
Alhasil Andre yang menjadi supir pribadi untuk Elisa keliling kota, karena Azril tidak bisa mengantarkan Elisa, ada tes ujian masuk dari universitas. Andre jadi tidak mengijinkan Azril untuk pergi, biar dia fokus dengan ujiannya dan belajar saja.
Di jalan yang agak ramai saat ini karena mereka sedang menuju suatu tempat di daerah kota lainnya, Elisa duduk di sebelah Andre. Mata sibuk melihat kanan, kiri dan depan.
"Kamu kenapa sih? kok kayak orang binggung gitu!" ucap Andre yang melihat istrinya yang sibuk.
"Sebenarnya kita mau kemana?" tanya Elisa yang binggung, dengan Andre yang tidak memberi tahu akan pergi kemana.
"Katanya mau cari universitas, ini kita lagi di perjalanan untuk kesana" jawab Andre yang pandanganya fokus kembali ke jalan.
"Hmm- tapi mas, ini sudah keluar dari kota kita loh?" ucap Elisa yang celingukan.
"Iya terus, kan kita emang mau ke kota C, sayang" ujar Andre yang menjelaskan.
"Emangnya ada gitu universitas yang bagus di sana? Terus, ada Universitas apa di sana?" Elisa sangat penasaran.
"Banyak, sekitar ada 6 universitas, tapi kita ke universitas negeri dulu. Di UJM atau Universitas Jaya Merdeka" ucap Andre yang membahas.
"Hmmm- itu belum terkenal ya?" Elisa tidak tahu jika ada universitas kedokteran dan farmasi tertua di sana.
"Sayang, itu univ sudah lama berdirinya. Bangunan itu sudah berdiri sejak jaman 70an loh udah lama berdiri ya" ucap Andre, seraya melirik istrinya.
"Gak tahu ah! pusing aku, makan dulu yuk mas biar pala elisa gak pusing" ajakan Elisa yang merengek minta jajan.
Kebetulan di depan apa pasaran siang harian, setiap hari tertentu pasti ada pasar siang. Di sana terlihat berbagai banyak penjual dan pengunjung begitu sangat ramai, itulah alasan kenapa jalanan begitu padat dan agak macet.
"Mau makan apa?" tanya Andre yang sadar jika istrinya ini suka makan dan jajan.
"Hmmm... Ikan bakar pinggir pantai, kayaknya enak" ucap Elisa yang ngelantur.
Andre sedikit menaikan alisnya karena binggung emang ada pantai di kota sedangkan mereka sedang berada di daerah pegunungan, Andre sampai melirik tajam ke arah istrinya.
"Sayang, mana ada di tempat seperti itu di sini, nggak ada makanan laut yang segar, apa lagi dengan pemandangan pantai, kamu ini ada-ada aja permintaan yah. Lihat kita ini lagi di kota C, gak mungkin ada pesisir ada ya bukit?" ucap Andre yang agak kesel.
"Yaudah deh! makan apa aja yang penting enak, hmmm- Elisa mau makan bakso dan kerak telor aja mas" ucap Elisa yang melihat penjualnya.
"Yaudah sok! Di depan ada soto, nasgor, pecel, somay, terus apa lagi tuh. Kalau itu kamu mau gak?" tanya Andre pada Elisa.
"Yaudah iya mau, tapi kita parkir mobil dulu. Gak mungkin kita di jalanan ramai orang begini pake mobil, kita cari parkiran dulu aja mas" ucap Elisa yang merengek.
"Iya, sabar ini lagi mau masuk ke area parkiran" ucap Andre yang sedang mengikuti arahan tukang parkir.
"Iya Pak lurus di sana kosong pak!, agak ke kanan dikit pak. Ya kiri-kiri dikit pak, oke! Stop" ucap tukang parkir.
Setelah sudah pas dari arahan tukang parkir Andre dan Elisa keluar, lalu Andre di berikan kartu nomer parkiran agar muda mencari ya.
"Permisi Pak, ini kartunya" ucap tukang parkir.
