
Disisi lainnya Gultaf udah sampai di gedung High House, hanya saja dia ragu untuk masuk kedalam sana. Apakah Andre ada di dalam atau tidak, karena tidak ada pasukan Andre dimanapun itu yang membuat Gultaf memutuskan untuk tidak masuk kedalam.
Iya terus-menerus di telfon oleh seseorang untuk menanyakan soal kedatangan tuan ANDRILOS apakah mau menemui mereka atau tidak, untuk membahas tentang bagaimana perkembangan selanjutnya dan rencana setelah Andre di Lantik di Prancis.
Helena melihat Andre yang baru keluar dari lift, langsung bergegas menghampiri Andre dengan cepat sebelum Andre akan menghilang di balik pintu keluar.
HELENA : Sudah selesai menemui istrimu?
Mendengar suara itu yang tiba-tiba membuat Andre terkejut hingga memegang dadaahnya, karena kaget.
ANDRE : Kau ini bisa tidak jangan bikin orang jantungan, sering disebut hantu yah? jangan di biasain begitu, tidak baik mengagetkan orang, hampir saja aku tidak mati karena kemunculanmu.
HELENA : Hahaha maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin mengetahui jawaban apa yang akan kau katakan, jadi bagaimana setelah kau menemuinya.
ANDRE : Lebih baik, sudahlah aku tak ada waktu untuk meladeni mu saat ini, bisakah aku keluar sekarang. Sebelum ada yang mengenali ku, apakah kamu nanti akan bertanggung jawab jika ada apa-apa dengan kualitas terbaik ku ini.
HELENA : Hahaha aku bisa menjamin semuanya, jika kamu akan baik-baik saja tuan Andre. Mereka saat ini sedang sibuk untuk ikut ujian seleksi tahap awal, istrimu juga akan ikut.
ANDRE : APA! kenapa dia tidak bilang apapun padaku, Helena kau bisa memberitahuku soal seleksinya?
HELENA : Aku minta maaf karena bukan aku penyelengaraan ujian seleksi, tapi pihak dari dewan yang meminta hal itu.
ANDRE : Hmm-sudahlah sebaiknya aku pergi sekarang, saya permisi.
HELENA : Tunggu dulu tuan Andre, ada yang ingin saya sampaikan pada anda, ini masalah yang sangat penting, bisakah kita mengobrol sebentar.
Andre yang baru ingat jika dia ada janji dengan dewan perwakilan grup yang di katakan oleh Gulftaf kemarin, segeralah dia ingin pamitan.
ANDRE : Aduh, saya minta maaf. Karena masih ada keperluan lainnya, maaf sekali Helena aku masih ada janji, mungkin sekarang aku sedang di tunggu. Lain kali kita agendakan jadwal pertemuan, bagaimana? untuk menebus ini dan rasa terimakasih ku padamu.
HELENA : Tuan Andre, saya mengerti mungkin sekarang anda pasti sedang sibuk-sibuknya. Baiklah, jika begitu hubungi saya jika anda punya waktu luang.
Setelah perbincangan itu tak lama Andre langsung keluar dari sana, melihat Gulftaf yang sedang mondar-mandir di depan pintu membuat Andre terdiam sejenak.
ANDRE : Gulftaf, apa yang sedang kau lakukan disana?
GULFTAF : Tuan Alzam, seharusnya anda katakan jika ingin pergi, kenapa tidak memberi tahu saya jika ingin kemari. Apa lagi anda tanpa pengawalan seperti ini sangat berbahaya, lain kali anda harus katakan jika ingin keluar, dan pastikan handphone anda juga selalu aktif agar saya bisa menghubungi anda, Tuan.
Gultaf sangat geregetan karena tingkah majikannya ini cukup membuat dia kewalahan, karena sifat Andre orang yah sangat tidak bisa di cari, apa lagi jika hp selalu selalu berdering, dia cukup risih.
ANDRE : Aaah! saya minta maaf sudah membuat mu khawatir, yaudah ayo kita pergi menemui mereka. Dimana kita akan pergi?
