
Hampir malam tapi Zever dan pasukannya tak kunjung datang juga itu membuat Elisa sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada anggotanya, Elisa berniat akan pergi menyusul dan mencari tahu keberadaan mereka.
"Nyonya, anda akan kemana? Di luar sangat berbahaya, jika anda keluar" ucap Glenn yang menahan tangan Elisa.
"Kamu tidak usah khawatir, aku sangat cemas akan anggota dan para pasukan kak Zever karena sampai detik ini kenapa bala bantuan dan kak Zever juga belum juga datang?" ucap Elisa yang melepaskan tangannya dari Glenn.
"Mereka pasti akan datang nyonya, bersabarlah. Jika anda pergi dari sini maka akan menambah kekhawatiran, pasukan mereka sangat banyak. Anda akan salam masalah nantinya, tolong kali ini saja Nyonya anda disini saja. Jangan keluar dari tempat ini, apa lagi anda keluar sendirian" ucap Glenn.
"Lalu apakah mereka bisa bersabar? Jangan konyol Glenn, aku tidak bisa menunggu. Lihat semua pasukan mu. Xeverio dan yang lainnya harus segera dapat pertolongan, tak mungkin aku membiarkan mereka seperti ini lebih lama" ujar Elisa yang sudah bersiap akan pergi.
Tak banyak bicara lagi Elisa langsung saja pergi meninggalkan tempat, saat Elisa kembali lagi kepada pasukan Zever. Ternyata di sana sudah porak-poranda tidak karuan, dan banyak sekali senjata yang berada di pohon, dan ada juga peluru yang menembus batang-batang pohon, Elisa yang menyusuri jalanan itu tampak kebingungan. Karena tidak tahu betapa ganasnya pertempuran mereka, Elisa yang hanya bisa mendengar suara-suara tembakan dari jarak jauh.
Tiba-tiba saja ada bayangan seseorang dari arah belakang, Elisa mempercepat jalannya tanpa menoleh kebelakang. Iya ada seseorang yang mengikuti dirinya, tanpa di sadari oleh Elisa, saat mendengar langkah kaki. Buru-buru Elisa pergi dan segera bersembunyi, takut ketahuan ia bergegas untuk pergi dari tempat tersebut.
Setiap perjalananya selalu dapat pemandangan pepohonan yang terkena senapan atau peluru dan seperti habis kebakar, Elisa juga tidak sadar jika tempat tersebut ternyata telah dikepung oleh musuh.
Elisa hampir saja ketahuan, buru-buru Elisa mencari tempat persembunyian. Tiba-tiba ada seseorang dari belakangnya, sesosok pria yang dari tadi mengikuti dirinya, tangan seseorang misterius itu langsung mendekap setelah wajah Elisa dari belakang itu membuat Elisa kaget bukan main, saat melawan malah tangannya di tangan kebelakang pinggang. Elisa tampak kaget, tapi ternyata itu adalah Zever yang menarik Elisa ke suatu tempat.
ZEVER : Tenanglah ini aku, Zever. Kenapa kamu kesini, dan keluar dari persembunyiannya. Sudah aku katakan tunggu saja di tempat, kenapa malah datang, kau tahu tempat ini berbahaya.
ELISA : Aku khawatir pada kalian, bagaimana yang lainnya. Apakah mereka baik-baik saja, karena kak Zever tak kunjung datang jadi aku sangat penasaran.
ZEVER : Yah kami semua baik, lalu bagaimana keadaan pasukan Andre dan Xeverio?
ELISA : Ada beberapa orang yang tidak sadarkan diri, termasuk adikmu dan mas Andre. Katanya mereka harus segera dapat pertolongan dengan cepat, tapi bala bantuan belum juga datang aku sangat kebingungan disana.
ZEVER : Lain kali jika ada apa-apa seharusnya kamu katakan dulu padaku, jangan ambil tindakan sendiri. Aku sampai khawatir padamu tadi, jujur padaku kamu dari mana? Sebelum kamu menemukan lokasi Andre dan lainnya, aku mencari mu dari tadi. Saat aku menoleh kebelakang kamu sudah tidak ada di pasukan, makanya aku terpisah dari kelompok gara-gara mencarimu.
ELISA : Aku sungguh minta maaf kak, karena telah membuatmu khawatir. Itu karena aku menemukan bercak darah, saat melewati sungai kecil tadi. Ku pikir kakak tahu dan sadar akan hal itu, jadi hanya mengikuti insting dan tanpa sadar aku malah mengikuti jejak tersebut, dan sampai di suatu tempat dimana jejak itu menghilang.
