PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
153. Kepekaannya Sensitif.


__ADS_3

Percakapan mereka yang sudah panjang kali lebar, hingga banyak sekali yang mereka bicarakan. Sambil jalan-jalan bersama muter-muter mall, layaknya sepasang kekasih yang sedang kencan. Dari jauh tidak sengaja dilihat oleh kakak dari Fando, saat melihat kalau adiknya jalan dengan seorang wanita membuat dia semakin penasaran, siapakah wanita yang bersama Fando.


...BAHASA JERMAN...


MAXIME : Bukankah itu Marchel?


JACK : Mana mungkin adik anda ada di sini, Tuan. Beliaukan sendang cari bukti soal, nyonya ANDRILOS.


MAXIME : Lihat itu Jack, kamu tidak melihatnya dengan jelas. Itu adalah adikku, aku tidak buta.


JACK : Ouh! Apakah beneran itu tuan Marchel, tapi siapa wanita yang ada di sampingnya itu. Apakah dia kekasih tuan kedua, sepertinya mereka terlihat akrab.


MAXIME : Apakah kau bilang, kekasih? Baru beberapa minggu dia ada disini, mana mungkin dia sudah dapat kekasih. Kamu jangan bercanda denganku, mau ku potong lidahmu itu.


JACK : Itu sering terjadi Tuan, apalagi Tuan kedua masih sangat muda, mungkin saja itu adalah kekasihnya, karena dilihat dari mereka jalan, hingga Tuan kedua terlihat sangat bahagia saat ketawa.


Kakaknya seakan kesal melihat adiknya bisa tersenyum bahagia dengan seorang wanita, yah kakaknya tidak terlalu menyukai adiknya, jika sebahagia itu. Seakan dia kecemburuan, jika adiknya lebih bahagia dengan orang lain bukan dengan sang kakak, apa lagi Jack seperti sengaja mengompori Tuan pertamanya, untuk semakin membenci adiknya.


JACK : Tuan, apakah kita harus memisahkan mereka berdua, sebelum semakin jauh hubungannya?


MAXIME : Tentu saja, kita harus pisahkan mereka jangan sampai lebih jauh lagi. Aku tidak mau, jika dia akan hilang arah dan tujuan sebelum kita datang kesini.


JACK : Apakah ini alasan tuan kedua melawan anda, apakah anda ingat jika tuan kedua, telah melawan anda. Sepertinya ada hubungan dengan wanita itu, karena dia diam-diam kuliah tanpa sepengetahuan anda.


Saat Mendengar hal itu, Maxime semakin di buat kesel. Karena adiknya malah menjadi tidak terkendali, Jack merasa senang karena tuan pertamanya semakin besar bencinya kepada adiknya. Terlihat senyum liciknya pada saat ini, karena melihat tuan pertama menatap adiknya dengan amarah.


Jadi kakak Fando ini ingin membuat Fando berpisah dengan Elisa, tapi ditahan oleh penjaganya sendiri. Iya mencari muka, agar dikira dia paling baik, karena dia tidak mau fando terusik oleh kakaknya yang ambisius dan penuh dendam ini. Yah lebih tepatnya, agar rencana juga untuk membuat kakak beradik berpisah semakin besar, itulah tujuan dari Jack.


Jack bagaikan pisau bermata dua, karena dia bisa mengontrol kedua kakak adik itu dengan baik, Jack ini seperti punya dendam mendalam pada Maxime.


JACK : Apa yang ingin anda lakukan Tuan? apakah anda akan kesana, tidak!.


MAXIME : Apa lagi yang akan aku lakukan, tentu saja aku akan memisahkan mereka. Kenapa kamu menahanku, dan masih kamu bertanya, tentu saja ke sana untuk menemui Marchel.


JACK : Tuan pikirkan baik-baik dulu, tolong jangan sekarang, ini adalah tindakan yang gegabah. Jika anda melakukan hal itu, kita akan segera di tangkap. Lihatlah banyak cela bahaya disini, ramai orang yang wara-wiri. Karena itu tahan dulu tindakan anda tuan, biarkan saja mereka berdua dulu tuan. Tuan kedua sepertinya sedang menikmati waktunya hari ini, kita menunggu waktu yang tepat untuk membuat mereka berpisah, lebih. baik kita memikirkan matang-matang rencana kita selanjutnya bagaimana.