Disisi lainnya Elisa yang sedang siap-siap akan masuk ruangan kelas, melihat Gavin yang saat ini sedang mode ketampanan untuk memikat hati wanita kecuali wanita yang dia incar malah tak merespon.
NONA 1 : Kyaaa, Pak Gavin memang sangat menawan dan sangatlah tampan, dia bener-bener tipe idamanku. Bagaimana pak Gavin begitu sangat sempurna, apakah anda sudah punya kekasih pak.
NONA 2 : Tentu sudah punya yang pasti, iya Pak Gavin. Diakan calon suami ku, maukah anda jadi suami saya.
NONA 3 : Hey, Kamu punya kaca kan dirumah. Atau mau ku belikan kau kaca, enak saja, dia itu milikku yang pasti tidak dia tak akan mau dengan si buruk rupa seperti mu.
NONA 4 : Iya-iya-iya, dan kamu pasti bukan spek idaman pak Gavin juga, dasar jallaang semua.
__ADS_1
Elisa harus melihat pemandangan itu di pagi ini, walau sudah biasa jika Gavin selalu di kelilingi oleh banyak wanita, tapi dia cukup menikmati waktu bersama para wanita itu, Elisa tampak tidak peduli, dia ingin balik lagi cuman Gavin sudah melihatnya.
GAVIN : Sudah cukup, kita akan segera mulai pelajarannya, di harap nona-nona bisa tenang yah, karena kalian akan menghadapi ujian babak pertama penyisihan yang akan di adakan secara langsung Minggu depan, jadi kalian harus fokus, ujiannya di sebuah tempat khusus, selama seminggu kedepan kalian juga gak akan bertemu denganku, karena kalian akan ujian, jadi kalian harus sungguh-sungguh belajar yah. Agar bisa lolos dan bertemu denganku lagi, karena jika kalian tidak lolos maka harapan kalian akan dekat dari tujuan akan pupus.
NONA 1 : Tidak masalah jika saya tidak lolos, asalkan bisa ketemu pak Gavin jika saya tidak jadi pendamping pemimpin dan seleksi saya gagal, itu artinya aturan mencintaimu tidak ada halangan.
NONA 4 : Kyaa... Aku akan menang pasti agar selalu ketemu dengan pak Gavin.
GAVIN : Maka dari itu kalian harus rajin agar bisa lolos dan bisa masuk ke babak selanjutnya, kalian harus semangat karena babak penyisihan awal ini, akan sangat sulit karena banyaknya pesaing yang datang.
Elisa yang akan balik lagi karena tak ingin mengganggu waktu Gavin, memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat. Tapi Gavin seakan sengaja melakukan hal itu, sepertinya ia ingin membuat Elisa cemburu.
"Elisa apa sedang kamu lakukan di sana, cepat masuk. Karena waktu belajar akan segera dimulai, kenapa hanya berdiri di ujung jalan begitu" ucap Gavin yang dengan fasih bahasa Indonesia.
"Bukanya kamu sedang asik bercumbuuu dengan para wanita, aku gak mau menganggu waktu mu. Pak Gavin, saya permisi" ucap Elisa yang sudah mulai ilfil dengan Gavin.
Melihat Elisa yang akan pergi, Gavin menahan tangannya. Para nona itu langsung menatap tajam pada Elisa merasa jika saingannya bertambah, Elisa merasakan tatapan penyerangan dari para wanita itu.
Waduh, kok bulu kudukku berdiri ya. Seperti dapat tatapan tajam, eeeh! Mereka rupanya sedang menatap tajam kearahku, aku juga tak akan mengambil Gavin dari kalian kok, kayaknya aku pergi lolos dari sini, tak mau terlibat dalam scandal rumit. Dumal Elisa dari dalam hatinya.
"Siapa, aku gak bercumbuuu mereka bahkan tak melakukan apa-apa padaku. Elisa ekpektasi mu terlalu jauh, cepat masuk karena waktu belajar akan segera dimulai" ucap Gavin menarik tangan Elisa agar segera masuk ke dalam ruangan.
