PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
38. Cemburu Saat Rapat.


__ADS_3

Beberapa jam kemudian semua urusan membuat kue yang memakan banyak waktu, tenaga dan bahan. Elisa akhirnya bisa bernafas lega karena semuanya sudah selesai, melihat jam menujukan pukul 23.30 malam waktu di New York, Aoda yang juga sama-sama kelelahan karena menjadi penerjemah nyonya yah merasakan hal yang sama.


"Nyonya sebaiknya anda naik ke atas dulu, biar ini saya yang bereskan" ucap Aoda yang melihat elisa sibuk merapikan alat-alat yang sudah selesai di pakai.


"Tidak usah Aoda, aku bisa kok" ucap Elisa yang tak mau melepaskan tanggung jawab.


"Nyonya jangan paksakan diri anda, hari ini anda sudah cukup lelah" Aoda menarik tubuh elisa yang kecil.


"Hmm baiklah" ucap Elisa yang pasrah dengan keadaannya itu.


Elisa yang langsung duduk karena tak bisa meninggalkan Aoda yang sedang bekerja itu, walau di bantu beberapa pelayan pria lainnya tetap saja Elisa tak bisa meninggalkan Aoda dan para pelayan yang bekerja tersebut.


Setelah Aoda selesai merapikan halaman jam set 1 pagi, Elisa yang tertidur di sana membuat Aoda kaget karena bukannya naik ke atas untuk istirahat tapi malah tidur di kursi di halaman.


"Nyonya, nyonya Elisa" panggil Aoda yang membangun Elisa.


Saking lelahnya itu membuat tidur Elisa lebih nyenyak, Aoda kebinggungan dengan hal tersebut bagaimana lagi membangun Elisa.


Aoda akan mengunakan cara terakhir yang terbaik yaitu menggendong Elisa sampai kamarnya, Aoda melepaskan jas yang lekat di badannya digunakan untuk menutupi tubuh Elisa.


Tapi saat Elisa di selimuti dengan jas milik Aoda, Elisa malah bergeliat bergerak itu membuat refleksi tubuh Aoda menyangga kelapa Elisa agar tidak terbentur lengan kursi besi tersebut.


"Syukurlah, untung saja tidak bangun" ucap Aoda merasa lega.


Aoda langsung mengangkat tubuh Elisa untuk memindahkan Elisa ke kamarnya, bersamaan dengan itu, Andre dan Glenn juga datang melihat Aoda yang menggendong Elisa yang akan naik ke lantai atas.


Glenn yang sebenarnya tahu jika Aoda seperti ada yang aneh jika dia bersama nyonya Elisa, Glenn agak kesal dengan hal itu. Apa lagi melihat Andre yang hanya diam mematung saat melihat istrinya di gendong pria lain, selain dirinya.


"Tuan, apakah harus saya hentikan Aoda" ucap Glenn minta izin, tapi Andre mencegahnya.


"Tidak perlu, Aoda sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri. Kamu lakukan apapun dan jangan bilang apa-apa soal ini, faham" ucap Andre yang tak mau membahas hal itu.

__ADS_1


"Tapi Tuan?" ucap Glenn yang agak geram dengan tuannya itu yang bersikap pasrah dan sabar saja.


Andre langsung naik setelah Aoda yang membawa Elisa naik ke atas, sesampai di depan pintu ada cela karena Aoda tidak menutup rapat pintu kamarnya. Terlihat Aoda meletakan Elisa dengan sangat hati-hati dan langsung menyelimuti Elisa, Aoda meraih remote AC dan menyalakannya. Sebelum pergi, Aoda masih sempat-sempatnya menyibak anak-anak rambut Elisa yang berada di wajahnya karena menutupi setengah wajah Elisa. Tak sadar Aoda yang jarang tersenyum, saat melihat Elisa yang tidur dia tersenyum lebar.


DEG !


Andre sempat kaget dengan raut wajah Aoda yang berubah. "Apa yang sedang kau lakukan Aoda?" ucap Andre yang langsung masuk dengan api cemburu yang menggebu-gebu.