"Ah, iya" ucap Andre yang langsung mengambilnya.
Mereka jalan ke area pasar, terlihat sangat ramai sekali, Andre langsung menggenggam tangan Elisa agar tidak terpisah di tempat karena banyaknya orang seperti itu. Elisa malah celingukan mencari makanan apa yang akan di makan, saking sibuknya matanya hingga lihat sana lihat sini.
"Mau makan apa?" tanya Andre yang menanyakan ulang, karena Elisa pasti kan ganti menu, setelah melihat banyak makanan kesukaannya yang berjejer di sana.
"Beli itu sama itu, boleh?" ucap Elisa menujuk ke gerobak tukang somay dan empe-empe.
"Yaudah kita kesana" ucap Andre yang menuruti saja permintaan Elisa.
"Pak beli satu porsi, mas kamu beli gak" ujar Elisa yang bergantian dengan orang berjualan.
"Gak, mas mau beli soto di sana. Sok kamu beli ini aja dulu, nanti kita kesana" ucap Andre dengan sabarnya.
"Iya, Bentar ya mas, kalau kamu mau kesana, duluan aja mas nanti Elisa nyusul deh!" ucap Elisa.
"Nanti aja, bareng sama kamu" ucap Andre yang khawatir takut Elisa tersesat dan malah nanti mencari-cari.
__ADS_1
"Yaudah, emang gak apa-apa kalau harus menunggu lama, karena ini masih lama. Harus ngantri" ucap Elisa.
Selang beberapa menit kemudian Elisa mendapatkan apa yang dia mau, lalu semua jajan yang Elisa mau juga sudah ada di genggaman. Sekarang sudah banyak, jajanan yang dia beli. Ada somay, empe-empe, donat madu, dan cilok. Di tangan Andre ada jus buah melon dan alpukat.
"Masih ada yang lainnya yang pengen kamu beli sayang?" tanya Andre, sekarang tangannya juga sudah susah untuk menampung semua jajanan Elisa.
"Hemmm, beli apa lagi ya?" ucap Elisa yang masih pengen keliling lapangan tersebut.
"Elisa! Ini sudah banyak, emang nanti kamu makan semua ini? jangan buang-buang makanan sayang, itu mubazir" ucap Andre yang membuat Elisa menoleh ke tangan Andre yang penuh dengan kantong keresek.
"Iya-iya, sini plastiknya biar Elisa yang bawa" ucap Elisa yang ingin membawa jajanannya.
"Udah gak usah, kita langsung beli soto saja mas sudah laper" ucap Andre yang langsung menatap wajah Elisa.
"Iya udah, yuk. Ada dimana tukang jualan sotonya tadi?" ucap Elisa.
Mereka mampir ke penjual soto dengan lapak kaki lima, Andre menarik kursi untuk Elisa duduk dan langsung meletakkan semua jajanan istrinya di meja penjual soto.
"Mau pesan berapa Mas?" Tanya si penjual soto saat Andre yang sudah mendekati.
"Pesen 2 porsi yah pak" ucap Andre yang menjawab.
"Di campur semuanya mas?" tanya si penjual soto.
Andre langsung menoleh ke arah istrinya untuk menayangkan selera Elisa. "Sayang, kamu mau dicampur atau gimana? isinya" ucap Andre.
"Jangan kasih kacang" jawab Elisa cepat.
Andre langsung mengatakan pada penjual soto kembali.
"Satu di campur, yang satu jangan kasih kacang ya pak" ucap Andre.
"Iya, silakan di tunggu mas" ucap si penjual.
...~PESAN~...
MEDINA- Pukul 10.00 : (Assalamualaikum, maaf Dokter Andre saya mengganggu waktu libur anda bersama keluarga, tapi saya mau laporan. Rapat hari ini sudah hampir selesai, isi dari rapat kali ini juga sudah saya catat di buku. Apa saya kirimkan sekarang atau nanti saja jika anda berangkat kerja).
