis saat ini, aku berhutang padamu sekali lagi.
ANDRE : Paman jangan katakan hal itu ini sudah kewajibanku menolong sesama.
KEYSHU : Bagaimana kondisi kesehatan kamu nak? Kok bisa sampai ke sini Andre.
ANDRE : Seperti apa yang paman lihat saat ini, kondisi aku baik-baik saja. Aku juga butuh sekali penjelasan dari Zever, agar aku segera menemukan istriku Elisa.
ZOYA : Jadi kamu sudah mengetahuinya, Andre. Apakah belum ada kabar sama sekali tentang keberadaan istrimu, padahal seluruh pasukan sudah digerakkan hanya untuk mencari satu orang.
ANDRE : Iya bibi. Kalau aku belum mengetahuinya, mungkin aku masih di markas pusat, dan tidak tahu apapun yang terjadi saat ini, kenapa tidak ada yang memberitahuku soal ini.
KEYSHU : Ayahmu yang melarang semua orang agar memberitahumu, karena katanya tidak akan mudah untuk bisa menahan amarahmu. Katanya kamu seperti bom waktu yang akan siap kapan dan dimanapun meledak. Karena bisa menakutkan semua orang dan menghancurkan dunia militer.
ANDRE : Ha-ha-ha... Paman adalah orang yang sekian kalinya mengatakan hal itu, yah aku tidak tahu entah kenapa aku bisa di takuti seperti itu oleh seluruh pasukan dan anggota.
Ternyata begitu alasan dari orang-orang yang sangat takut padaku. Aku tidak menyangka ternyata masih banyak orang yang menghormati ku atau hanya mungkin menghina aku, atau mungkin mereka hanya pura-pura menghormati ku, dengan alasan mereka takut denganku. dalam pikiran Andre.
Di sebuah markas pusat Andre kembali setelah berhasil mengoperasi Zever, berada di kamarnya Andre meletakkan tongkat yang membantunya untuk berjalan itu. Dia terdiam sampai menatap langit-langit atap kamarnya terduduk di lantai, dengan sekuat tenaga Andre melakukan hal yang paling ekstrem dalam hidupnya, yaitu memprutuk kakinya sendiri dengan kekuatan penuh. Tulang rusukku yang patah ia melakukan pijat aneh, untuk membantu tubuhnya bisa tahan. Bahkan kaki kanannya agar bisa jalan dengan baik ia menggunakan kekuatannya untuk membuat persendian kembali membaik, dan lanjutkan dengan merutuk semua tulang-tulang pada tubuhnya.
"Aaaaah... Aaaaaaah... Hah! Hah!... Aaaaaaaaaahhhh.... Hngh! Engh!... Aaah- ini akan membaik" ucap Andre.
Teriakan demi teriakan Andre yang menahan rasa sakitnya itu malah didengar oleh Monika, bergegas sang Ibu pun ke kamar Andre karena di kunci dari dalam, monika tidak bisa masuk hanya bisa berteriak memanggil nama putranya dari luar.
"Andre, nak. Apakah kamu baik-baik saja, Andre jangan buat mamah khawatir nak, apakah kamu baik-baik nak, jawab mamah" ujar Monika yang khawatir dan sangat panik.
Tapi tidak ada jawaban dari Andre, karena saat ini Andre sangat lemas gara-gara aktifitas ekstrim itu. Saat ini Andre hanya diam terkapar dengan sekujur tubuhnya penuh dengan keringat, saking penasaran Monika melihat ke sela-sela jendela melihat Andre melakukan hal itu monika sangat terkejut.
Monika langsung buru-buru menelpon suaminya dan mengatakan semua yang dia lihat, suaminya seakan tidak percaya jika Andre melakukan hal yang sangat berani, Andre mengambil resiko. Karena itu dia bisa dijuluki sebagai seorang dokter profesional, karena dia Dokter yang cukup berani mengambil resiko yang sangat menantang.
Andre saat ini sedang beristirahat karena melakukan hal yang ekstrem menguras stamina tubuh tubuhnya. Keesokan paginya, kondisinya sudah membaik, Andre sedikit demi sedikit menggerakkan tubuhnya yang sakit dan belajar jalan dengan normal dan ternyata usahanya kemarin tidaklah sis-sia. Akhirnya dia bisa berjalan dengan normal tanpa harus menggunakan tongkat, saking senangnya ia ingin lompat-lompat.
"Andre, kamu sudah bisa berdiri dengan tegak tanpa tongkat" Monika cukup kaget saat melihat hal itu.
"Iya mah, lihat Andre sudah baik-baik saja. Jadi jangan merasakan khawatir yang berlebihan lagi terhadap Andre, Karena sekarang Andre sudah membaik dan baik-baik saja."
Sangat bersyukur walaupun awalnya Monika sempat khawatir akan kondisi Andre, proses yang diambil Andre cukup menantang dan sangat beresiko, karena berani melakukan hal yang menyakitkan baginya.
Dua hari setelah Zever telah di operasi, akhirnya dia siuman. Itu membuat semua orang yang berada di sana sangat senang, karena bisa selamat dari kematian. Bahkan kedua orang tuanya memeluk putranya dengan sangat gembira, karena bisa memeluk Zever kembali. Zoya yang menceritakan bahwa dia selamat gara-gara Andre, langsung saja Zever teringat rasa bersalahnya pada Andre. Lalu kedua orang tua Zever langsung menghubungi Andre, agar segera datang ke rumah sakit karena Zever ingin bertemu dengannya untuk menceritakan segalanya.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Selasa 29 November 2022.