ZEVER : Jadi begitu, baiklah sekarang kita harus cari tempat yang aman dulu untuk bisa lolos dari mereka, sepertinya mereka masih disekitar sini mencari kita.
ELISA : Kenapa kamu tidak membunuh mereka saja, kenapa harus cari tempat bersembunyi yang aman. Kau adalah seorang komandan tempur, dan sosok penembakan jitu jarak jauh. Tapi, kenapa malah ingin mencari tempat bersembunyi, tidak langsung tembak mati saja, apa sulitnya bagimu. Sini berikan senjatamu biar aku saja yang akan menembak mereka, aku akan menanggung dosaku.
Ucap Elisa yang merebut senjata milik Zever, dan bersiap akan mengunakan senapan itu untuk menembak, saat sudah menemukan targetnya. Tanpa ba-bi-bu lagi, Elisa menembak, satu-persatu semua musuhnya dan langsung pada tumbang.
PROK !
PROK !
PROK !
ZEVER : LUAR BIASA, KAMU MEMANG HEBAT, tidak sia-sia aku mengajarkan kamu ilmu menebak ini. Semua pada tepat pada 8 titik paling fatal, kamu the best.
Elisa bangga akan kemampuan yang is kembangkan selama ini, usaha latihan selama ini tidak mengkhianati hasilnya.
Zever hanya bertepuk tangan kagum dan bangga pada muridnya itu, Elisa sangat handal menguasai teknik melepaskan peluru dengan baik. Elisa pikir dengan menembak semua musuhnya, Elisa dan Zever bisa lolos ternyata malah menambah banyak personil pasukan musuh yang datang, sedangkan peluru mereka sudah mulai menipis.
__ADS_1
ELISA : Astaghfirullah, kenapa mereka pada datang lagi? mati satu jadi tumbuh seribu. Kenapa jumlah mereka jadi banyak, kak Zever pelurunya tidak akan cukup karena mereka terlalu banyak. Cepat kita harus kabur dulu dari sini, kita pikirkan strategi lainnya, dibandingkan nanti kita bisa mati konyol. Jika harus berada disini terlalu lama, kak ayo pergi.
Elisa menarik Zever untuk kabur berada di sebuah batu besar, Elisa sengaja membuat perangkap untuk para musuh-musuhnya. Dengan jebakan yang telah dibuatnya, mereka akhirnya terperosok dan malah tertimpa tanah yang longsor dari atas.
ZEVER : HEBAT! Kapan kamu menyiapkan semua ini, mereka semua lenyap. Tapi, jangan senang dulu elisa, karena jumlah mereka masih banyak? Apakah ada jebakan yang lainnya.
ELISA : Tentu saja, lihat ini.
Sebuah batang kayu besar yang telah di potong talinya oleh Elisa terjatuh dari atas ketinggian, langsung menimpah mereka. Disusul batang kayu lainnya, dan ada sebuah tali pengikat membuat mereka tertarik ke atas pohon. Ada juga jebakan lainnya, hingga tinggal beberapa orang saja yang mengejar mereka.
ELISA : Kenapa mereka masih mengejar kita, ya ampun mereka masih banyak sekali. Aduhhhh ! Bagaimana ini kita sudah di ujung lagi, apakah mereka tidak lelah untuk mengejar kita. Kak Zever pikiran cara untuk lolos saat ini cepat kak pikirkan bagaimana ini, kita sudah di ujung tebing. Kenapa pasukan baka bantuan lama sekali datangnya, sedangkan kita sudah sampai di ujung tanduk begini.
ZEVER : Hmph! Siallll, otakku juga tidak mau bekerjasama. Bukannya kamu juga memiliki senjata Elisa, aku juga tidak dapat memikirkan apapun lagi saat ini.
ELISA : Kak Zever apakah kamu lupa senjataku sudah ku gunakan bersama dengan senjata lainya di awal pertemuan kita itu. Aku ingat, ikuti aku kak. Aku punya ide, ini agak sangat gila. Bagaimana jika aku akan jadi umpannya dan kak Zever harus bisa menyelamatkan pasukan Mas Andre.