MAXIME : Jangan halangi aku. Kau hanya seorang pelayan. Kok berani sekali menghalangiku dan menceramahiku, aku tahu apa yang aku lakukan, tak usah kamu beri tahu.


JACK : Aku tidak menghalangi anda, hanya menahan anda, jika anda melakukan hal yang melanggar hukum, itu akan membuat anda lebih cepat ditangkap oleh kepolisi setempat dan akan di ketahui oleh kepolisian international juga. Di sini masih terlalu rawan karena banyaknya orang, coba anda lihat. Kita masih di moll, banyak orang yang melihat kita nantinya jika kita melakukan tindakan kejahatan.


Akhirnya Maxime mengurungkan niatnya untuk mendatangi adiknya itu, mereka langsung pergi dari tempat dimana Fando saat ini bersama Elisa, tapi Fando yang peka langsung bisa merasakan seperti sedang ditatap oleh seseorang, ia langsung melirik ke sumber dimana ia merasakan tatapan seperti iblis, karena hawa dingin terasa.


"Ada apa Fando? Kamu baik-baik aja, kamu sakit perut yah." Tebakan Elisa karena tadi Fando makan-makanan pedas.


"Nggak apa-apa. Ini cuman firasatku saja kok, karena aku terlalu peka jadi perasaan ku nggak terlalu baik saja, kayak ada orang yang sedang menatap kearahku itu aja sih!" ucap fando yang meraih tangan Elisa agar tidak terlalu jauh darinya.


Ternyata, Fando cukup peka dan sangat sensitif. Aku harus lebih hati-hati lagi, jangan sampai Fando curiga pada pasukan dari mas Andre, mereka terlalu banyak. Agar jangan terlalu menonjolkan dirinya, jika sampai ketahuan oleh Fando, bisa berabe urusannya, nanti rencana ku bisa sia-sia. Dalam hati Elisa.


Gawat, aku di ikuti. Aku gak bisa terlalu gegabah saat ini ada Elisa, aku tidak bisa membahayakan keselamatannya, wanita ini tidak tahu apapun. Dalam hati Fando yang sudah merasakan keberadaan pasukan elit milik Elisa.


Demi keselamatan sang istri Andre memberi pasukan elit miliknya untuk bertugas, walau elisa menolak, tapi mereka tak mau mendengarkan apapun yang di katakan Elisa, karena mereka berada dibawa perintah Andre.


"Idiehhh kamu ini ge-er banget sih jadi orang, narsis banget sih. Mana ada orang akan melihat mu, kamu bukan selebriti atau kamu ******* yah!" ucap Elisa membuat Fando menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Hem, ada apa? Aku salah bicara yah. Aku minta maaf fando, aku hanya bercanda." ucap Elisa yang meminta maaf langsung.


"Nggak kok, aku hanya merasa bersalah saja sama kamu." ucap fando yang menatap Elisa.


"Hah! merasa bersalah gimana maksudnya, aku yang salah ngomong, asal jeplak saja. Ngomong sembarangan lagi, maaf ya. Aku minta maaf fando, dimaafin nggak." ucap Elisa yang pura-pura khawatir.


"Aku gak apa-apa kok, kamu tenang saja yah! Iya, di maafin." ucap fando memegang kepala Elisa.


"Sungguh, kamu baik deh. Aku janji sama kamu. Aku gak akan ngomong sembarangan lagi, maafin aku yah?" ucap Elisa yang merasa bersalah.


"Ih apa sih, udah aja ah! Minta maaf melulu. Yuk, kita lanjut. Jalan, masih panjang nih." ucap fando yang merai tangan Elisa.


Di tempat lainnya, para pasukan elit milik Andre langsung mencari tempat yang baik lagi, karena targetnya sudah merasakan keberadaan mereka.


Jack dan Maxime yang masih di moll tersebut, dalam persiapan untuk kembali. Jack yang tidak sengaja menabrak seseorang, ternyata itu adalah salah satu pasukan elit milik Andre yang sedang menyamar menjadi pengunjung moll.