Elisa menepis tangannya, mata Elisa membulat dan kesal yang di dadahnya semakin sesak, mengepalkan tangan tapi tak bisa ia luapkan. Rahangnya sudah bergertak tapi Elisa masih bisa menahannya, tersenyum tipis kepada Gavin.
"Maaf, Pak. sepertinya saya tak bisa melanjutkan pendidikan dengan anda, saya punya kewajiban untuk menganti guru. Jadi saya tidak mau menerima pelajaran lagi dari anda yang tidak profesional dalam bekerja, aku tak tertarik dengan anda. Permisi" ucap Elisa yang langsung meninggalkan tempat.
"Apa-apa wajah itu nona Elisa, anda tak bisa melakukan hal itu. Itu sudah ada di dalam peraturan jika para nyonya, di harapkan untuk belajar lebih giat lagi, tidak ada peraturan perubahan untuk menganti guru private mereka" ucap Gavin protes.
NONA 2 : Pak Gavin, biarkan saja wanita itu. Lebih baik kita mulai saja pelajaran hari ini, saya sudah tidak sabar.
NONA 3 : Iya, sudahlah cepat dimulai saja pelajaran hari ini pak Gavin.
"Sepertinya mereka sudah tidak sabar menerima pelajaran darimu, apakah mereka juga murid-murid mu? kok semakin hari kenapa semakin banyak saja perempuan yang menjadi murid mu, atau mungkin mereka hanya ingin melihat pamormu saja. Pak Gavin.
"Apakah kamu tidak menyukai bahwa diriku ini sangat populer, dan sangat tampan makanya para wanita itu sekarang menjadi murid-murid ku. Ini alasan mereka datang kemari, memang ingin belajar dari guru private seperti diriku, kau tidak sadar saja jika aku terlalu menawan, dan betapa seksinya diriku ini" ucap Gavin yang begitu bangga akan tubuhnya.
"Eleh- itu hanya perasaan mu saja, cepat lakukan tugas mu, layani mereka. Aku tak akan ikut campur urusan anda lagi pak, saya akan memberikan konfirmasi pada nona Helena" ucap Elisa yang langsung meninggalkan tempat.
Apa itu, apakah Elisa jealous of me, because these women came to see the prestige of my good looks? Senangnya bisa di cemburu oleh Elisa, padahal tidak aku sengaja. Eeeh ternyata ini berhasil juga, elisa sedang cemburu rupanya. Bagus, aku akan semakin giat saja melakukan hal ini, maafkan aku Elisa aku hanya ingin seberapa jauh kau menyukai diriku. Dalam hati Gavin cukup senang di kira Elisa itu sedang cemburu padanya.
Elisa yang pergi dari lokasi menuju sebuah sofa dekat lobi seraya menatap luar jendela melihat sepasang kekasih berci-aman di tempat umum tanpa rasa malu, Elisa jadi masih kepikiran Andre dan apa yang dia lakukan saat pagi tadi.
Tak lama Helena melihat Elisa yang malah duduk di sofa tidak masuk kelas merasa ada yang aneh, Helena menghampiri Elisa.
"Nyonya Elisa, apa yang sedang anda lakukan? bukankah pelajaran hari ini sudah mulai" ucap Helena.
"Hmm- tapi aku tidak suka dengan guru yang cabulll, jadi bisakah aku ganti guruku nona helena" ucap Elisa yang langsung menatap wajah Helena dalam-dalam.
"Eh, bagaimana anda bisa menyimpulkan jika Gavin itu cabull nyonya? Apa saja yang dia lakukan padamu" ucap Helena yang tidak menyangka jika Gavin bisa berbuat seperti itu.
"Coba saja anda datangi ruangannya, malas aku membahasnya" ucap Elisa yang melipat tangan kedepan dan menatap luar jendela kembali.
__ADS_1
"Begitu rupanya, baiklah saya akan suruh orang untuk menganti guru privat anda. Bagaimana jika saya yang jadi guru pribadi anda, apakah anda keberatan?" tawaran Helena.