ZEVER : Apa kamu sudah gila Elisa, mana mungkin aku tega meninggalkan kamu sendiri apa lagi harus menghadapi mereka seorang diri, aku guru yang macam apa menyuruh muridnya maju duluan. Kau hanya seorang pemula disini. Bahkan yang senior seperti ku saja, masih kalah talak dan kewalahan Andre yang sudah sampai tingkat hadal sekalipun juga kalah. Kita harus lebih hati-hati lagi, mereka adalah musuh yang cukup kuat. Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu sendirian, jangan bodoh jika terjadi sesuatu padamu bagaimana? Lalu apa yang aku katakan pada Andre nanti, jangan konyol Elisa.
ELISA : Kakak coba bisa tidak bantu aku berpikir yang realistis, tidak kan. Boleh ku tanya apakah kak Zever punya rencana? Selain ide yang aku usulkan itu. Tidak juga kan, hanya aku yang memiliki rencana, maka dari itu akulah satu-satunya jalannya, sudah jangan banyak bicara lagi cepet kakak harus pergi sekarang juga, karena hanya aku yang akan jadi umpannya. Mas Andre dan anggota lainnya mereka berada di balik batu besar yang kearah jarum jam 3, dan dibelakang ada sebuah gua. Mereka ada disana, cepat pergilah biar aku menghalangi perhatian mereka.
ZEVER : Elisa aku tidak setega itu meninggalkan kamu berjuang sendiri, jangan mempersulit keadaan semuanya, mereka bukan orang biasa. Ada juga dari kalangan mafia teratas, dan para musuh bebuyutan dari pasukan khusus militer yang bersatu, dan mereka juga adalah *******.
ELISA : Aku tidak tahu siapa mereka dan tidak terlalu peduli. Karena semua itu tidaklah penting bagiku, justru yang saat ini aku pastikan adalah keselamatan semua orang termasuk suamiku. Cepatlah kak, kita tidak punya banyak waktu, bawa mereka dengan selamat. Jadi kalau kau ingin bekerja sama denganku, kau juga harus membantuku.
Akhirnya Zever menuruti apa yang di katakan oleh Elisa, dia pergi meninggalkan tempat. Terpaksa dengan rasa bersalah, tapi apa yang di katakan oleh Elisa juga ada benarnya. Elisa juga semaksimal mungkin agar tidak ada yang mengejar Zever, walau dirinya sekarang berada di ujung jurang.
Tak lama saat di ujung tebing, Elisa sudah tidak punya senjata apapun untuk digunakan lalu ada seikat tali, lalu ia lilitkan ke batang pohon di atas lalu, ia lilitkan ke tubuhnya. Lalu Elisa terjun dari atas ketinggian menuju samudra dibawa tebing, Elisa sudah pasrah.
Beberapa menit kemudian, tak lama saat Zever baru bisa menemukan dimana keberadaan persembunyian pasukan Andre dan Xeverio. Seluruh pasukan bala bantuan yang telah di kirimkan sudah menggerakkan semua pasukannya ke lokasi yang di berikan oleh Elisa, tepat pada waktunya mereka langsung datang untuk menangani semuanya, dan langsung membantu semuanya yang terluka.
ALEX : Kak kau ingin kemana lagi, cepat naik. Kakak sudah terluka, ayo.
ZEVER : Aku tidak bisa pergi Alex, karena aku harus mencari dimana Elisa sekarang.
ALEX : Apa maksud mu kak, memang kak Elisa ikut kesini?
ZEVER : Iya, dia ikut denganku untuk menyelematkan suaminya. Lalu demi menyelamatkan pasukan dia rela berkorban untuk menjadi umpan musuh, aku tidak tahu lagi bagaimana keadaannya. Makanya aku ingin mencari keberadaan Elisa, aku harus segera pergi.
ALEX : Baiklah aku akan menemanimu untuk mencari kak Elisa, kenapa Kakak malah mengajak kak Elisa kesini. Sudah tahu disini sangatlah berbahaya, lalu bagaimana jika kak Andre tahu apakah dia akan senang.
ZEVER : Aku tahu Alex, ini salah tapi mau bagaimana lagi Elisa yang telah meminta sendiri. Aku sudah melarangnya untuk ikut bersamaku, tapi dia tidak mau mendengarkan ucapanku, dan tak menghiraukan apa yang aku katakan.
ALEX : Lalu sekarang bagaimana ceritanya jika sudah seperti ini, jika terjadi sesuatu pada kak Elisa kau akan dihukum oleh papah Arafif dan Tuan Brandon.
Zever hanya bisa diam di langsung mencari di setiap sisi, bahkan sudah banyak musuhnya yang tak sadarkan diri, dan ada sebagian yang tewas. Alex seakan tidak percaya dengan apa yang di lakukan Elisa, walau dia sendirian tapi dapat mengalahkan pasukan musuh dengan akal cerdiknya.