"Saya minta maaf, apakah anda baik-baik saja?" ucap Jack yang fasih dalam bahas Indonesia.


"Iya tidak apa-apa pak." jawab pasukan elit tersebut langsung pergi meninggalkan tempat.


Jack malah masuk kedalam lift, menurun menuju parkiran, sambil masih memikirkan orang yang dia tabrak tadi, dan mengingat-ingat beberapa orang yang ia temui di moll tersebut, seketika dia sadar jika bukan hanya atau atau dua orang tapi sekitar 50 orang.


Tunggu dulu, siapa mereka. Kok seperti bukan hanya satu orang, eh! ternyata banyak sekali. Sepertinya mereka bodyguard, tapi sedang mengawasi siapa yah, dari kepengawalan mana nih? Mana target mereka, dan siapa majikan yang mereka ikuti. Sepertinya orang ini sangat penting, karena pasukan sebanyak ini dan seperti akan perang. Tunggu, mereka adalah pasukan khusus Tim elit internasional, apakah penyamaran Tuan pertama diketemukan?. dalam hati Jack yang melihat sekeliling moll, banyak orang yang mencurigakan matanya.


MAXIME : Ada apa Jack, kenapa kamu malah bengong di sana. Cepat jalannya, kita tidak ada waktu, bisa ketahuan jika terlalu lama di luar.


Maxime yang sudah berada diluar lift akan menuju pintu keluar, malah terhenti karena Jack malah sedang asik dengan pikirannya.


Setelah tersadar ia langsung bergegas membukakan pintu mobil untuk Maxime, lalu dirinya juga langsung masuk kedalam mobil tersebut.


MAXIME : Apa maksudmu, ditangkap oleh siapa?


JACK : Pasukan khusus militer Black Hight, Milik pemimpin penerus ANDRILOS.


MAXIME :Apakah mereka menemukan kita, kamu jangan bercanda Jack.


JACK : Mana mungkin aku bercanda atau bergurau dengan anda Tuan, aku bicara nyata.


MAXIME : Bagiamana dengan marchel, dia juga ada disini. Jika dia tangkap, kita juga akan ditangkap Jack.


JACK : Biar aku akan menghubungi beliau, anda masuklah dulu.


Kembali pada Elisa dan Fando yang saat ini masih berada di moll, terlihat Fando memegang tangan Elisa cukup erat, seperti akan terjadi sesuatu. Fando semakin sensitif terhadap lingkungan, dan semakin waspada.


"Kamu kenapa sih, dari tadi kok kayak gelisah gitu. Kamu udah gak betah yah di moll, kita cari tempat lain aja yuk!" ucap elisa yang pura-pura khawatir, seraya mengusap keringat Fando yang banyak sekali.


"Nggak kok, aku hanya gak mau ada wanita yang minta kenalan dan minta no hp ku saja, capek buat ladenin mereka satu persatu." alasan fando pede banget.


"Hah, ya ampun sok kegantengan banget sih." ucap Elisa yang mencubit hidung Fando.


"Kan aku memang sangatlah tampan pasti kamu belum tahu iyakan, kalau akan banyak cewek-cewek yang naksir padaku, jika kamu melepaskan aku, makanya aku memegang mu seperti ini, agar kamu gak hilang nantinya, kalau aku di sukai banyak orang, dan jika nanti ada orang yang tiba-tiba minta foto." ucap fando yang mengalihkan pembicaraan dengan alasan.


Elisa tertawa terbahak-bahak mendengar hal itu, Elisa juga menggenggam tangan Fando dengan baik, agar Fando juga merasa baik dan merasa nyaman dengan dirinya, yang sedang bersandiwara.

__ADS_1


"Ya ampun aku baru tahu, kalau kamu ini sangat pede dan senarsis ini. Apakah orang bule kayak kamu, semua seperti ini yah." tanya Elisa.


"Aku nggak tahu tuh, coba saja kamu nilai sendiri gimana?" ucap fando yang bicara dengan santai dan membanggakan diri.


"Iya deh. Iya, aku mah gak tahu apapun tentang kamu," ucap Elisa yang pasrah.