"Tuan, anda sudah kembali" ucap Aoda yang kalang kabut.


"Aku tanya apa yang sendang kau lakukan disini?" Tanya Andre kembali mendatangi Aoda.


"Saya, mengantarkan nyonya ke kamarnya, tadi beliau ketiduran di halaman, nyonya tak bisa di bangunkan. Jadi saya berinisiatif membawa nyonya ke kamar, karena ini juga sudah larut malam udara malam juga sudah sangat tidak baik buat kesehatan nyonya, apa lagi besok beliau harus berurusan dengan para dewan" Penjelasan Aoda.


"Jelaskan yang benar. Jelaskan apa yang ku lihat tadi salah, kamu membawa istriku ke kamar, kau tahu ini tempat apa bagi kami?"


"Tuan anda jangan salah faham dulu, saya sungguh hanya ingin mengantar nyonya ke kamarnya, tidak ada maksud—" belum sempat Aoda menjelaskan tapi sudah di potong oleh Andre yang emosi.


"Baik, Tuan. Saya mohon maaf jika saya bersalah, permisi" ucap Aoda.


Keesokan paginya Andre yang masih menahan emosi di dalam darahnya, saat melihat Aoda rasanya ingin sekali menghindar.


"Ketua, apakah Tuan sedang marah dengan anda. Biasa Tuan mengutus anda untuk melakukan sesuatu, tapi beliau malah mengutus Jean dan Leon" ucap reka anak buah Aoda.


"Diamlah, Tuan sedang terbakar cemburu padaku. Sudah sana, lakukan tugas mu. Acara hari ini akan di mulai, aku akan jaga di luar. Kalian di dalam jaga Tuan dan awasi semua orang, jika ada yang mencurigakan harus segara lapor padaku atau Glenn" ucap Aoda.


"Baik ketua" ucap reka.


Satu persatu-satu undangan telah datang ke tempat yang telah di tentukan, semua sesuai tepat duduk mereka masing-masing. Elisa yang masih berada di dalam ruangan khusus sangat deg-degan banyak yang Elisa fikirkan saat ini, banyak tekanan dari pihak lainnya.


"Nyonya tenang saja, jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja, mereka akan menerima anda kok" ucap salah satu pelayan yah.

__ADS_1


"Aku gak tenang saya ini" ucap Elisa yang gak bisa diam, Elisa bangkit dan bolak balik terus dari tadi.


MC : Selamat pagi semuanya, selamat sejahtera semuanya. Perkenalkan saya Roger yang akan menjadi pembawa acara kali ini, untuk susun acara kali ini ada di layar. Di mulai untuk menyampaikan pesan dan informasi dan lainnya dari berbagai sumber dan pihak.


Semua para dewan membaca di layar, Andre dan beberapa orang datang, Elisa lalu baru datang bersama Zacky, Kevin dan Sean. Dion tak bisa hadir karena ada urusan yang harus dia selesai kan.


"Andre hari ini cukup sangar" Dumal Zacky yang saat ini melihat ekspresi Andre cukup menyeramkan.


"Kau bener paman Zacky, entah apakah paman Andre saat ini dalam mode iblis yah?" sambung Kevin.


"Mungkin saja, karena hari ini adalah sidang bagi dirinya jadi wajar jika sangat menyeramkan" sambung Sean


"Kau bener Sean ternyata mode iblis ya ini cukup membuat orang ketakutan" ucap Zacky.


"Kalian ini bicara apa?" Elisa yang dari tadi hanya mendengar percakapan mereka di belakang.


"Elisa kenapa kamu tak berada di sisi Andre?" tanya Zacky.


"Entahlah kata mas Andre, aku harus tetap bersama kalian, dan harus berada di samping kalian begitu katanya" ucap Elisa yang menjelaskan.


"Aneh dengan Andre, bagaimana Elisa di titipkan pada kita" Ujar Sean yang kebinggungan.


"Entahlah paman Andre ini cukup unik dan sangat aneh sekali" sambung ucap Kevin.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


Sabtu 3 September 2022.


__ADS_2