ANDRE - Pukul 10.30 : (Walaikumsalam, Tidak apa-apa. Maaf saya baru bisa balas, soal laporan nanti kamu bahas dulu saja dengan try, karena dia di bagian bidang yang sama dengan mu. Soal detailnya nanti saja saat saya berangkat besok, ouhnya. Gimana soal jurnal? kamu sudah bikin Medina?)
MEDINA- Pukul 11.00 : (Baik dok, soal jurnal saya baru rancangan belum saya salin ke leptop, nanti saya akan memberikan jika sudah kelar)
ANDRE - pukul 11.03 : ( Oke di tunggu! jangan sampai melewati tanggal 10 ya Medina, karena itu akan jadi nilai plus bagi kamu untuk mendapatkan Syarat praktek, agar kamu bisa dinilai sebagai Dokter yang SAH. Bukan dokter abal-abal, tapi sudah bersertifikat)
MEDINA- Pukul 11.10 : (Iya, Dokter Andre. Saya akan usaha kan, terimakasih)
ANDRE - pukul 11.11: (Iya sama-sama).
Tak lama pesanan soto juga sudah selesai, Elisa yang sudah tidak terlalu memusingkan bisikan-bisikan itu karena sudah terbiasa dengan hal itu. Andre saja tidak terlalu mempermasalahkan soal orang selalu melihat padanya Andre juga sadar jika dirinya jadi pusat perhatian, dimanapun dia berada.
"Main hp mulu, katanya kita lagi liburan berdua, tetep aja kamu sibuk" sindir Elisa yang mengambil sendok sambel.
"Bales pesan dari Medina, lagian ini juga sudah selesai kok" ucap Andre yang meletakan hp di meja beriringan dengan tas Elisa.
Andre melihat Elisa mengambil 2 sendok makan sambal, itu bikin Andre agak risih. Karena Elisa punya penyakit maag, tapi suka pedes. "Jangan banyak-banyak ambil sambelnya, nanti maagmu kambuh" tegur Andre.
"Kan ada kamu" jawab singkat Elisa yang selalu mengandalkan Andre soal penyembuhan.
"Kamu ini kalau di bilangin selalu gitu jawabnya, kan lebih baik mencegah dari pada mengobati. Yaudah deh! terserah kamu, lagian juga yang rasain sakitnya bukan aku tapi kamu sendiri" ucap andre.
"Lah kok mas jadi doain Elisa gitu sih? seneng ya kalau istrinya sakit, mas Andre bisa cari lagi iyakan" ucap Elisa yang mode cemburu keluar.
"Bukannya doain, lalu siapa yang mau cari Istri pengganti, orang mas kan kasih saran ke kamu, makanya kamu yang nurut kalau di bilangin. Udah jangan berbicara saat makan, nanti keselek" ucap Andre yang kembali makan.
"Iya-iya" ucap Elisa yang fokus kembali ke mangkuknya.
__ADS_1
Tak lama ada cewek cantik dengan ukuran da-da yang cukup besar, pokoknya sangat cantik dan seksi. Dia melihat Andre yang sendang makan, seketika tertarik. Iya mencoba menggoda Andre dengan senyuman dan memperlihatkan da-da yang semok dan montok miliknya, Andre sadar jika dirinya yang jadi target si wanita genit tersebut. Banyak pelanggan pria yang datang hanya untuk mengikuti wanita itu, dan banyak juga pria yang tergoda dengan keseksian tubuh cewek semok itu.
"Sayang! Udah selesai belum makannya" ucap Andre yang takut Elisa ngambek atau nanti ngamuk kalau tahu.
"Emangnya kenapa?" Elisa binggung sama sikap Andre yang gelagapan.
"Udah yuk! makannya" ucap Andre.
"Lah baru aja dua suap, Kenapa sih mas?" tanya Elisa yang binggung.
"Aku takut kamu nantinya jadi marah, dan mengira kalau aku sengaja sedang cari pengganti kamu" ucap Andre yang melihat ke sesosok wanita.
"Hah! Maksudnya apa?" Elisa tambah binggung.