Lalu tak lama deringan hp miliknya, bergetar dan itu adalah panggilan dari Jack yang belum di angkat, karena tidak berdering keras apa lagi tempat yang begitu ramai. Jadi tidak terdeteksi panggilan yah, Fando mengangkat panggilan itu.


Dalam bahasa Jerman, Fando berbicara. Elisa yang tidak mengerti, hanya bisa diam dan merekam apa yang dikatakan oleh Fando lewat anting yang terpasang di telinga Elisa itu.


"Iya hallo... Apa! bagaimana kamu tahu?... di moll yang sama... Jadi kakak juga tahu aku bersama dengan wanita?... Lalu bagaimana reaksi kakak... Baiklah, aku akan segera pergi dari sini... Iya, kamu tidak usah khawatir... Aku akan segera kembali dengan selamat..." ucap fando langsung menutup kembali hp miliknya.


"Hmm, ada apa fan. Semua baik-baik sajakan, itu bahasa apa sih, lucu benget dengernya." ucap Elisa yang bertanya pada fando.


"Bahasa Jerman, Elisa Bagiamana jika kita sudahi jalan-jalan hari ini, karena aku harus kembali. Kakak ku akan pulang sekarang, jika aku tidak segara pulang sebelum kakakku datang, maka aku akan di omelinya lagi, nanti aku gak bisa dapat izin untuk berangkat kampus." ucap fando.


"Ouh, gitu oke. Kamu bisa pulang yah, mau aku anter gak, biar cepat sampai gitu?" ucap Elisa yang menawarkan dirinya.


"Kamu ini aneh deh! Biasanya cowok yang menawarkan pada ceweknya, ini malah kebalikannya. Kok kamu yang nawarin diri gitu." ucap fando yang agak heran sama kepribadian Elisa ini.


"Iyakan kamu gak bawa kendaraan, sedangkan aku bawa, yaudah gini aja gimana kalau kamu yang nyetir motornya aku yang bonceng?" ucap Elisa yang masih menunggu jawaban Fando.


Karena lagi di kejar target Fando tak punya pilihan, jika dia menunggu angkot online akan lebih panjang, dan tak bisa lebih cepat dari kakaknya. Maka dari itu, Fando sedang berfikir keras untuk pilihan yang efektif.


"Baiklah, tapi bagaimana denganmu. Apakah kamu nanti berani pulang sendirian, setelah mengantarku?" ucap fando yang khawatir.


"Hmmm- tentu saja nggaklah! Nanti kamu yang anterin aku lagi dong! Kamu harus tanggung jawab Fando, terus nanti aku akan antar kamu lagi pulang, gimana?" ucap Elisa yang manja pada Fando.


"Ha-ha-ha kamu ini lucu banget sih, kalau kayak gitu kapan sampainya dong!" ucap fando yang menatap gemas pada Elisa.


"Heheh biarin, nanti kita gak bisa pulang masing-masing. Ha-ha-ha " ucap Elisa yang tersenyum lebar.


Akhirnya Fando duduk di jok depan menggunakan helm milik Elisa, dan Elisa mengunakan helm lainnya untuk menutupi kepalanya.


"Fando, aku minta maaf yah. Boleh pegang kamu gak? Aku gak biasa kalau duduk dibelakang, jadi agak..." ucap Elisa yang mode genit ia langsung keluarkan. Cara untuk memikat pria, agar Fando semakin menyukai dirinya.


"Iya, gak apa-apa Elisa. Senyamannya kamu aja, aku mah bebas." ucap fando yang sedang melihat motor Elisa ini sangat keren, motor impian Fando.


"Sudah selesai, kamu duduk dengan nyaman kan elisa, kita berangkat yah. Siap?" tanya Fando.


"Iya siap, lest go. Ayo berangkat, dong!" ucap Elisa semangat, memeluk Fando dari belakang, Fando yang melakukan keahlian untuk naik motor.


Motor itu melaju dengan kecepatan tinggi, meliuk-liukkan dengan baik di jalanan. Elisa hanya menikmatinya saja, aktraksi dari Fando.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Senin 30 Januari 2023

__ADS_1


__ADS_2