"Eh? apakah bisa seperti itu. Jika boleh aku mau deh!" ucap Elisa yang sangat senang.
"Baiklah nyonya, jika anda ingin saya menjadi guru private bahasa dan etika, saya hanya bisa di waktu malam hari sekitar jam 8 malam apakah tidak masalah?" ucap Helena.
"Tidak masalah, aku bisa" ucap Elisa yang penuh antusias.
"Baiklah nanti malam saya akan mulai, jam 8 hingga jam 12 malam, saya akan selesaikan dan privat anda akan di adakan setiap hari apakah tidak masalah?"
"Tidak masalah, aku banyak waktu luang. Dari pada saya bete kan, lebih enak jika saya mengerjakan tugas dari anda" ucap Elisa yang sangat senang dengan usulan Helena.
Elisa di ajak untuk jalan-jalan mengelilingi tempat gedung High House, Helena mengajak Elisa jalan-jalan keliling agar tidak merasa bosan di tempat.
"Nyonya Elisa bolehkah saya bertanya masalah pribadi dengan anda?" tanya Helena yang sangat penasaran, dengan kehidupan Andre sesudah menikah.
"Katakan saja apa yang ingin nona Helena tanyakan jika saya bisa menjawabnya akan saya jawab" ucap Elisa.
"Begini, aku sangat penasaran bagaimana anda bisa bertemu dengan Tuan Andre, sih manusia kaku dan Petapa gunung Es itu, lalu apakah sikapnya itu tetep kaku seperti itu saat bersama anda?" Helena mulai penasaran dengan kehidupan sehari-hari Andre dengan status barunya.
"Hmmm-, banyak sih yang bilang dia begitu. Bukan sekali dua kali, bahkan bukan anda saja yang katakan hal itu, aku tidak tahu masa lalunya bagaimana. Tapi saat dia bersama ku, dia bukan manusia normal lagi"
"Heh? maksudnya. Apakah dia punya kelakuan aneh?"
"Iya bisa di bilang begitu, tapi dia bukan pria kaku seperti yang di bicarakan banyak orang. Hmm- kadang dia bisa terlihat seperti anak kecil, kadang juga seperti remaja yang baru saja puber. Kadang aku binggung mana sifat asli dari sosok pria itu, yah aku juga tak bisa berkata-kata apa-apa atau mengelakkan"
"Ha-ha-ha, iya aku faham maksud anda. Jadi dia bisa seperti itu rupanya" ucap Helena yang jadi gemas mendengar hal itu.
"Iya begitulah, Eeeh- tunggu dulu... Anda tahu dari mana soal Andre? perasaan aku tidak pernah membahas tentang suami saya?"
"Aaah, kebetulan saya adalah teman Kuliahnya, iya walau kami tidak satu jurusan tapi kami pernah menjadi teman dekat"
"Apakah anda yang memberi tahu dia untuk datang ke sini? karena dia sampai tahu kamarku dimana?" Elisa cukup curiga, karena dia menelepon semua orang, yang bersangkutan dengannya.
Seperti Azril dan orang IT, apakah mereka melacak keberadaan dirinya atau memberitahukan soal keberadaan Elisa.
"Apakah dia mengatakan yah?" Helena langsung kaget.
"Tidak, hanya aneh saja dia langsung menemukan ku. Yah walau dia cukup peka dimanapun aku berada, dia pasti bisa menemukan diriku, tapi saat ini orang-orang miliknya sudah aku bungkam lalu bagaimana dia bisa tahu jika aku ada di sini, sampai detik tadi saya masih memikirkan hal itu. Tapi saat anda mengatakan jika anda teman masa kuliah jadi aku curiga pada anda, hehehe"
"Tebakan anda benar, Andre langsung pergi sebelum aku mengatakan penjelasan. Padahal tadi saya baru mengatakan lantai dan kamar anda, dia langsung lari bagaikan angin" Penjelasan Helena.
"Iya begitulah"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Minggu 23 Oktober 2022