Cewek semok itu tanpa pikir panjang, karena semua jurus rayuan jarak jauhnya tidak mempan pada Andre, akhirnya mendatangi meja dimana Andre dan Elisa duduk, Andre langsung menepuk jidatnya.
Aduuhhh mampus! Elisa akan ngamuk nih! Udah deh! Kalau kayak gini, pasti ada yang bakalan ngembek 7 turunan lagi. Isi dalam hati Andre.
"Maaf Mas ganteng! Boleh kita kenalan?" tanya si cewek tersebut, Andre hanya tersenyum kecut, mata Elisa sudah melotot melihat cewek yang menghampiri Andre tersebut.
"Mas ganteng, sepertinya kita cocok loh buat jadi pasangan. Aku cantik dan kamu tampan" ucap sicewek centil.
Seraya memainkan jari jemarinya di belakang punggung Andre, itu sukses membuat Elisa menaikan level emosi, cewek cantik itu memainkan jarinya di punggung Andre, itu membuat tegang karena tatapan pembunuh dari sang istri.
"Apa-apaan nih, kamu siapa sih? dateng-dateng langsung minta kenalan" ucap Elisa yang menepis tangannya dari punggung Andre.
"Up sorry! Aku nggak lihat kalau ada orang di sini, pukulanmu cukup kasar ya" ucap si cewek cantik.
"Woi mbak, mata lu ketutupan sama da-da yah?" ejek Elisa yang agak kesel.
"Kalau iri bilang Mbak?" ucap si cewek cantik itu meremehkan ukuran da-da milik Elisa.
"Idih iri sama situ? apa yang diiri kan, yang ada situ yang iri sama saya, karena orang yang luh mintain kenalan itu suami saya" ucap Elisa yang to the point.
"Ih- masa iya sih mas ganteng, kok punya istrinya cebol" ejek si cewek cantik.
"Sembarangan aja nih orang kalau ngomong, gak pernah makan bangku sekolah ya" ucap Elisa yang agak kesel. sempat mengajaknya berkelahi.
"Sabar sayang!" Andre menahannya.
"Lepaskan aku, aku harus kasih pelajaran sama dia, mulutnya ini cukup membuat orang kesal. Dasar cewek kurang ajar, ku bejek-bejek juga kau jadi bergedel" ucap Elisa yang emosi.
"Sabar sayang, malu ini tempat umum lagian dia belum tentu bisa berkelahi, nanti akan repot jika dia terluka" ucap Andre yang langsung menenangkan istrinya.
"Aduuuh mas ganteng kok perhatian banget sih, kamu kayak ya jatuh cinta padaku ya" ucap pede si cewek cantik.
"Aaaddduhhh! Maaf ya Mbak, anda salah. Saya tidak tertarik sama sekali, dan saya tidak menyukai anda. Saya permisi, ayo sayang kita lebih baik ngalah, dan pergi saja dari sini. Pak berapa semuanya?" ucap Andre yang tidak mau ada keributan.
"Jadi 30 ribu mas, dua porsi" ucap si penjual, Andre mengambil dompet yang ada di saku celana.
"Ini uangnya Pak, ambil aja kembaliannya. Saya permisi" ucap Andre memberikan uang 100 Ribu dan pergi meninggalkan tempat.
"Ha-ha-ha, bye bye mbak cantik yang semok. Loh gak bakal bisa menaklukan dia, jika bisa itu artinya dia terpaksa menerima mu. Ouhnya, coba kamu tengok ke belakang, tuh di sana masih banyak sekali cowok-cowok yang ngantri, tinggal kamu pilih aja tuh salah satu dari mereka atau bisa pilih lebih sebagai cadanganmu, di sana pasti banyak yang suka atau tertarik sama elu. Jika pria di sebelah ku ini adalah milik saya" ucap Elisa yang dengan bangga ya, dan senang mengejek si wanita semok itu.
Si cewek cantik itu melihat pria-pria yang di maksud Elisa, langsung saja semuanya malah cari perhatian.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Minggu 2 Oktober 2022
__ADS_1