ALEX : Aku tidak menyangka bahwa kak Elisa sepintar ini dalam bertarung di alam liar dengan musuh-musuh yang sangat berbahaya, bagaimana kak Zever melatihnya.
__ADS_1
ZEVER : Jangan banyak tanya, cepat cari dimana jejak Elisa dan temukan dia sekarang juga.
Zever dan Alex langsung mencari di lokasi terakhir kali Zever dan Elisa berpisah, Zever mencari di sekitar tempat tapi sepertinya Elisa sudah lari begitu jauh. Alex dan Zever walau mereka berdua sudah semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan Elisa, tapi tidak bisa menemukan dimanapun Elisa berada.
Seperti lenyap begitu saja, tiba-tiba Alex menyadari sesuatu melihat tali simpul khas milik militer pasukannya yang terikat di sebuah pohon lalu melihat kebawa.
ALEX : Kaka Zever, cepat kemari lihat ini. Apa yang aku temukan, cepatlah.
Zever segera bergegas menemui Alex, melihat hal itu lalu mereka saling menatap satu sama lainnya, mereka pun langsung berasumsi dan memiliki pikiran yang tidak baik yaitu memikirkan jika Elisa melompat dari atas ketinggian tebing.
ALEX : Apa kau punya pikiran yang sama denganku Kak zever?.
ZEVER : Tidak mungkin dia melakukan hal bodoh seperti itu kan, aku tahu Elisa bukan perempuan yang lemah.
ALEX : Lalu ini apa kak? Sebenarnya apa saja yang telah kakak lakukan, dan kak Zever latih membuat Kak Elisa punya pikiran untuk terjun dari atas ketinggian seperti ini. Lalu apakah dia bisa berenang?
ZEVER : Itu dia masalahnya, aku tidak mengajarkan dia untuk berenang, tidak mungkin dia mati tenggelam bukan.
ALEX : Lalu dengan ketinggian seperti ini dan dibawa ada air, apakah dia akan terbang layaknya burung. Itu tidaklah mungkin kak, aaah kak Zever kau ini bagaimana.
ZEVER : Coba kita cari ke bawah mungkin saja kita bisa menemukan dia dibibir pantai, cepat turun sekarang juga.
Akhirnya mereka turun ke bawah mencari keberadaan Elisa, lewat jalur lainya. Sesampainya di bawa di bibir pantai tersebut. Zever dan Alex gencar mencarinya. Entah itu jasadnya atau Elisa yang terkapar di bibir pantai. Tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Elisa, atau siapapun di sana, hanya melihat sebuah jaket dan penutup wajah yang dipakai oleh Elisa yang sudah mengapung di pantai.
ALEX : Ouh! Lihat itu kak sepertinya ada sesuatu yang mengapung di sana.
Alex langsung mengutipnya dan memberikannya pada Zever. Dia sangat ingat sekali apa yang dipakai oleh Elisa saat terakhir kali dia meninggalkannya, ternyata itu dalam milik Elisa.
ZEVER : Iya ini adalah milik Elisa, Alex segera temukan dia, pasti dia belum jauh. Aku yakin dia masih si sekitar sini, aku akan cari disana kamu kesana.
Zever langsung mencari di sekeliling tempat tersebut, tapi tidak menemukan siapapun disana. Mereka berdua sangat frustasi dengan hal itu, dan meminta bala bantuan untuk pencarian keberadaan Elisa saat ini.
Zever dan Alex belum melaporkan hal itu pada markas rahasia, karena jika mereka tahu Elisa hilang maka semua akan panik, apa lagi di markas rahasia ada Arafif dan Keyshu.
Pasukan penyelamatan juga langsung membawa yang terluka untuk segera di obati, banyak helikopter tim medis yang datang untuk membantu.
ALEX : Kak, apakah kamu menemukan jejak lainnya? sudah sehari ini kita mencari di pantai, apakah mungkin kak Elisa mati tenggelam? Lalu jasadnya di makan oleh ikan-ikan di laut.
ZEVER : JANGAN KONYOL ALEX! Jika itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri, dan akan merima hukum apapun yang akan di berikan oleh Andre saat dia sadar nantinya.
ALEX : Kak Andre emang sangat menakutkan jika dia sedang marah, apa lagi jika dia sampai tahu.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
SABTU 26 November 2022.